24
HARIAN PAGI
HALAMAN
SABTU LEGI 8 NOVEMBER 2014 15 MUHARRAM 1435 NO 1291/TAHUN 4
RP 2.000 SPIRIT BARU DIY-JATENG
LANGGANAN RP 55.000 SMS 0274-7122000, 0274-557687 EXT 219
Teroris ke Rumah Amin Kami Bangun di Atas Standar Kemenpera Gunakan Bedil Rakitan SLEMAN, TRIBUN - Hasil penyelidikan sementara Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Semarang, pelaku penembakan mobil Prof Dr HM Amien Rais Kamis (6/11) dini hari menggunakan senjata api dan peluru rakitan. Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Anny Pujiastuti mengatakan selongsong peluru yang ada di dekat lokasi kejadian ditemukan dalam keadaan sudah terpakai atau bekas. Hal tersebut terlihat dari fisik selongsong peluru yang tak lagi utuh atau tidak sesuai standar pabrikan. “Dari selongsong yang ditemukan, peluru yang digunakan merupakan peluru standar pabrikan kaliber 223 sinonim dengan kaliber 5,56 mm x 45 mm. Peluru ini biasa digunakan senjata laras panjang,” kata
Anny pada jumpa pers di Mapolda DIY, Jumat (7/11). Menurutnya, peluru kaliber 223 seharusnya memiliki panjang 45 mm, namun yang ditemukan penyelidik hanya memiliki panjang 15 mm. Hal ini menunjukkan peluru yang digunakan pelaku mengalami proses daur ulang. “Kesimpulan penggunaan senjata rakitan itu karena peluru yang sudah tidak standar ini tidak dapat digunakan pada senjata organik. Belum dapat dipastikan senjata jenis apa yang dipakai, bisa laras panjang ataupun pendek,” ungkapnya. Selain itu, proyektil peluru yang ditemukan pada mobil Toyota Harrier AB 264 Bersambung ke Hal 11
Keluhan sejumlah konsumen rumah bersubsidi Griya Kembang Putihan, yang jadi bagian proyek nasional Kementerian Perumahan Rakyat era pemerintahan SBY ditanggapi positif developer PT Rumah Cerdas. Terungkap, developer rupanya membangun rumah jauh di atas rumah standar Kemenpera.
FASILIT AS seperti saluran air (seloASILITAS kan) dan jalan di tengah perumahan memang bukan tanggungjawab developer. Kemenpera sesuai skema bertanggungjawab dan menunjuk kontraktor lain untuk mengerjakan fasilitas itu. Namun demikian jika tidak juga terealisir, developer berjanji akan menuntaskan fasilitas yang dikeluhkan warga atau konsumen. Hal ini ditegaskan Direktur Operasional PT Rumah Cerdas, Heru Suryono SE saat bertemu jajaran redaksi dan bisnis Tribun Jogja, Jumat (7/11). “Apapun kondisinya Kemenpera, Rumah Cerdas tetap akan bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Kalau jalan itu tidak dibangun Kemenpera, nanti kita yang akan menyelesaikannya,” kata Heru Suryono. Pada pertemuan itu Heru Suryono didampingi jajaran petinggi PT Rumah
Cerdas, terdiri Suko (Komisaris), Elis (Dirut), dan Irwan (Managing Director). Lebih lanjut Heru memaparkan berbagai hal terkait proyek rumah bersubsidi yang digarap perusahannya. Demikian pula terkait skema pembiayaannya yang menggunakan KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Semula developer ragu menggunakan skema itu, karena secara bisnis tidak menguntungkan dan risikonya tinggi. “Untuk FLPP, harga rumah sudah ditentukan (Kemenpera) maksimal Rp 88 juta. Kita tidak mungkin menaikkan karena tidak masuk FLPP. Kita sempat maju-mundur dengan angka segitu. Secara bisnis itu sudah mepet, bahkan risiko banyak,” jelasnya. Menjelaskan ihwal subsidi dari pemerintah, Heru Suryono menyebutkan subsidi itu diwujudkan dalam bentuk kemudahan, bukan dana tunai yang diberikan ke developer. Konsu-
men langsung yang merasakan kemanfaatan subsidi ini. “Jadi tidak ada satu rupiah pun subsidi yang diterima Rumah Cerdas. Jadi kenapa kami mengambil FLPP, karena terus terang di grand desaign kami, untuk FLPP ini kami hanya membangun 200 unit ini. Untuk pengembangan ke depannya kami akan melangkah ke reguler (non subsidi),” urainya. Jenis subsidi Subsidi yang diterima masyarakat terdiri bunga kredit yang jauh di bawah bunga bank reguler serta bersifat flat. Fasilitas kedua pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (Ppn) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang rendah, serta fasilitas asuransi. “Dengan FLPP, memang banyak sekali keuntungan yang diterima Bersambung ke Hal 11
Dana Tiga Miliar Amblas Manajemen BMT BUM Tiba-tiba Menghilang Tuminah Kehilangan Uang Rp 400 Juta
MANAJER KABUR 1 Sejak beroperasi pada 2009, BMT BUM memiliki kantor di Klaten dan Delanggu
Sleman
Sukoharjo
Yogyakarta 2 BMT BUM menarik hati nasabah lewat layanan jemput setoran langsung
Klaten, Jawa Tengah
KLATEN, TRIBUN - Manajemen Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Bina Usaha Mandiri (BUM) Klaten diduga kabur dan melarikan uang nasabah sekitar Rp 3 miliar. Puluhan pedagang Pasar Induk Klaten kemarin menggeruduk kantor BMT BUM, yang sudah melompong. Seorang nasabah, Tuminah (53), hanya bisa menangis karena ia terancam kehilangan uangnya senilai Rp 400 juta yang ditanam di BMT tersebut dalam bentuk tabungan dan deposito. Tuminah lemas karena kasus itu bisa membuat usahanya gulung tikar. “Baru Selasa (4/11/2014) kantor BMT tutup. Ketika saya menyambangi rumah sang pengelola di Ceper pun tidak dapat ditemui. Kata tetangganya sudah lama pergi. Sejak saat itulah saya dan teman-teman pedagang lain tidak bisa mengambil simpanannya,” aku Tuminah, Jumat (7/11). “Tabungan itu saya kumpulkan untuk nanti bekal jika saya sudah tidak kuat berjualan lagi. Bersambung ke Hal 11
3 Akhir Oktober
pelayanan mulai tersendat. Penarikan tabungan, bunga, deposito sulit 4 Manajemen menjanjikan layanan Senin (3/11). Tapi Selasa (4/11) kantor tak beroperasi 5 Rumah manajer BMT
BUM di Desa Bakalan, Bakalan, Ceper, kosong
6 Nasabah lapor ke Polres Klaten. Tiga staf marketing langsung diamankan polisi 7 Nilai total uang nasabah di BMT BUM diperkirakan mencapai Rp 3 miliar
Warga Tak Tahu Posisi Sri Sadinu KEBERADAAN Manajer BMT Bina Usaha Mandiri, Sri Sadinu, masih menjadi misteri. Ketika Tribun menyambangi rumahnya di Dusun Bakalan, Desa Bakalan, Kecamatan Ceper RT 2/1, Klaten, rumahnya terlihat sunyi. Rumah bergarasi tiga tampak tertutup rapat. Pada pukul 21.00, tidak ada kegiatan apapun di rumaah tersebut, hanya lampu bagian depan rumah yang menyala. Warga yang berlalu-lalang di sekitar rumahnya mengaku tidak mengetahui keberadaan pemilik rumah. “Wah, saya tidak tahu di mana dia (Sri Sadinu), lantaran empat hari ini tidak pernah terlihat orangnya berkegiatan di sini. Rumahnya juga sepi,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, Jumat (7/11) malam. Menurutnya, selama beberapa hari memang kerap ada
GRAFIS : FAUZIARAKHMAN
Punya Nama Unik
Aura Kasih
Atraksi dan Laga Seru di Partai Final YOGYA, TRIBUN - Beragam hiburan akan disajikan panitia Tribun Jogja Putih Abu-abu Futsal (PAF) 2014 pada laga final babak regional yang akan digeber, Minggu (9/11) besok. Salah satu hiburan yang akan disajikan adalah pertunjukan orkestra. “Di laga final ada hiburan yang akan menyajikan suasana yang berbeda dengan tahun lalu. Salah satunya adalah orkestra,” lontar Koordinator Acara
TJPAF 2014, Mega Putri, Jumat (7/11). Seperti diketahui pada lagalaga final sebelumnya, biasanya menyajikan hiburan seperti marching band. Adapun orkestra yang ditampilkan akan dibawakan oleh JTTF orkestra yang digawangi oleh 45 orang alumni SMM Yogyakarta. Orkestra tersebut akan dikolaborasikan dengan flag dance dan lyrical dance. Flag dance dan lyrical dance tersebut akan hadir di beberapa lagu
Ketika Jokowi Bicara di Depan Kompas 100 CEO
Kebal Susi Kaget Dianggap Tak Friendly Investment Gosip
P
KAPANLAGI.COM
Bersambung ke Hal 11
TRIBUN SUMSEL/IGUN BAGUS SAPUTRA
JUARA ISL 2014 - Skuad Persib Maung Bandung merayakan kegembiraan di panggung setelah merebut trofi juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Final Persib vs Persipura di Stadion Jakabaring, Palembang dimenangkan Maung lewat adu penalti dengan skor akhir 5-3. Persib menunggu 20 tahun untuk jadi yang terbaik di Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Kompas Gramedia, Agung Adiprasetyo, berharap pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla segera menyelesaikan pekerjaan besar yang ditunggu-tunggu publik. Waktu menunggu ini menimbulkan ketidakpastian yang menyulitkan kalangan usaha.
ENY ANYI cantik ENYANYI Aura Kasih hadir menyaksikan peragaan busana muslim di Jakarta Fashion Week 2015. Aura mengaku dirinya memang punya ketertarikan dengan busana muslim. “Keren-keren sih, mix and match-nya bagus. Di sini lebih catchy,” ujarnya di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11). Meski begitu, wanita berusia 26
HAL itu disampaikan Agung Adiprasetyo pada Kompas 100 CEO Forum di Four Season Hotel, Jakarta, Jumat (7/11). Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menterinya hadir dan memberikan paparan pada forum terhormat ini. “Setelah keputusan KPU keluar,
Bersambung ke Hal 11
Bersambung ke Hal 11
yang akan dibawakan oleh JTTF orkestra. “Dari konsep yang diusung ada pesan moral yang ditanamkan. TJPAF ingin mengajak pelajar dan anak muda Yogya untuk merenung dan membangkitkan semangat muda yang positif,” lontarnya. Mega mengungkap ada empat lagu yang akan dibawakan oleh JTTF, yakni lagu Yogyakarta sebagai pembuka. Bersambung ke Hal 11
Citizen Journalism Inez Wahyu
Siswi SMAN 2 Bantul Silakan kirim laporan kegiatan perseorangan, lembaga, perusahaan Anda, dan jadilah Citizen Reporter melalui agi TTribun ribun Jogja. Ser tak an ffo o to Citizen Journalism Harian P Pagi Sertak takan kegiatan dan foto diri penulis atau penanggungjawab laporan. Kirim ke tribun jogja @gmail.com atau tribunjogja jogja@gmail.com tribunjogja @ yahoo.com.
Smadaba Raih
Juara OPI KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
FORUM CEO - Presiden Joko Widodo didampingi CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil pada pembukaan Kompas 100 CEO Forum di Four Seasons, Jumat (7/11). Di forum ini Jokowi bertemu 100 pemimpin utama perusahaan besar swasta.
PEMDA DI Yogyakarta melalui Dinas Sosial DIY menyelenggarakan Kegiatan Olympiade Pahlawan Nasional 2014. Kegiatan bertema “Pahlawanku Idolaku” tersebut digelar di Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Selasa (4/11). Kepala Dinas Sosial DIY, Drs Untung Sukaryadi MM menyampaikan, kegiatan olimpiade yang baru pertama kali diadakan ini diharapkan Bersambung ke Hal 11