CMYK
Rabu,
25 Juli 2012
5 Ramadhan1433 H TERBIT 24 HALAMAN NO 25/7 TAHUN KE 11 Website: www.haluankepri.com
HARGA ECERAN Rp2.000,- HARGA LANGGANAN Rp52.500,- UNTUK LUAR KOTA TAMBAH ONGKOS KIRIM
Ancaman Serius Bagi Pekerja Pers Pelemparan "Bom" Rakitan di Haluan Kepri BATAM (HK) — Pemimpin Redaksi Harian Umum Haluan Kepri, Ahmad Zulkani secara tegas mengatakan aksi pelemparan benda yang diduga bom rakitan di Haluan Kepri merupakan
bentuk intimidasi dan ancaman bagi pekerja pers yang ada di Kepri. Meski menurutnya kejadian tersebut terjadi di kantor Haluan Kepri, namun tidak menutup kemungkinan, kejadian yang
sama juga menimpa media lainnya. "Ini ancaman serius bagi kita semua yang bekerja di media pers, terlebih lagi ke-
Ancaman Serius Bersambung ke hlm 7
CECEP/HALUAN KEPRI
TEROR BOM — Kapolda Kepri Brigjend Pol Yotje Mende memperlihatkan isi benda diduga bom yang ditemukan di belakang kantor Haluan Kepri saat melakukan pertemuan dengan Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Ahmad Zulkani dan Wakil Pimpinan Redaksi, Aldi Samjaya dilantai dua Press Room Haluan Kepri, Selasa (24/7).
"Bom" Meledak di Haluan Kepri
PERSONIL Polda Kepri dan Dandim 0316 Batam, Letkol Ahmad Rizal memeriksa benda diduga bom yang ditemukan di belakang kantor Haluan Kepri, Rabu (24/7).
Dugaan Terkait Pemberitaan BATAM (HK) — Kantor Harian Umum Haluan Kepri yang terletak di Jalan Yos Sudarso, Bengkong Garama, Batuampar, Batam dilempari benda diduga bom rakitan oleh orang tak dikenal, Selasa (24/7) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB. TUNDRA/HALUAN KEPRI
Oleh: Amir Yunus, Liputan Batam Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Namun benda yang menyerupai tabung gas kecil tersebut meledak hingga merusak mobil Carry BP 1896 DY yang parkir di belakang kantor bagian percetakan tersebut.
DUA polisi memeriksa benda yang diduga bom, Rabu (24/7) dini hari.
Koordinator Percetakan Haluan Kepri, Mardius Chaniago mengatakan, karyawan bagian percetakan mendengar ledakan tersebut di halaman belakang kantor. Suara dentuman keras bom rakitan itu lanjutnya sempat meng-
Paramitha Rusady
hentikan aktivitas percetakan koran yang sedang berlangsung. Karyawan pun berhamburan keluar dari dalam gedung untuk menyelamatkan diri. CECEP/HALUAN KEPRI
"Bom" Meledak
BRIGJEND Pol Yotje Mende (kiri) memberi keterangan kepada wartawan terkait dugaan bom, Selasa (24/7).
Bersambung ke hlm 7
PADANG DILANDA AIR BAH Enam Orang Hilang
Dicerai Suami JAKARTA (HK) — Kasus perceraian Paramitha Rusady dan Nenad Bago sudah memasuki sidang perdana, kemarin. Sebelumnya, Paramitha kaget dengan gugatan yang diajukan sang suami. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Paramitha, Heru Putranto usai sidang di Pengadilan Agama Ja
Dicerai Suami Bersambung ke hlm 7
SEPTI ANDRIES/HALUAN PADANG
TIM SAR mengevakuasi warga yang terkepung banjir bandang di Kelurahan Limaumanis, Kecamatan Pauh, Padang, Sumbar, Selasa (24/7) malam.
PADANG (HK) — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Selasa (24/7) mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Daerah yang diguyur hujan deras terutama pada hulu sungai, sungai Lubuk Kilangan dan Hulu Sungai Batang Kuranji sehingga menyebabkan air sungai-sungai di Kota Padang meluap. Enam orang dilaporkan hilang dan satu unit rumah di Ujung Tanah, Lubuk Begalung hanyut. Peningkatan debit air merendam bantaran beberapa tempat di Kota Padang, meliputi Ilir Sungai Lubuk Kilangan sampai ke Ujung Tanah, se-
12:12
15:36
18:18
19:31
Bersambung ke hlm 7
BATAM (HK) — Seperti malam-malam sebelumnya, Senin (23/7) malam kemarin, tidak ada yang berbeda di ruang percetakan surat kabar Harian Haluan Kepri, yang letaknya berada di bagian belakang gedung utama itu.
Uang Pungutan Sekolah Dikembalikan
Hal
9
Misbardi Diperiksa
Hal
17
Jaga Perkataanmu SALAH satu pepatah Amerika mengatakan“Stick and stone may break my bones, but words will never hurt me”. Tongkat dan batu dapat mematahkan tulangku, tapi kata-kata takkan menyakitiku. Benarkah? Ada orang yang tak pernah memukul, tapi kata-katanya tajam menusuk dan menyakitkan hati. Ketika anak kita diledek temannya, kadang kita katakan ‘biar saja, jangan didengarkan’. Tapi dapatkan kita benar-benar tidak ambil perduli dengan apa yang orang lain katakan?
Semua tampak biasa. Sejak pukul 23.00 WIB, sedikitnya 10 operator percetakan tengah bersiap-siap melakukan rutinitas sesuai jobnya masing-masing, di Bersambung ke hlm 7
04:46
Padang Dilanda
Duarr! Operator Cetak Kalang-kabut
Duarr! Operator
04:36
TUNDRA/HALUAN KEPRI
SAKSI dari tim percetakan Haluan Kepri memberikan keterangan kepada polisi usai pe lemparan benda yang diduga bom, Selasa (24/7) dinihari.
CMYK
Jaga Perkataanmu Bersambung ke hlm 7