Essai berjudul “The Beauty and the Beast of Faith” dalam ‘Young Leader Conference Interfaith Summit 2012’, yang ditulis oleh seorang "Mahasiswa Berprestasi" pada konferensi sebuah konferensi internasional menyebut bahwa pengimplementasian pluralisme secara edukasi ialah “mengatur kurikulum, Sistem Kredit Semester, dialog lintas iman, dan menempelkan poster untuk menjaga perdamaian di setiap sekolah.” Hal itu terlalu akademis dan cenderung mensimplifikasikan masalah terkait. Bagi masyarakat umum, yang cenderung melihat dunia Barat sebagai simbol kemajuan, sosok Abraham 'Abe' Lincoln dapat menjadi pengingat sekaligus diteladani. Apalagi di tengah carut marutnya polarisasi keberpihakan politik akhir-akhir ini.