www.lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13911 TAHUN XLll
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l selasa, 6 september 2016 l 24 Hlm.
Memutus Mata Rantai Begal
5 September 2016 11 begal asal Lamtim ditangkap Satreskrim Polres Banyumas, Jawa Tengah (4 ditangkap di Cirebon). Melakukan 190 aksi sejak Mei 2015 di Banyumas.
4 September 2016 8 begal asal Lamtim digerebek di Kecamatan Jabung, satu tersangka pernah beraksi di Bandung, Jawa Barat. Ada laporan polisi aksinya di Bandung.
30 Agustus 2016 2 begal asal Lamtim, 1 Tasikmalaya, Jawa Barat, ditangkap Polres Cilacap, Jawa Tengah. Melakukan 20 TKP di Cilacap.
29 Agustus 2016 10 begal asal Lampung ditangkap Polresta Cirebon, Jawa Barat. Dua senjata api rakitan, 19 peluru, dua pisau, dua gagang kunci T, 33 buah anak kunci, satu kunci magnet untuk beraksi di Cirebon sekitarnya.
19 Agustus 2016 3 pencuri mobil, salah satu korban Ustaz Syeikh Ali Jabber ditangkap Polda Metro Jaya. 20 TKP dan hasil curian dijual ke wilayah Lampung.
25 Juli 2016
Sumber: Data Pemberitaan
Satu per Satu Begal Lamtim Dihabisi SATU per satu pelaku begal asal Lampung Timur (Lamtim) ditangkap jajaran kepolisian. Tidak hanya di Lampung, di Pulau Jawa pun jaringan kejahatan pencurian kendaraan ber motor (curanmor) itu terus diburu. Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Juni Duarsah mengatakan delapan pelaku begal yang digerebek dan ditangkap di Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Minggu (4/9) dini hari, merupakan target operasi petugas. Satu dari delapan pelaku, tewas ditembak petugas karena melakukan perlawanan. Para pelaku, kata Juni, merupa kan sindikat begal lintas provinsi yang beraksi di Lampung, Su matera Selatan, dan Pulau Jawa dengan tempat kejadian perkara (TKP) sekitar 50 lokasi. “Ini adalah target operasi kami. Tempat itu memang terkenal dengan sarangnya. Tangkapan ini masih akan kami kembangkan lagi,” kata Juni di dampingi Kasat Reskrim Polresta Ban dar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya, saat ekspos di Mapolresta Bandar Lampung, Senin (5/9). Sementara itu, sumber di Mapolda Lampung menyebutkan satu dari delapan pelaku begal yang ditangkap tim gabungan di Lamtim diduga kuat kerap beraksi di luar Lampung. Salah satunya di Bandung, Jawa Barat. “Satu pelaku sering beraksi di luar Lampung. Dia bahkan memiliki jaringan di Bandung. Ada laporannya dari sana,” ujar sumber tersebut. Tidak hanya tertangkap di Lampung, para begal asal Lamtim juga dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal Pol res Banyumas, Jawa Tengah. Kepala Polres Banyumas AKBP Gidion Arif Setyawan menjelas kan pihaknya menangkap enam dari 11 anggota kelompok Lam pung. Para pelaku teridentifikasi melakukan aksi pencurian sepeda motor di 190 TKP di Banyumas sejak Mei hingga Agustus 2016. Enam anggota kawanan curan mor itu, yakni Lukman Hadiansyah (23), Imron (21), Ahmad Yani (19), Abdullah (19), dan Edi Sutrisno (24). Seluruhnya warga Lampung Timur. “Mereka ditangkap di tem pat persembunyiannya di Pangan daran, Jawa Barat,” kata Gidion, saat ekspos di Mapolres Banyumas, kemarin. (RAN/DEN/ANT/K1)
Sophia Latjuba Ambil Kuliah S-1 Hlm. 16
@lampostonline @buraslampost
TAJUK
Kelompok Lampung Beroperasi di Pulau Jawa
3 begal asal Lampung ditangkap Polda Metro Jaya, dengan bukti tiga pucuk senjata api rakitan di Pademangan, Jakarta Utara.
facebook.com/ lampungpost
n ANTARA/IDHAD ZAKARIA
BONGKAR JARINGAN CURANMOR. Petugas kepolisian menunjukkan sindikat pencurian kendaraan bermotor yang ditangkap di Polres Banyumas, Jateng, Senin (5/9). Satreskrim Polres Banyumas mengungkap jaringan sindikat pencurian kendaraan bermotor asal Lampung yang telah beroperasi di 190 lokasi di Banyumas, Jateng, dan 300 lokasi di Kota Cirebon, Jabar.
Mesuji Berpeluang Dua Pasang Calon Jika di Tulangbawang dan Tulangbawang Barat pasangan petahana deklarasi maju berpasangan lagi, di Mesuji justru mereka bertarung. JUAN S SITUMEANG
P
EMILIHAN Umum Kepala Daerah Kabupaten Mesuji 2017 berpeluang diikuti dua pasang an calon, yakni Khamami-Sapli dan Ismail Ishak-Iskandar Maliki. DPRD Mesuji memiliki 35 kursi yang ditempati 9 partai politik dengan syarat minimal 7 kursi untuk meng usung pasangan calon. Berdasar hitung-hitungan kursi DPRD dan pemetaan politik hingga Senin (5/9), Khamami-Sapli sudah mengantongi dukungan 19 kursi, yakni dari Nas Dem (8), Golkar (4), PAN (4), PKS (2), dan PKB (1). “Dukungan partai politik untuk syarat pendaftaran pencalonan sudah cukup, sudah aman,” ujar Khamami, Senin (5/9). Sementara Ismail-Iskandar belum mengantongi satu pun rekomen dasi dari DPP parpol. Meskipun demikian, dikabarkan Gerindra (5) dan Hanura (1) akan merapat ke pasangan tersebut. Peluang du kungan juga datang dari PDIP (6) mengingat Ismail kini menjabat ketua DPC PDIP Mesuji. “Partai yang kami hubungi dan menyatakan siap koalisi adalah Ha nura dan PDIP. Sementara PAN (4) belum ada kepastian,” ujar Ismail, melalui pesan singkatnya. Jika Khamami dan Ismail maju, berarti akan ada kompetisi pe
tahana. Saat ini Khamami menjabat sebagai bupati Mesuji, sedangkan Ismail Ishak adalah wakil bupati. Keduanya berpasangan dalam Pemi lukada 2012 diusung koalisi PDIP.
Anggota DPRD Mesuji 35 Kursi Syarat Pencalonan 7 Kursi Khamamik- Sapli mendapat 19 kursi 8 Kursi 4 Kursi 4 Kursi
kandar Maliki, pernah bekerja di PT Bukit Asam Bandar Lampung. Lelaki yang tinggal di Sumatera Se latan itu pernah maju dalam Pemi lukada Mesuji 2012 sebagai calon bupati berpasangan dengan Agus Setyo. Namun, saat itu ia dikalahkan pasangan Khamamik-Ismail. Sementara kondisi di seluruh wilayah Mesuji yang terdiri dari tujuh kecamatan dan 105 desa hingga kini masih kondusif. Kapol res Mesuji AKBP Purwanto Puji Su tan mengimbau semua pihak yang terlibat dalam proses pemilukada dapat mengikuti aturan yang ber laku. “Jangan ada yang neko-neko,” ujarnya, kemarin.
Kinerja Parpol
2 Kursi 1 Kursi
Ismail IshakIskandar Maliki Belum mendapat dukungan
Partai belum merekomendasikan - Gerindra (5)-merapat ke Ismail-Iskandar - Hanura (1) -merapat ke Ismail-Iskandar - PDIP (6)-Ismail ketua DPC PDIP Mesuji
Sumber: Data Pemberitaan
Pendamping Khamami, yakni Sapli, adalah mantan birokrat dengan ja batan terakhir sekretaris Kecamatan Mesuji. Keluarga besarnya mayoritas berada di Wiralaga, tetapi kini ia ting gal di Simpangpematang. Pendamping Ismail, yakni Is
Pengamat politik Unila, Robby Cahyadi, berpendapat bahwa dalam Pemilukada Mesuji head to head antara Khamami dan Ismail Ishak masih berimbang mengingat ke duanya merupakan petahana bupati dan wakil bupati. “Mereka berdua adalah pasangan di pemilukada sebelumnya,” kata akademisi dan dosen Ilmu Peme rintahan FISIP Unila itu kepada Lampung Post, kemarin. Robby juga mengatakan masih ada waktu dan kesempatan untuk calon mencari dukungan partai politik. Ia menyayangkan bila Pemilukada Me suji hanya ada calon tunggal seperti di Tulangbawang Barat. “Jika hal itu terjadi di Mesuji (calon tunggal), yang patut dipertanyakan adalah kinerja parpol,” kata dia. (*9/R5) juan@lampungpost.co.id
Lampung Belum Darurat Wereng KEPALA Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Lana Rekyanti menegaskan saat ini Lampung belum masuk kategori darurat serangan hama wereng lantaran zona serangan hama yang masih terbatas. “Hama wereng tidak menyebar ke semua kabupaten,” ujar Lana, saat diskusi terbatas di Lampung Post, Senin (5/9). Serangan tersebut hanya di sekitar Irigasi Sekampung Sistem di Lampung Tengah, Metro, dan Lampung Timur. Pola tanam yang terus-menerus di zona tersebut, menurut Lana, me nyebabkan hadirnya hama wereng. Pola tersebut lantaran musim tanam akhir tahun ini merupakan target akhir penambahan produksi 1 juta ton Provinsi Lampung.
NEGERI ini pernah mengalami masa keemasan dalam pengendalian situasi keamanan dalam negeri. Masa ke emasan itu berlangsung sejak awal dekade 1980-an hingga akhir 1990-an. S i a p a p u n ya n g m e n g g a n g g u keamanan akan berhadapan dengan aparatur negara. Belum hilang dalam memori bangsa ini ketika pemerin tah menggulirkan operasi pemberantasan preman yang lebih dikenal penembak misterius (petrus) sejak 1983. Dalam dua tahun, ratusan preman kaliber kakap di Tanah Air dihabisi tanpa melalui pengadilan. Jenazah mereka dimasukkan karung, kemudian diletakkan di pinggir jalan, di hutan, atau dibuang ke laut. Terapi kejut itu terbukti berhasil menekan tindak kejahatan. Rakyat dapat hidup dalam situasi aman. Tenang bekerja, tenang di rumah, tenang beristirahat, dan tenang di perjalanan. Masa keemasan itu berakhir setelah memasuki pergantian kekuasaan. Orde Reformasi di satu pihak sudah menjadi ke harusan sejarah, tetapi di pihak lain menimbulkan persoalan. Dalam hal pengendalian keamanan negara tidak lagi bisa ber laku otoriter dengan melanggar hak asasi manusia (HAM). Celakanya, sejak itu pula negara bagai kehilangan t aring kekuasaan. Tindak kejahatan merebak. Di Lampung, misalnya, begal sepeda motor merajalela. Masyarakat yang hendak bepergian tidak hanya berta rung dengan jalan rusak, juga harus rela jika sewaktuwaktu sepeda motornya dirampas di tengah jalan. Begal sepeda motor di Lampung sudah tidak pilih-pilih korban. Pegawai negeri, guru, karyawan swasta, anak seko lah, bahkan anggota TNI/Polri pun dibegal. Waktunya pun tidak bisa ditentukan, bisa subuh, siang, sore, atau malam. Demikian juga lokasi pembegalan bisa terjadi di mana saja. Seakan hidup hanya berpasrah diri kepada begal. Setiap ada begal ditangkap bahkan ditembak mati akan muncul bibit-bibit baru. Regenerasi begal bagai sudah disiapkan. Di Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Utara, pernah ditangkap remaja begal yang belum berusia 17 tahun. Itu sebabnya, masyarakat luas mendukung Team Khusus Antibandit 308 Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan Polres Lampung Timur menggerebek sarang begal di Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Lamtim, dua hari lalu. Petugas menangkap tujuh ter sangka dan menembak mati satu tersangka. Mereka tergabung jaringan kejahatan lintas provinsi yang kerap beraksi di Lampung, Sumatera Selatan, dan Pulau Jawa. Dari lokasi kejadian petugas menyita sejumlah barang bukti kendaraan, berbagai jenis senjata, dan perangkat narkoba. Penangkapan di Lamtim seharusnya menjadi babak baru untuk memutus mata rantai jaringan begal di Lampung. Jangan sampai semangat tinggi pemberan tasan begal kemudian meredup seperti terjadi beberapa waktu lalu. Ketika aparat mengendurkan pengawasan, akan muncul bibit-bibit begal baru yang mampu beraksi dengan kualitas dan intensitas lebih tinggi. Orde boleh berganti, tetapi hukum harus ditegakkan sekalipun langit akan runtuh. Negara tidak boleh dika lahkan sekelompok kriminal. Negara harus hadir untuk melindungi segenap masyarakat. n
Lana menuturkan hama menjadi konsekuensi bila produksi padi dilaku kan terus-menerus, tanpa ada jeda pe nanaman. Data Dinas Pertanian, hama wereng menyerang dengaan intensitas ringan 2.218 hektare (ha), sedang 456 ha, dan berat 91 ha. “Ditambah puso 37 ha, sehingga totalnya ada 2.802 ha. Selain pola tanam, faktor cuaca juga pengaruhi hama wereng. Ada 30.762 ha lahan di Sekampung Sistem yang bisa dialiri irigasi,” kata Lana. Menjawab persoalan tersebut, akademisi Fakultas Pertanian Unila, Hamim Sudarsono, menuturkan penggunaan bibit padi tahan wereng perlu ditanam oleh petani. Kemudian pengaturan sistem pertanaman. “An tisipasi hama harus masuk hitungan
awal penanaman,” ujarnya. Ia menilai hama wereng bukan bersifat endemis, melainkan juga hadir di negara belahan Asia lain nya. Selain penggunaan varietas yang tahan wereng, perlu juga peng gunaan insektisida yang digunakan berbeda atau rotasi. Diskusi masalah pertanian Lam pung yang digelar Lampung Post terse but menghadirkan Kepala DPTPH Lampung Lana Rekyanti serta Kepala Dinas Pengairan dan Permukiman Provinsi Lampung Edarwan. Juga hadir dalam forum terse but, Wakil Ketua HKTI Lampung Irwan Effendi, sivitas akademisi FP Unila Hamim Sudarsono, dan pihak terkait lainnya. (IAN/ADI/D1) PEMBERDAYAAN... HLM.7
oasis
Asam Folat dan Jantung Janin SEBUAH penelitian yang telah dipublikasikan di Jurnal Circulation memaparkan makanan fortifikasi yang mengandung asam folat terbukti menurunkan kemung kinan bayi lahir dengan cacat jantung bawaan. Asam folat adalah vitamin B yang digunakan oleh tubuh kita untuk membentuk sel-sel baru dan sangat penting bagi perkembangan janin yang sehat. Peneliti melakukan analisis data hampir 6 juta kelahi ran di Kanada antara 1990—2011 dengan kontrol sejum lah faktor, seperti usia ibu, kelahiran kembar, komplikasi pada kehamilan, dan diagnosis prenatal. Hasilnya ditemukan indikasi makanan yang diforti fikasi dengan asam folat menurunkan risiko cacat jantung bawaan hingga 11%. Selain itu, asam folat juga ditemukan mengurangi 2% risiko cacat conotruncal atau kelainan sa luran darah di jantung. Juga mengurangi risiko koarktasio aorta yang merupakan penyempitan arteri utama yang membawa darah ke seluruh tubuh hingga 23%. (MI/R5)