INDONESIA KERJA NYATA
TH
www. lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13897 TAHUN XLll
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l seLASA, 23 AGUSTUS 2016 l 24 Hlm.
2.000 Buruh BNIL Minta Presiden Cabut SK Bupati SEKITAR 2.000 karyawan dan buruh PT Bangun Nusa In dah Lampung (BNIL) ber demonstrasi di depan Istana, Jakarta, Senin (22/8). Mereka meminta Presiden Joko Wido do menegur Bupati Tulang bawang Hanan A Razak sekali gus mengizinkan perusahaan kembali menanam tebu. Massa yang mewakili 4.500 karyawan itu meminta Hanan mencabut SK Bupati No. 234/ 1.HK/2015. Dalam SK tersebut, Bupati meng izinkan pergantian komodi tas produksi PT BNIL dari sawit ke tebu. Namun, Bupati bersikap inkonsisten dengan mencabut SK tersebut dan melarang BNIL menanam tebu tanpa alasan jelas. “Bupati ngawur. Jika izin komoditas tebu dicabut, akan ada PHK besar-besaran,” kata koordinator aksi, Budi Sukoco, dalam orasinya di depan Istana Presiden. Menurut koordinator Fo rum Karyawan BNIL, Yulius Sunaruh, PHK akan membuat pekerja hilang mata penca harian. Untuk itu, Presiden Jokowi harus turun tangan memperbolehkan perusa haan tetap menanam tebu. Sebab, dengan beroperasinya perusahaan itu, bisa mem bantu memenuhi kebutuhan
n ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
UNJUK RASA PETANI TEBU. Pengunjuk rasa menggunakan topeng Bupati Tulangbawang Hanan A Razak saat menggelar aksi bersama sejumlah petani tebu dan karyawan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL) di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (22/8). gula nasional. “Bagaimana mau swasembada gula kalau menanam tebu malah dila rang,” ujarnya. Usai berorasi, sekitar pu kul 11.00 delapan perwakil an BNIL diterima pihak Setneg di ruang rapat aspi rasi lantai I. Mereka berdia log dengan Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan Dadan
Wildan beserta tim Setneg. “Kami akan pelajari tun tutan ini dan koordinasikan dengan kementerian terkait, kemudian diajukan ke Presi den,” kata Dadan. Menanggapi demo di Ista na, Asisten I Pemkab Tu langbawang Pahada Hidayat mengatakan penghentian usaha tebu PT BNIL sudah sesuai. Sebab, perusahaan
Momen Evaluasi Kemacetan Kota memutar di Jalan Ahmad Yani sekalian,” ujarnya.
Pada menit akhir Pemprov Lampung akan membongkar paksa taman di Tugu Juang, Dinas PU Kota Bandar Lampung tergerak untuk membongkarnya sendiri. FIRMAN LUQMANULHAKIM
P
ENGEMBALIAN reka yasa arus lalu lintas di Jalan RA Kartini dan Jalan Teuku Umar menjadi momentum mengevaluasi kemacetan di pusat Kota Bandar Lampung. Kajian aka demik dan simulasi menjadi patokan untuk mencari solusi di titik rawan kemacetan. Pengamat transporta si Universitas Lampung, Sasana Putra, mengatakan pengembangan angkutan umum harus juga dilakukan pemerintah selain rekayasa lalu lintas untuk memper lancar arus kendaraan di Kota Bandar Lampung. “Ya harusnya kita juga seri us mengembangkan angkut an umum, sistem yang kita perbaiki bukan kendaraan. Misalnya jalur khusus Trans Bandar Lampung, memberi kan pilihan logis kepada masyarakat. Memilih berde sakan di angkutan umum tapi waktu tempuh perjalanan terjamin, atau mau desakan di dalam kendaraan pribadi dengan kondisi macet,” kata
Permintaan Warga
Sasana, saat dihubungi, Senin (22/8) malam. Sasana mengingatkan po tensi kemacetan di sepanjang jalan antara Tanjungkarang dan Rajabasa di sejumlah putaran kendaraan atau Uturn. Di titik ini dapat dicari kan solusi, misalnya dengan pelebaran jalan. “Solusinya dilebarkan jalannya di lokasi itu, jadi kendaraan tidak mu tar langsung bisa ambil jalur kiri,” kata dia. Selain itu, juga bisa me nambahkan rambu-rambu, misalnya di titik rawan macet simpang Jalan Teuku UmarJalan Pagaralam hingga Jalan Teuku Umar-Jalan Sultan Agung. “Supaya yang mau belok ke Jalan Sultan Agung, dari Teuku Umar sudah ambil sisi kanan,” ujar Sasana. Pada titik taman di Tugu Juang yang dibongkar, Pemkot juga harus tetap melarang angkutan kota yang biasa mengetem di depan Pasar Bambu Kuning dan di sam ping Plaza Pos. “Lalu lintas dari arah Mal Chandra, jangan dikasih kesempatan masuk Jalan Katamso. Lurus saja biar
Tadi malam, taman di Tugu Juang akhirnya dibo ngkar. Pembongkaran itu se suai rekomendasi hasil audit Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan desakan Gubernur Lampung agar lalu lintas di lokasi itu kem bali ke rekayasa semula. “Gubernur memerintahkan dibongkar terkait hasil audit Kemenhub dan permintaan warga Bandar Lampung,” kata Kadishub Lampung Idrus Effendi, kemarin. Pada Jumat (19/8), reko mendasi Kemenhub turun dan dirapatkan Forum Lalu Lintas, tetapi pihak Pem kot Bandar Lampung tidak mengikuti rapat tersebut. Sampai kemudian, Pemprov siap untuk membongkarnya jika Pemkot enggan. Kemarin sore, Sekretaris Dishub Lampung Minto Ra harjo mendatangi kawasan itu bersiap melakukan pem bongkaran. Tiba-tiba, Kadis PU Kota Bandar Lampung Tirta datang dan menyatakan Pemkot yang akan membong karnya. (EBI/RUL/R5) TERIMA KASIH.... Hlm. 5 firman@lampungpost.co.id
n LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO
BONGKAR TAMAN. Ekskavator menggerus tanah untuk membongkar taman di Tugu Juang, Bandar Lampung, Senin (22/8). Jalan di area tersebut akan dikembalikan seperti semula sesuai perintah Dirjen Perhubungan Darat No. AJ. 401/2/10/DRJD/2016.
itu tidak memiliki amdal dan melanggar tata ruang. BNIL juga hanya memiliki izin usaha sawit yang izin nya pada 19 November 2015 sudah habis. “Seharusnya BNIL menghormati keputu san Bupati,” kata Pahada. Saat dimintai tanggapannya, Hanan enggan menjawabnya. “Maaf Mas, Bapak Bupati se dang sibuk dengan agenda di
Penawartama,” ujar ajudan nya melalui SMS. Sementara itu, mantan Ketua Kadin Lampung M Alzier Dianis Thabranie heran dengan pencabutan izin menanam tebu PT BNIL. Sebab, hal itu mengganggu iklim investasi dan berten tangan dengan keputusan Presiden dan perda Provinsi Lampung. (HES/ATA/UIN/K1)
Satu Calhaj Asal Lamtim Meninggal Dunia PEMBERANGKATAN jemaah calon haji (calhaj) Provinsi Lampung gelombang pertama yang terdiri dari enam kloter sudah rampung pada Minggu (21/8). Tercatat satu jemaah asal Lampung Timur mening gal dunia, yakni Tjikani Umar Rozak bin Umar Rozak. Sedangkan untuk pem berangkatan calhaj gelom bang kedua, hari ini (23/8) je maah yang tergabung dalam kloter 23 JKG mulai masuk Asrama Haji Rajabasa. Me reka akan diberangkatkan ke Jeddah melalui Bandara Halim Perdanakusumah pada Rabu (24/8) dini hari. Sementara itu, satu jemaah asal Lampung Timur atas nama Robi’ah terpaksa ditun da keberangkatannya karena sakit dan dirawat di Ruang Putri Betik Hati Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM). Jemaah yang sebe lumnya berada di kloter 17 JKG itu akan diberangkatkan menyusul bersama kloter lain yang masih tersisa kursinya. Kepala Kantor Wilayah Ke
menterian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung Suhaili, di sela kunjungan nya ke RSUDAM, Senin (22/8), mengatakan jemaah yang sakit itu menurut keterangan dok ter akibat kelelahan. “Dirawat di sini (RSUDAM, red) sudah empat hari dan alhamdulil lah kata dokter sudah sehat. Kemungkinan akan diikutkan ke kloter 26,” ujarnya. Sedangkan dari Lampung Selatan, tiga calhaj mening gal dunia sebelum diberang katkan sehingga calhaj Lam sel yang semula 184 orang menjadi 181 orang. Plt Kabag Bina Mental dan Spiritual (BMS) Setkab Lampung Selatan M Syarif kemarin mengatakan ke tiga jemaah yang meninggal itu, yakni Arlis Samsudin Hamzah, warga Desa Klaten, Kecamatan Penengahan; Siwa Saleh, warga Desa Keca pi, Kecamatan Kalianda; dan Holijah, warga Desa Canggu, Kecamatan Kalianda. Ke tiganya merupakan calhaj lanjut usia. (WIR/TOR/R4)
Menteri Teken Tol Tahap II DOKUMEN pembangunan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) ruas Terbanggibesar, Lam pung Tengah—Pematang panggang, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, saat ini tinggal menunggu diteken Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan ditargetkan sudah selesai pekan depan. Ketua tim percepatan pem bebasan lahan tol, Adeham, mengaku telah menerima dokumen pembangunan JTTS tahap II. Namun, dokumen tersebut masih menunggu ditandatangani menteri. “Su dah kami lihat dan sudah jadi desainnya. Namun be lum diteken Pak Menteri. Jadi mungkin masih mundur satu minggu lagi,” kata Adeham, melalui telepon, Senin (22/8). Dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan peng adaan tanah jalan tol tahap II, di ruang rapat lantai IV
Gedung Binamarga, Jakarta, kemarin, Pemprov Lampung akan memprioritaskan pem bebasan lahan pada Km 25— 40 yang mayoritas merupakan tanah milik masyarakat. “Untuk tol tahap II ini yang dibahas soal pembebasan la han untuk STA 0+000 sampai 40+000. Kami akan utamakan yang milik masyarakat da hulu,” ujar dia. Sementara untuk lahan milik korporasi, Adeham me nambahkan pihaknya segera berkoordinasi dengan perusa haan terkait serta melakukan sosialisasi kepada aparatur pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilewati jalan tol. “Sosialisasi ke aparatur kami lakukan pada 6 Sep tember mendatang. Kami akan kumpulkan apara turnya ke Pemprov, mulai dari sekda, asisten camat, babinsa, dan babinkamtib mas,” kata dia. (MAN/RUL/K1)
facebook.com/ lampungpost @lampostonline @buraslampost
TAJUK
Menjerakan Perompak Laut LEMAHNYA pemberian hukuman membuat pelanggar hukum tidak per nah kapok mengulangi perbuatannya. Begitu juga dengan calon pelanggar, mereka pun tak gentar untuk juga menumbur hukum lantaran huku man yang berlaku tidak optimal. Itu mengapa berbagai tindak kejahatan di negeri ini mera jalela. Bahkan, kejahatan luar biasa macam korupsi, penyalah gunaan narkoba, atau terorisme tumbuh subur meski hukum an berat mengancam para pelaku kejahatan tersebut. Dalam kaitan itulah, maka kita mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak berani dan tegas. Jangan sampai hukum di Republik ini cukup menjadi macan kertas. Garang dalam kitab undang-undang, tapi lembek dalam tataran pelaksanaan. Adanya fenomena lebih dari 250 kapal nelayan dibajak perompak di perairan Lampung dalam tiga bulan tera khir setidaknya menguatkan postulat penegak hukum kita bertindak bak macan ompong. Akibatnya, kejahatan di perairan itu berlangsung masif. Kita patut mengapresiasi petugas Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Lampung membekuk lima kom plotan perompak kapal nelayan rajungan di perairan pantai timur, kemarin. Hal ini menunjukkan adanya penegakan hukum. Bahkan, Kapolda Brigjen Ike Edwin memerintahkan tembak perompak di tempat. Para bajak laut itu ditangkap di perairan pantai timur Lampung, tepatnya di perairan Kualaseputih, Tulang bawang. Diduga pelaku telah melakukan pemerasan terhadap ratusan nelayan rajungan. Dugaan itu diperkuat bukti tiga buah kapal speed lidah bernama lambung Avatar, Aisyah, dan Next Generation. Kemudian, rajungan total 784 kg dengan hasil lelang Rp16,45 juta, tiga timbangan, dua senjata tajam, tiga GPS merek Garmin, serta uang Rp4,02 juta. Harus kita katakan menegakkan hukum dengan me nangkap pelaku kejahatan tersebut belumlah cukup. Upaya penghukuman harus dilakukan setegas-tegasnya agar menimbulkan efek jera. Kejahatan mereka masuk perkara pidana perikanan. Dalam perkara pidana perikanan, negeri ini sejatinya memiliki aturan jelas, yakni UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan dan Surat Edaran Ketua Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2015 tentang Barang Bukti Kapal dalam Perkara Pidana Perikanan. Payung hukum tersebut jelas menyata kan terhadap barang bukti kapal perkara pidana perikanan dapat ditenggelamkan. Sayangnya, yang terjadi selama ini eksekusi kapal terbilang lama hingga lima bulan. Atau bahkan amat jarang dilakukan. Hasil kerja Polair Polda Lampung menangkap bajak laut di perairan jangan sampai terasa “hambar”. Menjerakan perom pak di laut Lampung mutlak dilakukan. Dengan begitu, mata rantai kejahatan itu lekas putus dan tak berulang. n
Ikke Nurjanah Sebar Virus Dangdut di Amerika Hlm. 16 oasis
Sikap Egois dan Usia SEBUAH studi baru mengungkapkan kecenderungan altruisme atau perhatian terhadap kesejahteraan orang lain meningkat di usia paruh baya. Para peneliti menemukan altruisme dan meninggalkan sikap egois cenderung terjadi pada usia 45 tahun. Penelitian yang dilakukan University of Oregon tersebut untuk menggabungkan pandangan secara psikologi, ekonomi, dan ilmu saraf. Para peneliti memberikan 80 orang dewasa masing-masing 100 dolar AS dan meminta mereka untuk menyumbangkannya ke badan amal atau menyimpannya. Hasilnya, pusat penghargaan di otak lebih aktif saat melihat uang ditransfer ke rekening sendiri. Ini artinya, beberapa orang lebih memikirkan diri sendiri. Hal yang sama juga terjadi pada mereka yang melihat uang itu dikirim untuk badan amal. Secara umum, orang-orang itu menyumbangkan lebih banyak jika diberi pilihan dan memiliki nilai lebih tinggi saat tes kepribadian prososial. (MI/R5)