Lampung Post Senin, 10 Juli 2017

Page 1

senin, 10 07 2017

facebook.com/ lampungpost

NO. 14201 Tahun xlii TERBIT SEJAK 1974

ig@lampost @lampostonline @buraslampost

24 Halaman Rp3.000/eks

T ERUJI T EP ERC AYA HUT Ke-71 Bhayangkara

Polda Fokus Berbenah Internal dan Penindakan Preventif KEPOLISIAN Daerah (Polda) Lampung terus berbenah mening­katkan pelayanan ke­ pada masyarakat. Dua fokus utama yang kini digiatkan adalah soliditas internal dan penindakan preventif yang dibarengi dengan deteksi dini. Kapolda Lampung Irjen Sud­ jarno mengatakan soliditas internal terus diberlakukan dengan melakukan pembi­ naan karier serta mutasi jaba­ tan yang fair, transparan, dan sesuai kompetensi. Rekrut­

men anggota Polda Lampung juga mengedepankan hal serupa yang dibalut ke­arifan lokal dengan melibatkan set­ iap Polres di Lampung dalam rekrutmen itu. “Syukuran hari Bhayang­ kara ini momentum untuk introspeksi. Masih ada kele­ m a h a n d a n ke k u ra n g a n yang harus diperbaiki dari sikap Polda Lampung. Kami juga berharap masukan dari masyarakat dan rekan pers,” kata Sudjarno, Sabtu (8/7), di

Graha Wiyono Siregar (GWS) Polda Lampung. Sudjarno menambahkan selain soliditas internal, Polda Lampung juga terus mengedepankan pelayanan ke masyarakat, khususnya upaya preventif dan deteksi dini terkait permasalahan hu­ kum yang tentunya ditopang dengan tindakan penegakan hukum. Deteksi dini paham radikal dan terorisme, penggagalan masuknya bahan makan ber­

n LAMPUNG POST/DOK.

Irjen Sudjarno Kapolda Lampung formalin, dan sebagainya oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan, operasi tangkap tangan (OTT)

terduga koruptor, penyelesaian perkara pidana, dan pembi­ naan anggota secara internal juga sebenarnya telah dijalan­ kan Polda Lampung. Kerja sat­ gas pangan terus dilanjutkan dan fokus terhadap komoditas beras, untuk mencegah upaya kartel-kartel beras agar harga pangan stabil. “Kami mindset-nya mengedepankan unsur pre­ ventif dan deteksi dini. Satgas Pangan juga terus jalan walau memang nanti sudah tidak

berlaku lagi. Pihak Dirkrim­ sus akan terus jalan,” kata mantan Wakapolda Metro Jaya itu. Dalam kesempatan itu, Pemprov Lampung juga turut hadir memeriahkan syuku­ ran. Pemprov menghibahkan bidang tanah seluas 3 hektare di Desa Way Huwi, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, dan satu unit ken­ daraan roda empat jenis Isuzu Panther kepada Polda Lam­ pung. (RUL/R5)

Truk Batu Bara

Rugikan Lampung Pemprov Lampung masih menggodok regulasi tentang angkutan batu bara dalam bentuk peraturan daerah (perda). ASRUL SEPTIAN MALIK

T

RUK pengangkut batu bara terus menuai masalah yang me­ nyebabkan kerugian daerah dan warga Lampung. Ter­ akhir, truk batu bara yang diduga kelebihan muatan, patah as dan mengakibat­ kan kemacetan di ruas jalan lintas Sumatera (Jalinsum) sepanjang 18 km. Truk kelebihan muatan itu pun diduga menjadi sumber kerusakan jalan, dan kepoli­ sian sempat mengandangkan truk batu bara itu. Maret lalu, razia polisi di Jalinsum Desa Masgar, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, menjaring dua truk tronton bermuatan batu bara masingmasing seberat 40 ton. ­Setelah diperiksa, ternyata sopir kedua ken­daraan ­beroda 22 itu tidak dapat menunjuk­ kan dokumen terkait dengan muatannya. Pemprov Lampung hingga kini menggodok regulasi terkait angkutan batu bara yang mele­ wati Jalinsum dalam bentuk peraturan daerah (perda). “Sekarang belum ada regu­ lasi yang mengatur, sedang kami rancang, bukan cuma batu bara saja, tapi semua

angkutan,” kata Kepala Di­ nas Perhubungan Lampung Qudratul Ikhwan kepada Lampung Post, Minggu (9/7). Pembuatan regulasi itu memang harapan dari sejum­ lah pihak, termasuk warga agar angkutan batu bara tidak semau-mau mengguna­ kan Jalinsum. Salah satunya tokoh pemuda di Way Kanan, Muslimin, mengatakan ken­

Sekarang belum ada regulasi yang mengatur, sedang kami rancang, bukan cuma batu bara saja, tapi semua angkutan. daraan itu hingga kini tidak juga ada yang menindak. Padahal, kendaraan berto­ nase lebih itu sudah sangat meresahkan warga. “Sebelum banyak lagi keru­ sakan jalan dan Jembatan Way Umpu di Kecamatan Blambangan Umpu,” kata tokoh yang juga Sekretaris Karang Taruna kabupaten itu. Sebelumnya, jembatan yang melintasi Way Umpu ambrol diduga akibat truk

batu bara bertonase besar. Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan Nikman Karim meminta hal yang sama. Menurutnya, Pemprov bisa membuat regulasi untuk mengatur truk angkatan batu bara mengalihkan ke truk ke­ cil saat melintasi Jalinsum. “Selama ini truk angkutan batu bara yang bertonase le­ bih sudah sangat meresahkan masyarakat, terutama pengen­ dara jalan. Selain merusak jalan, truk angkutan itu sering mengakibatkan macet dan kecelakaan di jalan raya,” kata Nikman saat dikonfirmasi melalui ponsel, kemarin sore. n LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

KONTRAK PASAR SMEP. Kondisi Pasar SMEP Bandar Lampung, Minggu (9/7). Pedagang di pasar tersebut mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung serius memutus kontrak PT Prabu Artha Makmur karena terbukti tidak sanggup menyelesaikan pembangunan selama empat tahun.

KIR Objektif Pada bagian lain, Kadishub Lampung Qudrotul Ikhwan meminta Dishub kabupaten/ kota memberi uji KIR secara objektif dan sesuai dengan kondisi sehingga tidak ada lagi kendaraan atau angkut­ an tidak layak jalan ber­ operasi. “Hal itu menjadi po­ tensi atau biang kemacetan ketika mengalami kendala,” kata Qudrotul. Sementara solusi atas kemacetan saat ada insiden dengan terjadi penyempitan jalan atau bottle neck seper­ ti di Tegineneng, Qudrotul berencana menyiap­k an mobil derek atau kantong parkir. (TRA/R5)

Pedagang Desak Pemutusan Kontrak Pasar SMEP SEJUMLAH pedagang sudah gerah dengan pembangunan Pasar SMEP. Mereka mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung serius memutus kontrak PT Prabu Artha Makmur karena terbukti tidak sanggup menye­ lesaikannya selama empat tahun. Bahar (45), pemilik Usaha Dagang (UD) Polewali, mengatakan dia ber­ sama pedagang lainnya hanya ingin pengembang mengembalikan uang yang telah disetorkan ke perusahaan yang dipimpin Ferry Sulistio alias Alay tersebut. “Uang itu saja dikem­ balikan. Kalau saya terserah proyek ini mau jadi atau enggak, yang pen­ ting uang kembali. Dilepas saja kon­ traknya, enggak masalah,” kata dia

asrul@lampungpost.co.id

di tempat penampungan sementara Pasar SMEP, Minggu (9/7). Mendengar kabar Pemkot akan memutus kontrak pengembang Pasar SMEP, Bahar mengaku senang. Menu­ rutnya, Pemkot Bandar Lampung harus tegas dan tidak terbuai oleh janji pembangunan pasar tersebut. Sebab, kerugian yang diderita pedagang su­ dah sangat banyak. Selain uang muka maupun tunai yang diserahkan kepada pengembang, dagangan yang terjual juga menurun drastis. “Sepi semenjak dibongkar. Penghasilan menurun dua kali lipat,” kata pria asal Polewali Man­ dar, Sulawesi Barat, itu. Mengenai rencana Alay yang akan kembali mendatangi Wali Kota untuk

Serangan DBD di Bumi Lampung tidak boleh menyebar luas. Setiap pemerintah daerah di provinsi ini berkewajiban menanggulangi bencana DBD sedini mungkin.

Siapkan Kerangka Besi

Tajuk | Hlm 2

Kota | Hlm 6

Pemkot juga telah mempersiapkan kerangka besi yang akan dijadikan tiang pancang proyek pembangunan flyover Kemiling (Jalan Teuku Cik Ditiro—Pramuka).

melanjutkan pembangunan pasar, dia dengan tegas menolak. Menurut Bahar, kerja yang dilakukan pengem­ bang tidak pernah serius. “Baru kerja dua hari terus berhenti. Pekerjanya juga hanya lima orang. Masak proyek sebesar ini pekerja hanya lima orang. Artinya enggak serius, kayak mainmain. Berhenti saja, kembalikan uang kami,” ujarnya. Uang Rp250 juta yang telah disetorkannya kepada Alay, lanjut Bahar, sangat penting bagi keberlangsungan usahanya. Pedagang ikan, Udin (50), mengata­ kan Wali Kota Herman HN tidak per­ nah mengunjungi lokasi pembangun­ an pasar tersebut sejak mangkrak beberapa tahun lalu. (MAN/D2)

Bank BUMN Mulai Satukan Backbone Sistem Perbankan Penyamaan ATM dari keempat bank BUMN tersebut dengan nama ATM Link akan membuat cost menjadi lebih murah. Ekonomi Bisnis | Hlm 10

Perpanjangan Biling Sepi Pendaftar Pendaftar biling di SMPN 5 Bandar Lampung mencapai tiga kali lipat dari kuota siswa yang akan diterima.

Humaniora | Hlm 15

kolom pakar

Ekonomi dan Bisnis Kopi Lampung PANEN kopi Juli—Agustus 2017 di Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, Lampung Utara, Pringsewu, Pesawaran, dan kabupaten sentra produksi kopi lain diperkirakan turun 20%—30%. Produksi kopi me­ mang rentan pengaruh cuaca dan tingginya intensitas hujan pada 2016 lalu mengakibatkan rontoknya bakal buah kopi. Apakah prediksi penu­ runan panen kopi ini dapat menurunkan selera minum kopi sebagian terbesar kaum lelaki pada pagi hari di ru­ mah serta siang dan malam hari di kantor, di forum dis­ kusi, maupun di kafe? Jawa­

n LAMPUNG POST/DOK.

Yoke Muelgini Dosen Unila bannya, tentu saja tidak! Pertama, karena sejak pada zaman dulu hingga era milenial saat ini, minum kopi pagi sudah menjadi semacam

ritual harian. Bahkan, selama lebih dari satu dasawarsa ter­ akhir, masyarakat tidak hanya minum kopi pagi sebelum memulai harinya, melainkan juga saat istirahat siang dan berkumpul bersama temanteman pada malam hari. Itulah sebabnya kebiasaan minum secangkir kopi pada pagi hari di Lampung dan di negeri ini tidak hanya sudah menjadi budaya, melainkan juga mengalami diversifikasi dengan pesat karena kini kopi juga sudah menjadi minuman siang dan malam hari. Meminjam istilah in­ frastruktur jalan raya, apabi­

la budaya minum kopi pagi di Lampung sudah berlangsung tujuh turunan, dewasa ini mi­ num kopi sudah berkembang menjadi delapan tikungan, sembilan tanjakan, dan sepu­ luh putaran. Meningkatnya konsumsi kopi (selama 2011—2016 saja konsumsi kopi di Indonesia sudah meningkat rata-rata 7,7%) dapat diakibatkan oleh menjamurnya kafe-kafe, ter­ utama di pusat-pusat bisnis dan mal atau sebaliknya dan sebab-sebab lain misalnya pergeseran selera. Faktanya, sampai tahun ini saja di Indonesia sudah terse­

dia Starbucks di 248 kedai di 20 kota, Excelso di 126 kedai di 30 kota, Coffee Toffee di 155 kedai di 25 kota, Coffee Bean di 108 kedai di 24 kota, Jco di 109 kedai di 43 kota, Maxx Coffee di 50 kedai di 21 kota, Bengawan Solo di 44 ke­ dai di 6 kota, dan Kopi Luwak di 17 kedai di 4 kota. Jumlah ini tentu belum ter­ masuk ratusan ribu kedai kopi di kedai-kedai kopi tradisional, di rumah-rumah makan dan restoran domestik, di warungwarung, di kantor-kantor, dan di berbagai asongan di berba­ gai pelosok negeri. BERSAMBUNG KE HLM 12


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.