www.lampost.co
TERUJI TEPERCAYA
l
No. 13910 TAHUN XLll
l Terbit Sejak 1974 l Rp3.000 l senin, 5 september 2016 l 24 Hlm.
Kapolri Tito Beri Apresiasi Penggerebekan Sarang Begal Satu Tahun Tekab 308 Polda Lampung
Daerah Kasus Begal Mesuji Sejumlah warga mengeluhkan aksi peramp ok an dan begal ber senjat a api kembali merajalela, terutama di Jalintim Desa Agungbatin, Kecamatan Simpangpematang, Kabupaten Mesuji.
Dibentuk pada 30 Agustus 2015 oleh Kapolda Lampung saat itu Brigjen Edward Syah Pernong
Kasus Begal Lampung Utara Begal Juni—Agustus 2016 P e m b e g a l a n d i j a l a n r ay a Kebunlima, Tajungseneng, Kotabumi Selatan, Sabtu (20/8). Begal di Desa Blambangan, Balambanganpagar, ditangkap massa, Sabtu (13/8). Tersangka warga Selagailingga, Lampung Tengah. P e t a n i s in g k o n g d i t e m b a k begal di jalan raya Desa Dungkul, Abungkunang, Lampung Utara, Jumat (5/8). Pedagang babi dibegal di jalan raya Desa Dulangemas, Abungsurakarta, Lampung Utara, Senin (1/8). Warga Lampung Barat dibegal di jalan lintas Sumatera, pertigaan Desa Bunglai, Abung Barat, Lampung Utara, Senin (13/6).
Pada Agustus 2016 sudah tiga kali pembegalan bersenjata api.
Lampung Selatan Penangkapan mobil membawa tiga sepeda motor tanpa pelat nomor diduga hasil begal.
Bandar Lampung Aksi begal di Telukbetung, salah seorang tersangka langsung ditangkap polisi di kompleks Perum Puri Gading,
Petani karet dibegal di Jalan Pelangaran, Mulangmaya, Kotabumi Selatan, Lampura, Sabtu (11/6).
Way Kanan Sejumlah kepala desa keluhkan keresahan warga akibat begal saat Excellent Police Service Kapolres Way Kanan AKBP Yudy Chandra Erlianto di Balai Kampung Pisangbaru, Bumiagung, Kamis (18/8). Siswa SMP di Kecamatan Buaybahuga dibegal dengan senjata api (senpi), Rabu (20/7).
TIM Khusus Anti-Bandit (Tekab) 308 Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung menggerebek sarang begal di Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Minggu (4/9) dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap tujuh tersangka begal dan satu lainnya tewas karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Atas penggerebekan itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan apresiasi. Penghargaan itu diucapkan dia dalam pesan pendek yang dikirimkannya ke wartawan Lampung Post, tadi malam. Bahkan, dalam pesannya, Tito setuju adanya aksi tegas ter hadap pelaku kekerasan itu untuk segera memberangusnya. “Saya dan KM (Krishna Murti, red)dari dulu geregetan dengan begal” begitu isi pesan pendek dari Kapolri kepada wartawan. Menurut sumber di Mapolda Lampung, penggerebekan itu dilakukan di tiga lokasi di Desa Negarabatin, Jabung, Lampung Timur. Polisi mendapati ada 10 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan, senjata api (senpi) rakitan jenis revolver, dan 3 butir amunisi. Kemudian, sebuah senjata tajam jenis golok, beberapa pasang spion sepeda motor, dan 2 buah alat isap sabu-sabu turut diamankan. Barang bukti sepeda motor ma sing-masing Kawasaki KLX hijau tanpa pelat, Honda Vario putih tanpa pelat, Honda Beat putih BE-4630 -AR, Kawasaki Ninja L BE-3625-CY, Honda Vario merah BE-4187-AA. Lalu, Honda Beat putih tanpa pelat, Honda Beat Pop putih BE-7104 -CD, Honda Beat putih F-5287-IA, Suzuki Shogun hitam BE-8065-CB, dan Honda Beat hitam tanpa pelat. Seluruh sepeda motor itu saat ini berada di Polresta Bandar Lampung. Identitas para pelaku tersebut adalah Ahmad Yusuf alias Ahmad (29), Ahmad Basri alias Ahmad (26), Dedi Kurniawan alias Dedi (25), ketiganya warga Dusun IV, Negarabatin, Jabung, Lampung Timur. Kemudian, Angga Saputra alias Angga (21), Efendi Gunawan alias Gun (24), Alpian alias Al (23), keti ganya warga Dusun III, Negarabatin, Jabung, Lampung Timur. Alpian merupakan target operasi (TO) Edi Antoni alias An (28), warga Dusun II, Lk III, Desa Jabung, Lampung Timur. Sedangkan pelaku yang tewas yakni Hamdan alias Dan (30), warga Desa Negarasaka, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. “Hamdan melawan saat akan ditangkap,” kata sumber itu, kemarin. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Zarialdi saat dikonfirmasi membenarkan penggerebekan tersebut. Namun, dia enggan berkomentar banyak. “Sekarang masih dikembangkan. Saya belum bisa bicara banyak, nanti akan diekpsos,” kata Zarialdi melalui ponsel, kemarin. (DEN/R5)
n LAMPUNG POST/ DOK
KOORDINASI. Kapolda Lampung Brigjen Ike Edwin bersama Wakapolda Kombes Krishna Murti sedang berkoordinasi.
Parosil Vs Edy
di Lampung Barat Pemilukada Lampung Barat 2017 tanpa diikuti oleh petahana Bupati Mukhlis Basri yang sudah dua periode berturut-turut terpilih. ARIPSAH
DPRD Lampung Barat ada 35 Kursi Syarat mengusung calon 7 kursi Parosil-Mad Hasnurin dapat 17 Kursi
P
EMILIHAN Umum Kepala Daerah Lampung Barat 2017 diprediksi akan diikuti dua pasangan calon. Dua calon yang maju head to head itu yakni pasangan Parosil Mabsus-Mad Hasnurin dan Edy Irawan Arief-Ulul Azmi Soltiansa. Untuk diketahui, DPRD Lampung Barat memiliki 35 kursi yang ditempati 10 partai politik dengan syarat minimal 7 kursi untuk mengusung pasangan calon. Dari kalkulasi kursi DPRD dan pemetaan politik hingga Minggu (4/9), pasangan ParosilHasnurin sudah mengantongi 17 kursi yang berasal dari PDIP (13), PAN (2), dan PKPI (2). “Insya Allah, akan ada tambahan dari partai lain. Tinggal mendaftar saja di KPU bersama tim pemenangan,” kata Parosil saat dihubungi, kemarin. Sementara pasangan Edy-Ulul Azmi sudah mengoleksi 6 kursi, yaitu dari NasDem (2), PKS (2), dan PPP (2). Masih kurang 1 kursi, tetapi pengurus tiga partai di daerah sudah meng ajukan ke DPP untuk mengusung pasangan Edi-Ulul Azmi, yakni Gerindra (2), PKB (3), dan Golkar (3). Untuk Demokrat (4) sampai kemarin belum menentukan mendukung salah satu pasangan calon. “Insya Allah, Gerindra, PKB, Golkar, dan Demokrat segera merapat,” kata Edy. Pemilukada Lambar akan berlangsung tanpa petahana karena Bupati Mukhlis Basri sudah menjabat dua periode sejak 2007. Parosil Mabsus yang akrab disapa Pak Cik adalah adik kandung Mukhlis Basri. Ia terpilih sebagai anggota DPRD
2 Kursi
13 Kursi
2 Kursi
Edy Irawan AriefUlul Azmi Soltiansa mendapat 6 kursi 2 Kursi
2 Kursi 2 Kursi * kurang satu kursi untuk mencalonkan diri
Partai belum merekomendasikan - Partai Demokrat (3) - Partai Golkar (3) - Partai Gerindra (2) - PKB (3) -- cendung mendukung Edy-Ulul Azmi
Sumber: Data Pemberitaan
Lambar dari PDIP tiga periode berturut-turut sejak 2004. Sementara Mad Hasnurin, pendampingnya, adalah mantan birokrat dan keluarga besarnya tinggal di Kenali, Belalau. Terakhir, kakak ipar Sultan Skala Bkhak Edward Syah Pernong itu menjabat sebagai kepala Inspektorat di Tulangbawang. Selanjutnya, Edy Irawan Arief tercatat sebagai akademisi salah satu
perguruan tinggi di Bandar Lampung. Kakak mantan Staf Khusus Presiden SBY Bidang Bencana Alam, Andi Arief, itu memiliki keluarga besar di Kampung Sebarus, Pekon Tengah, Liwa. Ia juga merupakan anak tokoh Nahdlatul Ulama Lampung, KH Arief Mahya. Pasangan Edy, yakni Ulul Azmi Soltiansa, dikenal sebagai bos kopi di Way Tenong. Sama seperti Parosil, ia juga terpilih sebagai anggota DPRD Lambar selama tiga periode, tetapi dari tiga partai berbeda. Dalam Pemilu 2004 maju dari Golkar, kemudian 2009 dari PKPB, dan 2014 (PPP).
Potensi Muncul Tiga Pengamat politik dan akademisi Ilmu Pemerintahan FISIP Unila, Robby Cahyadi Kurniawan, berpendapat masih ada beberapa partai besar, seperti Demokrat, Partai Golkar, Gerindra, dan PKB, yang belum mengeluarkan rekomendasi resmi kepada calon kepala daerah, sehingga berpotensi memunculkan tiga pasang calon. “Berpeluang bisa tiga pasangan calon yang maju. Namun, jika parpol itu mengeluarkan rekomendasi kepada Edy atau Parosil, konstelansinya sederhana. Parosil Mabsus-Mad Hasnurin lebih unggul karena didukung partai politik dengan kursi terbanyak dan juga adik kandung petahana,” ujar dia. (*9/R5) aripsah@lampungpost.co.id
Mikha Tambayong Suka... Hlm. 16
kolom pakar
Realisasi Target Ekonomi Produksi Padi 2016
Yoke Muelgini Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila
CONFUSIUS (551—479 SM), satu di antara sedikit mahafilsuf dunia, suatu ketika pernah berkata, “Jika Anda berencana dalam jangka waktu satu tahun, tanamlah benih padi untuk kelebihbaik an tahun depan; jika Anda berencana dalam durasi waktu 10 tahun, tanamlah pohon untuk kelebihbaikan pada satu dasawarsa mendatang;
jika Anda berencana selama periode waktu satu abad, didiklah anak-anak Anda sebaik mungkin melalui sekolah-sekolah yang bermutu untuk kelebihbaikan bangsa pada satu abad mendatang.” Rencana tersebut tentu saja akan terwujud apabila semua petani padi di Lampung dapat menanam benih padi yang lebih baik
Sengkarut KTP Elektronik ADMINISTRASI kependudukan di Tanah Air kerap menuai persoalan yang selalu menghabiskan energi. Setelah ribut-ribut larangan memfotokopi KTP elektronik (KTP-el), kewarganegaraan ganda menteri, kini muncul sengkarut batas akhir
Lampung Timur
Sumber : Data Pemberitaan
dan mempraktikkan ke giatan cocok tanam padi yang lebih produktif, serta mendapatkan rencana dukungan penuh dari peme rintah provinsi, kabupaten dan/atau kota, terutama dari aparat yang terkait, yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
BERSAMBUNG KE HLM. 12
@lampostonline @buraslampost
TAJUK
Kelurahan Keteguhan, Sabtu (2/7). Komandan Peleton Kompi B Cimeng, Bandar Lampung, dibegal dan tiga ter s angk a langsung ditangkap, Senin (1/8).
Tekab 308 menggerebek sarang begal di Jabung dan menangkap 6 tersangka, satu tersangka tewas, Minggu (4/9).
facebook.com/ lampungpost
perekaman KTP-el. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan 30 September 2016 sebagai batas akhir setiap warga negara merekam data diri KTP-el. Jika tidak, data kependudukan warga tersebut terhapus dari database kependudukan dan pencatatan sipil. Dampak dari penghapusan itu tentu tidak sepele, warga terancam kehilangan hak pelayanan bersyaratkan KTP-el. Contohnya dalam pengurusan nikah, syarat pembuatan surat izin mengemudi, izin usaha, mendirikan bangunan, pengurusan pendidikan, perbankan, dan sebagainya. Faktanya, saat ini terdapat identitas 20 juta rakyat Indonesia belum masuk database kependudukan. Pertanyaannya, bisakah dalam kurun waktu demikian singkat pendataan diri jutaan warga tersebut tergarap? Di Bandar Lampung, misalnya, terdapat 110 ribu warganya belum merekam data diri KTP-el. Ada edaran, barulah ribuan warga memadati Kantor Pelayanan Satu Atap di kompleks Pemkot. Setiap hari, warga mengantre lebih dari 800 orang. Setelah 71 tahun merdeka, bangsa ini masih berkutat soal administrasi kependudukan. KTP-el pun sudah menuai kontroversi sejak beberapa tahun silam bahkan ketika masih berupa wacana, yakni soal tarik-ulur kewenangan pelaksanaan program. Saat pelaksanaan, antusias masyarakat tidak sebanding dengan kemampuan peralatan perekaman data. Pembuatan KTP-el sering macet akibat komputer rusak maupun karena tidak adanya aliran listrik di sejumlah daerah. Ketika penduduk sudah merekam data diri untuk KTPel, waktu menanti kartu baru selesai cetak terasa begitu lama. Begitu sudah jadi dan dibagi, tidak sedikit warga menerima kartu dengan kondisi salah cetak data atau salah pasang foto. Pemerintahan seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir. Kemendagri perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempersiapkan percepatan penuntasan pembuatan KTP-el agar tidak terjadi lonjak an permintaan di tingkat kecamatan. Di Bandar Lampung saja, tiap kecamatan rata-rata hanya mampu merekam 100 data atau seluruh kecamatan hanya bisa memproses 2.000 KTP-el per hari. Jika dalam lingkup kota saja sudah demikian lambat, bagaimana dengan kabupaten? Kemendagri harus menimbang ulang penetapan 30 September 2016 sebagai deadline pemrosesan KTP-el. Jika tidak mengukur badan, amat mungkin hal itu bukan menuntaskan persoalan, melainkan justru membuka lubang persoalan baru. n
oasis
Lemon dan Minuman PENELITIAN terbaru meng ungkapkan irisan lemon ternyata menjadi tempat tumbuhnya mikroba. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Enviromental Health ini menemukan 70% dari berbagai minuman dengan irisan lemon di 21 restoran memproduksi mikroba, bahkan hingga 25 jenis mikroba. Peneliti mengatakan mikroba yang ditemukan dalam lemon yang diinvestigasi memiliki potensi menyebabkan penyakit infeksi di bagian tubuh mana pun. Restoran semestinya menyadari seiris lemon itu bisa mengandung mikroba patogenik. Profesor mikrobiologi dan patologi dari Fakultas Kedokteran Universitas New York, Philip Tierno, mengatakan banyak orang menyentuh lemon di gelas, memegang, memotong, dan menempatkannya di suatu tempat atau di cangkir dan gelas. Secara kasat mata, proses kontaminasi irisan lemon atau potongan lemon dapat dilihat dengan mudah. (MI/R5)