Sriwijaya Post Edisi Selasa 11 Agustus 2009

Page 1

SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito

SELASA, 11 AGUSTUS 2009

ECERAN Rp 2.000

TERBIT 24 HALAMAN

Foto Itu Bukan Noordin ■

Istri Noordin M Top Yakin ■ Tes DNA-Sidik Jari Juga tak Cocok

IST

Jenazah teroris Temanggung (kiri) dan foto Noordin M Top yang disebarkan polisi

JAKARTA, SRIPO — Sejumlah pihak meragukan tersangka teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah adalah Noordin M Top. Apalagi setelah foto yang beredar diduga kuat palsu. Keluarga Noordin di Johor, Malaysia pun berpikiran sama. “Kalau keterangan dari keluarga, mereka yakin yang di foto itu bukan Noordin,” kata juru bicara keluarga Noordin M Top, Badarudin Ismail kepada pers, Senin (10/8). Badarudin mengatakan, istri Noordin, Rahmah sangat yakin foto yang beredar tersebut bukan suami-

nya. Hal itu didasarkan pada struktur wajah yang berbeda. “Dari mukanya lain dengan Noordin,” jelasnya. Sebelumnya, foto yang konon adalah tersangka teroris di Temanggung, Jawa Tengah beredar di internet. Wajah pria di foto tersebut memang sangat berbeda dengan wajah Noordin yang selama ini dirilis kepolisian. Di gambar yang disebar polisi, Noordin memiliki wajah yang agak bulat, sedangkan laki-laki di foto berwajah tirus dan berstruktur tegas. Selain itu, badan laki-laki di foto tersebut juga cenderung kurus. Sangat berbeda dengan

Noordin yang berbadan tegap. Keyakinan bahwa foto itu bukan Noordin semakin kuat ketika sumber menyebut, foto tersebut adalah mahasiswa Gorontalo yang bunuh diri. Foto itu telah beredar di internet sejak pertengahan Juli 2009. Sumber di kepolisian menyebut, foto pria tersebut bukanlah tersangka teroris yang tewas di Temanggung alias palsu. Sumber itu pun menyebut, polisi yakin tersangka teroris di Temanggung adalah Noordin. Namun belum ada statemen resmi dari polisi. Semua masih simpang siur. Siap Ke Indonesia Polisi sendiri akan mencocokkan DNA jenazah tersangka teroris yang tewas di Temanggung, Jawa Tengah dengan air liur anak Noordin M Top, Muawwids. Jika keduanya cocok, keluarga gembong teroris paling dicari itu akan terbang ke Jakarta, Indonesia. “Kiranya jenazah dengan

ANTARA/WIDODO S JUSUF

TERSANGKA TERORIS — Sejumlah anggota Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menjaga ketat salah seorang tersangka yang diduga teroris (menggunakan penutup kepala) yang ditangkap di Temanggung, Jawa Tengah, saat masuk ke dalam ruang tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin (10/8).

ke halaman 11

Teroris Temanggung-Palembang Gabung Mubarok atau Ibrohim ?

KABAR mengenai identitas jasad pria misterius bukan gembong teroris yang paling dicari di Indonesia, Noordin M Top, makin menguat. Kantor berita Prancis AFP, menyebutkan bahwa berdasarkan analisis sidik jari yang dilakukan pihak kepolisian RI, jasad tersebut bukanlah Noordin. “Itu (jasad) bukan Noordin. Kami mengetahuinya dari struktur wajah dan juga sidik jari,” tutur seorang sumber yang terlibat dalam proses pemeriksaan

kepada AFP, Senin (10/8). Sumber tersebut menambahkan, “Kami terus menelusuri keberadaannya.” Sementara itu, Wakil Kabid Humas Markas Besar Polri Brigjen Sulistyo, belum dapat memastikan. “Kita tunggu saja hasil tes DNA resmi dari kepolisian,” ujarnya. Sumber menduga jenazah yang tewas dalam penyergapan di Temanggung pekan lalu diduga Ibrohim atau Reno SURYA

Dodi Surati Nurdin Halid

Dodi Reza Alex

SRIPO/JACK

PALEMBANG, SRIPO — Karena belum ada solusi kongkrit dari pelatih Benny Dollo selaku utusan Badan Tim Nasional (BTN) dalam pertemuan dengan manajemen Sriwijaya FC terkait dengan kebijakan Pelatnas, Presiden Klub Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex akhirnya menyurati Ketua PSSI Nurdin Halid. Dodi memberikan dua opsi pilihan.

“Kita sepakat untuk menyurati Ketua PSSI hari ini, mengusulkan dua opsi terkait 7 pemain kita yang mengikuti Pelatnas,” kata Dodi Reza Alex di RM Pagi Sore, Senin (10/8). Dodi mengatakan, dalam pekan ini pihaknya akan menemui Nurdin Halid. Sedangkan usulan disampaikan melalui surat dengan nomor 322/SFC/VIII/2004 sudah dilayangkan ke PSSI. Opsi pertama, urai Dodi, Sriwijaya FC mengizinkan 7 pemainnya memperkuat Timnas. Tetapi dengan catatan, karena dari 7 pemain itu ada pemain yang posisinya sama yakni, M Nasuha dan Isnan di bek kiri, kemudian Tony Sucipto dan Ponaryo di posisi gelandang bertahan. Maka SFC mengusulkan kepada PSSI untuk mengambil salah satu pemain untuk posisi yang sama. Se ke halaman 11

ke halaman 11

JAKARTA, SRIPO — Dua orang yang terlibat kasus terorisme yang ditangkap di Temanggung, Senin (10/8) siang dibawa ke Jakarta. Mereka kini ditahan di Rutan Brimob, Kelapa Dua,

Jakarta. Di tahanan tersebut, teroris asal Temanggung bergabung dengan teroris kelompok Palembang. Seperti diketahui sebanyak sembilan teroris yang dibekuk polisi dari Palembang dan sekitarnya. Kesembilan teroris itu sudah divonis antara 2 tahun sampai 18 tahun penjara. Kedua orang ini adalah Aris Susanto (31) dan Hendra Arif Hermawan. Untuk membawa pelaku terorisme ini, polisi melakukan pengamanan super ketat. Saat dipindahkan dari LP Brimob Yogyakarta menuju

Jakarta, belasan Densus 88 mengawal dengan senjata siap tembak. Densus 88 yang mengawal juga mengenakan rompi anti peluru dan senjata jenis M4, steyer dan glock (senjata laras pendek) berjumlah sekitar 10 orang. . Tangan serta Kaki Aris dan Hendra diborgol dengan memakai baju atas bawah warna oranye. Kepala mereka ditutupi bala celava (penutup wajah) dan hanya terlihat mata, hidung dan mulut saja. Salah satu tersangka memakai kacamata dan satu lainnya berjalan terpincang. Mereka kemu-

Sarjana Jago Bola

Rahmat Rivai

Univeristas Khoirun Ternate tahun 2002. Meski terbilang sukses sebagai pesepakbola, siapa sangka masa kecil Rahmat dilaluinya dengan penuh perjuangan. Terpuruknya bisnis keluarga karena ayahnya, Maruf Rivai yang sakit, ditambahkan lagi kepergian ibunya, Aisyah yang memilih bercerai dengan sang ayah, membuat Rahmat kecil tertekan. Rahmat kemudian membantu ayahnya menjalan bisnis batu bata milik keluarganya. Meski tetap membantu ayahnya, Rahmat tidak lupa bermain bola. Itu pun atas dorongan sang ayah yang sangat menyanyanginya. Setiap hari ayahnya mengantarkan Rahmad bermain bola bersama adiknya Alvian Rivai yang kini memperkuat Perseman Manokwari. Dorongan Ayah Rahmat mengaku kerap menangis dan ingin bertemu ibunya yang pergi ke Jakarta. Saat itulah ayahnya mengatakan, jika dia bermain bola dengan tekun dan sukses menjadi pesepakbola, maka dengan sendirinya dia akan berangkat ke Jakarta. “Ayah bilang kalau saya sukses SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT

ke halaman 11

ke halaman 11

Hasil Tes Darah SR Negatif

Bintang SFC

CERDAS, blak-blakan, dan penuh perhitungan. Demikian kesan Sripo saat mewawancarai striker anyar Sriwijaya FC, Rahmat Rivai di Mess Pertiwi, Minggu (9/8). Sebagai pesepakbola, Rahmat terbilang sukses. Bersama Persitara Jakarta Utara musim lalu, dia mengemas 20 gol baik Indonesia Super Liga (ISL) maupun di Copa Dji Sam Soe. Di luar itu, pemain dengan ciri khas rambut kuncir kudanya ini, memiliki keluarga yang bahagia dan bisnis yang dijalankan isterinya, Risna Djamal. Diamdiam dia adalah Sarjana Ekonomi jebolan

dian diangkut dengan pesawat jenis Fokker milik polisi dari Bandara Adi Soetjipto, Yogyakarta. Setiba di Bandara Halim Perdana Kusumah, pengawalan ketat terus dilakukan. Tiga mobil milik Densus 88, membawa kedua tersangka ke Mako Brimbob yang berjarak sekitar 10 kilometer. Tepat pukul 13.25, kedua kakak beradik tiba di Mako Brimob. Mereka berjalan tertatih-tatih dengan kepala terus ditundukkan oleh tangan anggota Densus 88. Mereka kemudian dima-

etap Diisolasi Pasien TTetap

PALEMBANG, SRIPO — SR, pasien suspect virus H5N1 (flu burung), akhirnya bernapas legas. Hasil tes sampel darah dan air liur yang diteliti Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang ternyata negatif akan virus tersebut.

Namun tim dokter penanganan flu burung/babi RSMH belum mengeluarkan SR dari ruang isolasi. Pasalnya, tim dokter masih menunggu hasil tes dari Laboratorium Kesehatan Dep ke halaman 11

Tidak Jual Tampang PUTERI Sumsel 2008 Sylvia Ibrahim Manan ingin memberi pandangan berbeda tentang ajang putri-putrian. Gelar Puteri Sumsel menurut Sylvia adalah hal yang prestisius. Bukan sekadar jual tampang seperti dicap orang selama ini. “Saya jadi makin dewasa. Juga makin merasa bermakna bagi sesama,”kata Sylvia usai diterima Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Senin (10/8). Ia mencontohkan, bersama beberapa kawannya Sylvia melatih sekitar 60 siswa SMAN 5 Palembang program kewirausahaan. Ia juga aktif bersosialisasi pencegahan global warming. “Kami memberikan pelatihan kewirausahaan untuk siswa SMAN 5 se ke halaman 11

SRIPO/ZAINI

Sylvia Ibrahim Manan


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Sriwijaya Post Edisi Selasa 11 Agustus 2009 by Yulius Saputra - Issuu