SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito
SENIN, 8 JUNI 2009
ECERAN Rp 2.000
TERBIT 24 HALAMAN
Jago Merah Mengamuk 4 Jam ■ 687 Jiwa Kehilangan Rumah ■ Diduga Akibat Lilin PALEMBANG, SRIPO — Di saat orang nyenyak tidur, si jago merah mengamuk di Lr Keramat Jl KH Azhari Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Minggu (7/6) dini hari. Amukan api itu berkobar hampir empat jam pukul 01.30 sampai pukul 05.00. Akibatnya, 71 rumah dan 12 bedeng 84 pintu terbakar habis nyaris rata dengan tanah. Sedikitnya 687 jiwa kehilangan tempat tinggal dalam musibah itu. Tidak ada korban jiwa, tapi tak banyak pula harta yang bisa diselamatkan. Kerugian belum dapat ditaksir. Korban kebakaran terpaksa tidur di tenda pengungsian semalam. Ada pula yang menumpang tinggal di rumah keluarga dan tetangga. Pemukiman penduduk di RT 04, 05, 07, dan 08 yang dibangun puluhan tahun itu raib, menyisakan puing hitam yang luasnya seukuran lapangan sepakbola. Satu musala ikut terbakar dan bangunan SDN 81 rusak berat. Satu ruangan kelas di bagian belekang dirobohkan untuk memutus alur api. Hingga pukul 16.30, masih ada titik-titik api membakar kayu yang tergeletak di tanah.
ga Lr Keramat ar angis W Jerit TTangis arga War
Juragan Bedeng Itu Kini tak Punya Rumah
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
ke halaman 11
PADAMKAN API — Petugas Pemadam Kebakaran Kota Palembang berusaha memadamkan kobaran api yang melalap rumah warga di Lr Keramat, Kelurahan 5 Ulu, SU I Palembang, Minggu (7/6) dini hari.
SD81
U
Oknum Polisi Diduga Tembak Tentara MUSIRAWAS, SRIPO — Sersan Dua (Serda) Muslim (39), anggota TNI yang bertugas di unit intel Kodim 0406 Musirawas, Minggu (7/6) pagi tewas tertembak. Ia tewas dengan beberapa buah luka tembakan di tubuhnya. Korban diduga ditembak oleh oknum anggota Polres Musirawas Aiptu An, yang bertugas di Polsek Megangsakti. Untuk sementara belum diketahui secara pasti motif penembakan ini. Baik pihak Polres maupun Kodim 0406 Musirawas
menyatakan kasus ini masih dalam penyelidikan. Usai divisum di rumah sakit DKT (TNI) Lubuklinggau, Serda Muslim disemayamkan di rumah duka, di Jalan Pelita Kelurahan Pelita Jaya, Lubuklinggau Barat, dan dimakamkan ditempat pemakaman umum (TPU) setempat. Sementara anggota Polres Musirawas Aiptu An yang diduga menembak Minggu (7/6) siang langsung diamankan dan diba ke halaman 11
SRIPO/FAHROZI
DIMAKAMKAN — Jenazah almarhum Serda Muslim, diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Pelita Kelurahan Pelita Jaya, Lubuklinggau Barat, untuk dimakamkan di TPU setempat, dengan upacara militer, Minggu (7/6).
MALAM nahas itu, jerit dan tangis warga Lr Keramat korban musibah kebakaran terdengar pilu. Suasana duka terasa hingga sorenya. Sedikitnya 687 jiwa kehilangan tempat tinggal, bingung mau pulang kemana. “Nak balek, ke mane balek.” Penggalan lagu daerah yang artinya “Mau pulang, ke mana pulang” itu terdengar lirih. Aris (26), mengais puing-puing rumahnya sembari bersenandung. Tak ada yang tersisa, kecuali besibesi yang juga hangus terbakar. “Cuma baju di badan ini. Tak ada barang yang sempat dibawa keluar,” katanya. Korban kebakaran lainnya melakukan hal serupa. Asap dan sisa panas api tidak menghalangi mereka mencari barang berharga yang tersisa. Beberapa memasang tali melingkar
penanda tanah hak milik. Dari ratusan korban musibah di Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I itu, H Mustar (60) dan istrinya, Hj Halimah (55), dapat dibilang yang paling merugi. Keluarga ini dikenal sebagai yang paling kaya di kawasan itu. Mereka juragan bedeng 63 pintu yang kini rata dengan tanah. Bukan itu saja, rumah bertingkatnya menyisakan tangga beton dan sebagian dinding saja. Seluruh isi rumah, seperti perabotan dan pakaian, tak tersisa. Rumah Mustar termasuk rumah yang terakhir dilalap api. Letaknya pun paling pinggir dari lokasi pemukiman yang terbakar. Halimah saat dibincangi Sripo belum bisa menyebutkan berapa besar kerugiannya. “Cobalah ditaksir sendiri nak, 63 bedeng dan rumah ke halaman 11
Jepang Rebut Tiket ke PD 2010 ■ Disusul Korsel, Australia, Belanda EMPAT tim memastikan lolos ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Jepang menjadi tim pertama, disusul Korea Selatan, dan Australia. Ketiganya mewakili zona Asia. Di zona Eropa yang terkenal ketat, Belanda menjadi negara pertama pemegang tiket ke ajang bergengsi ini. Tim Matahari Terbit ini jadi tim pertama peraih tiket PD 2010. Sambutan meriah diberikan ratusan pendukungnya di Bandara Narita, Tokyp begitu tiba usai mengalahkan
Uzbekistan 1-0 (7/6). “World Fastest” demikian pujian dari koran Jepang, Sports Hochi paper atas sukses tersebut. Pencetak gol sematawayang, Shinji Okazaki pun mendapat sematan anyar chief Samurai. Sambutan hangat datang dari Danny Jordaan, panitia PD 2010. “Jepang tim besar, di dalam dan di luar lapangan. Kami gembira mereka jadi tim pertama yang lolos ke Piala Dunia,” ujarnya. ke halaman 11
AP PHOTO/ANVAR ILYASOV
REAKSI SHINJI — Pemain Jepang, Okazaki Shinji (kiri), dan Okubo Yoshito bereaksi usai mencetak gol ketika melawan Uzbekistan, pada babak kualifikasi Piala Dunia 2010, di Uzbekistan, Sabtu (6/6) waktu setempat.
Mano Diperiksa Alex Noerdin Ikut “Gowes”... Sampai Pagi Fun-Bike Hari Lingkungan
“WAH, padat sekali (arus lalu lintas). Start harus cepat, bisa macet,” ujar Solichin, dari komunitas Bike to Work. Minggu (7/6) pagi, pukul 06.00, Ampera macet oleh komunitas sepeda “Bike to Work” yang membawa sepeda kebanggaannya masingmasing. Buyung Wijaya Kusuma (kepala biro Harian Umum Kompas), salah satu pemrakarsa komunitas ini, ikut repot memastikan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dapat mengibarkan bendera start tepat waktu. Aspal jalan memang baru kelihatan dan lepas dari pendaran lampu mercuri penerangan jalan ketika gubernur melepas sekitar 700 peserta bersepeda. Alex Noerdin pun tak mau ketinggalan. Ia ikut bersepeda diiringi
HUMAS PEMPROV SUMSEL/UNTUNG SARWONO
SEPEDA GEMBIRA — Gubernur Sumsel H Alex Noerdin (kedua dari kanan) mengikuti Sepeda Gembira dalam rangka Hari Lingkungan Hidup yang dimulai dari Jembatan Ampera Palembang, Minggu (7/6).
putranya Dodi Reza dan beberapa pejabat. Acara itu dimaksudkan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun 2009 yang dilaksanakan di Palembang. Dengan bersepeda diharapkan polusi udara di Kota Palembang berkurang. Peserta yang mengikuti acara
itu berjumlah ratusan orang terdiri atas perorangan, berbagai kelompok penggemar sepeda termasuk pecinta sepeda onthel. Gubernur Sumsel juga mengajak masyarakat untuk gemar bersepeda, paling tidak seminggu sekali, ke halaman 11
MANOHARA Odelia Pinot, mantan model yang diperistri Pangeran Kesultanan Kelantan, diam-diam telah menjalani pemeriksaan maraton di Mabes Polri. Dalam pemeriksaan yang berlangsung hingga dini hari, sekitar pukul 02.00, Jumat (5/6), polisi wanita di Mabes Polri meneliti bagian tubuh Manohara yang disakiti Tengku ke halaman 11
MANOHARA
IST