www.lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13927 TAHUN XLll
facebook.com/ lampungpost
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l jumat, 23 september 2016 l 24 Hlm.
Polda Lampung Naik Tipe A
@lampostonline @buraslampost
TAJUK
Polda Tipe A untuk Lampung
Program 10 hari Kapolri: Kenaikan status tiga Polda termasuk Lampung jadi Tipe A. Perjalanan Polda Lampung Tito Karnavian (Kapolri) Keppres No. 52/1969 pada 17 Juni 1969 Terbentuk Komando Wilayah Kepolisian (Kowil) Lampung, dipimpin Kombes Pol Turpedo. Perppu No. 3/1964 pada 18 Maret 1964 Keresidenan Lampung berubah menjadi Provinsi Lampung. Kowil berubah menjadi Polwil Lampung, dipimpin Kolonel Pol Joni Haryono. Keputusan Panglima ABRI No. Kep/06/IX/1996 pada 10 September 1996 Polwil Lampung berubah menjadi Polda Tipe C diresmikan pada 2 Oktober 1996 dipimpin Kolonel Pol Didi Kusumayadi.
Gubernur Ridho Apresiasi, Dang Ike Diusulkan Naik Irjen GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo mengapresiasi keluarnya rekomendasi persetujuan kenaikan status Polda Lampung menjadi Tipe A oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB). Bahkan, Gubernur juga mendorong Kapolda Lampung dinaikkan pangkatnya menjadi inspektur jendral (Irjen) sesuai kualifikasi Polda yang akan datang. “Memang sudah saatnya Polda Lampung naik menjadi Tipe A, terkait tingkat kerawanan yang tinggi, terutama teroris, narkoba, dan radikalisme. Lampung juga daerah penyangga Ibu Kota Jakarta. Dang Ike juga diusulkan naik pangkat menjadi irjen,” kata Ridho saat dihubungi, tadi malam (22/9). Apresiasi juga dikatakan anggota DPD asal Lampung, Syarif. Menurut dia, masyarakat memang sangat menunggu-nunggu kenaikan tipe Polda Lampung terkait peningkatan pelayanan. Sebab, dengan naiknya tipe, tentu personel bertambah sehingga keamanan makin terjamin. “Kalau aman, masyarakat bisa beraktivitas dan kesejahteraan akan digapai,” ujar Syarif, kemarin. Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) Yusuf Sulfarano Barusman menga takan pihak kampus dan masyarakat secara umum tentunya akan menyambut baik peningkatan tipe Polda Lampung itu. Ada banyak pengaruh positif yang akan timbul dari pengesahan peningkatan tipe dari Kemenpan-RB itu. “Relevansinya keamanan dan image Lampung. Kalau Lampung keamanannya terganggu, pendidikannya tidak kondusif. Jika keamanannya kondusif, masyarakat yang di luar kota pun akan banyak yang menuntut ilmu di Lampung,” kata dia melalui sambungan telepon, tadi malam. Wakil Ketua DPRD Lampung Imer Darius mengatakan peningkatan tipe Polda Lampung itu sudah menjadi keharusan, terkait wilayah hukum Lampung yang sangat luas. “Seiring dengan meningkatnya tipe Polda itu, diharapkan memiliki pengaruh dalam kekuatan keamanan juga,” kata dia, yang diamini Hantoni Hasan dari PKS dan Apriliati dari PDIP. Sebelumnya, Kemenpan-RB menyetujui kenaikan tipe Polda Lampung dari Tipe B ke Tipe A berdasarkan SK No. B/3108/M.PANRB/9/2016. Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan kenaikan tipe Polda ini harus disyukuri dan menjadi tonggak untuk peningkatan pelayanan polisi ke masyarakat. “Oktober mendatang insya Allah sudah dikukuhkan Pak Kapolri. Tanggal yang menentukannya Mabes Polri. Kenaikan tipe ini sebagai kado untuk masyarakat Lampung,” ujar Kapolda yang akrab disapa Dang Ike itu, kemarin. (RAN/DEN/R5)
Asman Abnur (Menpan-RB)
Brigjen Ike Edwin (Kapolda Lampung)
Telegram Kapolri No. Pol:TR/1787/1999 pada 21 Oktober 1999 Validasi Polda Tipe C menjadi Tipe B dipimpin Brigjen Pol Riswahyono. Keputusan Kapolri No. Pol: Skep/958/XII/2004 pada 23 Desember 2004 Polda Lampung naik status dari Tipe B menjadi Tipe B1 saat dipimpin Brigjen Pol MD Primanto hingga dijabat Brigjen Pol Edward Syah Pernong. Direkomendasi Menpan-RB dengan Keputusan No. B/3108/M.PANRB/9/2016 Menyetujui kenaikan tipe Polda Lampung dari Tipe B ke Tipe A saat dipimpin Brigjen Pol Ike Edwin.
Sumber: Data Pemberitaan
11 Calon Berebut
Kursi di 5 Kabupaten KPU di lima kabupaten se-Lampung akan menutup pendaftaran bagi calon bupati dan wakil bupati yang akan ikut Pilkada 2017 hari ini. TRIYADI ISWORO
S
anya di DPRD setempat diborong habis, sementara tidak muncul satu pun calon perseorangan atau independen. Sementara itu, tujuh pasang calon yang sudah mendaftarkan diri ke KPU adalah pasangan Handoyo (Tuba), Parosil-Mad Hasnurin (Lambar), Sujadi Saddat-Fauzi dan Ardian-Dewi Arimbi (Pringsewu). Mereka mendaftar pada hari pertama Senin (21/9). Kemarin (22/9), menyusul tiga pasang yang mendaftar ke KPU, yakni Winarti-Hendriwansyah (Tuba),
Umar Ahmad-Fauzi (Tuba Barat), dan Edy Irawan-Ulul Azmi (Lambar). Dengan demikian, menyisakan lima pasang calon yang akan mendaftar hari ini (23/9), yakni Syarnubi-Solehah (Tuba) dan Siti Rahma-Edi Agus Yanto (Pringsewu). Dua lainnya adalah pasang an calon di Mesuji, yakni Khamami-Sapli dan Febriana-Adam.
EBELAS calon bupati dan wakil bupati berebut kursi di Tes Kesehatan lima kabupaten se-Lampung Pada bagian lain, empat pasang dalam Pemilihan Kepala Daerah calon bupati dan wakil bupati siap (Pilkada) 2017. Dari 11 itu, sudah mengikuti rangkaian tes kesehatan tujuh pasang calon yang mendafyang akan digelar tiga ins tar ke Komisi Pemilihan Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil yang tansi, yakni Ikatan Dokter Umum (KPU) di masingMendaftar ke KPU di Hari Kedua, Kamis (22/9) Indonesia (IDI) Lampung, masing daerah mereka Badan Narkotika Nasional mencalonkan diri. Provinsi (BNNP) Lampung, Kesebelas calon itu dua dan Himpunan Psikologi Indi Lampung Barat, yakni donesia Wilayah Sumatera Parosil Mabsus-Mad HasKabupaten Tulangbawang Selatan (Himpsi), hari ini. nurin melawan Edy Irawan Barat Keempat peserta tes keseArief-Ulul Azmi Soltiansa. Partai Koalisi Lalu, dua pasanga n di Umar Ahmad hatan tersebut yaitu pasang Pengusung Fauzi Hasan Mesuji, yakni petahana an calon Ardian SaputraKhamami-Sapli melawan Arimbi (Pringsewu), ParoFebriana Lesisie Tantinasil Mabsus-Mad Hasnurin 6 4 3 3 3 3 2 1 1 Adam Ishak. (Lambar), Hanan A RazakDi Pringsewu, ada tiga Heri Wardoyo (Tuba), dan pasang, yaitu calon petahaUmar Ahmad-Fauzi Hasan na Sujadi Saddat-Fauzi, Ar(Tubaba). Tes oleh tiga inKabupaten dian Saputra-Dewi Arimbi, stansi itu dilakukan di RSUTulangbawang dan Siti Rahma-Edi Agus DAM Bandar Lampung di Partai Koalisi Yanto. Di Tulangbawang Mahan Munyai. Pengusung dua calon yang diusung Winarti Calon bupati Pringsewu Hendriwansyah 11 5 parpol yakni petahana Ardian Saputra mengataHanan A R a z a k- H e r i kan akan datang ke RSUWardoyo (Handoyo) dan DAM pukul 08.00 bersama Winarti-Hendriwansyah pasangannya. “Kami sudah serta satu calon indepensiap,” kata dia, kemarin. Hal Kabupaten den Syarnubi-Solehah. yang sama dilakukan calon Lampung Hanya di Tulang bupati Pringsewu yang juga Barat bawang Barat yang di petahana, Sujadi. “Iya, kami Partai Koalisi Pengusung ikuti calon tunggal, yakni Edy Irawan Arief Ulul Azmi Soltiansa ikut saja perintah KPU,” petahana Umar Ahmadujarnya. (ATA/R5) Fauzi Hasan. Semua par2 2 2 3 2 4 triyadi@lampungpost.co.id tai politik yang ada suar-
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Provinsi Lampung naik kelas dari Tipe B menjadi Tipe A. Kenaikan tipe sepatutnya dimaknai bukan semata gengsi, tetapi jawaban pasti atas kebutuhan segenap warga Lampung mendambakan layanan Korps Bhayangkara yang lebih baik. Alasan kenaikan pun telah komplet, mulai dari letak geografis hingga demografis atau jumlah penduduk yang terus bertambah. Juga sumber daya alam dan ekonomi yang terus pesat, termasuk sebagai provinsi penghubung antara Sumatera dan Jawa yang sarat dengan perputaran ekspor-impor. Dari sisi kriminalitas, Lampung mengalami eskalasi. Data Polda Lampung menujukkan tingkat kriminalitas menembus 8.000 hingga 10 ribu kasus, yakni 2013 sebanyak 9.500 kasus, 2014 (10.007), dan 2015 (8.900). Termasuk potensi konflik horizontal lantaran Lampung berpenduduk heterogen. Apresiasi pun layak diberikan lantaran perjuangan menaikkan tipe bukan kali pertama dilakukan, melainkan sudah berkali-kali. Menurut catatan Polda Lampung, sudah lima kali diajukan ke pusat kenaikan dari Tipe B menjadi A, yakni pada 2007, 2009, 2010, 2015, hingga teralisasi di 2016. Terlebih, status naik kelas tersebut tercapai dalam segala keterbatasan. Bahkan, dalam status Tipe B, Polda Lampung masih kekurangan personel dengan hanya memiliki 2.822 anggota. Padahal, untuk Polda Tipe B seharusnya memiliki 3.955 personel. Naik Tipe A, jumlah personel idealnya 5.132. Pendek kata, meski telah naik kelas, Kepolisian Lampung jelas membutuhkan penambahan personel. Mabes Polri sepatutnya segera memberi jalan keluar atas kekurangan jumlah personel tersebut. Tidak bisa tidak, harus ada penambahan personel secara bertahap dalam tubuh Kepolisian Lampung. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan rasio ideal polisi dengan masyarakat ialah 1:400, sementara target nasional 1:500. Jika jumlah penduduk Lampung 11 juta jiwa dan personel kepolisian Lampung 2.822 anggota, perbandingannya 1:3.897. Perbandingan itu tentu masih jauh dari target ideal. Selain penambahan personel, beberapa kabupaten di Lampung belum memiliki Kepolisian Resort (Polres) semisal Kabupaten Pesawaran, Pesisir Barat, dan Tulangbawang Barat. Penempatan Polres di setiap kabupaten tentu bertalian erat dengan makin lekatnya Kepolisian Lampung melayani masyarakat. Makin tinggi status Polda Lampung, makin tinggi pula tuntutan masyarakat. Dari segala hal-ihwal persoalan keamanan dan ketertiban, tentu saja menuntut penanganan aparat kepolisian lebih mumpuni. Profesionalisme kerja, sikap mengayomi, dan personel dengan teladan adalah keharusan. Kita tentu tidak ingin kasus narkoba yang terjadi di Polda Bali juga terjadi di Lampung. n
Latih Mahasiswa Pittsburgh Berdangdut Hlm. 16 oasis
Stres Jadi Bencana STUDI terbaru dari Ohio State University Wexner Medical Center, saat stres, makanan sehat tidak lagi memberi manfaat untuk tubuh. Ayam kukus dengan minyak bunga matahari akan menjadi buruk bagi jantung, seburuk sayap ayam goreng. Penelitian yang dipimpin Janice Kiecolt-Glaser itu dilakukan ke 38 perempuan mantan penderita kanker dan 20 perempuan lainnya dengan umur rata-rata 53 tahun. Secara acak mereka diberikan 930 kalori dan 60 gram lemak dari dua jenis sarapan. Sarapan dengan lemak jenuh yakni telur, sosis kalkun, biskuit, dan saus. Sementara sarapan sehat lemak tak jenuh dari minyak bunga matahari dengan konsentrasi tinggi asam oleat antiinflamasi. Tanpa tahu jenis sarapan yang disantap, peneliti melakukan wawancara dengan mereka. Hasilnya, stres meningkat pada keempat pembuluh darah dalam kelompok yang mengonsumsi minyak bunga matahari, berbeda dengan kelompok yang memakan lemak jenuh. (MI/R5)
Rehabilitasi Narkoba di Lampung Gratis KEPALA Badan Narkotika Nasio nal (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menegaskan rehabilitasi bagi pecandu narkoba tidak dipungut biaya. Semua dana sudah ditanggung oleh negara. “Rehabilitasi di BNN Kalianda ini tidak boleh dijadikan ajang bisnis. Jangan sampai Loka Rehabilitasi disalahgunakan. Sekali lagi saya tegaskan biaya ditanggung oleh negara alias gratis,” kata Budi, usai peresmian Loka
Rehabilitasi BNN Kalianda, yang berlokasi di Jalan Stadion Jati Rukun, Kelurahan Way Lubuk, Lampung Selatan, kemarin. Selain di Lampung Selatan, sebelumnya ada empat lokasi rehabilitasi, yakni Balai Besar Rehabilitasi di Lido, Bogor. Kemudian Balai Rehabilitasi di Batam, Kepulauan Riau; Tanah Merah (Samarinda); dan Badoka (Makassar). Menurut dia, Loka Rehabilitasi BNN Kalianda adalah milik
pemerintah yang dikelola oleh BNN. Oleh sebab itu, segala biaya yang dikeluarkan ditanggung oleh negara. “Loka ini diharapkan menjadi bagian dalam upaya menyembuhkan dan menyehatkan kembali para pecandu dan penyalaguna narkotika di wilayah Sumatera, khususnya Lampung,” ujar mantan Kabareskrim tersebut. Buwas, sapaan akrabnya, menjelaskan Lampung masuk urutan
narkoba kedua nasional. Hal tersebut karena Lampung termasuk wilayah transit barang haram beredar. “Lampung urut an kedua penyuplai dan pengedar narkoba. Sebab, Lampung sangat strategis sebagai penyuplai, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujarnya. Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin mengatakan pihaknya telah membentuk satgas pem berantasan narkoba dan kemu-
dian menangkap sejumlah pengedar. “Terbaru kami dapat 12 kg narkoba, 4 kg di Lampung Tengah, ada 100 ribu pil ekstasi dan yang lainnya. Ini kan artinya kami terus bekerja dan bekerja,” kata Ike. Dia tidak menampik Lampung masuk urutan kedua setelah Medan, Sumatera Utara. Namun, pihaknya tetap optimistis per edaran narkoba dapat dicegah dan diberantas dengan kerja sama semua pihak. (TOR/WIR/HAN/K2)