Lampung Post Weekend Minggu, 1 Oktober 2017

Page 1

MINGGU I OKTOBER 2017 NO.14281/ TAHUN XLIII Terbit Sejak 1974

E-Mail: redaksi@lampungpost.co.id Layanan: 0721-783693 (hunting) 0721-773888 (redaksi) Faks: 0721-783598 (usaha) 0721-783578 (redaksi)

20

Rp3000/eks (di luar kota + ongkos kirim)

TERUJI TEPERCAYA

@lampostonline @buraslampost

MEMUPUK NASIONALISME LEWAT FILM SEJARAH

Harian Umum LampungPost

ig@lampost

KEMEWAHAN KAFTAN ETNIK PALEMBANG

Generasi muda wajib tahu tentang sejarah bangsa. Menonton film-film sejarah memberikan banyak manfaat.

Fashion Indonesia terus menggeliat. Para desainer berlomba-lomba memproduksi kain-kain adat Nusantara. Modifikasi pun digencarkan mengikuti tren.

MUDA | Hlm. 9

FASHION | Hlm. 20

Rp75.000/bulan (di luar kota + ongkos kirim)

HALAMAN

“PT Kereta Api akan berusaha mewujudkan shortcut mulai dari Stasiun Rejosari terus melingkar keluar ke arah tol, kemudian masuk lagi ke daerah Panjang.” Suryawan Putra Hia Kepala PT KAI Divre IV Tanjungkarang LENTERA | Hlm. 7

IKUTI BERITA TERKINI KLIK

WWW.LAMPOST.CO

WO, DEWI PENOLONG

CALON PENGANTIN Wedding organizer adalah bisnis kepercayaan. Kepuasan konsumen adalah prioritas. NUR JANNAH

n LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

KONSULTASI KONSEP. Seorang konsumen berkonsultasi pada

salah satu pegawai wedding organizer mengenai konsep pernikahan.

Lebih Hemat Pakai WO

n LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

JASA WEDDING ORGANIZER. Seorang pekerja wedding organizer sedang membersihkan karpet saat persiapan resepsi pernikahan di salah satu gedung di Bandar Lampung.

M

EMPERSIAPKAN re­ sep­si pernikahan ten­ tunya cukup merepot­ kan, apalagi jika calon pengan­ tin tak memiliki waktu banyak karena kesibukannya bekerja. Untunglah kini banyak penye­ dia jasa wedding organizer (WO) yang menjadi dewi penolong pasangan pengantin memper­ siapkan acara penting ini. Usaha jasa wedding organizer pun menjadi salah satu bisnis men­ janjikan dengan omzet puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tidak aneh jika saat ini banyak penyedia jasa WO yang siap membantu para calon pengantin mempersiapkan segala keperluan momen sakral dan penting mereka. Salah satu yang menggeluti usa­ ha WO ini adalah Noura Noviana. Menurutnya, membuka jasa WO meski memberikan keuntungan, memiliki risiko tinggi, karena berkaitan dengan pelayanan dan kepuasan konsumen pemilik hajat. WO bertanggung jawab akan suk­ sesnya acara. “Orang memercayakan atau meletakkan bebannya di pun­ dak kami. Jadi bagaimana caranya harus maksimal,” ujar pemilik Griya Cantik Ozza yang beralamat di Griya Sejahtera Pe­ rum Bumi Sejahtera Estate, PU Kedaton, Bandar Lampung, itu. Tidak dimungkiri, bisnis satu ini cukup menjanjikan dan men­ datangkan keuntungan besar,

apalagi menekuni pekerjaan ini karena kegemarannya merias atau make-up wajah dan mendekorasi. Selain itu, ada kepuasan tersendiri ketika melihat seseorang menjadi cantik di tangan kita. “Asyiknya itu orang bisa cantik. Ada kepuasan yang tidak terbayar. Senang sekali­ gus bangga orang percaya dengan kita,” ujar Noura.

Harus Maksimal Usaha WO juga harus mengi­ kuti perkembangan zaman. Se­ lain sebagai bentuk servis, juga mengikuti tren agar tidak diting­ galkan konsumen. “Tiga bulan sekali harus di-up-grade ganti yang baru atau tambah koleksi. Baik dari pakaian, poade, dan sebagainya, sehingga tidak ke­ tinggalan zaman,” ujarnya. Kemudian properti yang di­ gunakan harus mengikuti ke­ inginan atau selera konsumen. Untuk hasil yang maksimal, produk tata rias kecantikan mengambil dari luar atau impor atau produk branded. Selain memengaruhi kualitas, juga kepuasan konsumen. “Kesulitan cukup banyak. Orang punya bujet dana sedikit, tapi maunya banyak. Terkadang calon pengantin juga plin-plan, suka berubah-ubah. Bagaimana caranya kami menyiasati dan me­ nyiapkannya. Kemudian pro­perti juga harus up-date mengikuti perkembangan,” kata Noura.

Kami enggak bisa lengah karena kami pegang kepercayaan orang. Kesulitan lain yang dihadapi bagi seorang WO tidak bisa le­ ngah. Semua diurus dari hal ter­ kecil hingga terbesar. WO harus memantau tim untuk bekerja dengan maksimal, mulai dari katering, dekorasi, hingga pang­ gung sehingga hasilnya sesuai harapan. “Kalau tidak dipantau, bisa asal-asalan. Kami enggak bisa lengah, karena kami pegang kepercayaan orang,” ujarnya. Kepuasan konsumen men­ jadi prioritas WO, karena ini menyangkut kepuasan seka­ ligus dampak yang diterima setelahnya. Sebab itulah, WO harus bekerja maksimal. Apa­

lagi, promosi WO biasanya dari mulut ke mulut. Jika pe­ kerjaannya bagus, orang akan mencari jasa mereka. Senada diungkapkan Sari Pu­tri Indah yang menggeluti usa­ha WO dimulai dari berjual­an kosmetik, aksesori, dan seba­gainya. Ke­ mudian ikut ber­gabung de­ngan saudara yang telah memiliki usaha WO terle­bih dulu. Dari sana, dia mulai mengembangkan usaha dan mengemasnya sesuai dengan perkembangan zaman. Mulai dari aktif di media sosial, promosi, dan sebagainya. “Kebetulan tante aku sudah bukan salon ini dari tahun 2004 dan lengkap mulai dari make-up, wardrobe pelaminan, tarup, organ, dan fotografer. Aku cuma ngembangin dan ngenalin ke khalayak aja melalui medsos Instagram dengan gaya kekinian karena memang salon ini sudah lama, tapi belum go public. Sekarang hasilnya sudah lumayan bisa biaya kuliah sendiri,” ujar pemilik Alifian Wed­ ding Organizer itu. Untuk mengemas agar mena­ rik, selain memberikan diskon atau penawaran khusus, sebagai pemilik jasa WO harus peka de­ ngan keinginan konsumen, mem­ berikan servis pelayanan sesuai yang diinginkan, kemudian harus sering-sering meperbarui tren tta rias maupun properti lainnya. (R4) nur@lampungpost.co.id

PRAKTIS dan simpel menjadi alasan pasangan pengantin memilih menggunakan ja­ sa wedding organizer (WO) dalam mempersiapkan mo­ men penting mereka. Sebab, semua ditangani WO, mulai dari perencanaan, pra-pelak­ sanaan, pelaksanaan, hingga setelah acara. Mey Fitriani, salah satu pengantin yang memilih menggunakan jasa WO, me­ ngaku menggunakan jasa WO merupakan kesepakatan ke­ luarga dengan pertimbangan waktu dan tenaga. Dengan demikian, calon pengantin dan keluarga pengantin bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk melayani tamu. Tidak terganggu dengan per­ siapan dan kebutuhan teknis lainnya. “Pertimbangan biar eng­ gak ribet, simpel. Semua kan by request, apa yang kami inginkan semua diserahkan ke WO. Ada yang nyiapin, jadi kami enggak susah lagi memikirkan kebutuhan, su­ dah ada yang handle. Mulai dari kostum, menu katering, make-up, poade, dan seba­ gainya,” kata dia. Biasanya menggelar resepsi pernikahan banyak hal yang diurus, terkadang menguras

energi dan pikiran, sehingga membuat keluarga atau calon pengantin merasa stress. Tidak hanya itu, meng­ gunakan jasa WO ternyata lebih hemat biaya diband­ ingkan mengelola sendiri. Sebab, menggunakan jasa WO biaya menjadi terukur, perhitungan pengeluaran biasanya tidak meleset. Jika biaya meleset, menjadi tang­ gung jawab WO. “Setelah dihitung, biayanya lebih hemat. Karena ada paket-paket dan promosi me­ narik disesuaikan dengan bu­ jet. Apalagi, kalau orangnya kenal atau masih saudara. Daripada kita masak sendiri, mengelola sendiri,” ujarnya. Begitu juga dikatakan pengguna jasa WO lainnya, Umi. Menurutnya, dia meng­ gunakan jasa WO karena ingin praktis dan tidak ter­ bebani dengan kerepotan pesta pernikahan, sehingga segala sesuatunya sudah ada yang mengerjakan, tinggal disesuaikan dengan bujet. “Waktu itu juga karena rekomendasi dari kawan dan ada pertimbangan lain, sehingga akhirnya memi­ lih pakai jasa WO daripada mengerjakan semua sendiri,” ujarnya. (NUR/R4)

n LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

PERSIAPAN. Pekerja TM Wedding Galler y Lampung

mempersiapkan segala kebutuhan prosesi pernikahan konsumen mereka dari perancangan hingga pemasangan atribut pernikahan.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.