Sriwijaya Post Edisi Minggu 09 Agustus 2009

Page 1

A-PDF Merger DEMO : Purchase from www.A-PDF.com to remove the watermark

SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito

MINGGU, 9 AGUSTUS 2009

ECERAN Rp 2.000

TERBIT 24 HALAMAN

500 Kg Bom Incar SBY ■ Dua Sarang Teroris Disergap ■ Diduga Noordin M Top Ditembak Mati

Antara Bekasi dan Temanggung

C M Y K

PUKUL

01.00

17 Juli 2009, Dua bom meledak di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton 31 Juli 2009, Sinyal ponsel Ibrohim-salah satu tersangka pelakuterlacak di Cilacap, Jawa Tengah. Diduga sinyal terlacak ketika Ibrohim mengaktifkan ponsel untuk mencari nomor telepon atau mengecek telepon dan SMS yang masuk. 5 Agustus 2009, Yayan Rusdiana alias Suryana alias Yayan alias Gepeng ditangkap di Jalan Balai Rakyat, Koja, Jakarta Utara. Sebelumnya seorang laki-laki yang diduga Noordin M Top sempat bertamu sektiar 7 jam ke rumah Yayan. 7 Agustus 2009, - Densus 88 Antiteror menangkap Indra (35) dan Aris (38) di Pasar Parakan, Temanggung, Jawa Tengah sekitar pukul 10.30. Keduanya merupakan keponakan Mohzahri, pemilik rumah yang terletak di RT 01 RW 07, Desa Beji, kecamatan Kedu, Temanggung. Tiga tahun lalu polisi menangkap anak Mohzahri bernama Tatag dalam kasus terorisme. - Polisi menyerap rumah milik Mohzahri di di Desa Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Baku tembak terjadi sedari sore hingga pagi antara Densus 88 Antiteror Polri sedari Jumat pukul 17.00 hingga Sabtu siang

PENYERGAPAN DI BEKASI :

8 Agustus 2009

Personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri penyergapan rumah di Perumahan Puri Nusapala Blok C nomor 12, RT 04 RW 12 Jatiasih, Kota Bekasi. dua orang ditembak mati yakni Air Setiawan (28), yang diketahui

pelaku bom Kedubes Australia, dan Eko Peyang (21), pembuat bom. Lima orang lainnya berhasil diringkus. Sekitar 500 Kg bahan peledak bom disita, satu di antara bom itu terpaksa diledakkan di lokasi. Bahan peledak itu rencananya untuk mengebom kediaman presiden SBY dan juga Istana Negara, dua minggu ke depan

Jumat (7/8) pukul 16.00, Densus 88 kepung rumah milik Mohzari di Dusun Beji, Kelurahan Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung,JawaTengah Pukul 17.00 Densus 88 dan orang yang diduga Noordin M Top terlibat Jatiasaih i Bek s baku tembak. Baku tembak terjadi sporadis hingga Sabtu (8/8) pukul 04.00 Sabtu (8/8) pukul 05.30, Densus 88 meledakkan pintu depan belakang tempat persembunyian Noordin M Top. Peledakan dengan menggunakan bom paralon tersebut untuk membuka jalan agar robot bisa masuk ke rumah. Peledakan diikuti rentetan tembakan dari Densus 88 dan sniper. Pukul 06.00, robot kecil dengan empat roda dilengkapi kamera masuk ke rumah untuk melihat isi dan kondisi rumah.Namun robot kesulitan masuk karena dibalik pintu yang jebol telah dibarikade dengan menggunakan perabotan rumah tangga, sepeda kasus dll. Robot terlilit kain dan lalu ditarik ke luar rumah lagi. Pukul 06.55, polisi kembali memasang bom paralon di pintu depan. Ledakan keras terdengar hingga pintu terlempar. Pukul 07.10, robot kedua bergerak menuju pintu depan. Robot lalu masuk ke dalam rumah. Pukul 07.30, setelah robot ditarik ke luar, bom paralon dimasukkan ke dalam rumah menggunakan dua bambu. Atap rumah pun sebagian besar rontok. Sniper dan Densus 88 yang berada di bukit di belakang rumah persembunyian Noordin M Top bisa mulai menembaki isi rumah.

PENYERGAPAN “NOORDIN M TOP”

Bambang Hendarso Kapolri JAKARTA, SRIPO — Teroris jaringan Noordin M Top serius mengincar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dari penyergapan komplotan di Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, ditemukan bahan-bakan bom dengan berat hingga 500 kilogram. Ditemukan juga peta kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor dan

Istana Negara, Jakarta. Satu sasaran lainnya gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Diponegoro, Jakarta. Berdasarkan informasi bahan-bahan bom tersebut akan digunakan mengbom kediaman Presiden SBY dan Istana Negara serta mungkin juga KPU. Data-data itu diperoleh

dari sukses satuan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri saat menyergap teoris di dua tempat berbeda dalam sehari, Sabtu (8/8). Dua orang di Jati Asih Bekasi, Jawa Barat, dan seorang lainnya di Kedu, Temanggung, Jawa Tengah yang diduga gembong teroris, Noordin M Top. Namun gambar wajah korban di Temanggung tidak mirip dengan sketsa foto yang selama ini disebar polisi. Dua teroris tewas yakni Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono alias Peyang tewas saat hendak melemparkan bom pipa kepada aparat Densus 88 yang menggerebeknya di rumah terletak di ke halaman 11

C M Y K

Temanggung Jawa Tengah

Pukul 08.00, Densus 88 mulai bisa mendekat. Salah seorang Densus 88 mendengar seseorang yang mengaku bernama Noordin merintih kesakitan dari kamar mandi. Pukul 08.00-08.30 Densus 88 dan Sniper menghujani kamar mandi dari atas ukit melalui atap rumah yang gentengnya sudah rontok. Pukul 09.00, Densus 88 kembali mendekat rumah Untuk mengecek apakah Noordin M Top masih hidup. Pukul 09.20, Densus 88 kembali memasukkan bom rakitan ke dalam rumah dengan target membongkar tembok di dekat kamar mandi. Pukul 09.30, bom meledak Sabtu (8/8) pukul 09.35, sembilan anggota Densus 88 menyerbu masuk ke dalam rumah. Tembakan beruntun dilakukan anggota Densus. Sementara itu, petugas Densus lainnya memecahkan dan menghancurkan jendela untuk memudahkan penembakan.

GRAFIS:SRIPO/SYAF

PADA 30 April lalu Noordin memimpin rapat di Kuningan Jawa Barat, dia declair Presiden menjadi target bom berikutnya

Lokasi penyergapan di Desa Beji, RT 01/07, Kelurahan Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung.

Pukul 09.40, tiga anggota Densus 88 menembaki dari luar mengarah ke dalam kamar mandi. Setelah itu, petugas Densus terlihat saling berjabat tangan dan melakukan tos tangan sebagai pertanda sukses melumpuhkan Noordin M Top. Pukul 10.00, police line atau garis polisi dipasang mengitari rumah. Pukul 11.45, jenazah yang diduga Noordin M Top dibawa meninggalkan lokasi kejadian menggunakan mobil ambulance. Pukul 17.00 jenazah seseorang teroris tiba di RS Polri Kramat Djati, Jakarta Timur Pukul 18.00 beredar foto korban penembakan dengan kondisi kepala pecah, dan kemiripannya Dengan Noordin M Top diragukan. (Persda Network/mun/amb)

ANTARA/str-Ira

BAHAN PELEDAK — Sejumlah besar bahan peledak yang berhasil disita Densus 88 anti teror saat penyerbuan sebuah rumah yang diduga milik anggota teroris di perumahan Puri Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, Jabar, Sabtu (8/8). Dalam aksi penyergapan itu dua teroris tewas dan 500 Kg bahan peledak disita polisi.

Pengebom Marriott Punya Saudara di Palembang Apakah Dia Noordin ? C M Y K

PENGEBOM muda di Hotel JW Marriot sudah diidentifikasi polisi bernama Dani Dwi Permana (19). Menariknya, sebelum melakukan pengeboman pada 17 Juli lalu, dua bulan sebelumnya di sempat bilang ke kawan-kawannya akan ke Palembang untuk menemui saudaranya. Dani menjadi pengantin (istilah pengebom bunuh diri lingkungan teroris, Red)

adalah hasil rekrutmen Saefudin Zuhri, tersangka teroris yang dibekuk sebulan sebelum bom Marriot meledak. Dani mengenal Zuhri sejak tahun 2008. Yakni ketika Dani aktif di Masjid As Surur, Cluster Candraloka, perumahan Telaga Kahuripan Jalan Raya Jampang, Bogor. Keterlibatan Dani di masjid ini sudah dimulai sejak SMP. Menurut Muhdil

Integritas Densus 88 Antiteror

Sketsa Dani Dwi Permana

Anam, mantan pengurus Masjid As Surur, Dani sempat menjadi pembantu marbotd (pengurus masjid yang biasa mengumandangkan azan dan membersihkan masjid). “Karena ia mau sekolah akhirnya saya meminta kepada pengurus masjid untuk menempatkannya di sini untuk bantu-bantu. Dari situ jamaah juga memberi sumbangan untuk dia se-

KEPOLISIAN belum bisa memastikan identitas 1 tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan di Temanggung, Jawa Tengah. Pihak kepolisian masih akan melakukan proses identifikasi kepada jenazah yang awalnya diduga Noordin M Top, sang gembong teroris. Belum rampung proses

hingga bisa melanjutkan SMA-nya,” katanya. Sejak aktif di masjid Dani dekat dengan Saifuddin Zuhri. Zuhri sendiri tinggal di rumah milik kakaknya, Sahrir. Sebelum ditinggali Zuhri, rumah ini sudah mau dijual tapi tidak ada yang membeli. Akhirnya Zuhri pun tinggal di rumah itu. Namun Anam tidak tahu ke halaman 11

WS Rendra, Sosok dengan Berbagai Wajah (2-Habis)

Jenazah teroris yang diduga Noordin M Top

ke halaman 11

BINTANG SFC

Pirang Hampir Stroke Menangis Jika Ingat Tuhan Tetap Berangkat Bikin Pede DEMI memburu teroris, para polisi terutama dari Densus 88 Antiteror rela tidak tidur semalam suntuk saat mengepung teroris yang berada di kampung Beji Jurang, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengapresiasi kerja anak buahnya yang sejak Jumat (7/8) sampai Sabtu (8/8) memburu dan menewaskan tiga teroris. “Saya bangga kepada anak buah saya yang tidak mengenal lelah bekerja,”jelasnya. Ditambahkan, bahwa ada anak buahnya yang sedang dirawat di rumah sakit, rela berangkat ke lokasi penyergapan teroris. “Ada anak buah saya, Kombes Tito masuk di Rumah Sakit Pondok Indah. Belum ke halaman 11

PENYAIR dan dramawan Willibrordus Surendra Broto Rendra yang akrab dipanggil WS Rendra alias si Burung Merak, meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta, akibat serangan jantung, pukul 22.10, Kamis (6/8). Banyak kenangan terhadap pria berusia 73 tahun tersebut, termasuk kehidupan pribadinya.

KISAH nostalgia lain yang menarik diungkapkan Kamto, cerpenis yang sudah bertahun-tahun akrab dengan WS Rendra. Mereka sudah akrab sejak muda. Kamto menyapa sahabatnya itu dengan sebutan Willy. Pada malam sebelum meninggal sahabatnya itu, ia mengaku sempat ke luar rumah, dan melihat malam diterangi bulan purnama. Kamto mengaku teringat nostalgia masa lalu, ketika dia masih berusia 25 tahun, dan Willy ber-

usia 20 tahun. Turut budayawan Ajip Rosidi yang bergabung, dan mereka berdiri di depan kantor pos di Pasar Baru, Jakarta. “Di depan Kali Ciliwung, Willy memanggil kami untuk melihat di kali itu. Di kali itu tercermin bulan purnama. Terus Willy bilang, dia menemukan satu bait sajaknya, “Bulan telah pingsan di atas kota Jakarta!” Dan itu tak pernah saya lupa,” ungkap pria yang banyak melahirkan cerpen-cerpen bernafas

sastra dan kini menginjak usia 79 tahun. Pada dekade 70-an, tatkala pers diberangus, ketika Komandao Keamanan dan Ketertiban mengatur semuanya, wartawan memerlukan seorang pemberani, reformis, dan pemberontak. Seperti Dituturkan Parni Hadi, wartawan senior yang memberi kesaksian menyebutkan, WS Rendra yang selalu tampil alakadarnya tapi gagah berani maju ke lini ke halaman 11

RAMBUTNYA selalu dicat pirang dan ditata sedikit mohak. Dikiri kanannya tergerai panjang cambangnya. Menambah kesan kalau pemiliknya yang bernama lengkap Bobby Satria ini sangat memperhatikan penampilan. Bek anyar Sriwijaya FC ini baru empat hari di Palembang. Teman satu kamar Tony Sucipto ini mengaku sedang beradaptasi dengan kondisi kota Pa lembang, dengan teman-teman satu tim, ke halaman 11

B O B B Y

C M Y K


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Sriwijaya Post Edisi Minggu 09 Agustus 2009 by Yulius Saputra - Issuu