2
Website: www.hariantopmetro.com
SAMBUNGAN
harian.topmetro@gmail.com
SENIN, 8 SEPTEMBER 2014
Bukti Israel Kewalahan Di Gaza memastikan Hamas tidak akan kembali mempersenjatai diri dan dana sumbangan akan sampai ke kantong-kantong rehabilitasi yang terkena serangan operasi tujuh pekan militer Israel. Dokumen itu diharasiakan dan diperoleh secara eksklusif oleh
harian Ha’aretz. Dokumen dua halaman itu mungkin berperan penting saat utusan-utusan Hamas dan Israel melanjutkan negosiasi sebuah gencatan senjata tetap. Berdasarkan laporan harian Ha’aretz, dokumen itu ditulis oleh
pegawai di Kementerian Luar Negeri Israel dan melibatkan diplomat-diplomat Eropa. Dokumen itu antara lain mengusulkan empat alternatif untuk menempatkan pasukan, pasukan Uni Eropa, pasukan barat, pasukan PBB, atau pasukan
Artis ini Bunuh Suami tahun, dengan menggunakan susu yang dicampuri racun. Prinzo yang kehilangan kesadaran dicekik tersangka hingga tewas. “Setelah tewas, Prinzo dikubur oleh Shruti yang dibantu lima orang lainnya di sebuah distrik di selatan negara bagian Tamil Nadu,” lapor Times of India seperti dilansir alarabiya.net, Ahad (7/9). Dari penyelidikan yang dilakukan, kepolisian India menyatakan
Prinzo didesak untuk membuat film porno lantaran terlibat utang dengan mitra bisnisnya. Lantaran putus asa, Prinzo meminta istrinya untuk ambil bagian dari film tersebut. Namun, istrinya menolak. “Ke pergi ke Bangalore, Shruti merencanakan pembunuhan itu dengan menghubungi mitra bisnis Prinzo. Dari kontak itu, munculah ide susu beracun,” kata salah seorang penyelidik.
Usai melaksanakan aksinya, mitra bisnis Prinzo menyita sejumlah uang tunai sebesar $ 125 ribu dan barang-barang berharga. Selanjutnya, Justin, adik Prinzo terkejut dengan tidak ada kabar dari kakaknya itu. I apun melapor kepolisian, dan tak lama kasus ini terungkap.Kepolisian menangkap mitra bisnis Prinzo dan Shruti dalam waktu bersamaan. (tmp)
Jamaah Haji Indonesia Dijambret di Madinah MADINAH - TOP METRO Seorang jamaah haji asal Pekalongan Khumaisah binti Abdul Goni (62) melapor dijambret di sekitar Masjid Nabawi, Madinah. Sang jamaah mendapat bantuan untuk membayar dam, sementara biaya hidup sang jamaah akan ditanggung bersama-sama oleh jamaah lain. Khumaisah berangkat dari embarkasi Solo dengan kloter 4. Dia mengaku menjadi korban penjambretan di area Masjid Nabawi. Pelakunya tak lain adalah orang Indonesia yang berpura-pura
menjadi petugas haji. Orang Indonesia bersegaram khas petugas haji itu pun menggondol uang saku sebesar 1.500 riyal yang diperoleh dari pengembalian BPIH Kemenag. Khumaisah pun hanya bisa menangis saat melapor ke petugas haji. Khumaisah akan mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah yakni uang untuk membayar dam sekitar 500 riyal. Sedangkan living cost nya masih akan dibahas pembimbing ibadah bersama jamaah lainnya. “Pukul 14.00 nanti saya akan ke
pemondokannya di Sektor 3 untuk membahas dengan jamaah lain apakah bisa membantu untuk living cost-nya,” kata konsultan ibadah ?PPIH? di Daker Madinah, Abdul? Choliq. Diharapkan para jamaah yang berasal dari satu daerah atau bahkan daerah lain dapat bahu membahu memberikan dana untuk Khumaisah yang baru beberapa hari sampai di Tanah Suci itu. Penyerahan dana bantuan itu akan dilakukan di Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Madinah nanti malam waktu Arab Saudi. (tik)
Sinaga Pingsan Digebuki Parmitu Kreta Dilarikan masih sempoyongan, korban pun membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan, Minggu (7/9) dinihari. Di ruang tunggu Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) korban bercerita, saat mengendarai kreta Supra BK 4142 OY, Jumat (5/9) malam dari rumahnya di Jl Karya Dame, Medan, korban langsung ke rumah kerabatnya bermarga Simatupang di Jl Kawat 1 Ujung Tol, Kelurahan Tanjung Mulia. Tujuannya untuk memenuhi undangan. Namun, di perempatan Jl Almunium, korban bertemu dua temannya, salahsatunya bermarga Sihombing mancung. Dari obrolan dua temannya itu, korban diajak untuk minum tuak. Gayung pun bersambut, dan korban
menerima ajakkan itu. Korban bertemu kembali dengan pelaku yang sampai duluan di pakter tuak boru Purba di simpang tol Tanjung Mulia. Minuman pun dipesan hingga beberapa teko yang telah dioplos (dicampur) anggur Kambing Putih (kamput). Gelagat tak baik pelaku rupanya sudah direncanakan. Berselang beberapa jam, pelaku pun putar otak. Dengan dalih kurang puas, pelaku mengajak korban kembali untuk lanjut ke Cafe Mami di Pasar Palapa Pulo Brayan. “Kentang Lae! Kita lanjut aja ke Cafe Mami Brayan,” ucap pelaku yang ditirukan korban di Polsek Medan Labuhan. Dengan bonceng tiga, korban lalu dibawa ke Pasar Palapa, Brayan
dengan memotong jalan. Korban yang tak curiga menuruti saja apa kemauan para pelaku. Belum lagi sampai di Pasar Palapa, Brayan, kedua pelaku membawa korban ke tempat sunyi di Jl Bambu Desa Helvetia. Di tempat tersebut korban langsung dikeroyok dan dipukuli hingga babakbelur dan pingsan. Bahkan korban yang telah pingsan itu ditendang hingga masuk ke dalam parit dan kretanya dibawa kabur. Kapolsek Medan Labuhan Kompol Ronny Octavianus Sitompul membenarkan terjadinya perampokan terhadap korban.”Kasus masih kita lidik. Nama pelaku sudah kita kantongi tinggal pengejaran saja,” kata Ronny. (tok)
Kadissosnaker Binjai Ancam Wartawan ancam Nani Sundari, Kepala Dinsosnaker Binjai dengan nada tinggi saat ditemui TOP METRO di Gedung DPRD Binjai, Jumat (5/ 9) siang. Saat itu, Nani baru saja usai menghadiri rapat paripurna di gedung dewan. TOP METRO yang melihat dirinya, langsung menghampiri dan mengajukan pertanyaan seputar kasus yang terjadi di APBD 2013 pada pos Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Binjai. Mendapat pertanyaan tak disangka-sangka seperti itu, Nani bukannya memberikan jawaban, malah mencak-mencak. Tak ayal, reaksi Nani yang seperti orang kalap itu menarik perhatian sejumlah pejabat Pemko Binjai yang juga baru usai mengikuti sidang di gedung dewan.
“Kau tidak ada konfirmasi membuat berita itu,” teriak Nani lagi dengan nada masih tinggi. Namun cercaan Nani itu tak membuat TOP METRO undur ke belakang. Kepadanya dijelaskan, bahwa upaya konfirmasi sudah dilakukan, yakni kepada Kepala Bidang Rehabilitasi Anak Jalanan, Darwan Barus, serta kepada Kepala Bidang Pemberdayaan, Rina Agustini. Konfirmasi kepada kedua bawahan Nani dilakukan setelah dirinya yang coba ditemui di kantornya tidak berada di tempat. Namun, hal ini tak juga membuat emosi Nani menjadi reda. Terlepas dari sikap Nani yang kurang pantas itu, perlu diketahui bahwa pemberitaan kasus dugaan
korupsi ratusan juta rupiah di Dinsosnaker Binjai ini juga rawai digunjingkan warga kota rambutan ini. Bahkan, kalangan dewan juga tak luput membahasnya. Seperti Fraksi PPP DPRD Binjai, misalnya. Dalam rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Walikota Binjai di Gedung Dewan, juru bicara partai berlambang ka’bah ini, Maruli Malau, juga menyoroti kasus dimaksud. Bahkan, melalui Maruli Malau, Fraksi PPP meminta dengan tegas kepada Walikota Binjai, HM Idaham untuk mengevaluasi jabatan Kepala Dinsosnaker, Nani Sundari, dan menggantinya dengan pejabat lain yang dinilai lebih jujur dan layak menjalankan amanah yang diberikan. (tanjung)
Gembong Perampok Rp5 M Tertangkap hendak kabur ke Batam. "Akhirnya kita berhasil menangkap otak pelaku perampokkan, A dari Pelabuhan Dumai. Saat kita amankan, dia hendak berangkat ke Batam. Dan selama ini, A bersembunyi di Madina, Padang Sidempuan, Kota Pinang, lalu Dumai," ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram, kemarin. Menurut Wahyu, A ditangkap dari persembunyiannya berdasarkan pengembangan penyelidikan. Dimana, dia (A) diketahui hendak pergi ke Riau dari Kota Pinang. Mengetahui itu, tim yang melakukan pengejaran minta ijin kepada Kapolsek Bagan Sinembah, Kompol Taufik Hidayat Thayeb dan diberi tawaran agar melakukan pencegatan di perbatasan Riau. Namun, diperjalanan, lanjut Wahyu, pengejaran terhadap A berkembang. Antara lain., tim merasa takut kalau perburuan terhadap A sudah diketahui yang bersangkutan, sehingga merubah rute pelariannya. Karena
pertimbangan hal ini, tim pun meminta agar dihubungkan dengan pihak Pelabuhan Dumai untuk memperlambat / menunda keberangkatan kapal feri menuju Batam. "Setelah kita tahu jika A akan pergi ke Riau, tim melakukan pengejaran. Guna lebih mudah menangkap A, kita juga berkordinasi dengan Kapolsek sekitar. Meski begitu, kita tak langsung mencegat A, sebab kita takut gagal, dan A malah merubah rute pelariannya. Dan kita meminta untuk dihubungkan pada Pelabuhan Dumai. Dan alhasil, tebakan kita pun berhasil. A tiba di Pelabuhan Dumai dan hendak menaiki kapal feri menuju Batam. Dan disaat itulah A kita bekuk," jelas mantan penyidik KPK ini. Disebutkan perwira berpangkat satu melati dipundaknya ini, saat mengamankan A, tim juga berhasil mengamankan uang sebesar Rp16 juta. "Dari pengakuan A, saat kabur dirinya hanya membawa uang sebesar Rp50 juta, dan selebihnya
disimpan di suatu tempat di kawasan Medan. Selanjutnya A kita boyong ke Polresta Medan dan diinterogasi terkait lokasi penyimpanan uang hasil kejahatannya. Setelah A memberitahu dimana dirinya menyimpan uang, tim pun langsung menyisir lokasi dan mendapati uang sebesar Rp.524.750.000," ujar Wahyu. Dijelaskan Wahyu lagi, sampai saat Minggu (7/9) malam, tim gabungan telah berhasil menangkap pelaku perampokkan dengan jumlah total 12 orang. "Kini telah 12 orang kita tangkap. Dimana perinciannya, 2 ditangkap di Medan, H ditangkap di Langkat, M dan ditangkap di Air Batu, Asahan, S ditangkap di Madina, R dan suaminya ditangkap di Medan, De dan 3 orang lainnya yang menikmati / menyembunyikan hasil kejahatan ditangkap di Medan dan A ditangkap di Dumai, Riau. Dan kini kita juga sudah menyita uang tunai sebanyak Rp2,109M (Rp 1.959 uang tunai + emas senilai Rp. 150 juta)," rinci Wahyu. (ardi)
Mengajak Makan Malam mentraktirmu.” Cik Mina : Benar ya? Makan di resto mana? Kelas berapa?” Bang Ocim: “Asalkan Adik datang kepada diriku, rumah makan di seluruh kota Adik pilih
sendiri.” Cik Mina : “Aku kuatir rumah makan yang kupilih nanti, Abang tak mampu mengundangku.” Bang Ocim: “Percayalah akan kekuatan dan kemampuan
Pendiri: H Suhardi SE Susilo Suratin Hendri Suyatno Penerbit Pimpinan Umum erusahaan Pimpinan P Perusahaan edaksi Pimpinan R Redaksi edaksi Wakil Pimpinan R Redaksi
: : : : :
PT. Arma Anugerah Abadi H Suhardi SE Budi Aprianto Susilo Suratin Hendri Suyatno
ekonomiku.” Cik Mina : “Kalau begitu baiklah. Yuk, ntar kita ke rumah Abang, biar istri Abang sajalah yang memasak untukku nanti...”
NATO. Pasukan itu, sebagaimana disebut dalam dokumen, bertugas memantau perbatasan Rafah di
sisi Palestina yang menghubungkan jalur Gaza ke Mesir. Pemantau bertujuan untuk memastikan tidak ada senjata yang
diselundupkan. Xinhua melaporkan pembicaraan tidak langsung antara Hamas dan Israel diperkirakan akan
diperbarui pada akhir September dan topik tentang penempatan pasukan internasional di jalur (dtc) Gaza mungkin akan muncul.(dtc)
Mega: ‘Saya Bisa Ngamuk Lho Pak Kalla! Kalla,” ujarnya saat memberi sambutan pada acara Silaturahmi Fraksi PDI Perjuangan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Ahad, 7 September 2014. Kalla yang dimaksud oleh Megawati ialah Jusuf Kalla, wakil presiden terpilih yang hadir pada acara tersebut bersama Joko
Widodo, presiden terpilih. Menurut Mega, kemarahan yang ia tujukan pada kader bertujuan melecut semangat agar terus bekerja keras. “Saya katakan pada anak-anak bahwa apakah masih kurang kita 10 tahun berada di luar pemerintahan,” ia menjelaskan. Mega merasa tak sia-sia bila
usahanya untuk melecut semangat kader berbuah hasil memuaskan, yakni memenangi pemilu presiden 2014. “Kemenangan tersebut merupakan hal yang luar bisa serta sangat berarti bagi bangsa dan juga PDI Perjuangan,” ujarnya diikuti tepuk tangan kader PDI Perjuangan.
Meski demikian, Presiden Indonesia kelima ini meminta maaf kepada kader karena kerap marah-marah. “Sebagai ketua umum partai, saya minta maaf karena sering ngamuk-ngamuk. Namun bagi anak-anak di partai hal itu sudah biasa,” katanya. (tmp)
70 PSK Dolly ‘Dititipkan’ ke Kediri Para PKS Dolly tersebut dikirim oleh Pemerintah Kota Surabaya ke salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Dinas Sosial Pemprov Jatim. Mereka dikirim setelah tertangkap oleh petugas gabungan yang melakukan razia, pascapenutupan Dolly 18 Juni 2014 lalu. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jawa Timur Budi Yuwono mengatakan, pengiriman mantan PSK Dolly ke UPT Rehabilitasi Sosial
Tuna Susila di Kediri dilakukan oleh Pemkot Surabaya usai Lebaran Idul Fitri. “Sampai saat ini jumlahnya mencapai 70 orang,” ujar Budi Yuwono, Minggu (7/9). Selama di UPT Rehabilitasi Sosial Tuna Susila yang menjadi satu-satunya tempat bimbingan khusus PSK di Jatim, 70 orang PSK tersebut diberi berbagai bimbingan oleh petugas yang ada di sana. Mulai bimbingan sosial, kesehatan, keagamaan, hingga
bimbingan keterampilan. Khusus keterampilan, materi dan praktek yang diberikan kepada PSK meliputi, tata boga, tata rias, bordir, sablon, hingga berbagai ketrampilan olahan pangan, misalnya bagaimana menjual pangsit atau roti. Budi Yuwono mengatakan, agar para wanita itu tak lagi menggeluti dunia prostitusi, bimbingan yang diberikan kepada para PSK minimal tiga sampai empat bulan.
Dengan begitu, usai menjalani pendidikan, mantan PSK dapat dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Di sana, mereka diharapkan membuka usaha mandiri untuk perekonomiannya guna mendapatkan uang secara halal. “Ketika memulai membuka usaha baru tersebut, mereka kita beri modal stimulan. Misalnya, yang mau membuka usaha jahit, akan diberi mesin jahit,” ujar Budi. (pkc)
Bandit Berklewang Rampok Motor Mahasiswa USU 7 ini lenyap digondol para perampok. Informasi diperoleh di Polsek Sunggal, Minggu (7/9) sore pukul 15.00 WIB, peristiwa perampoklan yang dialami pemuda asal Dumai, Pekan Baru ini terjadi saat korban yang berkendaraan sendirian tengah mencari makanan di kawasan Jl Setia Budi Medan. Namun saat melintas di kawasan cukup sepi disekitar Jl Sei Serayu Medan, motor korban tiba-tiba dipepet oleh empat pria mengendarai dua motor bebek. Sejurus
kemudian, motor korban dipaksa berhenti, dan seorang di antara empat pelaku turun dengan menenteng klewang dan langsung mengarahkannya ke dada korban. Sementara, salah seorang pelaku lainnya mengancam korban agar menyerahkan sepeda motornya. Di bawah ancaman klewang, korban pasrah saat para pelaku membawa kabur motor yang masih dalam masa kredit itu menuju arah berlawanan. Setelah menenangkan diri, korban pun membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Medan
Sunggal. Kepada TOP METRO, korban mengatakan bahwa dirinya tak bisa berbuat apa-apa lantaran diancam akan dibunuh. “Mereka ada 4 orang dan posturnya lumayan besar-besar. Aku pun gak berani melawan, karena mereka bawa klewang dan aku juga diancam kalau aku berteriak akan dihabisi. Terakhir kuberikan aja lah sepeda motornya, daripada aku konyol,” ungkap Aan. Ditambahkannya bahwa ia berharap agar pihak kepolisian dapat menangkap para pelaku yang
mengancam nyawanya dan merampok sepeda motornya. “Aku sudah melapor tadi dan harapanku polisi bisa menangkap pelakunya. Kalau masalah motor, mudah-mudahanlah bisa dapat,” imbuh calon sarjana hukum ini. Ditempat terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Adhi Putranto Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, telah menerima laporan korban. “Akan kita proses laporan korban dan akan kita lakukan penyelidikan terkait para pelakunya,” tandasnya. (ardi)
Sejarah Mencatat Golkar ‘Partai Tak Beruntung’ calon ketua umum DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, saat memaparkan visi misinya dalam Diskusi Panel Nasional yang diselenggarakan Forum Komunikasi Ketua DPD Partai Golkar di Yogyakarta, Ahad (7/9). Di masa mendatang, kata Priyo, Partai Golkar akan berhadapan dengan ‘kekuatan figur’. Padahal, berdasar pengalaman, Partai Golkar memiliki kehebatan dalam membangun mesin politik, tapi keteteran dalam membangun ‘kekuatan figur’ yang potensial dan ‘layak jual’. Kondisi ini yang
membuat Partai Golkar belum berhasil merebut kembali tampuk kepemimpinan nasional. Priyo mengingatkan Pilpres dan Pileg secara serentak di 2019 akan membawa perubahan politik. Model ini, kata Wakil Ketua DPR ini, memberikan peluang yang sangat kuat akan tergerusnya kekuatan institusional partai ke arah kekuatan personal. Persoalan ini akan semakin kompleks dengan melihat kecenderungan tingkat kepercayaan rakyat terhadap partai politik yang terus merosot. Akibatnya kekuatan
lembaga cenderung kalah oleh kekuatan figur personal. “Oleh karena itu, Partai Golkar harus tetap menjaga kekuatan kelembagaannya dimana partai politik tidak saja digerakkan oleh satu figur, tapi sistem. Tetapi pada sisi lain, harus mampu menghadirkan kader-kader terbaiknya untuk memenangkan Pemilu 2019,” papar dia. Jika terpilih menjadi ketua umum Partai Golkar, Priyo mengatakan akan menggunakan seluruh kemampuan untuk menggerakkan seluruh elemen dan
mesin partai untuk kebesaran Golkar. “Dalam usia saya yang menginjak 48 tahun, adalah puncak-puncaknya usia dan semangat untuk bekerja hebat mengkonsolidasi semua lini partai. Saya punya energi untuk datang ke seluruh jenjang mesin partai di propinsi, kabupaten dan kota setanah air,” ungkap dia. Priyo mengatakan tidak akan menjanjikan sesuatu yang mulukmuluk, kecuali sebuah tekad kuat untuk memimpin langsung dan membawa kembali Partai Golkar (rep) menuju puncak kemenangan.(rep)
Dukun Langkat Beri Jampi-Jampi "Sisanya masih kita cari dengan mengorek keterangan dari R," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram, kemarin. Pengembangan kasus perampokan ini memasuki minggu kedua. Menurut Wahyu, pengembangan kasus terus dimutakhirkan dengan menginterogasi para pelaku secara intensif. "Sudah 11 pelaku yang kita tangkap. Mulai dari perencana hingga eksekutor di lapangan. Soal identitas ke-11 pelaku, kita belum bisa menyebutkannya. Mereka semua masih menjalani pemeriksaan terutama untuk keperluan pengejaran pelaku lainnya," urai Wahyu. Dari ke-11 pelaku, Wahyu mengaku barang bukti yang diamankan berkisar Rp2 miliar. Namun ia tak merinci dari pelaku mana saja uang itu diperoleh. "Total uang yang kita sita
sampai saat ini mencapai Rp2 miliar. Itu termasuk sejumlah perhiasan yang dibeli tersangka dengan uang hasil curian," katanya. Selain menyita uang tunai, kata dia, pihaknya juga menyita barang bukti berupa cash cassette penyimpanan uang. "Ada sekitar 3 cassette yang sudah terbakar. Sisanya ada sekitar 39 lagi yang masih utuh," ujarnya. Disinggung kembali mengenai kabar penangkapan otak pelaku dalam kasus ini, Wahyu meminta untuk bersabar. Ia mengungkapkan, setiap pelaku yang telah ditangkap, pasti akan diinformasikan ke sejumlah awak media. "Sabar dulu ya, kita khawatir pelaku lainnya kabur. Kalau sudah tertangkap semua, pasti akan kita informasikan," ujarnya. Sementara, Kapolresta Medan, Kombes Pol Nico Afinta Karokaro, menyebutkan, dari ke-11 pelaku,
7 di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah 7 yang ditahan. Ini yang pasti, dan sudah terbukti," kata Nico. Namun Nico enggan menyebutkan identitas masing-masing tersangka. Alasan dia karena masih proses pengembangan. "Masih di dalami. Perkembangannya nanti akan kami sampaikan," kata Nico. Menurut Nico, salah satu pelaku yang kemarin diamankan adalah seorang dukun berinisial R. Dari tangannya, polisi menyita uang senilai Rp300 juta. "Ada satu orang tertangkap, dia berinisial R. Dia ini dukun," ungkap Nico via sms. Menurut Nico, kaitannya R dengan para pelaku yakni memberikan jampi-jampi kepada pelaku, agar aksi pencurian ini bisa berjalan mulus. Ia menerangkan, sebelum beraksi, R dan para pelaku menggelar ritual
khusus. "Dia (R) memberikan doa-doa, serta keyakinan dengan acara (ritual) khusus. Tersangka menerima uang Rp300 juta. Dia kita tangkap di Langkat," katanya singkat, Minggu (7/9) siang. Ditanya tentang upaya mengevaluasi aturan mengenai para personel yang bertugas dalam pengawalan penyuplaian uang ke sejumlah ATM (anjungan tunai mandiri) dari pihak vendor, Kapolresta Medan enggan berkomentar dan hanya memberi penjelasan bahwa pihaknya masih mendalami kasus pencurian mobil milik vendor penyuplai uang tersebut. Sementara, informasi yang diperoleh TOP METRO dari sejumlah sumber menyebutkan, adapun tersangka yang diamankan masing-masing Zulhamdi, Zainuddin alias Jay Pasaribu, Roy, Dimas Arisandi, Briptu M, Arda Agung, dan R. (ardi)
kelaparan yang mengeong di kegelapan malam. Dia pun segera teringat pada pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah saw, “Apakah berbuat baik pada binatang kami ada pahalanya?” Rasulullah menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.” (HR Al Bukhari dan Muslim). Tanpa pikir panjang, dia pun segera kembali ke rumah, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu. Dia menutup pintu belakang rumahnya. Suara pintu itu bercampur dengan suara istrinya yang bertanya, “Mengapa kamu telah kembali dengan cepat?” dia pun bergegas menuju ke arah istrinya dan mendapati wajah sang istri telah berubah. Dari permukaan wajahnya, terlihat raut kegembiraan. Wanita muda itu berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan.
Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, ada seekor burung hitam yang sangat besar dari langit yang terang hendak menyambar anak kita untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tibatiba, muncul seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu karena si burung badannya gemuk. Namun, akhirnya burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.” Mendengar cerita istrinya, dia hanya tersenyum. Melihat suaminya, sang istri menatap ke arahnya dengan terheran-heran. Keduanya lalu bergegas mendekati anaknya. Mereka menyaksikan demam sang anak sudah mereda dan matanya sudah mulai terbuka. Esok harinya, sang anak sudah mau makan dan sehat seperti sedia kala. (*)
Gara-gara Kucing anak se-makin memburuk. Tidak hanya keadaan anaknya yang semakin memburuk, keadaan ibu-bapaknya pun menjadi buruk akibat kesedihan dan besarnya energi yang dikeluarkan untuk mengobati anak semata wayangnya itu. “Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati karena kami merasa takberdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami,” ujarnya. Ketika kondisi sang anak sudah sangat mengkhawatirkan, ada seseorang yang menunjukkan kepada pasangan muda ini seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal. Mereka pun segera mendatangi dokter tersebut. Saat tiba di tempat praktik dokter itu, demam anaknya semakin tinggi. Dokter itu pun berkata, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia akan meninggal esok hari.” Keduanya kembali bersama sang anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang tubuh sang Ayah memikirkan
anaknya hingga kelopak matanya takmampu terpejam tidur malam hari. Untuk menenangkan diri, dia pun segera shalat dan memohon jalan terbaik kepada Allah. Setelah selesai shalat, dia langsung pergi dengan wajah bermuram durja meninggalkan istrinya yang menangis sedih di dekat kepala anaknya. Ayah muda ini terus berjalan di jalanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk anaknya. Tiba-tiba, dia teringat pada sebuah hadits Rasulullah SAW tentang sedekah yang berbunyi, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” Namun, dia bingung, siapa yang harus dia temui pada waktu malam seperti ini. Dia bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan dikatakan oleh tuan rumah kepada dia jika dia melakukan itu? Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, ada seekor kucing
Dewan R edaksi: H Suhardi SE, Susilo Suratin, Hendri Suyatno, Aldo Dermawan, Bambang Sri Kurniawan, Walman Ritonga SE, Reza Pahlevi, Redaksi: Sekretaris R edaksi: Vera Ramayana, Manager K euangan: Lolita Siregar SIA, Accounting: elaksana: Bambang Redaksi: Keuangan: Accounting:Renny Anggraini Manurung, SE, Redaktur P Pelaksana: edaksi: Irma Yuni, SR Malaon, Chrisfian Bobby, Renny Yulia, Reporter: Juni Ardi Tanjung, R Sri Kurniawan, Kordinator Liputan: Isa Anshari, Staf R Redaksi: emasaran & Iklan: Irwansyah Sinaga, Khairuddin Tanjung, Eddysta, Sani Satria Siregar, Antoni Pakpahan, Zulfikar Afandi, Winsyah, Syafrizal. Manager P Pemasaran ay-Outer: Budi Iqbal, L ay-Outer: Muhammad Azmi, Jack Dongoran, Alfi Syahrin, Mhd Budi, Daerah: Amrullah Tanjung (Binjai), Nasution, Kabag L Lay-Outer: Aking (Belawan), H. Alamsyah Siregar, Refi Arif Siregar (Deliserdang), Tavip Nst, Dahlan Nst (Tebing Tinggi), Erwin Sinulingga (P. Siantar/Simalungun), Lukman Tarigan (Langkat), Syaifur Amri (Langkat), Syahril Rangkuti (Labura), James Sirait (Tobasa), Sayuti Ahmad, Nurhalim, Fachrizal Salim (Lhokseumawe), Jefri Tanjung (Batubara), Techimaster (Kisaran), Aliansyah (Kutacane), Holder Den Rambe (Rantau Prapat), Tarif Iklan: Hitam/Putih (B/W) Umum Display Rp.5000/mm kolom, Iklan Keluarga/Ucapan Selamat Rp. 2500/mm kolom, Iklan Pengumuman Rp. 4000/mm kolom, Iklan Warna edaksi: Jl KH Wahid Hasyim No 96 B-C Medan Tlp. 061-88813296, e-mail: (Full Color) Rp. 20.000//. Harga iklan ditambah PPN 10%. Alamat R Redaksi: harian.topmetro@gmail.com, Nomor Rekening: BRI 0367.01044945501