Harga: Rp.2000,Luar Kota + Ongkos Kirim
terbit 16 halaman RABU 19 AGUSTUS 2015 NOMOR 2842 TAHUN IX
INTERNASIONAL Putin kunjungi Crimea, Ukraina Timur memanas P E RT E M P U R A N antara pasukan Ukraina dan pemberontak proRusia di Ukraina timur meningkat dan menewaskan dua pasukan Ukraina dan beberapa warga, bersamaan dengan kunjungan Putin ke Crimea. VLADIMIR Putin. Bentrokan terjadi di pelabuhan Mariupol di tenggara Horlivka, melanggar gencatan senjata menjelang perisapan peringatan hari kemerdekaan Ukraina pekan depan. Pemerintah Ukraina di ibu kota Kiev menuduh kelompok separatis menembaki masyarakat sipil di pinggiran Mariupol. Presiden Ukraina Petro Poroshenko juga menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin sengaja mencoba memanaskan situasi di timur Ukraina dengan mengunjungi Crimea. Menurut Rusia, kunjungan Putin di Crimea selama tiga hari adalah untuk mengadakan pertemuan guna mengembangkan dan mempromosikan pariwisata di semenanjung Laut Hitam itu. Putin tiba di Crimea pada Senin (17/8). “Saya yakin, meskipun terdapat kesulitan, situasi di Ukraina akan meningkat dan Ukraina akan berkembang secara positif,” kata Putin. Namun, eskalasi pertempuran di Ukraina membuat pemerintah dari negara-negara Barat khawatir akan merusak gencatan senjata dan perjanjian damai yang disepakai di Minsk, Belarusia pada Februari lalu. Sementara itu, di Moskow, Rusia, Perdana Menteri Rusia Sergei Lavrov menyalahkan Ukraina atas kekerasan yang terjadi. Ia juga menuduh Ukraina mempersiakan serangan terbaru, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Baca: Putin ( Halaman 2 )
SELEBRITI
Putra Sulut jadi korban pesawat naas Trigana Air Tewas saat jalankan tugas bersama Bupati Pegunungan Bintang Papua Jenasah ditemukan dalam keadaan utuh, keluarga minta dimakamkan di Sitaro
KEDUA anak korban saat ditemui awak media di rumah kawasan Perumahan GPI Mapanget Manado, kemarin. Nampak salah satu anak perempuan memperlihatkan foto ayahnya (foto kanan). Almarhum Oscar Mangonto semasa hidup (foto kiri).(foto: onal/sk)
Manado—Musibah jatuhnya pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 PK YRN, dengan nomor penerbangan IL267, yang jatuh di sekitar wilayah Oksibil Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang Papua, membawa duka mendalam bagi Adelfina Mangonto (25), warga Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), Nomor 26, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Manado. Pasalnya, Oscar Mangonto (50), yang adalah ayah kandung Adelfina, merupakan salah satu penumpang yang menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut. “Saya berharap jenazah ayah segera dipulangkan ke Manado, karena kami akan memakamkan ayah kami di kampung halaman,” ujar Adelfina ketika bersua dengan sejumlah wartawan di rumahnya, Selasa (18/8) kemarin sore. Adelfina yang didampingi adiknya, Yunita Mangonto (20), tak henti-hentinya menangis sambil memegang foto almarhum ayahnya. Beberapa anggota keluarga dan kerabatnya juga terlihat
terus mencari informasi terkini proses evakuasi korban. Anak sulung dari tiga bersaudara ini pun menceri-
takan, sebelum peristiwa itu terjadi. Baca: Putra ( Halaman 2 )
KASUS SUAP
Praperadilan OCK lawan KPK berpotensi gugur Jakarta—Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Made Sutrisna, mengatakan sidang praperadilan tersangka suap OC Kaligis berpotensi gugur sebelum diputuskan. Alasannya, berkas perkara kasus suap hakim sudah dilimpahkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke penuntutan dan akan disidang pada pekan ini. Alhasil, sidang praperadilan yang mengungkap prosedur penetapan tersangka bentrok waktu dengan sidang pembuktian materi perkara. “Secara normatif gugur,” kata Made di Jakarta, Selasa (18/ 8). Made menegaskan, alasan tersebut tertuang dalam Pasal 82 Ayat 1 huruf D Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pasal tersebut menyatakan, “dalam hal suatu perkara sudah mulai
diperiksa Pengadilan Negeri sedangkan praperadilan belum selesai, maka permintaan tersebut gugur.” Sementara itu, Kepala Humas Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Sutiyo Jumagi Akhirno, mengungkapkan majelis hakim untuk sidang OC Kaligis juga telah ditetapkan. “Sidang OC Kaligis Hari Kamis, 20 Agustus 2015. Majelisnya Pak Sumpeno, anggotanya Arifin, Tito Suhud, Alex Marwata, dan Ugo,” ujar Sutiyo di Jakarta. OC Kaligis ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Me-dan. Kaligis merupakan kuasa hukum pemerintah provinsi Sumatera Utara pimpinan Gatot Pujo Nugroho. Baca: Praperadilan ( Halaman 2 )
SALAH satu kapal penangkap ikan milik pihak asing yang diledakkan oleh TNI AL di perairan Kota Bitung, Selasa (18/ 8) kemarin. (foto: epang/sk)
ILLEGAL FISHING
8 kapal pencuri ikan di Bitung diledakkan Bitung—Sebanyak 8 kapal yang terindikasi sebagai kapal pencuri ikan yang beroperasi di lautan Indonesia, Selasa (18/8) kemarin,
diledakkan oleh pihak Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (PSDKP KKP)
sebagai hadiah di Hari Kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, sudah ada 38 kapal yang
ditenggelamkan serentak di sejumlah wilayah termasuk Kota Bitung. Baca: 8 kapal ( Halaman 2 )
RUPIAH
Jaga stabilitas, BI perketat transaksi valas JESSICA ALBA
Liburan sambil Pamer Paha SETAHUN belakangan, ada yang berubah dari tren liburan, terutama di kalangan selebriti. Yang dipamerkan melalui foto-foto di media sosial bukan lagi sekadar panorama indah menggiurkan. Selebriti-selebriti itu juga menyertakan secuil tubuh mereka sebagai foreground. Liburan musim panas di dunia barat menjadi salah satu ajang pamer mereka. Selebriti yang terkena demam itu mengabadikan biru laut, suasana temaram senja, sampai fasilitas kolam renang mewah dengan tambahan tubuh mereka. Biasanya mereka berfoto sembari tiduran di tepi pantai atau kolam. Ponsel atau kamera diarahkan ke pemandangan di depan.
Jakarta—Dalam rangka mengamankan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), Bank Indonesia berencana merevisi sejumlah diktum dari Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.16 tahun 2014 tentang Transaksi Valas antara Bank dengan Pihak Domestik. Perubahan diktum yang
dimaksud adalah batasan (threshold) pembelian valuta asing (valas) yang akan diwajibkan melaporkan bukti-bukti yang mendasari terjadinya transaksi atau yang dikenal dengan underlying transaction. Dari ketetapan saat ini di atas US$ 100 ribu, nantinya transaksi valas mulai dari
US$ 25 ribu wajib menunjukkan underlying transaction. “Untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, Kami berinisiatif untuk mengatur pembelian valas di atas US$ 25 ribu dengan menggunakan underlying transaction dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan nanti dikeluar-
kan dalam bentuk PBI,” ujar Gubernur BI, Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa (18/8). Agus mengungkapkan, adanya penurunan threshold tadi dimaksudkan agar pairing Rupiah tetap stabil lantaran ketersediaan valas dapat dipantau secara lebih mudah. Adapun pengetatan pengawasan terhadap transak-
si di pasar valas makin krusial setelah rupiah mengalami depresiasi yang didominasi oleh sentimen eksternal seperti antisipasi investor atas rencana kenaikan suku bunga acuan AS dan kebijakan Quantitative Easing milik Bank Sentral Eropa. Baca: Jaga ( Halaman 2 )
Dari Perayaan HUT Ke-70 RI
Warga Pulau Kera merasa belum merdeka
Baca: Liburan ( Halaman 2 )
Rakyat Indonesia sudah merayakan HUT Ke-57 Kemerdekaan RI dan semua daerah tentu sudah merasakan langsung pembangunan di segala sektor. Namun hal ini mungkin tidak berlaku bagi ratusan warga penghuni Pulau Kera, yang masuk ke teritorial Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
POJOK Pandanglah hari ini, kemarin sudah jadi mimpi. Dan esok hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok adalah visi harapan.(Alexander Pope) ANAK-anak Pulau Kera saat menggelar upacara peringatan HUT RI ke 70, Senin (17/8) lalu.(foto: ist)
NOMOR TELEPON/FAX (0431) 841071, FAX: (0431) 841060)
BAGAIMANA tidak, sebanyak 362 jiwa warga penghuni pulau kecil seluas 48,17 hektar ini dianggap pemerintah setempat sebagai penduduk liar. Akibatnya warga yang sebagian
besar berasal dari Suku Bajo, Sulawesi Tenggara, itu tidak bisa menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya. Baca: Warga ( Halaman 2 )
KUNJUNGI www.swarakita-manado.com & www.swaramanado-online.com