Lampung Post Weekend Minggu, 20 Agustus 2017

Page 1

MINGGU, 20 08 2017 No.14241/ TAHUN XLIII

Terbit Sejak 1974

E-Mail: redaksi@lampungpost.co.id Layanan: 0721-783693 (hunting) 0721-773888 (redaksi) Faks: 0721-783598 (usaha) 0721-783578 (redaksi)

TERUJI TEPERCAYA

@lampostonline @buraslampost

Harian Umum LampungPost

SERUNYA BELAJAR JURNALISTIK

GAYA MODIS OUTER BULGARY

Belajar jurnalistik ternyata asyik dan menyenangkan, lo! Selain bisa mengekspresikan diri lewat tulisan, jurnalistik juga sebuah seni.

INGIN tampil kasual, semiformal, hingga formal? Outer bisa menjadi pilihan berbusana. .

MUDA | Hlm. 9

FASHION | Hlm. 20

20

ig@lampost

HALAMAN

“Kita semua harus mewarisi jiwa semangat perjuangan ‘45, jiwa berani berkorban untuk bangsa dan negara.” M Joesoef Supriadi Ketua LVRI Lampung

LENTERA | Hlm. 7

LAMPOST.CO

Perhatikan Logo Obat Sebelum Membeli

MENUNJUKKAN OBAT. Apoteker menunjukkan obat yang diperuntukkan warga yang sesuai dengan anjuran dokter.

n LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW

HATI-HATI

KONSUMSI OBAT! Obat-obatan yang masuk kategori narkotika dan psikotropika serta mengandung bahan adiktif sangat banyak dan mudah didapatkan. NUR JANNAH

A

KTIVITAS yang tinggi dengan kondisi lingkungan yang ramai kerap menimbulkan gangguan psikologi seseorang. Tak bisa dihindari obat kimia pun menjadi sahabat untuk mendapatkan ketenangan. Namun, hati-hati menggunakan obat penenang dan obat-obatan lainnya tanpa resep dokter, karena bisa dianggap penya­ lahgunaan. Risikonya pun bisa dijerat dengan hukuman pidana. Mengonsumsi obat tanpa resep dokter memiliki dampak yang cukup bahaya bagi tubuh. Selain dapat menimbulkan efek ketergantungan, jenis obat yang dikonsumsi tanpa resep dokter dapat menimbulkan efek sam­ ping yang berakibat buruk pada tubuh. Obat-obatan yang masuk kate­ gori narkotika dan psikotropika maupun obat yang mengandung bahan adiktif lainnya saat ini banyak ditemukan. Oleh sebab itu, penggunaannya harus sesuai dosis anjuran dokter.

Hasil operasi Badan Peng­ awasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, didapatkan ada golongan obat-obat tertentu (OOT) yang masih diperjualbelikan secara ilegal dan sering disalahgunakan, terutama anak muda. Salah satu jenis OOT yang kerap dikonsumsi tanpa pengawasan dokter yaitu Carnofen. Selain itu, Dumolid yang me­ ngandung zat aktif Nitrazepam yang termasuk psikotropika golongan IV. Jenis ini yang dikonsumsi aktor Tora Sudiro dan istrinya dan menjadi ramai diberitakan di media. Kepala BPOM Bandar Lampung Sri Murni mengatakan jenis obat yang masuk kategori narkotika dan psikotropika menjadi ranah kepolisian. Hal ini sejalan dengan undangundang yang mengatur tentang obat sehingga penggunaan obat tersebut harus sesuai dan tepat serta di bawah pengawasan dokter. Untuk mendapatkan obat tersebut juga harus menggunakan resep dokter. “Persis seperti berkendara

kendaraan bermotor, wajib punya SIM. Walau dia enggak jatuh, enggak menabrak, kalau enggak ketangkep, ya enggak apa-apa. Tapi, kalau ada razia, ya kena tilang,” ujar Sri di ruang kerjanya, beberapa hari lalu. Mengenai penggunaan Dumolid, menurut Sri, obat ini salah satu jenis golongan

Ini menjadi hal yang penting ditangani bersama. Karena berbeda dengan penggunaan narkotika yang mahal dan susah didapat. psikotropika yang berfungsi untuk pengobatan penyakit jika sesuai aturan dokter. “Karena itu, penggunaanya harus tepat. Kapan dimakan, berapa dosisnya, harus makan terlebih dahulu atau tidak sehingga harus diawasi oleh dokter,” kata Sri. Oleh sebab itu, apabila jenis obat yang masuk kategori obat narkotika dan psikotropika

dibeli tanpa menggunakan resep dokter selain melanggar undang-undang juga dapat menimbulkan efek buruk bagi tubuh, salah satunya menyebabkan ketergantungan.

MASYARAKAT perlu berhatihati dalam mengonsumsi obat, baik obat-obatan herbal maupun kimia yang dijual bebas di pasaran. Untuk membedakan jenis-jenis obat, kita bisa memperhatikan logo atau simbol yang terdapat pada kemasan obat. Kepala BPOM Lampung Sri Murni menjelaskan obat dalam penandaannya dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya obat bebas terbatas dengan logo lingkaran biru, obat bebas lingkaran hijau, dan obat keras lingkaran merah. “Penandaan obat inilah yang harus dipahami masyarakat. Oleh sebab itu, untuk menjaga keamanan dan khasiat obat, proses izin edar obat lebih panjang dibandingkan dengan izin produk makanan. Penggolongan ini dilakukan tim penilai dari pusat yakni Komisi Penilai Obat,” kata dia. Untuk menyosialisasikan penggunaan obat maupun jenis obat, setiap kementerian memiliki unit khusus. Misalnya Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan masing-masing memiliki tim penyuluh. Begitu juga dengan BPOM, ada bidang sertifikasi dan layanan konsumen yang memberikan penyuluhan dan sosialisasi maupun pembinaan teknis pada masyarakat dan pengusaha. “Sosialisasi yang diberikan memang tidak spesifik jenis obat tertentu, tetapi kami terus mengimbau masyarakat sebelum membeli sesuatu seperti obat untuk cek terlebih dahulu. Cek labelnya, kemasan, tanggal kedaluwarsa, izin edar, dan sebagainya,” kata dia.

Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung Edi Marjoni me­ ngatakan obat dalam kategori narkotika dan psikotropika memiliki dampak ketergantungan dan efek penenang. Obat kategori tersebut masuk kategori narkoba yang mengandung bahan adiktif sehingga penggunaan obat tersebut, baik pengguna, penjual, maupun pengedar, akan diberikan sanksi yang sama sesuai dengan undangundang tentang narkoba. Oleh sebab itu, dalam setiap kesempatan BNN selalu melakukan penyuluhan dan sosialisasi dengan berbagai cara kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum. “Obat jenis narkotika, psikotropika, maupun obat yang mengandung zat adiktif memiliki efek penenang dan ketergantungan kepada si pemakai. Seperti obat tidur mungkin ketika dikonsumsi dengan resep dokter satu sudah tidur, beda dengan tanpa resep mungkin bisa lebih dari satu,” kata dia. Eddy menjelaskan saat ini hukum penggunaan obat-obatan jenis tersebut masih menjadi perdebatan di pusat. Salah satunya pengguna tidak bisa dijerat, tetapi satu sisi obat tersebut memiliki dampak buruk bagi pengguna. “Ini lebih kepada pencegahan supaya masyarakat tidak menggunakan obat tersebut dan bisa menjaga dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya. (NUR/R4)

Kurang Koordinasi Kepala BPOM Pusat Penny Lukito mengatakan masih lemahnya koordinasi antarinstansi menjadi salah hambatan dalam menanggulangi penya­ lahgunaan obat-obatan. Selain BPOM, instansi lain harus dilibatkan untuk menindak dan mengawasi mulai dari hulu hingga hilir, mengingat makin masifnya penyalahgunaan obatobatan belakangan ini. “Ini menjadi hal yang penting dita­ ngani bersama. Karena berbeda dengan penggunaan narkotika yang mahal dan susah didapat,” kata Penny. Penny menyampaikan pencegahan penyalahgunaan obat ini dilakukan dengan pemantauan dimulai dari produksi bahan baku hingga distribusinya dan sampai ke pihak pengguna. “Pengawasan bahan bakunya ada di Bea Cukai jika dari impor. Peredaran dan penjualannya secara daring dapat dipantau oleh Direktorat Siber di Kepolisian. Intinya perlu ada rencana aksi nasional,” ujar Kepala BPOM itu.(R4) nur@lampungpost.co.id

n LAMPUNG POST/M UMARUDINSYAH MOKOAGOW


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.