Lampung Post Kamis, 19 Oktober 2017

Page 1

KAMIS, 19 10 2017 NO. 14299 Tahun xliiI TERBIT SEJAK 1974 24 Halaman Rp3.000/eks

T ERUJI T EP ERC AYA Mempermudah cara pembayaran akan lebih bijak ketimbang mengancam akan menggalakkan razia khusus kendaraan yang tidak membayar pajak mulai tahun depan.” Tajuk | Hlm 2

facebook.com/ lampungpost

ig@lampost

@lampostonline @buraslampost

Jalinbar Sudah Bisa Dilalui JALUR Lintas Barat (Jalinbar) di Pekon Mandirisejati, Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat, yang putus beberapa waktu lalu sudah bisa dilalui kendaraan tertentu. Ragam | Hlm 8

Pilih Cagub Santun Persaingan merebut kekuasan dilakukan secara sehat, tidak dengan menjelekkan calon lain. TRIYADI ISWORO

S

ELURUH kandidat calon gubernur harus mengedepan­ kan politik santun dalam berkompetisi menghadapi Pilkada 2018. Bakal calon jangan hanya berorientasi secara praktis dan pragmatis, tetapi mengedepan­ kan idealisme, sikap luhur, dan bermartabat. Ketua Pengurus Wilayah Nah­ dlatul Ulama Lampung Soleh Bajuri mengimbau para kandidat kepala daerah beserta pendukung untuk mengedepankan politik santun, bukan politik memecah belah hingga berujung pada keretakan ukhuwah islamiah. Menurut dia, masyarakat, khususnya warga nahdliyin, sudah sangat cerdas dalam memilah dan memilih figur yang santun yang mengedepankan etika dalam berpolitik. Bagi calon yang melupakan mengedepankan etika dan kesantunan, baik dalam tutur kata, sikap, maupun gaya kampanye, tentu tidak akan dipilih. “Kami PW NU mengimbau untuk berpolitik santun. Ini hasil keputusan halakah para ulama, karena domain NU di situ. Itu sudah kami sampaikan. Menghadapi tahun politik ini, kami berdoa agar bisa berjalan

dengan baik sesuai koridor,” ujarnya saat berkunjung ke Lampung Post, Rabu (18/10). Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Sudarman mendukung para calon pemimpin yang mengedepankan etika dalam melakukan proses politik. Pihaknya mendorong agar para calon kepala daerah melakukan hal-hal positif dalam mempromosikan dirinya. Sudarman menilai para kandidat seharusnya tidak berorientasi hanya pada hal-hal praktis dan pragmatis, tetapi mengedepankan idealisme, sikap luhur, dan bermartabat.

Sekarang zaman modern. Semua orang sudah melek teknologi. Rektor Universitas Lampung Hasriadi Mat Akin mengingatkan para calon gubernur dan wakil gubernur yang akan berlaga dalam Pilkada 2018 untuk bersaing dengan cara-cara sehat dan mengedepankan etika politik. Semua calon kepala daerah harus berkompetisi secara jujur dan adil dan tidak melakukan upaya-upaya negatif, seperti menebar kampanye hitam. Seluruh calon, kata dia, harus bersaing secara sehat. Kandidat diperbolehkan untuk mempro-

mosikan citra positif, tetapi tidak dengan menjelekkan calon lain. “Apalagi, sekarang zaman mo­ dern. Semua orang sudah melek teknologi. Harus benar-benar selektif, jangan sampai terjerumus berita hoaks yang akan memengaruhi cara berpikir dan cara pandang masyarakat. Para calon harus bersaing sehat,” katanya saat menghadiri seminar bertajuk Membangun Etika Sosial Politik Menuju Masyarakat yang Berkeadil­ an di Swiss-Belhotel, kemarin. Rektor mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mendorong calon pemimpin untuk menggunakan etika dalam berpolitik. Dengan partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaan pilkada diharapkan bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar peduli dengan masyarakatnya. Ketua MUI Lampung Khairudin Tahmid menilai Pilgub Lampung harus menjadi momentum memilih calon gubernur yang arif dan bijaksana. Gubernur yang mampu membangun dan mempersatukan warganya. Pilih pemimpin yang bijak dan mampu membangun keharmonisan. Sekretaris DPW PAN Lampung Ahmad Iswan Handi Cahya menerangkan sampai saat ini pihaknya belum membahas mengenai sosok calon wakil gubernur yang akan dipasangkan dengan Arinal Djunaidi. Bakal cawagub akan dibahas bersama partai koalisi. (UIN/EKA/U2) n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

PEMBANGUNAN DRAINASE DIKELUHKAN. Pekerja menurunkan conblock untuk dipasang pada saluran drainase di Jalan Laksamana Malahayati, Bandar Lampung, Rabu (18/10). Pembangunan drainase tersebut membuat saluran air PDAM tidak mengalir ke rumah warga dan menutup pembuangan saluran air.

triyadi@lampungpost.co.id

Warga Kesulitan Air akibat Proyek Drainase

OASIS

Brokoli Cegah Usus Bocor BROKOLI sekarang diketahui bisa memper­ baiki kesehatan usus. Penelitian baru telah menemukan mekanisme molekuler potensial untuk menjelaskan hal tersebut. Selain dapat mengurangi peradangan di usus besar dan mengurangi kejadian kanker usus besar, studi baru yang diterbitkan dalam Journal of Functional Foods menjelaskan bagaimana brokoli secara positif memengaruhi kesehatan usus. Para peneliti dari Pennsylvania State University di State College tertarik untuk menyelidiki usus yang bocor. Hal ini terjadi jika penghalang usus menjadi terganggu, membuka usus untuk menyerang oleh racun dan mikroorganisme, dan membuatnya kurang mampu menyerap nutrisi. “Tetapi, jika Anda memiliki masalah, seperti usus yang bocor dan mulai menderita radang yang kemudian dapat menyebabkan kondisi lain, seperti radang sendi dan penyakit jantung, mengon­ sumsi brokoli sangat dianjurkan,” ujar Gary Perdew, seorang profesor pertanian. (MI/U2)

WARGA yang bermukim di sekitar Jalan Laksamana Malahayati, Bandar Lampung, sudah lebih dari sepekan kesulitan mendapatkan air bersih. Hal itu ditengarai akibat pembangunan drainase oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang sejatinya bermanfaat justru merusak jaring­an air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) hingga membuat warga sekitar kesulitan air. Ditemui di lokasi, Cuncun, salah satu pemilik ruko, mengeluhkan hampir semua jaringan, baik air maupun komunikasi di wilayah itu, tersendat dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Menurutnya, hal

itu karena dampak dari penggalian proyek drainase Pemkot Bandar Lampung. “Semuanya putus. Telepon, internet, dan air enggak ada sudah berapa minggu ini. Enggak tahu ini bagaimana kelanjutannya,” kata dia, Rabu (18/10). Cuncun menyesalkan Pemkot yang tidak pernah melakukan sosialisasi terkait rencana proyek galian di sekitar Jalan Malahayati. “Enggak ada sosialisasi. Semuanya putus. Yang jadi kendala air bersih. Kasihan itu orang belakang beli airnya,” ujarnya. Didin, warga lainnya, mene­ rangkan masyarakat sekitar sempat akan mendatangi PDAM

untuk mempertanyakan kejelasan aliran air yang mati tersebut. Namun, saat itu pihak PDAM justru duluan mendatangi lokasi melihat kendala yang terjadi di lapangan. Menurutnya, sempat datang bantuan satu tangki air bersih. Setelah itu, hingga kemarin (18/10) bantuan tidak kunjung datang. Didin menjelaskan akibat rusaknya fasilitas publik jaringan air bersih, masyarakat sekitar terpaksa harus merogoh Rp19 ribu/hari untuk membeli air yang dapat dikonsumsi. Kepala Bagian Humas dan Langganan PDAM Way Rilau Hik-

mawardi membenarkan warga di sekitar proyek pembangunan drainase mengeluhkan matinya saluran air dari PDAM Way Rilau. “Ya, memang akibat penggalian itu, pipa kami terputus. Perbaikan yang kami lakukan mengikuti waktu kerja mereka (Pemkot),” ujarnya. Sebelumnya, Wali Kota Herman HN yang datang ke lokasi menemui warga yang mengeluhkan air tidak mengalir. Kemudian Wali Kota memerintahkan stafnya menelepon PDAM dan mempertanyakan kejelasan air bersih untuk warga sekitar penggalian. (EBI/MAN/U2)

Pemprov Kucurkan Rp480 Miliar untuk Bandara Radin Inten II MASA pemerintahan Gubernur Muhammad Ridho Ficardo-Wakil Gubernur Lampung Bachtiar Basri sejak kurun waktu 2014 telah mengu­curkan dana Rp408,15 miliar untuk mendukung pengembangan Bandara Radin Inten II. Dana yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung tersebut dikucurkan untuk pekerjaan perencanaan Rp3,2 miliar, pekerjaan fisik Rp102,7 miliar, dan pembebasan lahan Rp274,3 miliar. “Ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung Bandara Radin Inten II menuju bandara internasional. Pemprov Lampung mengucurkan

dana ini karena Bandara Radin Inten II merupakan wajah Lampung,” kata Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo di Bandar Lampung, Rabu (18/10). Melalui APBD 2014/2015, kata Gubernur, Pemprov mengucurkan dana total Rp3,2 miliar untuk studi perencanaan pengadaan lahan. Kemudian detail engineering design (DED) sisi darat tahap II, DED perpanjangan dan pelebaran landar pacu, amdal, studi rute domestik/internasional, dan pengembangan rute perintis. Selain itu, pada APBD 2014/2015 juga dikucurkan Rp102,7 miliar untuk land clearing serta pengadaan tanah untuk

n LAMPUNG POST/DOK.

M Ridho Ficardo Gubernur Lampung perpanjangan landasan pacu tahap I dan tahap II. “Kita juga akan membebaskan tanah seluas 28,26 hektare di 2018, sehingga total luas Bandara Radin

Inten II menjadi 198 hektare. Insya Allah, tahun depan menjadi embarkasi haji penuh,” kata Ridho. Dukungan Pemprov Lampung tersebut, menurut Kepala Bandara Radin Inten II Asep Kosasih Samapta, menjadikan Bandara Radin Inten II kini naik status menjadi bandara kelas I. Prestasi moncer juga diraih dengan menyabet status sebagai ­bandara percontohan nasional 2017. Penetapan bandara percontohan nasional itu ditetapkan di Malang, Jawa Timur, pada 5 Oktober 2017. Pengumumannya disampaikan di Bandung, Jawa Barat, pada 29 September 2017. Bandara Radin

Inten II terpilih dari 300 bandara di bawah pengelolaan Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Penilaian antara lain meliputi pelayanan, keamanan, dan kepegawaian. Hasilnya, juri memilih Bandara Radin Inten II sebagai Bandara Percontohan Nasional 2017. “Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Lampung, khususnya Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, yang sejak awal terus mengawal renovasi total bandara, mengalokasikan dana, dan menghibahkan aset untuk perluasan bandara,” ujar Asep. (*/K10)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Lampung Post Kamis, 19 Oktober 2017 by Lampung Post - Issuu