www.lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13900 TAHUN XLll
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l jumat, 26 AGUSTUS 2016 l 24 Hlm.
Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Berdatangan JEMAAH haji gelombang ke dua asal Indonesia mulai ber datangan di Mekah, termasuk jemaah asal Lampung Utara, Way Kanan, Tulangbawang Barat, dan Pesawaran. Kedatangan mereka disam but pengurus maktab yang langsung menyuguhkan air zamzam, kurma, dan suvenir berupa tasbih. Seluruh jemaah yang datang mengenakan pakaian ihram untuk melak sanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram. Untuk je maah asal Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Bandar Lampung diperkirakan tiba di Jedah hari ini, pukul 06.30. Kepala Daker Mekah Arsya Hidayat mengatakan dengan masuknya jemaah gelom bang kedua, petugas Daker Mekah akan mulai menerima kedatangan jemaah dari Ma dinah dan Jeddah. Untuk itu, diperlukan persiapan mengingat meningkatnya frekuensi kedatangan. “Semua konsentrasi petu gas harus bisa diatur betul untuk bisa memberikan jemputan pada saat bersa maan untuk delapan kloter yang tadinya hanya empat kloter,” kata Arsyad. Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badrut taman, mengatakan memasuki hari ke-17, kedatangan jemaah haji di Arab Saudi sebanyak 95.391 orang. Sebagian dari jemaah masih berada di Madinah untuk men jalanan ibadah arbain di Masjid Nabawi. Sebagian lainnya sudah di Mekah untuk menjalankan umrah wajib dan menunggu proses puncak haji. Selain jemaah haji reguler, lanjut Nurul, sebanyak 3.001 calon haji khusus juga sudah tiba. Hingga kemarin, total jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 20 orang. Terkait kuota haji, ang gota Komisi VIII DPR, Maman Imanulhaq, menilai posisi Indo nesia masih lemah di mata Arab Saudi dibanding negara-negara lainnya. Pada 2015 mendapat kuota haji 211 ribu jemaah. Namun, karena pembangunan Masjidil Haram, kuota tahun ini dipotong menjadi hanya 160 ribu jemaah. (MI/UIN/K1)
@lampostonline @buraslampost
TAJUK
Rumah Murah Si Miskin
n LAMPUNG POST/HENDRIVAN GUMAY
REKLAMASI MASIH BERAKTIVITAS. Lokasi reklamasi pantai yang berdekatan dengan tambang batu Gunung Kunyit di Teluk Pesisir Lampung, Bandar Lampung, Kamis (25/8). Aktivitas reklamasi yang materialnya diambil dari penambangan batu Gunung Kunyit di daerah tersebut hingga kemarin masih berlangsung, meskipun telah disegel Pemkot Bandar Lampung dan dalam pengawasan Satgassus Kejakgung.
41 IUP Bermasalah Ada di Lampung KPK meminta secara khusus Kementerian ESDM menertibkan 3.000 IUP yang sampai saat ini belum dipenuhi. FIRMAN LUQMANULHAKIM
R
IBUAN usaha tam bang dengan izin usaha pertambang an (IUP) bermasalah yang tengah dibidik Komisi Pem berantasan Korupsi (KPK) juga tersebar di Lampung. Setidaknya, 41 IUP ber masalah di antaranya be rada di Bumi Ruwa Jurai. Kepala Dinas Pertambang an dan Energi (Distamben) Lampung Piterdono menga takan sesuai arahan dari KPK, proses pemenuhan sta tus clear and clean (CnC) IUP terus dilakukan. “Tinggal 41 IUP lagi yang belum CnC. Si sanya sudah sesuai prosedur tindak lanjut arahan mereka (KPK). Data dari kabupaten/ kota yang ada hanya itu,” kata Piterdono saat ditemui, Kamis (25/8). Pihaknya juga menjamin pengurusan izin pertam
bangan di Provinsi Lampung telah sesuai prosedur. Apala gi, dengan tidak adanya tam bang besar dengan mine ral berharga di Lampung, seperti daerah lain yang didominasi tambang pasir besi, mangan, dan nikel. “Kami hanya teknis, sesuai prosedur yang ada. Kami soal saran teknis, mulai dari koordinat dan eksplorasi nya. Nah, kalau untuk izin nya, badan perizinan ter padu yang mengeluarkan. Syarat lainnya, seperti izin lingkungan, mulai dokumen UPL dan amdal di BPLHD,” ujar mantan Kasat Pol PP Provinsi Lampung ini. Sebelumnya, KPK mem bidik ribuan tambang yang izinnya bermasalah. Pasal nya, sejak terbitnya UU 23/2014 tentang Pemerin tahan Daerah, kewenangan perizinan tambang beralih, sementara Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mem benahi perizinan itu. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menerangkan KPK juga sudah berupaya keras menutup celah ko rupsi migas. KPK meminta secara khusus Kementerian ESDM menertibkan 3.000 IUP yang sampai saat ini belum dipenuhi. “KPK
“
Kami hanya teknis, sesuai prosedur yang ada. masih menunggu kerja Kementerian ESDM, yang meminta waktu tambahan penertiban 3.000 IUP sam pai akhir 2016,” kata Laode, Rabu (24/8). Adanya data ribuan per izinan tambang bermasalah itu, tim khusus dari KPK dan Kementerian ESDM telah diterjunkan. “Saat ini lapo ran IUP yang masuk dari gu
bernur kurang lebih sekitar 700. Sudah diklarifikasi tim teknis 534 IUP, yang diang gap CnC-nya bermasalah dan harus dicabut izinnya,” kata Sekjen Kementerian ESDM Teguh Pamudji.
Lapor KPK Kabid Pertambangan Umum Distamben Lampung Asrul Tristianto mengatakan pihaknya rutin melakukan koordinasi dan supervisi sek tor energi dan sumber daya mineral (ESDM) dengan or ganisasi antirasywah itu. “Kami sudah rutin koor dinasi dan supervisi dengan KPK setiap tiga bulan sekali. Dalam koordinasi dan super visi pun apa saja perintahnya selalu kami laksanakan,” ujar Asrul, kemarin. Menurut dia, saat ini data tentang pengeluaran perizin an ditembuskan ke KPK se hingga oknum tidak berani gegabah bermain. (MI/R5) GUBERNUR SULTRA... Hlm. 7 firman@lampungpost.co.id
NPSN SMKN 9 Hilang di Website Kemendikbud NOMOR pokok sekolah na sional (NPSN) Sekolah Me nengah Kejuruan Negeri (SMKN) 9 Bandar Lampung hilang dari website Kemen terian Pendidikan dan Kebu dayaan (Kemendikbud). Hal itu bersamaan dengan mun culnya NPSN tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN) baru, yakni 32, 33, dan 34 Bandar Lampung. Penelusuran wartawan di
facebook.com/ lampungpost
website dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id, SMPN 32 sudah resmi terdaftar dengan NPSN 6994755 dengan pemutakhir an data terakhir tepat pada Kamis (25/8). Sedangkan NPSN SMKN 9 dengan nomor 69922153 hilang, padahal Juli lalu nomor itu masih tercan tum di website. Anehnya, Kemendikbud mengaku tidak mengetahui hilangnya NPSN SMKN 9 itu
di website miliknya. Direk tur Pembinaan SMK Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Mustaghfirin Amin bahkan menegaskan tidak ada seko lah yang ditutup. “Saya belum tahu. Saya akan telusuri dulu dan cek ke bagian administrasi dapodik. Jelasnya, jangan sampai ada sekolah yang tu tup dan peserta didik tidak terlayani,” kata Mustaghfi
rin, saat dihubungi melalui telepon, kemarin. Untuk itu, pihaknya akan kembali memanggil Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung dan Dinas Pen didikan Kebudayaan Lam pung guna membahas per soalan SMKN 9. “Kami akan panggil lagi minggu depan. Kami tegaskan sekali lagi, enggak ada sekolah yang ditutup,” ujar dia.
Kadisdikbud Lampung Hery Suliyanto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari Itjen Kemendik bud. Ia mengaskan akan tetap mengacu pada kepu tusan Kemendikbud bahwa SMKN 9 harus tetap ada. “Kalau di web NPSN-nya hilang, enggak apa-apa. Kemendikbud kan mau nya SMKN 9 tidak ditutup,” ujarnya. (RUL/K1)
KETIMPANGAN sosial masih menjadi persoalan pelik bangsa ini. Meski telah 71 tahun merde ka, persoalan perumahan rakyat teramat jauh dari kata tuntas. Fakta yang ada, 11,8 juta keluarga di Indonesia belum memiliki hunian tetap. Program Sejuta Rumah yang digembar-gemborkan Presiden Joko Widodo jauh panggang dari api. Dalam pelaksanaan, program mulia itu membentur beragam masalah. Perizinan berbelit-belit menjadi salah satu batu sandungan suksesnya program tersebut. Menteri Kordinator Perekonomian mengemukakan hingga Agustus 2016, jumlah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) baru mencapai 179.718 unit dari target 700 ribu unit. Rumah murah untuk si miskin nyatanya tetap menjadi barang langka saat ini. Kelangkaan itu jelas lantaran pengembang enggan menyediakan hunian murah untuk MBR. Keengganan pengembang ini disebabkan luas lahan untuk hunian murah rata-rata 5 hektare dan memerlukan proses per izinan yang lama plus biaya besar. Harus ada kemauan kuat, bahkan sangat kuat untuk memutus mata rantai perizian perumahan yang berteletele dan berbiaya tinggi tersebut. Pengembang harus diberi keleluasaan perizinan agar pengusaha kembali bergairah membangun rumah murah. Karena itu, kita menyambut baik langkah Pemerin tah Pusat menggulirkan paket kebijakan ekonomi XIII dengan menerbitkan peraturan pemerintah (PP) terkait penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan pembangunan perumahan berharga murah. Hal itu diwujudkan dengan penyederhanaan dari 33 menjadi 11 izin. Beberapa item perizinan dihilangkan, seperti advice planning dan izin lokasi. Berbagai pe mangkasan itu mempercepat proses sebelumnya 700 hari menjadi 1,5 bulan. Selain penyederhanaan izin, pemerintah juga me mangkas biaya perizinan yang harus dikeluarkan pengembang. Dengan begitu, diperkirakan terjadi pe mangkasan biaya perizinan sekitar 70%. Perumahan berbanderol murah bukan lagi perkara muskil. Dengan berbagai kemudahan tersebut, pengembang tentu senang hati memasok perumahan bagi masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi dipusingkan dengan pemenuhan kebutuhan dasar berupa rumah yang nyaman dengan harga terjangkau. Meski demikian, pemerintah juga harus menciptakan berbagai program peningkatan atau pemberdayaan ekonomi rakyat menengah ke bawah. Jangan sampai rumah murah telah tersedia, tapi tak laku dijual lantaran daya beli masyarakat masih sangat lemah. n
Bale Bidik Final Liga Champions di Cardiff Hlm. 17
oasis
Kekerasan Waktu Kecil SEBUAH studi terbaru di Northwestern University of Il linois di Amerika Serikat memperlihatkan wanita yang pernah mengalami kekerasan, baik fisik, mental, mau pun pelecehan seksual pada masa kecil, kemungkinan berisiko lebih cepat meninggal pada usia-usia ketika dewasa. Dari penelitian ini didapatkan bahwa perempuan yang mengalami pelecehan fisik pada masa kecilnya, 58% lebih menjadi penyebab cepat meninggal dunia. Risiko ini pada pria jarang sekali ditemukan dan menurut dia disebabkan karena adanya perbedaan dalam cara pria dan wanita mengatasi stres, atau bahkan mungkin ada perbedaan biologis (misalnya, hormon) dalam menang gapi terhadap stres. Dari penelitian ini rata-rata 17% meninggal pada usia 20 tahun dan selebihnya yang berhasil sampai hidup lebih lama sekitar 47 tahun. Dari penelitian ini, mereka berkesimpulan ada kemungkinan bahwa pelecehan dapat meningkatkan kerentanan terhadap kondisi ke jiwaan. (MI/R5)
Layang-layang Raksasa Semarakkan Festival Krakatau
n LAMPUNG POST/ASRUL SEPTIAN MALIK
JELAJAH LAYANG-LAYANG. Sejumlah peserta mempersiapkan layang-layang yang akan diikutsertakan dalam kegiatan Jelajah Layang-layang dalam rangkaian Festival Krakatau di Stadion Sumpah Pemuda Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (25/8).
PULUHAN layang-layang rak sasa dari berbagai daerah di Tanah Air menyemarakkan rangkaian Festival Kraka tau 2016 di Stadion Sumpah Pemuda Way Halim, Ban dar Lampung, Kamis (25/8). Agenda jelajah layang-layang yang juga diikuti empat ne gara tersebut akan digelar hingga Jumat (26/8). Berdasarkan pengamatan Lampung Post, kemarin, p u l u h a n l aya n g - l aya n g berbagai ukuran itu mulai diterbangkan sekitar pukul 14.00. Pada malam harinya, layang-layang tersebut kem
bali diterbangkan mulai pukul 19.00 dan diterangi menggunakan lampu sorot. Berbagai jenis layangan yang diterbangkan seperti cumi, gurita, dan naga itu me nyedot antusias warga hingga memadati areal Stadion Sum pah Pemuda Way Halim. Koordinator jelajah layanglayang, Tinton Priyanggoro, mengatakan kegiatan terse but diikuti enam provinsi, yaitu Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Riau. Selain itu, ada empat ne gara yang ikut berpartisipa
si, yakni Prancis, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Adapun jenis layang-layang yang diterbangkan adalah sport kite, infletable, layang an naga, dan dua dimensi. “Ada enam provinsi dan empat negara yang ikut serta. Ada banyak jenis layang-layang yang hadir di sini untuk menye marakkan rangkaian Festival Krakatau,” kata Tinton, di selasela pertunjukan layang-layang di Way Halim, kemarin. Tinton menambahkan rangkaian jelajah layanglayang tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya
Indonesia. Pasalnya, hingga kini permainan yang meng gunakan media benang tersebut mulai pudar dan ditinggalkan masyarakat. Anak-anak bahkan lebih memilih gadget daripada mainan tradisional. “Sebab itu, kami adakan Festival Jelajah Layang-layang, salah satunya dalam rangka me lestarikan budaya.” Ia menambahkan selain pertunjukan layang-layang, pada kegiatan tersebut juga terdapat stan layang-layang yang bisa dimanfaatkan anakanak untuk melukis gambar
di layang-layang dan mener bangkannya. “Selain itu, ada juga lomba foto layang-layang amatir,” kata dia. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lam pung Choiria Pandarita mengatakan jelajah layanglayang baru kali ini diada kan dalam rangkaian kegiat an Festival Krakatau. Choiria menambahkan pada 27 Agustus mendatang, untuk memeriahkan Festi val Krakatau, pihaknya juga akan mendatangkan Band Wali di Lapangan Saburai, Enggal. (MAN/RUL/K1)