A-PDF Merger DEMO : Purchase from www.A-PDF.com to remove the watermark
SRIWIJAYA POST Spirit Baru Wong Kito
KAMIS, 13 AGUSTUS 2009
ECERAN Rp 2.000
TERBIT 24 HALAMAN
Noordin Masih Hidup ■
Teroris Temanggung Ternyata Ibrohim
JAKARTA, SRIPO — Bahaya terorisme belum berakhir. Gembong teroris asal Malaysia, Noordin Moch Top dipastikan masih hidup. Jenazah laki-laki yang ditembak mati Densus 88 Antiteror Polri di Kedu, Te-
manggung, Jateng, Sabtu (8/9) lalu, ternyata bukan Noordin seperti diduga semula, melainkan Ibrohim alias Boim alias Aan (37). Jenazah Ibrohim sedianya dimakamkan di kediamannya di Dusun Kliwon, Desa Sampora, Kuningan, Jawa Barat, namun ditolak warga setempat dengan alasan menghindari stigma sebagai desa teroris. Akibat penolakan warga tersebut, pihak keluarga sempat pusing mencarikan tempat pemakaman Ibrohim. Setelah keluarga berembug dan berdasarkan ke halaman 11
Ibrohim Teroris Genit SEMUA teman Ibrahim alias Ibrohim alias Boim alias Aam kaget. Mereka tidak menyangka, Boim yang dikenal suka bercanda dan tidak terlihat memiliki kefanatikan dalam beragama, bisa menjadi teroris. Yang lebih mengejutkan lagi, teroris yang dikepung selama 18 jam serta dihujani peluru dan bom di Temanggung Sabtu (8/8) lalu, adalah Ibrohim yang terkadang genit melirik perempuan cantik di hotel Ritz Carlton tempatnya bekerja menjadi florist atau perangkai bunga. Manajer Chyintia Florist di Hotel Ritz Carlton, tempat Ibrohim bekerja yakni Adriana Rosiana menuturkan, dirinya benar-benar kaget ketika
Polisi mengumumkan bahwa teroris yang digerebek di Temanggung adalah Ibrohim. “Saya kaget, saya tidak meyangka itu (terorisnya) ternyata Ibrohim. Kok bisa, kok mau. Ibrohim yang kita kenal selama ini, jauh dari ciri-ciri teroris,” ujar Rosi di Jakarta, Rabu (12/8). Keheranan serupa juga disampaikan rekan kerja Ibrohim yakni Andi Suhendi. “Kaget saja. Ngak nyangka Ibrohim bisa menjadi tersangka teroris,” ujar Andi. Namun yang membuat Andi tak habis pikir, bagaimana bisa Ibrohim berbuat begitu, tanpa memikirkan nasib anak dan istrinya. “Yang ke halaman 11
Annisa dan SFC KARIR sepakbolanya cemerlang sebagai kiper andalan Sriwijaya FC dan Tim Nasional (Timnas). Bersama Tim wong kito, Ferry Rotinsulu merengkuh sukses dengan menyandingkan dua gelar Liga dan Copa Dji Sam Soe tahun 2008 dan mempertahankan Copa pada musim berikutnya. Namun siapa sangka di awal kedatangannya bersama SFC setelah takeover (ambilalih) Gubernur Syahrial Oesman dari Persijatim 2004 lalu, Ferry mendapatkan hinaan dan cemoohan dari publik Sumsel. Kejadian tidak SRIPO/SYAHRUL
Ferry Rotinsulu
ke halaman 11
SRIPO/LENI JUWITA
KEMATIAN Oktaris Tumiza (19) yang biasa disapa Okta alias Taris atau Restu (panggilan di
keluarga) menyisakan duka yang dalam bagi keluarga, guru dan teman-temannya. Air
Warga Kuningan Tolak Pemakaman
Ini Dia Komplotan Pengebom JW Marriott-Ritz Carlton Air Setiawan alias Aher (28) Asal Solo Jawa Tengah. Pernah terlibat dalam kasus bom di Kedubes Australia, sebagai pembuat bom. Saat hendak ditangkap Densus 88 di Perumahan Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, Air hendak melemparkan bom pipa kepada Densus sehingga ditembak mati.
Ibrohim alias Boim (37) Berperan dominan pada peledakan bom di Hotel JW Marrot dan Ritz Carlton, yakni merencanakan, mengatur dan mengontrol peledakan. Perannya antara lain melakukan survei kedua hotel , memasukkan bom ke dalam hotel dan menyimpan bom di kamar 1808 Hotel Marriott.
Dani Dwi Permana (18) Warga RT 07/10 Candraloka Perumahan Telaga Kahuripan, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat sebagai remaja yang aktif di berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Dia baru saja lulus dari SMA Yadika 7 Kemang Bogor pada Juni 2009. Setelah lulus, tiba-tiba Dani menghilang dari perumahan Telaga Kahuripan. Dani tewas ketika melakukan bom bunuh diri di Hotel JW Marriott
Eko Santoso Alias Eko Peyang
Amir Abdillah alias Achmad Feri
Asal Solo Jawa Tengah. Saat hendak ditangkap Densus 88 di Perumahan Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, bersama Air hendak melemparkan bom pipa kepada Densus sehingga ditembak mati.
Pernah menikah dengan adik ipar Ibrohim yakni Eri Juwaeri. Memesan kamar 1808 Hotel JW Marriot yang kemudian ditempati pengebom Dani Dwi Permana. Amir diduga mengetahui peran dan rencana pelaku lain. Saat ini diamankan polisi.
Indra Arif Hermawan (35)
Aris Sutanto (24)
Ichwan Maulana alias Nana (28)
Berasal dari Dusun Beji Jurang, Kecamatan Kedu, Temanggung Jawa Tengah. Sebagai kurir dan menyembunyikan Ibrohim alias Boim. serta Noordin M Top . Ditangkap pada 7 Agustus 2009 di bengkel sepedanya di Temanggung.
Alamat Pandegelang Banten, sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton. Sampai saat ini polisi belum berhasil menemukan anggota keluarga Nana. Polisi sudah datang ke Desa Cilentung, Kecamatan Pulosari, Pandeglang, guna menanyakan keluarga Nana.
Kakak kandung Aris Sutanto, berasal dari Dusun Beji Jurang, Kecamatan Temanggung, Jawa Tengah. Tugas sebagai kurir persembunyian Noordin M Top dan Ibrohim. Bersama Aris, ditangkap pada 7 Agustus 2009 di bengkel sepedanya di Temanggung. (Persda Network/yon/sj2/sj3) GRAFIS:SRIPO/SYAF, FOTO:PERSDA/BIAN/HERUDIN,KCM,ANTARA,IST
Ditolak MK Mega Hampir Nangis AWALNYA, raut muka calon presiden (capres) sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu terlihat biasa saja. Namun, di pertengahan, saat dirinya menyampaikan tanggapan atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan terkait Pilpres 2009 yang diajukan, termasuk gugatan dari pasangan Jusuf Kalla-Wiranto, Mega hampir menangis. Sementara calon Wakil Presiden Prabowo Subianto
lebih banyak diam. Tak satu pun pernyataan yang keluar dari mulutnya saat menggelar jumpa pers bersama di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/8). “Bahwa meski keputusan MK tidak sejalan dengan yang kami harapkan, tetapi kami dengan ini menyatakan memahami keputusan MK tersebut dengan catatan,” kata Megawati yang di awal pernyataannya sempat
tercekat menahan tangis. Namun secepat itu pula Mega yang dibalut gaun serba hitam ini langsung mengendalikan emosinya. Dalam pernyataannya, kedudukan MK dalam sistem hukum negara sangat penting, menjadi garda terakhir dari perjuangan, membangun kehidupan demokrasi yang lebih baik. Megawati terkait gugatan yang diajukan ke MK tetap ke halaman 11
Megawati Soekarnoputri
ANTARA
Dari Seminar Sekolah Gratis untuk Semua (1)
Meskipun Gratis Harus Mutu
SRIPO/SYAHRUL
Suasana seminar Sekolah Gratis Untuk Semua, Selasa (11/8).
Sebelum Dibunuh Okta Sempat Sahur
Pemakaman almarhumah Oktaris Tumiza.
■
mata Nani Mardalena (ibu korban) sudah kering, wanita paro baya ini tak mampu lagi menangis. Menurut M Zaini, pada hari nahas itu puteri keduanya ini mendapat telepon dari teman akrabnya Rina yang membangunkan sahur karena Restu akan berpuasa sunat Senin. “Sekitar pukul 03.00 Rina membangunkan sahur via telepon dan menanyakan akan sahur apa dan dijawab oleh Restu sahur Mie,” tutur Zaini menirukan cerita Rina. Setelah itu sekitar pukul 09.00 Senin pagi ke halaman 11
PALEMBANG Press Club (PPC), menyelenggarakan seminar “Sekolah Gratis untuk Semua”, Selasa (11/8). Selain Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang membuka sekaligus jadi narasumber, pelaku dan pengamat pendidikan lain yang
menjadi narasumber adalah Kabalitbang Depdiknas Dr Ade Cahyana, Ketua Dewan Pendidikan Sumsel Prof Dr Sirozi PhD, Wakasek SMAN 20 Palembang Drs Sukarno dan mantan Kepala SMAN 2 Sekayu Dra Wien Sukarsih. Sedangkan
peserta seminar adalah beberapa Kepala Disdikpora kota dan kabupaten se-Sumsel, juga para kepala sekolah, guru dan orangtua wali murid yang berdomisili di Palembang. Berikut laporannya. ke halaman 11
Orang Dekat Carrefour Tempuh Jalur Hukum
Andry Setiawan
SRIPO/CR3
PALEMBANG, SRIPO — Polisi meyakini Oktaris Tumizia (20) dibunuh orang dekat. Antara korban dan pembunuhnya diduga saling kenal. “Tak ada tanda-tanda pintu didobrak masuk. Di lokasi kejadian kita juga mene-
mukan beberapa puntung rokok pelaku. Sebelum membunuh antara korban dan pelaku sempat bercakap-cakap,” kata Kasat Reskrim Poltabes Palembang, Kompol Andry Setiawan SIk, Rabu (12/8) sore. Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, mahasiswi Fakultas FKIP Unsri Program Studi Ekstension Pendidikan Biologi ini ditemukan tewas, Selasa (11/8) pagi di kamar kosnya, Bedeng 857, Jl Srijaya Negara Lr Langgar RT 23 RW 9 Bukit Besar. Lehernya dijerat kabel hingga meregang nyawa. Saat ditemukan kondisi mayat sudah membusuk. Di tubuh korban ditemukan luka memar dan bekas sundutan rokok. ke halaman 11
PALEMBANG, SRIPO — Belum ada kepastian dari PT Bayu Jaya Lestari Sukses (BJLS) selaku pengelola Palembang Square Mall membuat pihak Carrefour bersiap mengambil langkah jalur hukum. Carrefour bersikeras tetap beroperasi seperti biasa meski PT BJLS meminta untuk tutup pada 14
Agustus mendatang. Corporate Affair Director Carrefour Indonesia, Irawan D Kadarman didampingi Regional ManagerCentral Regional Pamrihadi Wiraryo kepada wartawan mengatakan, pihaknya (Carrefour) tidak menerima ke halaman 11