Rp. 3.750
Jumat
31.05.2013
Empat polisi yang terlibat pemerasan, penculikan, dan penganiayaan dua warga Malaysia saat dibawa ke Mapolda Kepri dari Mapolresta Barelang , kemarin. Foto bawah, Desi alias Susi, Juniarti, dan Sunaryo, warga sipil yangikut memeras dan menculik dua warga Malaysia.
f.wijaya satria/Batam Pos
Penculikan, Penganiayaan, dan Pemerasan Dua Warga Malaysia
Empat Polisi Terlibat TIM BATAM POS, Batam
Polisi yang Ditangkap
ujuh pelaku penculikan, penganiayaan, serta pemerasan Abdul Razak bin Mohamed Kasim dan Abdul Halim bin Abdullah, dua warga Malaysia, ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang di tiga tempat berbeda, Kamis (30/5) sekitar pukul 01.00. Empat dari tujuh pelaku adalah anggota polisi aktif. Yakni Brigadir David Rifai, Brigadir Julia Hendra, Briptu Rizki, dan Bripda Raja Siregar. Brigadir David saat
T Juniarti
1. Brigadir David Rifai, anggota Sabhara Polres Lingga. 2. Brigadir Julia Hendra, tugas di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kepri. 3. Briptu Rizki, sopir Wadirreskrim Polda Kepri, AKBP Totok Wibowo. 4. Bripda Raja Siregar, bertugas di Ditreskrimum Polda Kepri.
Baca Empat ...Hal 4
f.wijaya/Batam Pos
PENCULIKAN warga Malaysia oleh
Empat Polisi
1. Minggu (27/5) sore, Abdul Razak bin Mohamed Kasim dan Abdul Halim bin Abdullah ke Batam naik feri lewat Stulang Laut, Johor.
2. Razak dan Halim berkenalan dengan Juniarti, calo TKI di feri. 3. Juniarti minta dicarikan kerja di Malaysia. Ketiganya saling tukar nonor ponsel. 4. Minggu, pukul 18.30, dari Pelabuhan Batam Center, Razak dan Halim naik taksi ke Hotel 01, Batam Centre. 5. Minggu pukul 20.00 WIB,
Rp 7,4 Triliun untuk Siswa Miskin JAKARTA (BP) - Anggaran pendidikan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta di Kementerian Agama (Kemenag) mendapat suntikan Rp 7,4 triliun. Kucuran anggaran tambahan ini tertuang dalam pembahasan APBNP 2013. Seluruh anggaran itu dipakai untuk kompensasi kenaikan harga BBM dalam bentuk kucuran Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan beasiswa Bidik Misi.
Alokasi APBNP 2013
Baca Rp 7,4 ...Hal 4
Saya doakan Anda gagal dulu dan saya harapkan Anda tidak menyerah.
oase
Stop Menilai
Stop menilai segala hal, termasuk orang di luar pemahaman Anda. Hanya karena Anda tidak mengerti bukan berarti hal itu tidak layak dihargai dan diterima. Anda akan lebih menghargai diri sendiri bukan dengan apa yang anda ketahui, tapi atas kerendahan hati dan keinginan Anda untuk memperoleh informasi atau ilmu-ilmu baru. ”Kebodohan tertinggi adalah ketika kau menolak sesuatu yang tidak kau mengerti” Joseph Campbell (19041987) seorang penulis dan dosen di Amerika. (atm)
Razak dan halim keluar hotel mencari makan. 6. Saat makan, Juniarti menghubungi Halim lewat ponsel minta ketemu di hotel. 7. Minggu pukul 22.00 WIB, RazakHalim tiba di hotel, Juniarti belum sampai. 8. Razak-Halim menunggu Juniarti di lobi. 9. Juniarti membawa Susi, rekannya menemui Razak-Halim.
10. Saat keempatnya berbincang di lobi, datang empat pria tegap memakai topi, mengaku polisi. 11. Razak-Halim dituduh mau jual Juniarti ke Malaysia 12. Razak-Halim dibawa ke keempat pelaku keluar dari hotel mau ke ‘’kantor polisi’’ 13. Razak--Halim dimasukkan ke mobil
APV hitam BP 1710 DB. 14. Pelaku membawa korban kelilingkeliling sampai ke hutan di wilayah Batu Besar, Nongsa. Di dalam mobil kedua korban dianiaya. 15. Di perjalanan, saat isi BBM di SPBU, pelaku memaksa korban mengambil uang dari mesin ATM. (jumlahnya Rp 16 juta).
Atensi ...Hal 5
Berkas LHI Selesai tanpa Darin Mumtazah
Perbuatan mereka juga menciderai umat Islam karena pekerjaan itu terkait pengadaan kitab suci. Aviantara Ketua Majelis Hakim
Baca Zulkarnaen ...Hal 4
Baca
Kuasa Hukum Akui Terima BAP Curian
Terbukti Korupsi Pengadaan Alquran
dan dua terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” kata ketua Majelis Hakim Aviantara. Tidak hanya itu, bapak dan anak
Kepala Bidang Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan, kasus yang menjerat empat anggota polisi aktif tersebut merupakan tindak pidana pemerasan, bukan perampokan. Pelaku memanfaatkan kesalahan korban untuk meminta uang kepada dua WN Malaysia itu. Men urut H a r t o n o pihaknya
Hartono
bersambung ke hal 4.
Zulkarnaen Djabar Divonis 15 Tahun JAKARTA (BP) - Apresiasi layak diberikan kepada majelis hakim kasus perkara suap pengurusan anggaran proyek pengadaan Alquran dan Laboratorium Komputer di Kementerian Agama (Kemenag). Sebab, vonis terdakwa Zulkarnaen Djabar lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang hanya 12 tahun. Politisi Partai Golkar itu divonis 15 tahun penjara. Tidak hanya Zulkarnaen, anaknya, Dendy Prasetya yang juga menjadi tersangka ikut dihukum tinggi. Meski lebih rendah satu tahun dari tuntutan, Dendy tetap tertunduk setelah hakim memvonisnya 8 tahun penjara. “Menyatakan terdakwa satu
Atensi Kapolda, Ditindak Tegas
F.MUHAMAD ALI/JAWAPOS
POLTISI Golkar Zulkarnaen Djabar (dua dari kanan) dan Dendy Prasetya (kursi roda), terdakwa Korupsi pengadaan Alquran divonis 15 tahun dan 8 tahun penjara di pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.
JAKARTA (BP) - Setelah sempat tertunda, berkas penyidikan kasus suap pengaturan kuota impor daging sapi dengan tersangka Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) akhirnya rampung. Namun, berkas itu tidak dilengkapi dengan kesaksian Darin Mumtazah karena hingga kemarin (30/5) penyidik gagal menemukan siswi SMK itu. Setelah berkasnya tuntas, mantan presiden PKS itu tinggal menungf.dok gu proses persidangan yang akan Luthfi Hasan Ishaaq digelar pertengahan Juni. Kepastian itu disampaikan Jubir KPK Johan Budi S.P kemarin. Berarti, tuntasnya berkas LHI hanya berselang satu hari dari berkas perkara milik tersangka Ahmad Fathanah yang selesai Rabu (29/5). “Berkas penyidikan LHI sudah masuk tahap dua. Baca Berkas ...Hal 5
Kehidupan Buruh Panggul Wanita di Kampung Tua Telaga Punggur
Rela Nguli Demi Menghias Diri dan Rumah Sepuluh wanita buruh panggul di Pelantar Bok Tuang Punggur, siangmalam membanting tulang. Dalam sehari, mereka bisa mendapat Rp 100 ribu. Ternyata, meski buruh panggul, mereka tak lupa sebagai wanita. Uang memanggul, buat beli bedak dan menghias rumah.
Rosna, 57, salah satu buruh angkat wanita di pelabuhan rakyat Telagapunggur mengangkat tripleks, Senin (18/3).
WENNY C. PRIHANDINA, Nongsa Supriyadi duduk seorang diri di ruang belakang rumahnya. Di hadapannya berserak berlembar-lembar kertas. Tangan kirinya sibuk membolak-balik kertas. Tangan kanannya memainkan sebuah pena. Tak lama kemudian, jemari kanannya menari di atas tombol kalkulator. Dahinya mengkerut.
redaksi@batampos.co.id
F.Wijaya Satria/Batam Pos
Lalu dituliskannya serangkaian angka di atas sebuah kertas. “Bos batu itu baru bayar. Sekarang saya lagi hitung bayaran untuk para buruh,” katanya malam itu.
Supriyadi adalah pemilik salah satu pelantar rakyat di Kampung Tua Telagapunggur, Batam. Orang-orang menyebut pelantarnya dengan nama ‘Pelantar Bok Tuang’. Sesuai
http://twitter.com/batampos
dengan nama Tionghoa-nya: Bok Tuang. Pelantar Bok Tuang sudah dua hari kedatangan kapal bermuatan batu bata dari Tanjungpinang. Batu bata tersebut hendak diboyong ke kawasan Nagoya. Supriyadi sebenarnya enggan menerima permintaan bongkar-muat batu bata. Sifat batu bata yang mudah pecah menjadi sebuah resiko sendiri saat memindahkannya. Belum lagi lori pengangkutnya yang menjadi kotor dan rusak lantaran gesekan dengan batu bata tersebut. Tapi ia sudah kehilangan pilihan. Pelantarnya sudah tak lagi menjadi primadona. Permintaan bongkar-muat barang turun drastis sejak akhir 2012. Mau tak mau ia ambil permintaan itu. Selain untuk mempertahankan bisnis jasa
Baca Rela ...Hal 9