www.lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13884 TAHUN XLl
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l selasa, 9 AGUSTUS 2016 l 24 Hlm.
facebook.com/ lampungpost @lampostonline @buraslampost
TAJUK
Menggunting Gerakan Radikal
n MI/PANCA SYURKANI
PERIKSA SITINJAK. Mantan Kepala LP Nusakambangan Liberty Sitinjak (kedua dari kiri) didampingi Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi (kedua dari kanan) saat hendak meninggalkan ruangan seusai memberikan keterangan kepada wartawan tentang proses pemeriksaan dirinya di Gedung BNN, Jakarta, Senin (8/8).
Kekuatan Besar Kendalikan Narkoba MANTAN Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Soleman B Ponto mengungkapkan adanya dugaan permainan di bisnis narkoba di Indonesia. Ponto menyebut ada kekuatan besar yang mengendalikan pengiriman barang haram tersebut ke Tanah Air. Ponto menceritakan pada 24 Mei 2012 dia mendapat perintah dari panglima TNI saat itu untuk memeriksa seluruh isi kontainer yang ditangani Primer Koperasi Kalta, termasuk dua kontainer masuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Namun, sehari berselang, Ponto mengaku mendapat laporan jika salah satu anak buahnya ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) karena mengeluarkan kontainer dari Tanjung Priok yang berisi narkoba. “Saya marah kenapa bisa karena sudah diperiksa sebelumnya. Ternyata ada kontainer ketiga yang tidak dilaporkan. Staf saya bertanya ke petugas Intelijen Bea Cukai Tanjung Priok dan petugas itu bilang ada kekuatan besar untuk tidak memeriksa kontainer tersebut,” ujar Ponto. Pernyataan purnawirawan TNI AL tersebut semakin menjadi titik terang atas dugaan keterlibatan lembaga negara dalam kasus Freddy Budiman. Sementara itu, eks Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan Liberti Sitinjak diperiksa tim investigasi BNN sekitar dua jam di kantor BNN Jakarta, Senin (8/8). Sitinjak memberi kesaksian soal pengakuan Freddy Budiman terkait pencopotan CCTV di ruang tahanannya. Kabag Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan dari hasil pemeriksaan, Sitinjak mengakui adanya permintaan oknum BNN untuk mencopot CCTV tersebut. “Tapi, itu tidak diresponsnya (Sitinjak). Tapi, dia lupa siapa oknum BNN yang memintanya mencopot CCTV itu,” kata Slamet. Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas) menegaskan akan mengusut tuntas pengakuan Freddy Budiman yang dipublikasikan Koordinator Kontras Haris Azhar. Buwas berjanji menindak tegas siapa pun pihak internal yang terbukti terlibat. “Pasti ditindak tegas. Hukumannya bisa saja berlapis, secara etik maupun pidana umum,” ujar Buwas. Sementara itu, data BNN Lampung, pengguna narkoba di Sai Bumi Ruwa Jurai merupakan terbesar ke-10 di Indonesia. Hingga 2014, Sistem Informasi Narkoba BNN mencatat jumlah pengguna barang haram tersebut di Lampung sekitar 300 ribu orang. (MI/K1)
LAMPOST MEDIA... Hlm. 4
Resep Harmonis Arie Untung-Fenita Hlm. 16
12 Kandidat Bupati
Ramaikan Pemilukada Tiga pasangan di antaranya telah memenuhi syarat minimal pencalonan jalur partai politik. EKA SETIAWAN
S
AMPAI saat ini sebanyak 12 bakal calon kepala daerah berpotensi diusung partai politik pada pemilihan bupati di lima kabupaten di Lampung. Rekomendasi tiga partai besar, PDI Perjuangan, Gerindra, dan Demokrat, akan menjadi penentu jumlah pasti pasangan calon pada pemilukada 15 Februari 2017. Adapun 12 bakal calon itu, yakni di Pringsewu ada petahana Bupati Sujadi Saddat, Ririn Kuswantari, Siti Rahma, Ardian Saputra, dan Edi Agus Yanto. Sementara di Lampung Barat terdapat pasangan Edy Irawan Arief-Ulul Azmi Soltiansa dan Parosil Mabsus-Mad Hasnurin. Di Tulangbawang ada pasangan petahana Bupati dan Wakil Bupati Hanan A Razak-Heri Wardoyo (Handoyo). Kemudian, pasangan Winarti-Hendriwansyah, yang sama-sama berlatar belakang pimpinan DPRD setempat juga memiliki kans diusung PDIP dan PAN. Selanjutnya di Tulangbawang Barat, hingga kini hanya ada satu pasangan, yaitu petahana Bupati dan Wakil Bupati Umar AhmadFauzi Hasan, yang tercatat mengikuti penjaringan di banyak partai. Di Mesuji, berdasarkan catatan Lampung Post, masih ada dua pasangan calon yang bertarung ketat meraih dukungan partai, yakni
pasangan petahana Bupati Mesuji Daftar Nama Khamami-Sapli dan petahana Wakil 12 Bakal Calon Kepala Daerah Bupati Ismail Ishak yang digadangKabupaten Pringsewu gadang akan maju menggunakan Sujadi Saddat: Telah diusung PKS (3 kursi), perahu PDIP. Namun, belum dipumendaf tar penjaringan Demokrat (3), dan tuskan akan berduet dengan siapa berpotensi mendapat restu PKB (2). Ismail Ishak pada Pilbup 2017.
Peluang Menang Pengamat politik sekaligus akademisi Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Syarief Makhya, menerangkan lambatnya beberapa partai besar, seperti PDIP dan Partai Demokrat, dalam memutuskan rekomendasi disebabkan partai melihat potensi calon untuk memenangkan persaingan. Ia menjelaskan fenomena pencalonan saat ini juga disebabkan tiga kategorisasi. Pertama, berbasis survei atau riset. Kedua, kepentingan dari partai untuk memasangkan figurnya. Ketiga, kecenderungan terkait spekulasi untuk untung-untungan. “Pasangan calon rasionalitasnya itu harus secara finansial bisa membantu. Komitmen parpol dan elektabilitas si calon di mata masyarakat juga tinggi. Nah, inilah dasar dalam menentukan pasangan calon atau rekomendasi calon,” kata Syarief. Namun, proses penjaringan yang tertutup di partai, menurutnya, juga memungkinkan bagi elite partai untuk melakukan transaksi politik berorientasi pragmatis. Apalagi, kondisi saat ini bukan lagi partai yang berkepentingan mencari calon, melainkan calonlah yang mencari partai. (*9/R5)
Ririn Kuswantari: Telah diusung Golkar (6) dan berpotensi mendapat restu PPP (3), mendaftar penjaringan Demokrat (3). Siti Rahma: Telah diusung Partai NasDem (3), mendaftar penjaringan Demokrat (3). Ardian Saputra: Dapat surat tugas dari PDIP (7), mendaftar penjaringan Demokrat (3). Edi Agus Yanto: Mendapat surat tugas dari PAN (6), mendaftar penjaringan Demokrat (3).
Kabupaten Lampung Barat Edy Irawan Arief-Ulul Azmi Soltiansa: Telah diusung Partai NasDem (2), PKS (2), dan menyusul Golkar (3), berpotensi diusung PPP (2), PKB (3), Gerindra (2) dan mendaftar penjaringan Demokrat (3). Parosil Mabsus-Mad Hasnurin: Telah diusung PAN (2), berpotensi mendapat restu PDIP (13) dan mendaftar penjaringan Demokrat (3).
Kabupaten Tulangbawang Hanan A Razak-Heri Wardoyo: Telah diusung Partai NasDem (4), Golkar (6), PKS (3), Hanura (3) berpotensi mendapat dukungan Gerindra (7), PKB (2), PPP (1). Winarti-Hendriwansyah: Telah ditugaskan PAN (5) dan berpotensi mendapat restu PDIP (11).
Kabupaten Tulangbawang Barat Umar Ahmad-Fauzi Hasan: Telah diusung Partai NasDem (1), PKS (2), Golkar (3), PAN (3), berpotensi mendapat dukungan PKB (3), PDIP (4), Gerindra (4), Demokrat (6), PPP (1), Hanura (3).
Kabupaten Mesuji Khamami-Sapli: Telah diusung Partai NasDem (8), Golkar (4), berpotensi mendapat dukungan Gerindra (5), PAN (4), Demokrat (4), PKS (2), PKB (1), Hanura (1), PDIP (6), dan mendaftar penjaringan Demokrat (3). Ismail Ishak: Berpotensi mendapat dukungan PDIP (6) dan PAN (4), serta turut mendaftar penjaringan Demokrat (3).
eka@lampungpost.co.id
Sumber: Data Pemberitaan
hut lampung post
Menuju Media Konvergensi TIDAK berlebihan bilamana saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah pernyataan bahwa dalam usia 42 tahun, Lampung Post adalah media yang sangat luar biasa kare na telah lolos mengarungi lika-liku kehidupan yang sangat panjang. Lampung Post tidak saja memiliki manajemen andal bernaluri bisnis, tetapi juga mampu mengombinasikan keinginan khalayak bersinergi dengan pemerintah, dengan tetap berpegang pada ketentuan peme rintah seperti diatur dalam UndangUndang Pers No. 40 Tahun 1999. Dalam konteks jurnalistik, Lampung Post tentu menjadi media informasi yang dituntut untuk memiliki fungsi pendidikan, fungsi hiburan, dan fungsi kontrol sosial seperti dinyatakan para ahli tentang peran jurnalistik. Dengan tiga peran itu, Lampung Post
n LAMPUNG POST/DOK.
Khomsahrial Romli Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Dekan FDIK selain membutuhkan sumber daya manusia andal, juga konsisten menjadi corong bagi media masyarakat dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah sebagai peran media. Tampaknya, pilihan masih tetap pada Lampung Post sebagai barometer kehadiran media di tengah masyarakat modern di Lampung. Pilihan publik pada Lampung Post
hingga hari ini yang masih konstan bahkan membentuk jati diri bagi media tersebut. Lampung Post memiliki porsi jenis berita dalam setiap terbitnya cukup untuk mewakili kalangan pembaca dari berbagai golongan, profesi, dan usia. Rubrik dalam koran ini sangat lengkap, terdiri dari berita nasional, berita internasional, info bisnis, selebritas, metropolis, opini berbasis wilayah, serta arena untuk berita olahraga telah memenuhi kebutuhan pembaca dari berbagai usia dan kalangan. Kesempurnaan ini kemudian ditambah dengan membedakan terbitan hari biasa dengan edisi Minggu agar lebih bervariasi. Jadi, koran ini menjadi koran leader dan terlengkap dalam setiap terbitannya.
BERSAMBUNG ke Hlm. 12
SERANGAN teror bom yang terjadi di Indonesia maupun dunia sebagian besar mengatasnamakan agama dengan dalih jihad. Salah satu organisasi terorisme yang menjadi ancaman dunia saat ini ialah Islamic State of Iraq and Syria atau Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Meski ancaman ISIS di negara-negara Asia Tenggara relatif lebih kecil dibandingkan kawasan lain, gerakan radikalisme ini berpotensi menjadi lebih besar jika tidak ada penanganan khusus yang jitu. Terutama pada negara-negara yang memiliki benih-benih radikalisme. Indonesia pun menjadi salah satu negara tujuan milisi ISIS, mengingat negeri ini memiliki penduduk muslim terbesar di dunia. Terlebih, banyak militan yang muncul di Indonesia dan warga Indonesia yang bersimpati pada gerakan yang mengarah pada kekhalifahan. Merasuknya gerakan radikal dalam masyarakat juga terjadi di Lampung. Setidaknya 45 warga Lampung diduga terindikasi simpatisan ISIS. Ke-45 warga itu terdiri 16 warga Bandar Lampung, sembilan di Pesawaran, dua di Lampung Selatan, tujuh di Lampung Tengah, sembilan Tanggamus, dan dua orang di Lampung Utara. Meski jumlah 45 orang tersebut relatif kecil diban dingkan jumlah penduduk Lampung yang mencapai hampir 10 juta jiwa, segelintir simpatisan itu terbilang besar dan mengkhawatirkan. Oleh karena itu, langkah antisipatif berbagai pihak bagi pemerintah dan aparat menjadi keharusan. Terlebih masih ada 20 warga Lampung yang berangkat ke wilayah Timur Tengah sebagai pendukung ISIS. Mereka merupakan warga Lampung Utara sebanyak 16 orang. Lainnya, warga Bandar Lampung dan Lampung Selatan masing-masing dua orang. Dalam konteks itulah patut kita ingatkan, mencegah lebih baik dari mengobati. Hal itu pula yang harus dilakukan pemerintah dan aparat hukum di daerah ini. Mencegah penyebaran lebih luas akan lebih mudah dibandingkan mengambil tindakan jika sudah terjadi gerakan atau aksi teror. Polda Lampung telah memiliki berbagai program pendekatan ke masyarakat, seperti anjau silau dan rembuk pekon, yang bisa dimanfaatkan sebagai media pencegahan penyebaran aliran radikal dan organisasi berpaham keras lainnya. Kita juga harus mendukung upaya polisi membentuk Satgas Anti-Radikalisme, Komunisme, dan Terorisme (RKT) sebagai langkah tindakan. Perang melawan terorisme tidak akan tuntas lewat kekerasan, tetapi upaya deradikalisasi yang radikal. Artinya upaya itu harus gencar, lewat cara-cara sistematis, mendasar, dan menyentuh akar persoalan secara komprehensif dalam menangkal paham sesat teroris. n
oasis
Kencan Online dan Krisis Percaya Diri HASIL penelitian konvensi tahun an American Psychological Association memaparkan pengguna aplikasi kencan online memiliki kepercayaan diri dan kepuasaan diri yang rendah. Mereka juga memiliki lebih besar persepsi negatif terkait penampilan fisik. Peneliti menemukan saat pengguna menerima pujian dari pengguna lain dapat meningkatkan ego dan mening katkan kecenderungan memuji diri sendiri (narsis). Mereka lebih memperhatikan fisik dan menyebabkan perasaan cemas, depresi, dan tekanan psikologis. Sebanyak 1.044 wanita dan 272 pria mengikuti survei penelitian ini dan sekitar 10% dari mereka adalah pengguna aplikasi kencan daring. Hasilnya, dibandingkan dengan nonpengguna, pengguna dilaporkan kurang puas dengan tubuh dan penampilan mereka. “Kami menemukan yang aktif di aplikasi online, baik pria maupun wanita terhubung dengan ketidakpuasan, malu akan fisiknya. Mereka juga menjadi ketergantungan pada media tentang penampilan dan daya tarik,” ujar Jessica Strubel, wakil peneliti dari University of North Texas. Penelitian ini juga menemukan pengguna akan merasa terjadi penurunan karakter dalam interaksi sosial mereka serta meningkatkan kesadaran dan kritik atas penampilan mereka. (MI/R1)