Lampung Post Senin, 24 Oktober 2016

Page 1

www.lampost.co

TERUJI TEPERCAYA

l

No. 13957 TAHUN XLll

l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l senin, 24 OKTOber 2016 l 24 Hlm.

facebook.com/ lampungpost @lampostonline @buraslampost

TAJUK

Sapu Bersih Mafia Tanah

n LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

KONSER IWAN FALS. (Foto kiri) Gubernur Lampung M Ridho Ficardo berduet dengan Iwan Fals saat konser HUT ke-71 TNI di Mako Brigif-3 Marinir Piabung Pesawaran. (Foto kanan) Komandan Brigif-3 Marinir Kolonel Hermanto bersama Komandan Korem 043/Garuda Hitam Kolonel Kav Supriyatna, Danlanal Lampung Letkol Laut (P) Kelik Haryadi, dan Danlanud Letkol Nav Arief Budiman bernyanyi bersama Iwan Fals saat konser dengan tema Jaga Bumi. Konser itu juga dihadiri Kapolda Lampung Brigjen Sudjarno dan sejumlah pejabat tinggi di daerah itu.

Iwan Fals Titip Kelestarian Alam Lampung kepada Ridho PENYANYI legendaris Indonesia, Iwan Fals, yang menaruh perhatian pada lingkungan menitipkan kelestarian alam dan fauna Sumatera kepada Gubernur Lampung Ridho Ficardo. Hal tersebut disampaikan Iwan Fals di tengah konser dalam rangkaian HUT TNI di Marines Ecopark, Pesawaran, Minggu (23/10) sore. “Gubernur termuda, sangat energik, masih punya banyak kekuatan. Saya yakin Gubernur muda bisa menjaga alam, merawat indahnya laut Lampung, hutan di Sumatera, dan kelestarian faunanya, terutama harimau,” kata Iwan Fals dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung Post, kemarin. Dia sempat bernyanyi bersama dengan Danbrigif, Danrem, Danlanal, Danlanud, dan petinggi TNI lainnya serta disaksikan Kapolda Lampung Brigjen Sudjarno dan sejumlah pejabat daerah lainnya. Kemudian, secara spesial Iwan Fals mengundang Gubernur Ridho naik ke panggung. Mereka berduet menyanyikan lagu Manusia Setengah Dewa. Saat menyanyikan lagu Manusia Setengah Dewa bersama Gubernur, duet maut tersebut membuat ribuan fan Iwan Fals yang disebut Orang Indonesia (OI) dan ratusan anggota Marinir bergoyang menikmati lantun­ an lagu itu. Sebelumnya, Iwan juga mengapresiasi Gubernur di awal konser. Pasalnya, Ridho menyukai musik-musik Iwan Fals. “Pak Gubernur ini penikmat musik saya. Lagu-lagu saya dijadikannya teman mandi. Terima kasih. Ternyata saya sudah sangat tua.” Sementara itu, Ridho berpesan agar warga Lampung dapat menjaga lingkungan dan kebersihan. “Saya sangat berterima kasih atas kehadiran Bang Iwan Fals di tengah-tengah semuanya. Mudah-mudahan, Bang Iwan bisa konser lagi di Lampung. Syaratnya, jaga lingkungan dan kebersihan,” kata dia. Pada konser yang turut disaksikan OI Cirebon, Depok, dan OI se-Lampung itu, penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto itu menyanyikan sekitar 15 lagu, seperti Tikus-Tikus Kantor, Aku Bukan Pilihan, Surat Buat Wakil Rakyat, dan Siang Seberang Istana. Di tengah konser saat menyanyikan lagu Bento, Iwan menjelaskan

Scarlett Johansson Buka Toko Popcorn di Paris Hlm. 16

JKN-KIS Amanat Undang-Undang Dari 15 kabupaten/kota yang ada di Lampung, hanya Kota Bandar Lampung yang tidak mengikuti program yang dijalankan BPJS itu.

Pada 2016, Tanggamus (13.696 orang), Lampung Selatan (54.356), Pesawaran (14.904), Pringsewu (16.178), Metro (7.810), Lampung Timur (11.096), dan Lampung Tengah (20.100).

RINDA MULYANI

J

AMINAN Kesehatan NasionalKartu Indonesia Sehat (JKNKIS) merupakan amanat dari regulasi sebagai jaminan peme­ rintah agar masyarakat terjamin kesehatannya. Namun, masih saja ada pemerintah daerah yang dinilai setengah hati menjalankan program itu. “Pemerintah setengah hati menjalankan program JKN kepada masyarakat,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tengah M Sofyan dalam sebuah diskusi di Yogyakarta, Sabtu (22/10). Penilaian itu terkait besaran alokasi anggaran untuk kesehatan dan Badan Layanan Jaminan Sosial (BPJS) hanya 1,43% dari APBN. Bahkan, di sejumlah daerah, prog­ ram yang mengintegrasikan prog­ ram Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) itu kurang diperhatikan. Untuk diketahui, untuk kepesertaan yang ditanggung APBD kabupaten/kota di Lampung, Kota Bandar Lampung tidak mengintegrasikan Jamkeskot-nya ke SJSN, sehingga warga masih menggunakan Jamkeskot dan penerima bantuan iuran (PBI) JKS di Kota Bandar Lampung ke BPJS nilainya nihil. Padahal, di daerah lain, PBI terus meningkat setiap tahunnya.

Edi Wiyono Kepala Unit MK dan UPMP4 BPJS Kesehatan Bandar Lampung

Dalam UU No. 36/2009 tersebut dijelaskan pemda harus mengalokasikan minimal 10% dari APBD di luar gaji untuk bidang kesehatan. Ke m u d i a n , T u l a n g b a w a n g (27.906), Tulangbawang Barat (17.441), Mesuji (42.678), Lampung Barat (7.419), Lampung Utara (37.406), Way Kanan (9.220), dan Pesisir Barat (3.175). Hal itu dibenarkan Kepala Unit Manajemen Kepesertaan dan UPMP4 BPJS Kesehatan Bandar Lampung Edi Wiyono. Menurutnya, integrasi Jamkesda ke SJSN merupakan amanat UU No. 40/2004 tentang SJSN, UU 36/2009 tentang Kesehatan, UU 23/2014

tentang Pemerintah Daerah, serta Perpres No.19/2016 tentang Jaminan Kesehatan. “Dalam UU No. 36/2009 tersebut dijelaskan pemda harus mengalokasikan minimal 10% dari APBD di luar gaji untuk bidang kesehatan,” katanya. Sesuai Perpres No.19/2016, pemerintah daerah wajib membiayai warga miskin dan tidak mampu di daerahnya sebagai peserta PBI dengan membayar iuran Rp23 ribu per orang per bulan untuk layananan kesehat­ an kelas III. “Ya, kami sudah melakukan berbagai upaya sosialisasi ke pemerintah kota, baik dalam berbagai agenda rapat, hearing, bahkan kunjungan langsung ke pemerintah kota,” ujar Edi.

Batasan Wilayah Selain itu, lanjut Edi, warga pemegang kartu JKN-KIS mendapatkan layanan kesehatan tanpa batasan wilayah se-Indonesia, juga tidak ada batasan hari rawat asalkan sesuai dengan prosedur dan kebutuhan medis. “Kalau menggunakan Jamkesda atau Jamkeskot, kan hanya sebatas wilayah kota. Itu pun ada batasan hari rawat,” ujar dia. Pembayaran klaim juga lebih pasti karena diatur dalam UU No. 24/2011 bahwa BPJS Kesehatan harus melakukan pembayaran klaim paling lambat 15 hari se­ telah klaim diterima lengkap oleh BPJS Kesehatan. “Cakupan kepesertaan JKN-KIS Lampung per 30 September berjumlah 5.049.699 orang,” kata dia. (ANT/R5) rinda@lampungpost.co.id

Fenomena Guru Ringan Tangan PEKAN lalu mencuat kasus yang mencoreng dunia pendidikan. Di Bandar Lampung, seorang guru di SDN 4 Sawahlama diduga melakukan kekerasan terhadap siswa kelas VI. Apa yang terjadi di SDN 4 Sawahlama adalah guru menampar dan mencubit sejumlah siswa. Alasannya, hanya karena siswa tidak mengerjakan tugas/pekerjaan rumah (PR). Kabar itu awalnya merebak setelah adanya video yang beredar melalui media sosial kemudian menjadi pemberitaan media massa. Video itu direkam oleh salah satu siswa.

Mengamati video tersebut, siswa yang mengalami kekerasan oleh guru tidak hanya satu orang, sedang­ kan siswa lainnya terlihat menjerit histeris ketakutan. Belakangan beberapa orang tua siswa melaporkan masalah ke Polda Lampung. Wali Kota Bandar Lampung Herman HN berharap masalah ini tidak bergulir ke ranah hukum, karena dinilai akan merugikan semua pihak. Kapolda Lampung Brigjen Pol Sudjarno juga berharap agar kasus ini diselesaikan secara kekuargaan dengan melibatkan orang tua, sekolah, dan Dinas Pendidikan.

Kekerasan yang terjadi di sekolah dimungkinkan dilakukan oleh siapa saja yang memang terkait dalam interaksi pendidikan di sekolah. Bentuknya pun beragam, dari yang bersifat nonfisik seperti mem-bully, kekerasan nonverbal, hingga yang bersifat fisik seperti mencakar, mencubit, menendang, menampar, dan memukul. Mencuatnya kasus ini ditengarai merupakan fenomena puncak gunung es. Ada kasus-kasus sejenis yang tidak terungkap ke publik karena berbagai alasan.

BERSAMBUNG KE Hlm. 12

MAFIA tanah harus dihabisi, karena urusan tanah ini dise­limuti praktik pungutan liar (pungli). Itu mengapa Kementerian Agraria dan Tata Ruang mempertimbangkan untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Mafia Tanah. Diharapkan, satgas ini bisa mendongkrak kepastian hukum soal pertanahan di Tanah air. Kepastian hukum itu menurut Kementerian Urusan Agraria amatlah perlu. Tanpa kepastian hukum, konflik pertanahan di Republik ini bak benang kusut yang amat susah terurai. Persoalan agraria kacau balau lantaran maraknya sengketa dari ulah mafia tanah. Adanya kepastian hukum juga penting bagi kenyamanan investor untuk berinvestasi. Langkah penanam modal kerap tersendat lantaran pendaftaran sertifikasi lahan usaha mereka terhambat permainan para mafia tanah. Modus para mafia itu di antaranya memainkan hakhak lama tanah atas nama leluhur. Hak seperti itu telah lama dimatikan sejumlah peraturan perundangan. Namun, ada rencana pembebasan tanah mereka klaim kembali hingga jadi sengketa. Kedua, para mafia tanah juga tidak sungkan menggunakan dokumen girik palsu. Surat tanah abal-abal mereka celupkan ke minuman seperti teh sehingga seakan-akan keluaran tahun 1900. Rupa-rupa modus itu mengakibatkan klaim di atas klaim. Kita mendukung pembentukan Satgas Saber Mafia Tanah. Keberadaan panitia adhoc tersebut senada dengan mandat Presiden Joko Widodo dalam hal pembentukan Satgas Saber Pungli yang juga menghambat investasi. Tak hanya soal investor dan investasi, keberadaan Saber Mafia Tanah juga akan memberikan kepastian hukum seluruh rakyat. Tidak sedikit masyarakat terutama petani yang tergusur akibat pengembangan industri perkebunan juga peryambangan. Berbagai pembangunan infrastruktur pemerintah juga kerap tersendat akibat sengketa tanah. Di Lampung, pembebasan lahan jalan tol trans-Sumatera (JTTS) tersendat lantaran maraknya kasus klaim di atas klaim tanah yang hendak dibebaskan. Rakyat juga harus merelakan haknya tanah yang mereka miliki jika masuk ke ranah untuk kepentingan umum semisal pembangunan JTTS. Jangan sampai kepentingan umum terhambat kepentingan perorangan yang celakanya turut diboncengi mafia tanah. UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum sangat jelas menyatakan rakyat tidak boleh menghambat pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Jika terjadi perselisih­ an, diselesaikan melalui pengadilan. Kita berharap berbagai karut-marut persoalan pertanahan di negeri ini dapat dituntaskan, kepastian hukum diberikan. Jangan sampai energi kita terkuras habis sengketa lahan, sementara upaya pembangunan dan peningkatan kesejahteraan terpinggirkan. n

oasis

Bawang dan Kanker Ovarium SEBUAH penelitian terbaru dari Kumamoto University di Jepang menemukan bawang ternyata memiliki menfaat untuk mencegah penyebaran sel kanker ovarium. Penelitian dilakukan dengan menguji senyawa alami dalam bawang yang disebut onionin A atau ONA dengan sel kanker ovarium. Hasilnya, ONA ditemukan telah memperlambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan efek obat antikanker dengan kemampuan antipenyebaran. Dalam penelitian lebih lanjut yang menggunakan model tikus yang menderita kanker ovarium, peneliti juga menemukan tikus tersebut memiliki rentang hidup lebih lama dan menyebabkan perkembangan kanker berkurang. Sebelumnya, bawang yang diketahui rendah kalori namun tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan tersebut juga bermanfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko kanker tertentu dan mancegah depresi. (MI/R5)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.