Banjarmasin
Post
DEMI KEADILAN, KEBENARAN DAN DEMOKRASI
KLIK HTTP://WWW.BANJARMASINPOST.CO.ID - E-MAIL: REDAKSI@BANJARMASINPOST.CO.ID
Halaman
Prabowo Subianto
DOK/BPOST
Halaman
Sutiyoso
Rachman: Maafkan Saya Panggung Kampanye Roboh MANUSIA boleh berencana, tetapi Allah SWT juga yang menentukan. Berangkat dari rumah untuk memeriahkan kampanye pilkada, dua warga Tabalong harus mengembuskan napas terakhir. Panggung kampanye pasangan calon bupati Tabalong, Rachman RamsyiMuchlis di lapangan Muara Uya, roboh dan menin-
dih mereka. Selain dua orang tewas, kejadian mengenaskan itu mengakibatkan 18 orang luka-luka. Rachman dan Muchlis yang saat kejadian berada di atas panggung, selamat. Selain mereka juga ada dua mantan Bupati Tabalong, Dandung Suchrowardie dan Noor Aidi, Ketua DPW PBB Kalsel Abdul Choir, Sekreta-
ris DPW PPP Kalsel Syaifullah Tamliha dan Wakil Bupati sekaligus Ketua DPD Golkar Tabalong Murhan Effendi. Informasi yang dihimpun BPost menyebutkan penyebab runtuhnya panggung berdiameter 6 x 12 meter itu karena ada tiang penyangga panggung yang ambles ke dalam tanah. Beberapa saat sebelum kejadian, lokasi kampanye diguyur hujan deras. Puluhan orang yang semula memadati tengah lapangan berlarian ke bawah panggung untuk berteduh. Tiba-tiba, diduga tidak kuat menahan beban puluhan orang, panggung itu miring dan ambruk ke arah kanan. Massa yang yang berteduh di sisi itu pun tertindih. Akibat kejadian itu, kegiatan kampanye pasangan calon yang diusung Golkar, PPP, PBB, Partai Demokrat, Partai Patriot, PKB Pro Gus Dur, Gerindra dan PDIP itu dihentikan.
BANJARMASIN POST/MAHDAN BASUKI
ROBOH - Panggung kampanye Rachman Ramsyi yang roboh
19 SYAWAL 1429 H
24 HALAMAN
RP 2.000
Barito Putera Menang Telak
3
DOK/BPOST
Muchdi PR
19 OKTOBER 2008/
NO. 12348 TH XXXVII/ ISSN 0215-2987
Dipindahkan ke Nusakambangan METRO BANJAR/AYA SUGIANTO
MINGGU
Hal 14 kol 1-3
DOK/BPOST
SB Yudhoyono
DOK/BPOST
12
Wiranto
METRO BANJAR/AYA SUGIANTO
DOK/BPOST
Syafrie Syamsuddin
DOK/BPOST
“Silakan Periksa Yudhoyono” Pansus Orang Hilang Pecah JAKARTA, BPOST - Fadli Zon geram menahan amarah. Orang dekat mantan Pangkostrad Letjen TNI (Pur) Prabowo Subianto itu meradang. Dia menuding DPR telah bertindak konyol. “Ini kekonyolan di DPR,” ujar Fadli yang menjadi wakil ketua umum DPP Partai Gerindra yang didirikan Prabowo, di Jakarta, kemarin. Kegeraman Fadli terkait rencana Pansus Penghilangan Orang Secara Paksa DPR memanggil sejumlah jenderal yang diduga terlibat dalam kasus penculikan para aktivis pada 1997-1998. Selain Prabowo, pansus yang di-
pimpin politisi PDIP Effendi Simbolon itu, pada pekan depan juga memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto, Muchdi PR, Sjafrie Syamsuddin dan Sutiyoso. Selain Sjafrie dan Muchdi, para jenderal itu besar kemungkinan maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2009. Aroma politis mengental dalam rencana itu. “Ini 100 persen politik. Kami melihat
ini upaya politik yang dilancarkan kepada Prabowo dan Gerindra,” tegas Fadli. Kegeraman juga menggelayuti Sekjen Partai Hanura --yang dipimpin Wiranto--
Yus Usman Sumanegara. Meski demikian, dia tetap yakin Wiranto layak diusung sebagai capres. Hal 14 kol 4-7
Kalla Diminta Maju PEMANDANGAN umum rapimnas Partai Golkar diwarnai desakan agar Ketua Umum Jusuf Kalla maju sebagai capres dalam Pemilu 2009. Daerah yang mengusulkan adalah DPD Sulawesi Barat, DPD Kalimantan Timur dan DPD Sumatera Barat. Sedangkan DPD DIY menyebut tujuh
nama yakni Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Sultan HB X, Akbar Tandjung, Surya Paloh dan Muladi. Nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ikut disebut sebagai capres oleh DPD Sulawesi Tenggara dan Lampung. Hal 14 kol 6-7
Melihat Jalan Tambang di Tapin (2-Habis)
Tak Ada Lagi Toleransi
P
eraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2008 mewajibkan angkutan batu bara dan komoditas komersial perkebunan harus melewati jalan khusus. Peraturan itu berlaku efektif mulai Juli 2009. Pembangunan jalan khusus tambang pun digenjot. Tak hanya warga yang selama ini menjadi objek penderita ketika truk-truk batu bara melintasi jalan umum, para sopir truk pun merespons positif kebijakan itu. Bambang misalnya. Dia mengatakan jalan itu meringankan kerja mereka.
SI PALUii Dipenjara karena Menganggur PENGADILAN Syariah Islam di Nigeria memenjarakan pria berusia 20 tahun selama enam bulan karena menganggur dan bergabung dengan kelompok pengangguran. Pria tersebut bernama Jamilu Samaila. “Perilaku Jamilu bertentangan dengan hukum pidana syariah,” ujar Ketua Majelis Hakim, Tanibu Abubakar, kemarin. Selain hukuman penjara, Jamilu juga akan dicambuk dengan rotan sebanyak 30 kali. Jamilu diajukan ke pengadilan oleh ayahnya, Samaila Tahir yang mengeluh tentang anaknya karena menolak diajak berdagang dan enggan sekolah. “Dia tidak mendengarkan dan hanya membawa malu keluarga,” ujar Tahir. (afp)
Muar Wan Kucing PALUI garigitan banar wan bininya, karna bininya labih sayang wan kucing nang hanyar diharagunya daripada laki. Satiap hari bininya manimang kucing, dicium-ciumnya. Tapi wayah Palui handak maminta jatah karna sudah samingguan parai, bininya marangutrangut bamamai.
BANJARMASIN POST/ANJAR WULANDARI
Hal 14 kol 4-7
Maket jalan khusus angkutan batu bara di Tapin
Labuan Tabu, Desa Sentra Bunga Banua
Sawah Kami Tak Berfungsi Beragam cara digunakan orang untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan kerja. Sesekali langkahkan kaki ke Desa Labuan Tabu Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Ditanggung, tubuh Anda akan beraroma bunga. Beberapa hari lalu, BPost mencoba membuktikan promosi itu. Memang, aroma kesegaran bunga langsung menyusup ke hidung meski kaki baru menginjak bibir desa yang berjarak sekitar empat kilometer dari kawasan wisata pemancingan, Bincau itu.
Hal 14 kol 1-3
+ Buhan narapidana dibawa ka Nusakambangan, Lak ai - Samuga jara wan batubat, nang ai
METRO BANJAR/DONNY SOPHANDI
12:08
15:31
18:17
19:28
Hal 14 kol 4-7
Kreditnya Nggak Cair-cair
Anang Gayam
04:39
Makin dalam menyusuri desa itu, mata pun akan tercerahkan oleh pemandangan beragam bunga dengan aneka warna. Nyaris tidak ada lahan yang dibiarkan terbuka tanpa ditanami bunga melati, kenanga dan mawar.
PANEN MELATI - Nursiah saat memanen melati di Desa Labuan Tabu Setiap paginya warga desa memetik lalu mengemas bunga-bunga itu untuk dijual.
MATAHARI masih malu-malu menampakkan dirinya. Akan tetapi, Kaning bersama istri dan seorang putrinya sudah sibuk memetik bunga. Hal 14 kol 4-7