SRIWIJAYA POST
SELASA 17 DESEMBER 2013 ECERAN RP 2.000
28
HALAMAN
MANAGED BY
Spirit Baru Wong Kito
Lagi-Lagi Yulius Gagal Diperiksa
PADAT — Ratusan kendaraan berjalan merayap terjebak macet di atas Jembatan Ampera, Senin (16/12). Pengendara mengeluhkan kondisi ini, waktu tempuh melintasi Jembatan Ampera lebih satu jam.
SRIPO/SYAHRUL
Hindari Macet di Jembatan Ampera
Warga Pilih Kos Dekat Kantor PALEMBANG, SRIPO — Sejumlah warga mulai mengeluhkan kemacetan yang belakangan sering terjadi di Jembatan Ampera, sebagai salah satu dampak pembangunan flyover di Simpang Jakabaring. Beberapa warga Seberang Ulu yang sehari-hari bekerja di Seberang Ilir bahkan mulai berpikir mencari tempat tinggal alternatif dekat kantornya sampai pembangunan flyover itu selesai. Rasyid Irfandi, warga Jl KH Azhari, Lrg Taman Bacaan, Kelurahan Tanggatakat berpendapat, kemacetan di Jembatan Ampera disebabkan pembangunan flyover se ke halaman 7
PALEMBANG, SRIPO — Untuk kedua kalinya Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Yulius Nawawi gagal diperiksa polisi terkait dugaan korupsi dana Bansos 2008. Kalau sebelumnya lantaran pengacara tidak bisa menemani dalam pemeriksaan, Senin (16/ 12) kemarin Yulius gagal diperiksa karena sedang menghadiri Sidang Paripurna DPRD OKU. Informasi yang diperoleh, Yulius tidak datang untuk menjalani pemeriksaan karena menghadiri Rapat Paripurna DPRD OKU. Rencananya Yulius menjalani pemeriksaan tambahan terkait penetapan penyidik Tipikor Polda Sumsel sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bansos 2008 lalu. Penyidik akan melakukan pemanggilan kembali terhadap Yulius Nawawi untuk melakukan pemeriksaan tambahan yang direncanakan dilakukan penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Polda Sumsel, Selasa (17/12) Pukul 09.00. Kasubdit Tipikor Polda
lagi.
ampera, macetnyo dak ketulungan, apolagi bangun flyover pulo, tambah macet ujung ketemu ujung.
NYIMAS NURAMALIA Byk sbar b, klo sudah jd flyover nyo idak bakal macet lg. Smoga cpt slsai pembangunannyo. Ksian yg kuliah/kerja di arah plaju keno macet trs tiap hari. PAPANYO KAREN Flyover bukan solusi,duplikat ampera itulah jalannyo. Mbil mogok sikok be pucuk
OCT PERENDAY Sekedar saran, untuk travel2 atau becak2 yang ada di pinggir jalan menuju plaju itu jangan di kasih izin untuk mangkal disana, karena itu menghambat kendaraan yang turun dari ampera. Abu Hanafie Buat jalur khusus utk spd motor pada jam pulang kerja dari arah air mancur sampai pangkal Ampera. Bahaya tuh, byk spd motor yg mengambil jalan tengah.
ke halaman 7
Garuda Muda Singkirkan Tuan Rumah satu angka dari Thailand di puncak. Meski memiliki poin sama dengan Myanmar, Indonesia lolos ke empat besar berkat keunggulan head to head atas tuan rumah. Di semifinal, Indonesia akan menantang juara grup A yang sementara ini ditempati Singapura. Namun, posisi Singapura belum aman karena tergantung dari hasil laga Malaysia kontra Vietnam yang menempati posisi kedua dan ketiga. Mengincar tiga poin untuk melaju ke putaran selanjutnya, Indonesia mampu tampil menekan sejak
menit-menit awal. Dua peluang pun mampu dihasilkan oleh skuad asuhan Rahmad Darmawan tersebut. Peluang pertama diciptakan Bayu Gatra saat dia menusuk kotak penalti Myanmar dari sisi kanan lapangan pada menit keempat. Akan tetapi, bola tendangannya masih dapat diantisipasi dengan baik oleh kiper Myanmar, Pyae Phyo Aung. Bayu kembali mengancam pertahanan Myanmar pada menit ke-11. Namun, lagi-lagi dia kurang dapat memaksimalkan peluang untuk mencetak gol karena ke halaman 7
ANTARA FOTO/Deni Mahendra
MENANG — Rahmad Darmawan bersama pesepakbola timnas Indonesia melakukan seleberasi seusai mengalahkan Myanmar Nay Phyo Aung pada pertandingan penyisihan grup B Sea Games ke-27 di Stadion Youth Training Center, Yangon, Myanmar, Senin (16/12). Indonesia menang dengan skor 1-0.
Suap Subri Seret Bambang W Soeharto � Hari ini Polda Sumsel bakal memeriksa kembali Bupati OKU Yulius Nawawi. Akankah dia dengan tegar datang atau mangkir lagi? � Laskar Wong Kito kalah telak lawan Arema. Apakah memang belum optimal atau ada sebab lain, apa komentar para kru dan suporter
� KPK Cegah Politisi Hanura � TTerkait erkait Pembangunan Hotel JAKARTA, SRIPO — Kasus suap terhadap Subri, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ternyata menyeret nama politisi dari Partai Hanura, Bambang W Soeharto, Ketua Dewan Pengarah Bapilu Partai Hanura yang diduga mengetahui pemberian suap yang terhadap Subri. Tak pelak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan cegah terhadap
Bambang W Soeharto. Selain itu KPK juga mencegah Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Praya, Apriyanto Kurniawan, Ketua Pengadilan Negeri Praya H Sumedi, serta dua hakim di Pengadilan Negeri Praya, Anak Agung Putra Wiratjaja dan Dewi Santini. Pencegahan tertuang dalam surat KPK kepada Ditjen Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), No KEP-917/ 01/12/2013, tanggal 15 desember 2013. Dalam surat itu, tertulis mereka dicegah guna kepentingan penyidikan tersangka Subri dan wanita pengusaha Lusita Ani Ra-
YULIUS NA WAWI NAW
BUPATI Ogan Komering Ulu (OKU) menegaskan dirinya siap hadir dalam pemeriksaan di Polda Sumsel, Selasa (17/ 12). “Hari ini (kemarin, Red) Pak Bupati memang menyampaikan nota keuangan APBD SRIPO/ENI OKU 2014 di DPRD karena Yanuar Effendy itu tidak bisa hadir sebagai tersangka dalam pemeriksaan kasus Dana Bansos OKU pada 2008. Kalau besok (hari ini, Red) beliau pasti hadir,” kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab OKU Yanuar Effendy kepada
Indonesia U-23 vs Myanmar U-23
YANGON, SRIPO — Tim nasional Indonesia akhirnya melangkah ke semifinal cabang sepakbola SEA games 2013 seusai mengalahkan tuan rumah Myanmar 1-0 pada matchday keempat Grup B di Stadion Thuwunna, Yangon, Senin (16/12). Raihan tiga poin ini membuat Indonesia menjadi runner-up grup B dengan poin tujuh, kalah
ke halaman 7
Siap Hadir
Semoga Flyover Cepat Selesai RYAN ANDRIAZ Harap sabar n d maklumin bae lur. Yang penting ke depan, kalu flyover sudah selesai dk bakalan macet
Sumsel Kompol Imran Amir ketika ditemui membenarkan akan menjadwalkan kembali pemanggilan terhadap Yulius Nawawi untuk menjalani pemeriksaan tambahan dari kasus dugaan korupsi dana Bansos 2008. “Apakah dia datang atau tidak, ya kita lihat saja besok, YN sudah mengkonfirmasi ia akan datang pada hari Selasa untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus bansos OKU tahun 2008. Jadi kita tunggu apakah datang atau tidak,” katanya Senin (16/12). Lanjut Imran, pemeriksaan tidak dilakukan Senin ini dikarenakan pihaknya mendapat kabar bahwa Yulius Nawawi sedang menghadiri rapat Paripurna di DPRD OKU.
zak. Kader Partai Hanura mengaku terkejut pada pencegahan Bambang W Soeharto. Sebelum bergabung di Hanura, Bambang dikenal sebagai kader Partai Golkar dan pernah menjadi anggota Komnas HAM. “Ya kaget,” kata Ketua DPP Hanura Saleh Husin ketika dikonfirmasi Senin (16/12). Ia mengaku baru mendengar informasi tersebut sehingga akan mengecek dahulu kepada pihak terkait. “Namun apa yang dilakukan KPK ke halaman 7
Andalah Wartawannya Menjadi wartawan bukan hanya dilakukan mereka yang bekerja di surat kabar, namun Anda semua juga bisa. Laporkan peristiwa yang ada disekeliling Anda. Kirimkan melalui email redsripoku@gmail. com. Redaksi
Perda KTR Dicueki PEMERINTAH kota (Pemkot) Palembang melalui Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR) berupaya mengintervensi masyarakat agar menahan diri merokok di tempat umum, pusat perbelanjaan, sekolah, tempat ibadah, restoran atau rumah makan. Namun, Perda KTR nomor 7 tahun 2009 belum dirasa efektif. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, Anton Suwindro, Jumat (13/12) mengatakan, dalam sebuah survei yang digelar oleh lembaga asing independen mengatakan bila tingkat kepatuhan masyarakat Palembang terhadap perda ini baru mencapai 17 persen selama empat tahun ke belakang. “Perda KTR diharapkan dapat menciptakan masya-
rakat sehat, salah satunya mencegah penyakit kanker paruparu. Tapi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap Perda KTR, yakni dengan tidak merokok di tempat umum, tempat kerja, tempat ibadah, arena kegiatan anak, angkutan umum, kawasan belajar mengajar dan tempat pelayanan kesehatan baru 17 persen,” ungkapnya. Menurut Anton, banyak faktor yang menyebabkan Perda KTR belum berjalan maksimal. Banyak tempattempat kuliner baru yang belum mengetahui Perda KTR. Sedangkan bagi pemilik usaha yang tahu, belum berupaya menegur pelanggannya merokok di tempat yang seharusnya dilarang. ke halaman 7