SENIN. 8 SEPTEMBER 2014
TANAMKAN Mental Juara
MEDAN - TOP METRO Skuat PSMS Medan Junior terus mengasah kemampuan kerjasama tim untuk menghadapi kompetisi Piala Soeratin Cup 2014. Sejumlah kegiatanpun digelar M. Yunus Saragih dari sesi latihan hingga melakukan uji coba dengan klub bola di Kota Medan. Semua itu, untuk melihat 20 pemain secara potensi permainannya. Menurut Yunus dari seleksi yang dilakukan melalui beberapa fase itu, terdapat 20 pemain sesuai keinginannya. Namun, semua pemain tersebut baru 80 persen terbentuk tim sesuai penilaiannya tanpa ada intervensi. dari manajemen PSMS Medan. “Saya ingin pemain itu ada mental juara, jiwa bertarung secara fisik, skill, kemampuan hingga kerjasama tim.
Tapi, tim sesuai saya inginkan baru mencapai 80 persen. Belum 100 persen saya harus kembali mengasah kemampuan mereka menjadi pertarung bola yang handal yang mampu membanggakan timnya dan kota asalnya,”tutur Yunus, Minggu (7/9). Hasil yang baik kerjasama tim skuda Ayam Kinantan Junior, terlihat dalam 3 laga ujicoba saat mejamu klub sepakbola PTPN II Sentis dengan kemenangan 1-0, melawan Popnas dengan skor sama mata 0-0 dan terakhir menggilas Gumarang dengan skor kemenangan 3-0. “Permainan sudah terus meningkat dengan permainan yang baik. Tapi, tidak tutup kemungkinan bila ada pemain saya lirik tanpa intervensi pihak lain, ada yang lebih baik. Saya akan coret
pemain yang ada. Saya mau mencari pemain terbaik bukan pemain titipan,” tegasnya. Yunus harus dihadapi dengan tugas berat. Pasalnya, penggelaran kompetisi akan ditetapkan pada tanggal 9 september 2014 ini untuk melihat jadwal pertandingannya di wiliyah Sumatera Utara. “Besok (hari ini,red) kita lihat kepastiannya. Karena harus ada perwakilan. Jadi, perlu tim yang tanguh dengan permainan yang baik secara maksimal,”katanya. Aditya Dwi Cahyo dkk ditargetkan dalam laga Piala Soeratin Cup 2014 menjadi wakil Sumut yang terbaik dari tim satu daerahnya seperti PSDS, PS Kwarta, Patriot dan Asahan. Jadi, diperlukan kekuatan tim yang baik yang dibentuk
14
hanya waktu dua pekan oleh Yunus. “Saya yakin anakanak bisa bermain baik dengan keinginan saya dan mampu menciptakan prestasi yang baik. Makanya, tiap hari saya terus mengenjot mereka dari latihan yang kita gelar di Kebun Bunga,”jelasnya Dengan kemampuan Yunus atas sejumlah prestasinya yang pernah diukirnya. bersama tim asuhannya menjuari kompetisi. Oleh karena itu, Dia akan mengulangi prestasi terbaik ini dengan membawa PSMS Junior keluar sebagai juara Piala Soeratin Cup tahun ini. Begitu juga, dirinya menanamkan mental juara kepada pemainnya setiap memberikan arahan pada latihan.(malaon)
Evaluasi MEDAN-TOP METRO Setelah mengalami kekalahan atas PSIS Semarang, dengan skor 2-1. Pro Duta FC langsung melakukan evaluasi dengan hasil pertandingan.
K
lub berjuluk Kuda Pegasus tersebut sempat unggul 0-1, Namun babak kedua tim besutan Ansyari Lubis harus kebobolan dua gol. Sehingga Pro Duta gagal mempertahankan puncak klasemen. Pelatih Kepala Pro Duta tersebut langsung melakukan evaluasi terhadap hasil yang diraih Pro Duta. Ia mengatakan kekalahan Pro Duta karena tidak fairnya pertandingan. Pro Duta mendapat intimidasi dari penonton dengan lemparanlemparan. Sementara Wasit yang tidak fair juga menjadi penyebab kekalahan Pro Duta. “Ya, kita kalah. Tapi kan gak fair mainnya. Pemain kita dilempari. Wasitnya juga tidak fair. Permainan kita yang kuasai.
Mereka banyak main di tendangan bebas. Kenapa? karena asal mereka jatuh langsung pelanggaran. Padahal kita tidak melakukan pelanggaran. Tapi kalau kita tidak,”.ungkapnya Minggu (7/9). Menanggapi hal itu, Ansyari mengevaluasi kejadian tersebut. Menurutnya, pemainnya harus sabar ketika mendapati permainan yang negatif seperti itu. Karena menurutnya, jika terpancing emosi, maka permainan kita semakin buyar. “Ya yang kita evaluasi bukan permainan pemain kita. Anakanak bermain bagus. Mereka berjuang hingga akhir pertandingan. Tapi saya hanya mengingatkan agar mereka lebih bersabar ketika mendapatkan permainan negatif seperti kemarin,” ujarnya. Ia menjelaskan Pro Duta habis-
habisan dikerjain wasit. Wasitnya sungguh berat sebelah. Gol kedua Ronal Fagundes dari titik pinalti murni diving dari penyerang Laskar Mahesa Jenar. “Pemain kita tidak melanggar, dikatakan melanggar. Pemain mereka jelas melanggar, kita tidak dapat apaapa. Permainan lanjut. Wah, sungguh luar biasa lah wasit itu,” tandasnya. Menanggapi kepemimpinan wasit yang berat sebelah, Ansyari berharap pengawas dari PT Liga melaporkan kejadian yang sebenarnya saat pertandingan berlangsung. “Kita gak melapor kepada PT Liga, tapi kan ada pengawasnya. Pengawas pertandingan yang melaporkan. Semoga pengawas melaporkan kejadian yang sebenarnya. Dan kepemimpinan wasit itu dilaporkan,” tegas Uwak, panggilan akrab Ansyari.(malaon)
Maafkan Kami, Jak! Kata maaf mungkin tidak dapat menyembuhkan kekecewaan The Jakmania suporter Persija Jakarta- secara seketika. Namun, setidaknya permintaan maaf dari para pemain Macan Kemayoran setidaknya bisa mengikis aksi protes yang mulai meluas. Pemain muda Syahrizal Syahbuddin menuturkan permintaan maafnya yang mendalam. Kendati belum mampu mewujudkan mimpi lolos ke delapan besar, namun seluruh pemain telah berjuang keras hingga darah penghabisan. “Saya tahu kata maaf tidak bisa membayar rasa kecewa kalian (The Jakmania). Tapi asal kalian tahu, kami selalu bekerja keras untuk bisa membuat kalian bangga,” kata Syahrizal. “Tapi, mungkin rezeki belum berpihak kepada kita. Saya bangga bisa menjadi bagian dari kalian dan menjadi bagian dari persija. Terima kasih banyak Jak, les amo,” tambah pemain 20 tahun itu. Persija Jakarta gagal meraih tiket ke babak delapan besar setelah hanya mampu finis di peringkat kelima klasemen dengan 34 poin dari total 20 laga penyisihan grup wilayah barat Liga Super Indonesia (LSI) 2014. Tim elite Ibukota ini tergusur oleh Pelita Bandung Raya (PBR) yang sukses merangsek ke posisi empat klasemen dengan raihan 35 poin. Kapten tim Persija Fabiano Beltrame juga mengajak suporter untuk menyikapi kegagalan secara dewasa. Aksi protes berlebihan terhadap manajemen belum tentu menyelesaikan masalah. “Kami tahu suporter pasti kecewa dan itu wajar. Tapi, kita tidak bisa menyalahkan siapa pun, termasuk manajemen Persija.(nets)
Porkot VI Deli T ahan Timur Tahan MEDAN - TOP METRO Kecamatan Medan Deli dan Medan Timur harus puas berbagi angka di laga pembuka pool A cabang olahraga sepakbola Porkot Medan 2014. Setelah dalam laga pembuka di Stadion Kebun Bunga berakhir dengan skor 1-1,Minggu. Medan Timur lebih dahulu unggul melalui gol Karunia menit ke-33 dan dibalas Medan Deli melalui Aldi Bagus menit ke-68. “Dari awal sudah Saya prediksi bahwa pemain akan terikut bermain lawan. Kami tidak berani memainkan bola. Tapi di babak kedua pemain lebih berani dan kita mendominasi. Sayang, banyak peluang hanya satu yang terkonversi gol,” ujar Suyono pelatih Medan Deli. Dengan hasil ini kedua kecamatan ini harus berlomba menang besar di pertandingan terakhirnya. Kecamatan Medan Timur akan bertemu Medan Maimun (8/9) dan Medan Deli kembali menantang Medan Maimun pada hari Kamis (11/9) di Stadion Kebun Bunga. “Kami harus sama-sama menang di pertandingan terakhir. Minimal untuk
lolos nanti kita harus bisa mendapatkan runner up terbaik,” kata Suyono yang tahun lalu membawa Medan Marelan ke partai final cabor sepakbola Porkot Medan. Sementara di pertandingan kedua pool B, Medan Sunggal berhasil mengalahkan Medan Labuhan dengan skor 1-0. Gol tunggal di pertandingan tersebut dicetak M Rohid menit ke-5. Sementara itu Kecamatan Medan Amplas berambisi untuk hattrik gelar juara di tahun ini. Meskipun enam pemainnya absen karena sudah masuk ke dalam skuad Porwil Medan, mereka tetap optimis. “Kami tetap mencoba mengambil gelar juara kali ketiga di Porkot ini. Meskipun harus tampil pincang tanpa enam pemain utama kami,” ujar Wagner pelatih Medan Amplas. Berikut pembagian grup cabor sepakbola Porkot Medan 2014. Pool A terdiri dari Medan Deli, Medan Sunggal dan Medan Maimun. Poll B terdiri dari Medan Sunggal, Medan Labuhan dan Medan Amplas. Serta pool C terdiri dari Medan Tuntungan, Medan Johor dan Medan Polonia.(malaon)
Kebugaran Pemain Menurun
P
elatih Timnas Indonesia U23, Aji Santoso, mengeluhkan kondisi para pemain yang dinilai mengalami masalah kebugaran. Fisik beberapa pemain kurang prima karena baru membela klub masing-masing di pekan terakhir fase grup Indonesia Super League (ISL), yang berlangsung pada 5 September lalu. Tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia U-19 dijadwalkan berlatih di Spanyol sebelum bertanding ke Piala AFC 2014 di Myanmar pada 9-23 Oktober 2014. Anak asuh asuh Indra Sjafri itu diberikan waktu yang cukup lama untuk melakukan persiapan terakhir jelang bertanding ke ajang kualifikasi Piala Dunia U-20 itu. “Tanggal 10 ini rencananya timnas akan berangkat ke Spanyol. Mereka akan kembali antara 26— 27 September,” kata Sekretaris Jenderal PSSI Joko Driyono di selasela peluncuran Piala Soeratin di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu. Menurut dia, PSSI selaku induk organisasi sepak bola Indonesia memberikan kebebasan kepada pelatih Indra Sjafri untuk menjalankan kreativitasnya dalam menyiapkan timnas yang diharapkan meraih hasil terbaik pada kejuaraan dunia. “PSSI memberikan dukungan pada kreativitas pelatih berikut dinamika yang ada di dalamnya. Yang jelas, PSSI tidak akan mengganggu persiapan Timnas U19,” katanya.
“Pemain perlu memulihkan kondisi. Saya tak menggenjot pemain. Saya harus mengejar agar pemulihan kondisi bisa berlangsung cepat. Pantauan terakhir, kebugaraan memang sedikit menurun,” kata Aji. “Apalagi, setelah tampil di laga terakhir ISL, sejumlah pemain langsung ke Jakarta. Sehingga Senin (8/9) pagi, pemain diistirahatkan,
sore harinya latihan kembali,”. Bahkan penyerang Fandi Eko Utomo belum berada di titik terbaik. Pemain Persebaya Surabaya itu masih berada dalam kondisi 80 persen. Dia masih dalam tahap pemulihan cedera engkel, yang diderita saat menjalani tur bersama timnas U-23 ke Italia, Juli 2014. “Fandi berada dalam kondisi 80 persen,” tutur Aji.(nets)
Latihan
Ke Spanyol
Evan Dimas dan kawan-kawan diharapkan mampu melepaskan kepenatan saat menimba pengalaman ke Spanyol, karena belum lama ini gagal meraih juara di Piala Hassanal Bolkiah, Brunei Darussalam. Meski sudah menetapkan Spanyol sebagai lokasi pelatihan nasional (pelatnas) Timnas U-19, Joko Driyono, yang juga CEO PT Liga Indonesia, belum bisa memastikan siapa tim yang akan menjalani lawan uji coba bagi tim yang biasa disebut Timnas Garuja Jaya itu. “Kami menyerahkan sepenuhnya
kepada pelatih,” kata pria asal Ngawi, Jawa Timur, itu. Sebelum bertolak menuju Spanyol, Timnas U-19 saat ini sudah kembali menjalani pelatnas di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Yogyakarta. Pemusatan latihan itu diikuti semua pemain yang turun di Piala Hassanal Bolkiah beberapa waktu lalu. Sebanyak 22 pemain timnas baru saja menjalani orientasi mahasiswa karena mereka terdaftar sebagai mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Ilmu Olahraga, UNY. (nets)