RABU, 04 10 2017 NO. 14284 Tahun xliiI TERBIT SEJAK 1974 24 Halaman Rp3.000/eks
T ERUJI T EP ERC AYA
facebook.com/ lampungpost
@lampostonline @buraslampost
ig@lampost
Ratusan Pengungsi di Cianjur Kekurangan Makanan SEKITAR 5.00-an kepala keluarga warga Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, m engungsi ke sejumlah tempat untuk menghindari pergerakan tanah di wilayah tersebut yang kini meluas dan bertambah dalam. Saat ini korban yang mengungsi di madrasah, sekolah, dan masjid sangat membutuhkan bantuan logistik dan makanan, serta kendaraan untuk mengevakuasi barang berharga dari rumah mereka yang mulai mengalami rusak berat akibat bertambah dalamnya pergerakan tanah. Kepala Desa Waringinsari Cecep Supriadi mengatakan pergerakan tanah terus bertambah parah setiap harinya dengan kedalaman mencapai 1 meter lebih serta longsor yang bertambah panjang. “Rumah warga yang awalnya didata hanya rusak ringan dan sedang kini mengalami rusak berat karena tanah di bawahnya terus bergerak dan makin dalam,” kata Cecep di Cianjur, Selasa (3/10). Banyaknya warga yang mengungsi membuat pasokan logistik yang mereka bawa kian menipis. Selain membutuhkan bantuan ma-
kanan, warga juga memerlukan ketersediaan obatobatan, termasuk peralatan tidur seperti selimut dan kasur. “Memang banyak kebutuhan, terutama logistik dan bantuan tenaga untuk evakuasi barang milik warga yang rumahnya sudah dalam kondisi rusak berat atau terancam,” ujar dia. Sidiq (22), warga setempat, mengaku bantuan logistik terutama makanan sangat dibutuhkan, karena sejak awal terjadi bencana warga tidak memiliki penghasilan untuk membeli bahan makan an. “Jumlah warga yang jadi korban banyak, sedangkan persediaan makanan terbatas. Kalaupun ada bantuan, diutamakan makanan. Kalau pakaian, masih banyak yang terselamatkan,” kata dia. Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Suparman mengatakan memasuki hari keempat bencana pergerak an tanah, pihaknya telah mengirimkan bantuan logistik, terutama makanan, serta menerjunkan tim untuk melakukan assessment. “Per gerakan tanah diperkirakan terus berlangsung hingga sepekan ke depan, terlebih saat ini cuaca hujan setiap harinya,” ujarnya. (ANT/O1)
n ANTARA/BUDIYANTO
BENCANA CIANJUR. Sejumlah warga membersihkan rumah ambruk di lokasi bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/10). Bencana pergerakan tanah terjadi sejak Sabtu (30/9) itu mengakibatkan kerusakan pada bangunan, di antaranya sebanyak 800 rumah, 3 sekolah, masjid, musala, dan jalan desa terputus, serta 52 hektare pertanian.
Bencana Rawan pada Masa Pancaroba Pengerukan drainase dan aliran sungai di daerah perkotaan perlu dilakukan sebelum memasuki musim hujan. EFFRAN KURNIAWAN
B
ENCANA dinilai lebih rawan terjadi pada masa pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim hujan. Pasalnya, pada masa ini akan terjadi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi panas yang lebih tinggi dibanding biasanya. Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung Rudi Harianto mengatakan Lampung patut mewaspadai peralihan musim dari kemarau menjadi musim hujan. Berdasarkan pemantauan dan prakiraan cuaca di Lampung, musim hujan akan mulai memasuki masanya tanggal 20 Oktober mendatang. Artinya, saat ini masih dalam masa
peralihan dari kemarau ke hujan. “Saat ini masih pancaroba dengan karakter hujan berintensitas lebat dengan angin kencang, tetapi tidak lama dan dalam skala lokal karena bentukan awan kumulatifnya yang tidak merata,” kata Rudi kepada Lampung Post, Selasa (3/10). Menurut Rudi, masa tersebut patut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat karena kondisi cuaca tidak dapat diprediksi. “Waspada ketika bepergian dan berken
masuki musim hujan, semua daerah memiliki potensi hujan dalam intensitas sedang hingga tinggi. “Namun, secara khusus di awal musim hujan masih ada wilayah yang belum tinggi curah hujannya, seperti Lampung Selatan, Bandar Lampung, Metro, Pringsewu, Pesawaran, dan sebagian kecil Lampung Utara masih berintensitas rendah hingga sedang,” katanya. Dari sisi kekuatan angin, pada masa pancaroba masih dalam kategori normal, yaitu berskala 5—15 knot. “Tapi,
mempersiapkan itu untuk antisipasi terjadinya bencana alam,” kata dia.
Pengerukan
Pemkot Bandar Lampung mulai memetakan drainase dan aliran sungai yang membutuhkan pengeruk an. Kabid Kesiapsiagaan dan Penanggulangan Bencana M Rizki mengatakan banjir yang kerap terjadi di Kota Tapis Berseri berasal dari air kiriman Kabupaten Pesawaran. “Sungai tidak bisa menampung kiriman air dari Pesawaran sehingga meluap,” KONDISI CUACA LAMPUNG: Musim hujan mulai 20 Oktober. Saat ini pancaroba. kata Rizki, kemarin. Untuk itu, pihaknya mulai Hujan dengan Panas dengan Kecepatan angin intensitas tinggi intensitas tinggi memetakan saluran air atau5—15 knot Sumber: Data pemberitaan pun aliran sungai yang butuh pengerukan untuk memperdara menemui daerah hujan dengan ketika hujan, potensi angin sudah ken- lancar arus air. Pihaknya memulai jalan licin dan angin kencang. Jika cang, tetapi secara rata-rata biasa saja menyusun jadwal bersama Dinas PU berteduh, hindari pohon besar, dan tidak berbahaya,” ujar Rudi. untuk pengerukan itu. “Dinas PU yang rimbun, dan tua,” ujarnya. Wakil Gubernur Lampung Bachtiar mempunyai alat berat. Aparat kelurah Rudi melanjutkan curah hujan Basri mengatakan dalam mengha an dan kecamatan juga dilibatkan terbesar berada di lima daerah, yaitu dapi musim hujan, seluruh kabu- untuk segera dapat melapor ke BPBD,” Lampung Tengah, Lampung Utara, paten/kota telah mempersiapkan ujarnya. (MAN/R5) Tulangbawang, Pesisir Barat, dan guna mengantisipasi adanya bencana Tanggamus. Namun, di awal me- alam. “Saya rasa semua daerah sudah effran@lampungpost.co.id
Transparansi seperti terurai dalam PKPU 11/2017 harus benar benar terwujud. Semua pihak patut mengawal setiap proses demokrasi.”
Wartawan Wajib Netral di Pilkada
UIN Siapkan 15 Beasiswa S-2 dan S-3
Rp684,9 Dana Bergulir di Lambar Bermasalah
Wartawan wajib netral dalam pilkada. Hal itu agar informasi yang ditulis dan disebarkan tidak memihak kepada kandidat tertentu.
Islamic Development Bank memberikan program beasiswa kepada dosen tetap atau kontrak dan alumni S-1 cumlaude di Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Sebesar Rp684,9 juta dari total dana bergulir yang dikelola badan layanan umum daerah di bawah naungan Dinas Koperindagpas Lambar menunggak karena pengembaliannya macet.
Tajuk | Hlm 2
Politik | Hlm 4
Pendidikan | Hlm 14
Ruwa Jurai | Hlm 17
“Saya membenci diri sendiri karena mengalami depresi. Saya benci merasa depresi.” Cara Delevingne Populer | Hlm 22
Pemprov Lampung Kembali Gelar CSR Award
M Ridho Ficardo Gubernur Lampung
PEMERINTAH Provinsi Lampung melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Lampung kembali menggelar Lampung CSR Award 2017 yang memperebutkan Piala Gubernur. Penganugerahan dijadwalkan bersama Konferensi Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) pada 18 Oktober 2017 di Swiss-Belhotel, Bandar Lampung.
Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengajak seluruh perusahaan berpartisipasi mengikuti acara tersebut sebagai wujud ikut membangun Lampung. Menurutnya, sejak 2016 Pemprov Lampung membentuk Forum CSR Lampung untuk mendukung kegiatan corporate social responsibility perusahaan. Penganugerahan Piala Gubernur pertama Lampung CSR Award berlangsung 26 Juli 2016. “Alhamdulillah, daya saing Lampung naik dari posisi 25 ke 14. Lampung berhasil meraih penghargaan daerah yang ter-
cepat mengatasi konflik. Ini semua tentunya juga ikut disum bangkan oleh kalangan peng usaha, baik swasta maupun BUMN,” kata Ridho di Bandar Lampung, Selasa (3/10). Ia mengatakan kegiatan CSR adalah untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan, yang menyinergikan aspek lingkung an, sosial, serta ekonomi kepada proses bisnis sekaligus mendekat kan perusahaan terhadap konsumen dan lingkungan. Kepala Bappeda Provinsi Lampung Taufik Hidayat mengatakan pergelaran Lampung CSR Award 2017 terdiri
dari tiga kriteria, yakni lingkungan, ekonomi, serta sosial dan sustainable award. Selain itu, tahun ini juga diberikan penghargaan untuk UMKM. Masing-masing kategori terdiri dari silver, gold, dan platinum award, kecuali sustainability hanya satu penghargaan. Perusahaan penerima Piala Gubernur, kata Taufik, adalah dunia usaha yang beroperasi di Lampung, taat hukum, melaksanakan program CSR, dan melaporkannya ke panitia yang tahun ini dipimpin Rektor Universitas Bandar Lampung Yusuf Sulfarano Barusman. Pada
jajaran sekretaris dan wakil ketua panitia diisi para rektor, wakil rektor, serta pengurus perguruan tinggi, seperti Universitas Lampung, Universitas Malahayati, IBI Darmajaya, dan Universitas Teknokrat Indonesia. Ketua Forum CSR Lampung Saptarini mengatakan partisipasi perusahaan melaporkan kegiatan CSR terus meningkat. Berdasarkan data yang dihimpun Forum CSR Lampung selama periode Januari—Oktober 2017, jumlah program tercatat 503 dan perusahaan yang ikut CSR seba nyak 53 perusahaan. (K10)