Tribunjogja 15-09-2017

Page 1

JUMAT PON

Redaksi 0274 557 687 (102) / 0857 4319 6999

Halaman

15 SEPTEMBER 2017 24 DZULHIJAH 1438 NO 2329/TAHUN 6

Sirkulasi / 0851 0212 2000 Iklan 0274 557 687 (417) 0851 0012 1000 0857 2949 3333

RP 2.000

LANGGANAN RP 55.000 SMS 0851 021 22000, 0274-557687 EXT 219 www.tribunjogja.com

tribunjogja

@tribunjogja

@tribunjogja

tribunjogjaofficial

Ratusan Sopir Taksi Tolak Putusan MA TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI

UNJUK RASA - Ratusan pengemudi taksi yang tergabung dalam Komunitas Pengemudi Taksi Argo Yogyakarta (Kopetayo) bersiap melakukan unjuk rasa di taman

parkir Abu Bakar Ali , Kota Yogyakarta, Kamis (14/9). Aksi tersebut untuk mendukung Menteri Perhubungan dan Gubernur DIY untuk segera meninjau putusan MA No.37 tahun 2017 dan mengeluarkan peraturan khusus berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan untuk mengatasi polemik keberadaan taksi online.

RATUSAN orang sopir taksi konvensional yang tergabung dalam Komunitas Pengemudi Taksi Argo Yogyakarta (Kopetayo) memadati Kantor Gubernur DIY, Kamis (14/9). Sembari berjalan, para peserta demo membentangkan sebuah sepanduk bertuliskan “Tinjau Kembali Putusan MA No.37 Tahun 2017 MA = Money Agreement”.

Hal

15

Polisi Buru Pacar Penggugur Bayi

 Pria yang Hamili Ismi Dijerat Pasal Berlapis  Terancam Hukuman Maksimal 15 Tahun

SEMIFINAL

AFF U-18 CHAMPIONSHIP

INDONESIA THAILAND

Ulang Memori Hal Indah 11 2013 Trending Topic di tribunjogja.com

BEGINI PENAMPILAN NELLA KHARISMA & VIA VALLEN DULU

SLEMAN, TRIBUN - Pria yang menyuruh kekasihnya melakukan aborsi atau menggugurkan kandungan atau bayi dapat diproses hukum. Jajaran Polres Sleman tak berhenti begitu saja dalam kasus yang menjerat seorang mahasiswi yang teperg o k menggugurkan kandunganya. Ismi, (18) mahasiswi asal Pati, Jawa Tengah diamankan kepolisian karena dengan sengaja menggugurkan kandungannya yang sudah berusia tujuh bulan. Dia melahirkan bayinya sendiri di kamar indekos yang berada di Seturan Baru, Depok, Sleman. Perbuatan yang berbahaya tersebut akhirnya dike-

tahui oleh tetangga indekos pelaku. Namun sayangnya, nyawa bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan secara paksa itu tak dapat diselamatkan. Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are mengatakan, dalam kasus tersebut tidak menutup kemungkinan si pria yang menghamili Ismi dapat dijerat hukum. Bila ada keterlibatan dari si pria dalam proses aborsi ini, maka akan ada pasal yang dapat menjeratnya. “Dalam kasus ini ada dugaan si pria terlibat. Cuma posisi si pria tidak ada di Jogja, dan kami sedang melakukan penelusuran,” ujar Rony, Kamis (14/9). Ada tertulis dalam Pasal 299 KUHP, barangsiapa dengan sengaja mengobati  ke halaman 11

PRIA HARUS

TANGGUNG JAWAB

Pasal 299 KUHP Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati, dengan memberitahukan atau menimbulkan harapan bahwa dengan pengobatan itu kandungannya dapat digugurkan, diancam pidana penjara paling lama empat tahun

Kejar Penjual Obat Pelancar Haid KEPOLISIAN terus berupaya untuk menekan angka jumlah kelahiran tak diinginkan. Salah satunya dengan memburu penjual obat-obat keras dengan modus obat pelancar haid. Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are mengatakan bagi penjual obat pelancar haid dapat dijerat dengan undang-undang kesehatan sebagaimana diatur dalam pasal 196 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara “Penjualan obat keras harus dengan resep dokter. Selain itu kami juga lihat apakah si penjual ini memiliki izin edar atau tidak. Apakah orang yang menjual memang orang

yang berkompeten di bidangnya,” ujarnya. Jajaran Polres Sleman sendiri pernah menangkap pelaku pengedar ilegal obat aborsi atau penggugur kandungan pada Juni 2015 silam. Pelaku menjual obat aborsi tersebut untuk satu paket seharga Rp750 ribu yang berisi empat buah kapsul pencegah kram dan pendarahan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa obatan itu didapatnya dari seseorang di Kalimantan untuk kemudian dijualnya kembali.  ke halaman 11

Kisah Penderita Kelumpuhan sejak Kelas VI Sekolah Dasar

Slamet Tak Pernah Tinggalkan Salat Slamet dan ayahnya Radi Utomo hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada tamu yang berdatangan kemarin. Meski dalam keterbatasan, namun warga Dusun Kaliberot, Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul ini masih semangat menjalani hidup.

B

ahagia terpendar di wajahnya, saat jajaran kepolisian dari Polres Bantul yang dipimpin Wakapolres Bantul, Kompol Mariska Fendi Santosa SIK SH yang didampingi Kanit Binpolmas Binmas Polres Bantul, Ipda Ikhwan Wahyudi, Panit Bhinmas Polsek Sedayu Iptu Agus Supraja SH, Bhabin Argomulyo Bripka Ekwan Setiawan, Camat Sedayu Drs Fauzan Mu’arifin, Lurah Desa Argomulyo Bambang Sarwono dan juga dukuh serta warga setempat mendatangi kediamannya, Rabu (13/9). Slamet, pria 44 tahun ini sehari-harinya hanya bisa UNTUK TRIBUN JOGJA BAHAGIA - Penderita kelumpuhan, Slamet (44) warga berbaring. Slamet yang dulunya terlahir normal, mendaDusun Kaliberot, Desa Argomulyo, Sedayu yang rajin mengaji dak menderita kelumpuhan. ini begitu bahagia saat disambangi beberapa jajaran Kepolisian  ke halaman 11 dan anggota pemerintahan setempat, Rabu (13/9).

Pria yang menyuruh kekasihnya aborsi atau menggugurkan kandungan dapat diproses hukum Bila ada keterlibatan si pria dalam proses aborsi, maka akan ada pasal yang dapat menjeratnya Namun dalam kasus Ismi, si pria tidak ada di Jogja, dan Polisi sedang melakukan penelusuranPolisi cari bukti percakapan di WhatsApp soal dia bantu bayar beli obat aborsi, bisa kena juga Si pria dapat diproses hukum bila lakukan hubungan suami istri saat Ismi masih di bawah umur Kendati Ismi adalah korban dari pergaulan bebas, namun yang dilakukan itu melanggar hukum Karena pelaku hilangkan nyawa, sehingga tak ada toleransi, dan proses hukum tetap berlanjut. Selama proses hukumnya, kepolisian juga melibatkan psikolog untuk mengetes kejiwaan Ismi Kasus bayi di Babarsari, belum ada dugaan keterlibatan si pria, karena hilang saat pelaku hamil Penyidikan kasus sudah tahap 1, Polisi sedang menunggu petunjuk dari jaksa penuntut umum

TERMAKAN IMING-IMING PASANGAN Adanya kasus pembuangan bayi dikarenakan para pelaku termakan iming-iming pasangannya. Selain itu, dipicu kurangnya teman bicara atau berbagi saat perempuan hamil di luar nikah Perempuan akan mudah panik dan bisa melakukan hal yang semestinya tidak dilakukannya. Aktivis Budi Wahyuni meminta perempuang tak mudah termakan modus dinikahi pasangan Perempuan yang membuang bayi, selain menjadi korban, juga menyandang status pelakuYang dialami pelaku merupakan korban kekerasan seksual yang dibungkus sebuah hubungan Kalau menemukan teman dan orang yang tepat, kasus membuang bayi bisa diminimalkan. Kadang suka disalahkan jika curhat, makanya harus cari orang yang tepat seperti konselor GRAFIS/FAUZIAHRAKHMAN


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.