SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito
SENIN, 10 AGUSTUS 2009
ECERAN Rp 2.000
TERBIT 24 HALAMAN
Jenazah Mirip Mubarok ■
Tangan Kanan Dr Azhari
■ Istri Noordin Segera ke Indonesia JAKARTA, SRIPO — Jenazah teroris yang tewas dalam penyergapan Densus 88 di Temanggung Sabtu (8/8) lalu, sampai kemarin masih di ruang forensik RS Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Diperoleh keterangan, jenazah itu lebih mirip dengan Mobarok ketimbang dengan gembong teroris Noordin M Top yang fotonya disebar polisi di mana-mana. Menurut salah seorang sumber Warta Kota di RS Sukanto (RS Polri), wajah jenazah teroris yang kini dalam proses identifikasi dan otopsi di ruang forensik itu cenderung lebih mirip wajah Reno alias Tedy alias Mubarok, tangan kanan Dr Azhari yang lolos dalam penyergapan Densus 88 Antiteror di Batu, Malang, Jawa Timur, pada tahun 2003. “Wajahnya lebih memanjang dan dagunya pun lonjong, sedangkan wajah
Noordin bulat. Tapi, untuk kepastiannya memang harus tes DNA,” ungkapnya hati-hati. Mubarok adalah ahli perakit bom yang menjadi kaki tangan Noordin M Top. Menurut si sumber, Reno alias Tedy yang dia lihat pada foto memiliki wajah memanjang sehingga dia berani menyebutkan lebih mirip dengan wajah jenazah tersebut. Sedangkan Noordin M Top berwajah bulat. “Kecuali kalau Noordin melakukan operasi wajah
sehingga wajahnya yang bulat menjadi lonjong,” katanya. Namun, menurut Ali Fauzi, adik terpidana mati bom Bali Amrozi, tidak ada dalam kamusnya seorang Noordin mengubah wajah dengan cara operasi. “Kecil kemungkinan operasi plastik dilakukan. Sebab, hal itu berkaitan dengan keyakinan. Haram hukumnya,”ujarnya. Menurut Ali Fauzi, yang kini tinggal di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur, ciri- ciri Noordin Top secara fisik antara lain kulitnya putih dan postur tubuhnya sedang, dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter. “Itu yang perlu dibuktikan,”katanya. Dia tahu itu, dan yakin akan pendapatnya, karena pernah memiliki kenangan ke halaman 11
ANTARA/PRASETYO UTOMO
KELUARGA TERORIS — Agus Purwanto (tengah), orangtua tersangka teroris Air Setyawan pingsan dibopong oleh keluarganya usai mendatangi Mabes Polri, Jakarta, Minggu (9/8). Agus Purwanto bersama keluarganya mendatangi Mabes Polri untuk memastikan status dan kejelasan Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono yang ditembak oleh tim Densus 88 di Jatiasih Bekasi.
Anak Noordin Dites DNA SELANGOR, SRIPO — Dubes RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar mengatakan, Densus 88 telah mengambil DNA anak Noordin M Top belum lama ini sehingga Polri akan mudah mengidentifikasi apakah mayat teroris di Temanggung itu memang Noordin M Top atau bukan. “Apa yang dinyatakan kepala polisi Malaysia Musa Hasan untuk membantu Polri dalam identifikasi mayat Noordin M Top adalah
Ayah Korban Densus Pingsan ■
ATAU kepolisian Malaysia punya sidik jari M Top itu juga bisa membantu Da’i Bachtiar Dubes RI untuk Malaysia AP
suatu bentuk kerja sama dan keakraban antara kepolisian Malaysia-Indonesia,” katanya.
Da’i Bachtiar mengatakan hal itu ketika menyaksikan
oris er Agus: Anak Saya Bukan TTer eroris
JAKARTA, SRIPO — Agus Purwanto, ayah Air Setiawan, satu dari dua orang yang ditembak mati Densus 88 Polri, tiba-tiba pingsan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Minggu (9/8) sore. Badannya lunglai, kaki sempoyongan, dan nyaris ambruk karena lelah setelah 8 jam berusaha melihat jenazah anaknya yang
disergap Densus 88 Antiteror Polri, Sabtu (8/8) dini hari. Usahanya untuk membawa jasad anaknya gagal. Agus terlihat terus memegangi kepalanya. Wajahnya tampak pucat. Matanya yang tampak merah dan sembab berulangkali mengerjap, sedangkan bibirnya terlihat meringis seperti menahan sakit. Beruntung
ke halaman 11
■
Kebakaran di Banyuasin III
BANYUASIN, SRIPO — Kebocoran pipa minyak yang dikelola PT Pertamina Gas di KM 62.170 Banyuasin, Jumat (7/8) lalu, berhasil dihentikan dalam waktu 3 jam setelah kejadian. Pekerja dari PT Elnusa Tbk Divisi Oilfield Services (OFS) sebagai mitra Pertami-
na Gas untuk pengoperasian dan pemeliharaan pipa tersebut bekerja keras mempercepat pemulihan kondisi lingkungan bersama masyarakat setempat dan instansi terkait. “Kerusakan akibat tumpahan minyak dan insiden kebakaran yang diduga aki-
Pemilik Rumah tak Kenal Noordin
TEMANGGUNG, SRIPO — Endang Istiningsih (59), tak kuasa menahan bulir airmata meleleh di pipinya. Sesekali matanya tampak menatap nanar. Meski marah dan kesal, Endang tiPN/HERUDIN
bat bocornya pipa masuk dalam penghitungan angka kerugian. Namun nilai total kerugian masih dalam penanganan Polres Banyuasin,” kata Corporate Communications Manager PT Elnusa ke halaman 11
Endang
Suspect H5N1 Diisolir di RSMH PALEMBANG, SRIPO — Penyebaran virus flu burung ternyata masih belum tuntas. Di Palembang, seorang perempuan berinisial SR (24) sejak, Sabtu (8/8) dirawat di ruang isolasi Paviliun Melati Gedung SARS Center RSMH Palembang. SR diduga (suspect) terinfeksi virus H5N1 penyebab flu burung (avian influenza). Dugaan itu diperkuat dengan
hasil seri ronsen pada paruparunya. Yakni, terjadi kelainan (lesey) dalam waktu singkat. Informasi yang dihimpun Sripo, Minggu (9/8) menyebutkan SR sebelumnya sempat dirujuk ke RS AK Gani dengan dugaan awal Demam Berdarah Dengue (DBD). Tetapi setelah dirawat beberapa hari pasien mengalami sesak napas yang berkepanjangan sehingga pasien dirujuk ke RSI Siti Khadijah. ke halaman 11
Ciri-ciri Flu Burung:
Cara penularan Kebanyakan kasus flu burung Diderita oleh mereka yang pernah kontak langsung unggas. Penularan bisa dari air liur (salvia) Kotoran ungas (feses) Mengonsumsi daging unggas/ayam yang tidak diolah secara benar
H5N1
Suhu tubuh naik lebih dari 38 derajat celcius Badan terasa pegal linu Batuk-batuk Tenggorokan sakit Badan lemas dan berlendir
Tenggorokan sakit
Batuk
VIRUS FLU BURUNG
PEGAL LINU
H5N1
BADAN LEMAS
Pencegahan Gunakan masker pelindung jika berkunjung ke daerah pertenakan Selalu mencuci tangan dengan sabun ketika habis kontak langsung dengan unggas GRAFIS:SRIPO/SYAF
Sesuai Protap
IST
Dr H Bayu Mahyudi SpOG, MHA memeriksa berkas status pasien yang terjangkit virus H5N1 di Gedung Isolasi SARS RSMH Palembang, Minggu (9/8).
ke halaman 11
Endang: Itu Fitnah!
Pertamina Hitung Kerugian Warga ■
Agus segera dipapah para kerabatnya, sehingga tidak jatuh ke tanah. “Dia kelelahan karena tadi langsung dari Solo. Berangkat sekitar jam tujuh malam, lalu mampir di Islamic Center Bekasi dulu dan sekitar jam delapan ke sini,” kata Eko, tetangga Agus di Kampung Brengosan RT 08 RW 13, Kelurahan Purwo-
sari, Solo, Jawa Tengah. Di satu sisi, Eko, kerabatnya segera mengapit sambil menggandeng tangan, dan di lengan lainnya, Slamet Widodo, ayah Joko Eko Sarjono alias Eko Peyang juga tewas bersama Air Setiawan ditembak Densus. Badan Agus dipapah kedua. Tak lama kemudian, kepalanya disiram air mineral
Dr H Bayu Mahyudi SpOG, MHA Dirut RSMH Palembang SRIPO/STS
TERLEPAS dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel darah dan air liur pasien suspect flu burung atas nama SR tim Dokter RSMH Palembang tetap melakukan standar pelayanan kesehatan sesuai protap. “Kita antisipasi kalau memang hasil tes
nantinya negatif, alhamdulillah. Terpenting, standar pelayanan sudah dilakukan sesuai dengan prosedur tetap,” kata Bayu Wahyudi. Saat ini, kata Bayu, tim dokter melaku ke halaman 11
dak dapat berbuat banyak, kecuali hanya pasrah. Selama kurang lebih 18 jam, Jumat hingga Sabtu pekan lalu, personel Densus 88 Antiteror Polri memberondong rumah mereka dengan peluru dan bom hingga hancur berantakan. Suaminya, Djahri (69), serta dua keponakannya, Aris dan
Indra tidak diketahui ke mana. Diduga keduanya ditahan Densus Polri. Endang berharap suami dan ponakannya dalam keadaan baik-baik saja. Berdasarkan catatan pada buku aparat Desa, tercantum nama Djahri, tetapi dia me ke halaman 11
Bangga Bersama SFC MALAM itu Senin, 21 Juli, dini hari, Anak Agung Wahyu Trisnajaya tampak ragu mengangkat ponselnya yang berdering. Maklum, selain sedang ngobrol dengan ayahnya, Anak Agung Ngurah Kamajaya, “Nana” sapaanya juga tidak mengenal pemilik nomor yang memanggilnya. “Saya sempat ragu mengangkatnya,” cerita Nana kepada Sripo di Mess Pertiwi, Sabtu (8/8). Meski demikian, Nana mengangkat ponselnya. Di seberang sana terdengar suara yang lembut tetapi tegas menyapanya. Malam itu, ternyata pelatih Sriwijaya FC Rahmad “RD” Darmawan mengajaknya bergabung bersama tim wong kito untuk musim kompetisi mendatang. “Saya sempat tak percaya, kalau itu pak RD yang telepon,” ungkap Nana yang malam itu tak bisa tidur. Keesokan harinya barulah Nana percaya jika pria SRIPO/SYAHRUL
ke halaman 11
AA Ngurah Kamajaya