SELASA, SEL LA ASA AS SA S A, 3 JU J JULI ULI LI 20 201 2 2012 012
SSatu atu Untuk Semua
28 HALAMAN/Rp3.000,0,-
TRANS SUMATERA Butuh Dana Rp70 Triliun
JAKARTA - Pemerintah tidak hanya memikirkan pembangunan rel ganda (double track) yang menghubungkan Jakarta dengan Surabaya di Pulau Jawa, tetapi hingga kemarin terus mematangkan jalur kereta Pulau Sumatera. Utamanya jalur Aceh-Lampung. Megaproyek yang dinamai Trans Sumatera Railways ini sudah dalam tahap pembahasan feasibility study atau studi kelayakan. Diharapkan bisa selesai Agustus tahun ini. ’’Studi sedang dilakukan pemerintah dan akan memperhatikan titik-titik ekonomi di wilayah yang akan dilewati jalur kereta tersebut. Mudah-mudahan studi bisa selesai Agustus 2012,’’ harap Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono kemarin. Jalur kereta api Trans Sumatera tersebut nantinya menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Diharapkan dengan adanya jalur kereta ini, aktivitas pergerakan penumpang, barang, atau komoditas strategis lainnya dapat meningkat pesat di masa yang akan datang. Baca TRANS Hal. 2
CES CESS SSNA NA JAT JJATUH ATUH ATUH CESSNA
Massa Bakar Perkantoran
Hantam Kabel Listrik WARGA Kampung Patapan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Senin (2/7) siang geger. Sebuah pesawat latih Aero Flyer PKHAL jatuh di bibir Sungai Cijurey/Cibatu kampung tersebut sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa yang menyedot perhatian ribuan warga itu menewaskan seorang pilot dan menyebabkan dua siswi penerbang luka parah. Korban yang tewas yakni Drs. Heru Fahrudin, warga Sidoarjo, Jawa Timur. Sedangkan dua korban yang mengalami luka berat yaitu Rara Paramitha (27), warga Jl. Damar 01 No. 105 RT 04/06 Kelurahan Periuk Jaya, Kota Tangerang, dan Nur Fitriani Fatimah (22), warga Jakarta. Rara mengalami patah tulang kaki, lengan kanan, serta luka di kepala dan wajah. Baca HANTAM Hal. 2
FOTO JPNN
PATAH: Pesawat latih jenis Cessna yang jatuh di Kampung Patapan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, kemarin.
SANG KORUPTOR
Zulkarnaen Minta Maaf TERSANGKA dugaan kasus suap proyek pengadaan mushaf Alquran Kementerian Agama (Kemenag) Zulkarnaen Djabar akhirnya tampil di depan publik. Dalam jumpa pers di gedung DPR kemarin (2/7), Zulkarnaen menyampaikan permintaan maaf atas penetapan tersangka yang juga menyeret anak kandungnya, Dirut PT Karya Sinergy Alam Indonesia,
Dendi Prasetya. Zulkarnaen hadir bersama Ismail, kuasa hukum yang masih familinya. Sebelumnya, KPK menetapkan anggota Komisi VIII (membidangi agama) DPR itu bersama Dendi sebagai tersangka pada Kamis (28/6) lalu. Pernyataan pertama yang disampaikan Zulkarnaen adalah permintaan maaf kepada sejumlah pihak. Baca ZULKARNAEN Hal. 2
PERAMPOKAN TOKO EMAS
Endus Pemain Lama SATRESKRIM Polresta Bandarlampung menduga enam perampok deretan toko emas di Pasar Tempel Sukarame di Jl. Letkol Endro Suratmin, Kelurahan Waydadi, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Minggu (1/7) pukul 09.30 WIB adalah pemain lama. Sebab, selain tenang saat menggasak empat toko emas, mereka ’’bermain’’ di siang bolong. ’’Hanya pemain lama yang bisa melakukannya,” terang Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Musa H.P. Tampubolon kemarin (2/7). Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, para pelaku juga kawanan yang melakukan perampokan di SMA YP Unila beberapa waktu lalu. ’’Tetapi ini baru sebatas dugaan. Kami tidak bisa memastikan karena ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar Musa. Baca ENDUS Hal. 2 http://www.radarlampung.co.id
FOTO KORNELIS WATKAAT/JPNN
LATIHAN OPM: Suasana latihan Organisasi Papua Merdeka pimpinan Lambert Pekikir di Kabupaten Keerom, perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
BIN: Asing Mungkin Terlibat JAKARTA Pemerintah menyikapi serius insiden penyergapan OPM (Organisasi Papua Merdeka) ke iring-iringan patroli TNI di Papua. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menegaskan, aparat sudah menemukan arah penyelidikan terkait penyerangan di Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua. Indikasi itu dilihat dari kaburnya para penyerang ke arah perbatasan. ’’Kami perkirakan mereka kelompokkelompok yang memang di perbatasan. Jadi sudah makin terarah sehingga operasi yang dilakukan lebih mudah,” kata Marciano di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin. Mantan Pangdam Jaya itu mengungkapkan, pihaknya juga terus mendalami adanya keterkaitan pihak asing di balik aksi-aksi penyerangan yang belakangan terjadi. ’’Saya rasa tetap melakukan pendalaman. Kemungkinan itu tetap kita dalami,’’ ujarnya. BIN, lanjut dia, terus melakukan upaya pendekatan menyusul meningkatnya intensitas kekerasan di Papua. Marciano menegaskan, pintu selalu terbuka bagi mereka yang hendak kembali ke NKRI dan kembali membangun Papua. Menurutnya, pembangunan di tanah Papua tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. ’’Komunikasi dengan pihak-pihak yang masih bisa punya pemahaman membangun
FOTO AMIR SYARIFUDIN/RNN
ANARKIS: Massa yang berdemo kemarin melakukan perusakan aset negara di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) Lamsel.
Rycko: Setop Demo Anarkis KALIANDA – Aksi unjuk rasa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Forum Persatuan Masyarakat Lamsel (Forlas) kemarin (2/7) berakhir ricuh. Massa merusak sejumlah perkantoran dan fasilitas umum (fasum). Mulai kaca mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Mandiri; kaca gedung Perguruan Tinggi DCC di Jalan Raden Intan, Kalianda; hingga sejumlah lampu
jalan pecah berantakan dilempar batu dan ketapel. Seperti tak puas, massa terus menghancurkan sejumlah bangunan yang dilalui. Bahkan, tenda tempat pelaksanaan tablig akbar yang berada di Lapangan Korpri Pemkab Lamsel ikut dibakar massa. Beruntung, peserta yang mengikuti acara tersebut telah membubarkan diri. Kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) di Jalan Raden Inten tidak luput dari amuk massa dan dibakar. Tak sampai di situ, massa kembali
merusak lokasi wisata di pemandian air panas Way Belerang. Di tempat ini, massa merusak gerbang serta beberapa fasilitas dan kaca. Selain itu, massa juga melempari kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD), Dispenda, Badan Ketahanan Pangan, GOW, PU, dan kantor Pelayanan Pajak Kalianda. Di kantor pajak, selain merusak kaca dan sejumlah fasilitas kantor, massa juga menjarah tiga buah laptop dan satu monitor komputer. Baca MASSA Hal. 2
Baca BIN Hal. 2
Cara Kemal Jufri, Peraih Penghargaan World Press Photo, Berbagi kepada Sesama
Tergugah Berbagai Bencana Besar di Tanah Air Kemal Jufri berencana mencetak buku fotografi yang hasil penjualannya disumbangkan kepada para korban bencana. Bagi dia, karya jurnalis foto semestinya bisa menggugah kesadaran sosial. Laporan Sekaring R.A., JAKARTA MULAI tsunami Aceh hingga letusan Gunung Merapi di Jogjakarta. Mulai tragedi Trisakti di Jakarta sampai bom Bali di Kuta. Itulah sebagian kejadian besar yang disaksikan langsung oleh Kemal Jufri selama bertugas sebagai jurnalis foto yang akhirnya menggugah kesadarannya. Pemenang kedua World Press Photo 2011 untuk kategori People in the News Stories itu pun tergerak untuk berbuat lebih: Dia tidak ingin karyanya sekadar diabadikan. Mantan fotografer kantor berita Prancis, AFP (Agence France-Presse), tersebut ingin berbagi.
FOTO AGUS WAHYUDI /JPNN
PAMERAN: Wartawan foto Kemal Jufri saat pameran foto Aftermath di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, 27 Mei 2012.
Keinginan itu segera diwujudkan melalui buku fotografi perdananya, Aftermath: Indonesia in the Midst of Catastrophes. Buku tersebut memuat karya-karya fotonya dalam sejumlah peristiwa bencana besar di Indonesia. Saat ini, Kemal tengah menggalang dana dari sponsor untuk membantu menerbitkan bukunya. Rencananya, buku tersebut dicetak 1.000 eksemplar. Jika tidak ada halangan, buku itu dirilis sebelum akhir tahun ini. ’’Nanti hasil penjualannya saya sumbangkan kepada beberapa korban bencana. Tetapi, saya penginnya menyumbang secara personal. Jadi, saya mau bantu secara langsung, walaupun orangnya sedikit,” kata fotografer freelance yang karyanya telah dimuat di berbagai media besar luar negeri tersebut ketika ditemui Jawa Pos (grup Radar Lampung) di Mal Grand Indonesia pada Jumat malam lalu (29/6). Baca TERGUGAH Hal. 2 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327