Hal 5

Page 1

5

TOP SUMUT

harian.topmetro@gmail.com

SENIN, 8 SEPTEMBER 2014

Pembangunan Gapura Sekolah Persempit Jalan

(TOP METRO/IST)

Pembangunan gapura Jalan Turi di samping gedung serbaguna Kisaran.

KISARAN-TOP METRO Pembangunan gapura pintu gerbang kawasan pendidikan dilingkungan sekitar SMPN 2 Kisaran dan SMKN 1 Kisaran yang sedang dibangun dituding sejumlah warga, menyalahi dan mempersempit pengguna jalan. Akibatnya, pejalan kaki terganggu. Gapura yang dibangun dari Dinas pendidikan Kabupaten Asahan dengan dana APBD Rp149.500.000 ini menjadi sorotan kalangan masy-

arakat apalagi masyarakat sekitar. Diduga pembangunan gapura ada unsur kepentingan dan tidak tepat sasaran. Beberapa warga Nuel Sitohang (30) dan Janes Butar-butar (40) menolak atas pembangunan gapura itu dengan alasan lokasi pembangunan gapura terletak di jalan umum. Nuel mengatakan, saat TOP METRO mampir di kios rokoknya,” memang itu untuk keindahan tapi jalan yang sudah sempit begitu dibuat gapuranya sebesar itu dan itu sangat

membahayakan pengendara mobil yang hendak keluar masuk,” katanya, diaminin janes. Sementara itu, ibu Zahara yang tinggal didalam sekolah serta salah satu pemilik kantin SMPN2 Kisaran mengatakan,” kami pun susah kalau nanti itu dipagar, gimana kami keluar masuk, apalagi pada malam hari entah mau pergi pengajian, yah, terpaksa mutarlah pak dari depan sekolah, memang aneh pak, masak jalan umum dibuat pagar, seperti

Bupati Tunggu Surat Dari Gubsu

DPRD Labuhanbatu Ambil Sikap

RANTAUPRAPAT-TOP METRO Usaha untuk membentuk Provinsi Sumatera Pantai Timur telah mendapat sejumlah dukungan dari beberapa Kabupaten/Kota. Namun Kabupaten Labuhanbatu belum memberikan dukungannya untuk pembentukan provinsi baru di Sumatera. Padahal rencana pembentukan provinsi baru ini telah mendapat dukungan dari sejumlah elemen masyarakat, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif, bahkan dalam waktu dekat recananya pemekaran provinsi tersebut akan di paripurnakan. Dukungan yang belum didapat dari pihak Kabupaten Labuhanbatu tersebut dibenarkan oleh tim komite pembentukan Sumatera

Pantai Timur bahwa hingga kini pihaknya belum mendapat dukungan dari pemerintahan Labuhanbatu. Tiga Fraksi DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, meminta bupati setempat mendukung usulan pembentukan Provinsi Sumatera Timur (Sumtim). “Kami minta kepada bupati untuk menandatangani dukungan itu,” kata anggota DPRD setem-

pat, David Siregar, membacakan pandangan akhir Fraksi Golkar pada rapat paripurna pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2013 di gedung dewan di Labuhanbatu. Bupati L abuhanbatu Tigor Panusunan Siregar saat memberikan sambutan atas persetujuan DPRD terkait dengan laporan pertanggungjawaban APBD 2013 itu, menjelaskan pihaknya telah

Akun Edi Mrando Buat Gerah R.RAPAT-TOP METRO Dalam dua bulan terakhir salah satu akun di dunia maya menghebohkan masyarakat Labuhanbatu. Tidak hanya masyarakat Labuhanbatu yang ada di pelosok Nusantara, tetapi juga sampai ke luar negeri ramai memberikan acungan jempol dan menanggapi keberanian Edi Mrando yang “kritis” terhadap kinerja Bupati Labuhanbatu Tigor Panusunan Siregar yang dinilainya sama sekali tidak melakukan perubahan apa-apa justru semakin membesarnya “korupsi” pada kabupaten yang dipimin Tigor. Tak hanya kritikan “pedas”, Edi Mrando juga memposting karikatur-karikatur pejabat dan “penjilat” orangorang Tigor di Pemkab tersebut. Hal ini membuat gerah aparat pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, walau tidak pernah langsung memberikan tanggapan di akun Edi Mrando, tetapi “kasak-kusuk” yang dipantau Transin-

donesia.co, para pejabat yang dikritisi Edi Mrando mulai mencari tahu siapa jati diri Edi Mrando yang kerap memposting status dan karikaturnya di group Asli Anak Labuhanbatu (AsAL) yang dikelola oleh tokoh pemuda Labuhanbatu, dan Hasriwal AS yang bermukim di Jakarta dan Effendy Baharuddin di Jeddah, Arab Saudi. Group AsAL yang telah memiliki anggota lebih dari 10 ribu itu semakin membuat heboh akun Edi Mrando sampai ke pelosok Labuhanbatu. Edi Mrando bukan siapa-siapa hanya sebuah akun facebook yang setia memposting kritikan segala kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Labuhanbatu, khususnya Bupati dan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris daerah (Sekda) Labuhanbatu. Edi Mrando membuat “geger” dunia maya itu banyak mendapat simpati dan dukungan berbagai kalangan di daerah itu. Tidak hanya di Rantau-

prapat, Edi Mrando juga mendapat dukungan dari warga pesisir dan warga yang berada jauh dari pusat kota. Maklum saat ini untuk mengakses internet dan dunia maya cukup dengan hp biasa dengan biaya yang sangat murah. “Sepertinya ada orang dalam yang bermain bang, tak mungkinlah dia tahu semua seluk beluk pemerintahan kabupaten Labuhanbatu ini,” ujar salah seorang pengguna facebook yang setiap hari memantau akun Edi Mrando. Walau kritikan yang dilontarkan begitu pedas, namun sampai berita ini belum ada satu pun pejabat Pemkab L abuhanbatu yang melakukan klarifikasi terhadap postingan yang dilakukan oleh Edi Mrando tersebut. Besar kemungkinan pihak Pemkab kewalahan untuk mengkounter akun facebook tersebut karena minimnya pejabat Pemkab L abuhanbatu yang menguasai teknologi informasi. (h.rambe)

Situasi Tak Kondusif Gagalkan Pembangunan LUBUK PAKAM-TOP METRO Upaya percepatan pembangunan daerah tidak akan terlaksana dengan baik, jika situasi dan kondisi daerah tidak kondusif, yang ditandai dengan munculnya berbagai potensi yang mengarah kepada timbulnya konflik. Penegasan itu dikemukakan Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars pada acara pertemuan dan dialog tokoh lintas agama/ pemuka masyarakat se-Kabupaten Deliserdang, Kamis (4/9) di Aula Candana kantor Bupati Deliserdang di Lubuk pakam. Dikatakannya munculnya berbagai kelom-

pok-kelompok radikal akhir-akhir ini seperti isis dan lain-lain merupakan salah satu bukti nyata bahwa agama selalu dijadikan sebagai alat perjuangan untuk suatu tujuan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab karena sangat bertentangan dengan ajaran agama. Inilah yang menjadi tugas kita, kata Wakil Bupati Deliserdang H. Zainuddin Mars dihadapan 150 peserta tokoh lintas agama, terlebih ditengah derasnya tantangan kecendrungan menurunnya moral bangsa dan akhlaq budi pekerti umat khususnya dikalangan anak-anak generasi muda kita. (ref)

menyurati Gubernur Sumut terkait dengan persetujuan pemekaran. Jika nantinya surat dibalas, katanya, barulah dirinya menentukan sikap. “Sampai sekarang surat saya itu belum dibalas. Kalau dibalas baru kita dukung,” katanya. Namun Tigor pada kesempatan itu terkesan enggan membeberkan isi surat yang dilayangkannya kepada Gubernur Sumut. (h.rambe)

Dinsosnaker Binjai

Diduga Buang Anak Terlantar BINJAI-TOP METRO Meski Pemerintah Kota Binjai membahas dana pembinaan sosial bagi anak jalanan dan program pembinaan anak terlantar dengan anggaran mencapai Rp500 juta bahkan disahkan DPRD Binjai yang menjadi APBD Kota Binjai dan dialokasikan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, namun masih ada juga ditemukan anak terlantar yang tidak dibina bahkan dibuang oleh Dinsonaker Binjai. Salah satunya, Cinta Cahaya Boru Simbolon (17), warga, Rihit, Kabupaten Tarutung. Malang benar nasibnya begitu terdampar di kota Binjai, dirinya hingga kini tak kunjung diperhatikan Pemko Binjai. Menurut Nahzrah Ilnu Lubis warga Lingkungan II, Kelurahan Timbang Langkat, Kecamatan Binjai Timur, belakangan ini dirinya selalu melihat anak tersebut. “Saya tengok anak wanita itu, tidur tak jelas, awalnya tidur di mesjid, sudah itu tidur diteras rumah orang, mengingat dia seorang wanita saya bawa ke

pekarangan pribadi pak,” cetusnya, kepada TOP METRO. Terpisah, Eben Ezer Siregar SH DPRD terpilih dari Partai Hanura mengatakan juga turut kecewa pembangunan gapura yang membuat akses jalan semangkin sempit, apakah Dinas Pendidikan tidak mensurvei lokasi sebelum membuat gambar dan serta kegiatannya, kenapa pula gapura itu dibangun dipasang pagar seperti milik pribadi sekolah. (tecimaster)

rumah dan tidur tinggal dirumah saya,” ujarnya, Kamis (4/9). L anjutnya, Nahzrah pun berinisiatip membawa Cinta ke Dinsosnaker Binjai tepatnya di Kelurahan Kebun L ada, Kecamatan Binjai Utara, namun sesampainya disana anak itu tidak diterima Dinsosnaker Binjai. “Malah diusir di Dinsos, bahkan Kepala Dinas mengatakan pulangkan tapi hanya sebatas naikan ke motor aja,” katanya kepada TOP METRO, sembari menirukan bahasa Kepala Dinsosnaker Binjai, Nani Sundari ketika ditemui dikediamannya. Rina Agustini selaku Kabid Pemberdayaan Dinsosnaker Kota Binjai ketika dikonfirmasi TOP METRO membantah bahwa anak itu dibuang,” sudah kita antar ketempatnya dan keluarganya,” tepisnya. Tapi ketika disinggung siapa keluarga anak tersebut dirinya bungkam dengan alasan dia mengatakan dirinya tidak mengetahui mengantarnya. ”Tanya aja kadis,” pintanya. (tanjung)

RANTAUPRAPAT-TOP METRO Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara menyoal pembayaran Bea Pengalihan Hak Tana Bangunan (BPHTB) PT Umbul Mas Wisesa tahun 2013. Pembayaran BPHTB PT Umbul Mas Wisesa tahun 2013 berdasarkan NJOP tahun 2012, ini tidak sesuai, kata H Marwan Efendi selaku Badan Anggaran (Banggar) pada pembahasan Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun 2013 digedung DPRD Labuhanbatu. Dikatakannya, hal itu diketahui mereka berdasarkan koreksi Banggar. Seharusnya pembayarannya berdasarkan NJOP tahun 2013, sehingga ada kekurangan pembayaran. Untuk itu segera lakukan kutipan kekurangannya,” ujarnya. Sorotan juga dilayangkan Komisi C yang dibacakan Puji Hartoyo, tahun 2013 perusahaan itu mendapat Hak Guna Usaha (HGU) dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan telah membayar pajaknya. Namun yang dibayarkan tidak sesuai dengan tahun 2013. Masih terdapat kekurangan pembayaran sekitar empat miliar. Kalau ini ditarik, dana tersebut dapat digunakan untuk pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu,” katanya. Dahlan Bukhori selaku anggota DPRD, meminta kepada Pemkab Labuhanbatu untuk segera mengambil sikap. Kekurangan itu harus sudah dibayarkan, pintanya usai rapat diskors. (H.Rambe)

Lagi, Bangunan Misterius Di Deliserdang KUTALIMBARU–TOP METRO Setelah bangunan misterius muncul di SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kutalimbaru, Kab. Deliserdang, kini muncul lagi bangunan yang sama di SD Negeri 101846 Kutalimbaru. Bangunan permanen berdiri di lapangan sekolah tersebut yang saat ini sudah mendekati rampung pengerjaannya. Namun tidak diketahui siapa yang membangun gedung tersebut, karena tidak ditemukan plang data proyek di sekitar bangunan. Kepala SDN 101846 Rakut Tarigan SPd ketika ditemui di sekolah itu, Jumat (5/9) mengaku gedung yang tengah dikerjakan di lapangan sekolah itu adalah gedung untuk perpustakaan untuk sekolah yang dipimpinnya. Katanya, pihaknya hanya menunjukkan lokasi tempat dibangunnya gedung itu. Selanjutnya pihak sekolah tidak campur untuk semuanya. Setelah selesai dikerjakan nanti lalu kita terima kunci dan dimanfaatkan dengan mengisi bahanbahan perpustakaan. Namun Rakut tidak menampik kalau bangunan tersebut merupakan proyek Dinas Dikpora Deliserdang. (syam)

Proyek Tembok Penahan Tak Sesuai Bestek SEI KEPAYANG-TOP METRO Proyek tembok penahan salah satu item program peningkatan struktur dan pembentukan badan jalan provinsi dari wilayah Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan menuju wilayah Labuhanbatu Utara (Labura) yang dilaksanakan oleh PT. Res Karya berbiaya sebesar Rp10.861.882.400 milyar diduga tidak sesuai dengan bestek. Sebahagian program UPTD Dinas PU Bina Marga Tanjungbalai yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Sumatra Utara 2014 itu diduga dikerjakan tanpa

menggunakan kayu cerocok. Seorang warga Kecamatan Sei Kepayang Timur Kabupaten Asahan yang enggan menyebutkan namanya, Minggu (7/9) dilokasi proyek itu mengatakan, pemasangan tembok penahan yang merupakan dari salah satu item pekerjaan peningkatan struktur dan pembentukaan badan jalan provinsi itu sebahagian tanpa menggunakan kayu cerocok. “Bila dikerjakan tanpa menggunakan kayu cerocok dikhawatirkan tembok penahan yang dikerjakan itu tidak bisa bertahan lama. Sepengetahuanku tidak pernah ada ter-

lihat pegawai dari Dinas PU Bina Marga datang untuk mengawasi proyek yang sedang berjalan itu,” katanya. Menurut saksi mata ini, tembok penahan yang tanpa menggunakan kayu cerocok itu langsung ditutupi dengan pemasangan batu padas. “Memang sepintas tidak terlihat namun bila dicungkil pasti kelihatan bangunan tersebut tanpa menggunakan kayu cerocok,” terangnya. Sementara itu Sahman (50) warga Desa Sei Pasir Kecamatan Sei Kepayang Timur mengatakan, pelaksana proyek peningkatan struktur dan pembentukan badan

jalan provinsi yakni PT. Res Karya. “Kami bersukur atas banyaknya pembangunan di desa ini. Namun kami tidak menginginkan hal yang serupa terjadi lagi. Tembok penahan sebelah kiri ini dikerjakan pada tahun 2012 lalu namun sudah banyak yang tumbang,” katanya. Dia menambahkan, pengrjaan tembok penahan tanpa menggunakan kayu cerocok itu bisa saja terjadi. “Minimnya pengetahuan warga desa ini dibidang proyek memungkinkan bagi pelaksananya untuk mengerjakan proyek ini diluar dari ketentuan bestek,” katanya. (tecimaster)

Pisah Sambut Kapolres Deliserdang Sukses L.PAKAM-TOP METRO Pisah sambut Kapolres Deliserdang dari Kapolres yang lama AKBP Dicky Patria Negara SH, SIK, MSi dengan Kapolres yang baru AKBP M Edi Faryadi SH, SIK, MH berlangsung di Aula Polres Deliserdang, Selasa (2/9) malam di Lubuk Pakam. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars beserta istri, Unsur FKPD, Sekdakab Drs H Asrin Naim beserta Istri, Asisten I H Safrullah S.Sos MAP,

Pimpinan SKPD, pimpinan OKP, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, seluruh jajaran Polres Deliserdang dan undangan lainnya. Dalam acara pisah sambut yang penuh kekeluargaan itu diwarnai dengan pemberian dan pemakaian seperangkat pakaian adat Melayu kepada Kapolres Deliserdang yang baru AKBP M Edi Faryadi SH,SIK,MH beserta istri oleh Wabup H Zainuddin Mars, demikian juga pemberian cendramata

sebagai kenang-kenangan kepada Kapolres yang lama AKBP Dicky Patria Negara SH, SIK, MSi beserta istri. AKBP Dicky Patria Negara SH, SIK, MSi akan menempati jabatan baru sebagai Waka Korbintarsis Dit Bintarlat Akpol Lemdiklat Pol menyampaikan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Deliserdang. Kapolres Deliserdang AKBP M Edi Faryadi SH,SIK,MH tamatan Akpol Tahun 1996 yang sebelumnya bertugas

sebagai Kapolres Toba Samosir pernah juga menduduki jabatan diantaranya sebagai Kanit Serse Percut Seituan, Kapolsek Pancurbatu, Kapolsek Parapat, Kasatreskrim Polres Asahan dan sempat bertugas di daerah Timika Papua ini dalam sambutan perkenalannya merasa bangga dan haru melihat kekompakan yang ditampilkan seluruh Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) beserta jajarannya di wilayah Deliserdang. (ref)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
Hal 5 by Harian Top Metro - Issuu