Ketahanan Energi Migas Indonesia Indonesia merupakan negeri dengan kekayaan alam yang sangat berlimpah. Di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai macam logam, air, dan tanah. Dalam proses perkembangannya, Indonesia di sektor energi masih mengalami fluktuasi akibat berbagai macam hal, terutama masalah regulasi. Regulasi yang ada sejatinya telah menjadi payung bagi Indonesia itu sendiri, namun payung yang menaungi tersebut bukanlah satu payung yang besar melainkan payung regulasi pihak-pihak tertentu saja. Dengan menggencarkan kajian mengenai energi yang lebih jauh, diharapkan hanya akan ada satu payung regulasi di Indonesia yang dikenyam oleh pemerintah. Dalam hal ini, tentu pemerintah sebagai penggerak terdepan demokrasi mampu menaungi seluruh problematika keenergian di Indonesia.
Tentang Energi Baru Terbarukan Direktur Re-Industrialisasi IA ITB Achmad Rizal mengatakan bahwa ketahanan energi di Indonesia merupakan salah satu isu strategis. Sesegera mungkin dapat diupayakan pemanfaatan energi baru terbarukan. Menurut Rizal, Indonesia memiliki potensi serta kandungan energi terbarukan yang sangat besar, yakni sumber energi biofuel, sumber energi panas bumi, sumber energi matahari, sumber energi air, sumber energi gelombang laut, dan sumber energi biomassa. Paradigma terhadap EBT sebagai energi alternatif yang diemban saat ini harus diubah, dimana EBT menjadi sumber energi yang utama. Nilai investasi pada EBT juga cenderung meningkat. Kementerian ESDM mencatat peningkatan investasi yang berkaitan dengan energi terbarukan, dari 1,34 miliar dolar AS pada 2017 menjadi 1,6 miliar dolar AS pada 2018.