RADAR LAMPUNG | Minggu, 2 Februari 2014

Page 1

2 FEBRUARI 2014

28 HALAMAN/Rp3.000,-

Minggu

GO RADAR LAMPUNG, GO JSS!

FOTO AJI SAKTIYANTO

SIAP-SIAP!: Suasana persiapan JSS Radar Lampung di Lapangan Saburai semalam.

Rekor Tertebal, Tetap Rp3.000

Ayla. Bukan hanya itu, uang tunai Rp100 juta juga siap dibawa pulang. Belum lagi 4 sepeda motor, 14 LED TV, 14 lemari es, 14 sepeda gunung, dan 140 hadiah hiburan. Manager Event Organizer Radar Lampung Liris Vawina menjelaskan, jumlah peserta itu merupakan kalkulasi 45 ribu tiket yang

habis terjual kemarin (1/2). ’’Pastinya, satu pembeli tiket tak hanya datang sendirian, tetapi mengajak teman atau kerabatnya,” papar dia. Kans peserta mendapatkan hadiah sangat besar. Karena panitia menetapkan ketentuan satu orang hanya berhak atas satu hadiah. Jika namanya keluar dua kali, maka ia diminta memilih hanya satu hadiah. Baca GO Hal. 2

AKHIRNYA, PEJABAT RSUDDT TERSANGKA

BANDARLAMPUNG - Keterangan enam pegawai RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandarlampung akhirnya menyeret pejabat rumah sakit itu. Kemarin (1/2), polisi menetapkan Kepala Bagian Humas sekaligus Kabag Kepegawaian Heriansyah dan Kepala Ruangan E2 RSUDDT Mahendri sebagai tersangka. Kendati begitu, dua orang yang diduga memerintahkan enam pegawai RSUDDT untuk membuang Suparman alias Mbah Edi (63), hingga akhirnya tewas, itu tidak ditahan. Polisi meyakini kedua PNS tersebut tak akan melarikan diri. Hal ini merupakan kesimpulan gelar perkara di ruang Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya sekira pukul 11.00 WIB kemarin. Dalam pertemuan itu diketahui motif pembuangan karena korban sudah lanjut usia, tidak memiliki keluarga, dan suka teriak-teriak. Baca AKHIRNYA Hal. 2

GRAFIS AYEP KANCEE/RADAR LAMPUNG

DERING ringtone pesan singkat dan panggilan telepon masuk dari pembaca ke handphone sudah menjadi menu harian saya. Mulai pengaduan, komplain berita, hingga informasi peristiwa. Namun sepekan terakhir, pesan singkat dan panggilan masuk intensitasnya bertambah. Tetapi, pertanyaan yang diajukan pembaca seragam. ’’Radar Lampung cetak 140 halaman? Tebal sekali. Harganya naik ya?” seperti inilah bunyi pesan dan telepon masuk yang ditanyakan Oleh ARY MISTANTO pelanggan setia Radar Pemimpin Redaksi Lampung. Radar Lampung memang belum pernah memublikasikan edisi spesial cetak 140 halaman besok (3/2). Namun, pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) koran dengan edisi spesial tertebal di Indonesia ini sudah menyebar ke mana-mana. Publikasi itu baru dimunculkan pada edisi Jumat (31/1) dalam bentuk banner di halaman 1. Ternyata, pembaca sudah mengetahui edisi spesial 140 halaman ini lewat profile picture (PP) BlackBerry yang dipasang kru redaksi hingga jajaran pimpinan. Jadilah promosi dari gadget ke gadget, baru dari mulut ke mulut. Pastinya, edisi 140 halaman yang akan di-launching Komisaris Utama Radar Lampung Group Alwi Hamu dan Direktur Utama Dwi Nurmawan serta Direktur

BANDARLAMPUNG - Hari ini (2/2), bertepatan Ulang Tahun Ke-14 Radar Lampung, Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung, menjadi lautan manusia. Sedikitnya 45 ribu orang memadati arena Jalan Sehat Spektakuler (JSS) Radar Lampung 2014 bersama Luwak White Koffie ini. Even terheboh yang setiap tahun digelar koran terbesar di Lampung tersebut memberikan hadiah utama fantastis: dua mobil tipe terbaru Toyota Agya dan Daihatsu

Baca REKOR Hal. 2

AWAN PANAS

FOTO REUTERS

SELAMATKAN DIRI Seorang penduduk berusaha menyelamatkan diri dari awan panas Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara.

Telan 14 Nyawa AKTIVITAS vulkanik Gunung Sinabung memakan korban jiwa. Kemarin (1/2), luncuran awan panas menyambar sejumlah siswa SMA di Desa Sukameriah yang berjarak tiga kilometer dari kawah. Sedikitnya 14 orang dilaporkan tewas dalam kejadian tersebut. Belum diketahui bagaimana mereka bisa berada di radius bahaya. Luncuran awan panas tersebut berlangsung pukul 10.30 WIB. Gunung Sinabung saat itu mengalami erupsi dengan ketinggian mencapai dua kilometer. Awan panas meluncur ke arah tenggara dan selatan sejauh 4,5 kilometer. Rutenya mengarah ke Desa Sukameriah, Simacem, dan Bekerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) awalnya merilis jumlah korban tewas ada delapan orang. Mereka adalah siswa SMA Berastagi dan Kabanjahe. Namun belakangan, muncul informasi jika jumlah korban tewas meningkat menjadi 14 orang.

Kapolda: Tangkap Otaknya! KAPOLDA Lampung Brigjen Heru Winarko memberi atensi khusus terhadap kasus Mbah Edi, yang dibuang oknum RSUDDT hingga akhirnya tewas. Perwira bintang satu itu meminta aparat Polresta Bandarlampung segera menangkap otak pelakunya. ’’Kalau sudah memenuhi unsur alat bukti, ya segera tangkap. Jangan lama-lama. Tetapi, saya tidak mau mengintervensi proses penyelidikan yang dilakukan polresta. Biarkan mereka melakukan penyelidikan,”

tegas Heru semalam (1/2). Dia mencontohkan proses penangkapan enam tersangka. Ada saksi yang melihat dan ada alat bukti yang mendukung, yakni ambulans. ’’Nah setelah diselidiki polisi, unsurnya memenuhi. Ada saksi yang melihat dan ada barang yang dijadikan alat bukti,” jelasnya. Baca KAPOLDA Hal. 2

Baca TELAN Hal. 2

Murry Koes Plus Meninggal di Tengah Padatnya Jadwal Tur

Minta Dikerok, Batuk-Batuk, lalu Pingsan Band living legend Indonesia Koes Plus kehilangan drumer kebanggaan mereka. Kasmuri atau yang lebih dikenal dengan nama Murry meninggal dunia kemarin (1/2) pada usia 64 tahun. Murry pergi sangat mendadak.

FOTO JPNN

kepergian sang ayah yang begitu mendadak. Bahkan ketika diminta menceritakan kronologi kejadian yang dialami ayahnya, keduanya tampak bingung. Pasalnya, almarhum meninggal tanpa didahului sakit. Beberapa jam sebelumnya, Murry masih tampak sehat walafiat. Hingga akhir hayatnya, Murry masih aktif menggebuk drum. Tiga hari lalu, misalnya, dia baru saja pulang tur bersama anak keduanya, Rico Valentino. Memang, dua tahun terakhir, Rico-lah yang mendampingi sang ayah tur ke berbagai kota. Rico kebetulan juga seorang drumer yang bersama grupnya memainkan lagu-lagu Koes Plus. Band Rico sering menemani Murry manggung.

SELAMAT JALAN MURRY!: Suasana pemakaman drumer grup band Koes Plus, Kasmuri yang lebih dikenal dengan panggilan Murry Koes Plus, di TPU Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin (1/2).

Baca MINTA Hal. 2 Lihat Juga Hal. 18

Laporan Janesti Priyandini, JAKARTA ISAK tangis keluarga pecah ketika jenazah Murry mulai diturunkan ke liang lahat Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, kemarin siang. Bahkan dua anak perempuan Murry, Riska dan Anggi, jatuh pingsan. Mereka sangat terpukul atas http://www.radarlampung.co.id

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.