KAMIS, 5 DESEMBER 2013
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Curang, Batubara Dioplos
BANDARLAMPUNG – Belum tuntas korupsi benih PT Sang Hyang Seri (SHS), penyimpangan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bermunculan.
Kali ini giliran PT Bukit Asam Prima (BAP) diduga mengoplos batubara. PT BAP merupakan anak perusahaan dari PT Bukit Asam (BA) Persero Tarahan, Lampung. Terendusnya pengoplosan batubara yang dikenal dengan
istilah blending itu berawal dari laporan masyarakat yang curiga dengan aktivitas bongkar-muat batubara. Informasi yang dihimpun Radar Lampung, Kamis, 31 Oktober 2013, PT BAP melakukan pengiriman batubara ke PT BA. Seharusnya, PT BAP yang berasal
dari Jambi membongkar batubara langsung di PT BA Unit Pelabuhan Tarahan. Namun, pengiriman ketika itu terasa janggal dan dilakukan di luar
bongkar-muat batubara biasanya. Bongkar-muat tongkang PT BAP justru dilakukan di Dermaga C2 Pelabuhan Panjang.
Tongkang dengan nomor lambung (BG) BA Prima 301 itu pun membongkar muatan batubara sebanyak 5.700 ton yang berasal dari stockpile atau tempat penyim panan batubara di Tanjungenim, Sumatera Selatan. ’’Kok tidak langsung dibawa
Baca CURANG Hal. 4
FOTO ILUSTRASI/AFP
BONGKAR-MUAT: Aktivitas bongkar-muat tongkang batubara di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di Lampung, aktivitas bongkar-muat batubara tengah disorot lantaran terindikasi blending dengan kualitas berbeda.
TOL SUMATERA
Birokrasi Mengecewakan! MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyoroti lambannya birokrasi yang berjalan di negeri ini. Pembangunan tol Trans-Sumatera, misalnya. Hingga kini masih terganjal soal perizinan. ’’BUMN sudah siap membangun, uang banyak, dan tenaga ahli ada. Tapi, surat kerja nggak turun-turun,’’ keluhnya ketika menjadi pembicara di Seminar Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (3/12). Padahal, lanjut Dahlan, BUMN perbankan Baca BIROKRASI Hal. 4
Murah Saja Tak Cukup, Kuncinya Peduli! BANDARLAMPUNG – Surat Kabar Harian (SKH) Radar Lampung kembali mengukir prestasi. Keseriusan dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome) mendapat apresiasi Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. Penganugerahan oleh gubernur akan dilakukan pada puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tingkat Provinsi Lampung di Pendopo Kantor Bupati Pringsewu pagi ini (5/12). Penyerahan ini akan diterima langsung General Manager Radar Lampung
Purna Wirawan. Radar Lampung dengan basis pembaca yang menyentuh semua komunitas dinilai sukses berperan sebagai media paling aktif mendukung pemprov dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. ’’Sebagai media yang dekat dengan semua komunitas, Radar Lampung tetap menempatkan diri sebagai media yang tetap kritis. Tidak hanya itu, Radar Lampung pun peduli dengan komitmen mendukung pemerintah daerah yang fokus dalam
MANTAN BOS PLN LAMPUNG
pembangunan masyarakat. Salah satunya, turut menyosialisasikan pencegahan HIV/AIDS. Murah saja tidak cukup, tapi peduli,’’ kata Pemimpin Redaksi Radar Lampung Ary Mistanto. Humas Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Asih Hendrastuti menjelaskan, pemberian penghargaan ini merupakan rangkaian peringatan HAS yang jatuh setiap 1 Desember. Sebelumnya, Diskes Lampung telah melakukan penyuluhan dibarengi tes HIV/AIDS di beberapa daerah.
Diterangkannya, peran media dianggap paling penting untuk menurunkan tingkat penyebaran HIV/AIDS yang kini meningkat cukup tajam. Pasalnya, media adalah corong pemerintah kepada masyarakat luas untuk menyosialisasikan segala macam bentuk kebijakan. ”Yang pasti, kami sangat berterima kasih Radar Lampung yang telah membantu kami dalam sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS selama ini,” ujarnya. Baca MURAH Hal. 4
Pilgub 27 Februari 2014
PK Ditolak, 6 Tahun Bui MAHKAMAH Agung (MA) menolak upaya peninjauan kembali (PK) Budi Harsono agar dibebaskan. Lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu tetap menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Oleh MA, mantan general manager (GM)
Jadi Momen Terakhir KPU
BANDARLAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung merancang hari H pemilihan gubernur (pilgub) pada Kamis, 27 Februari 2014. Ini skenario ketiga setelah dua kali jadwal pilgub sebelumnya batal. Kali pertama dijadwalkan Pilgub 2 Oktober 2013, lalu 2 Desember 2013. ’’Pilgub dirancang pada 27 Februari 2014,’’ kata Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono melalui layanan BlackBerry Messenger kepada wartawan koran ini kemarin (4/12). Pertimbangannya ada tiga. Pertama, merujuk surat resmi KPU Pusat agar pilgub dilaksanakan sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014. Kedua, pemprov sudah mengusulkan anggaran pilgub dalam APBD 2014. Ketiga, DPRD menargetkan persetujuan
Baca PK Hal. 4
Baca PILGUB Hal. 4
PPK Tiga Gedung Mangkrak Menghilang THRILLER!
FOTO REUTERS
Robot humanoid karya perusahaan Prancis, Aldebaran Robotics, menari ala Thriller Michael Jackson di stan Pameran Robot Internasional 2013, Tokyo. Sebanyak 337 perusahaan dan organisasi robot dunia ikut andil dalam pameran ini.
BANDARLAMPUNG – Abdullah Sayuti, pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pembangunan tiga gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), menghilang. Padahal, mantan Kasubbag Umum Hukum Tata Laksana dan
Perlengkapan itu orang yang paling bertanggung jawab atas mangkraknya pembangunan gedung. Radar Lampung mencoba mengonfirmasi Abdullah di ruang LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) Unila. Hingga kemarin (4/12), ia tidak ada di tempat.
Bahkan di kediamannya yang berada di Jalan Untung Suropati, Labuhanratu, Bandarlampung, dia juga tidak ada di tempat.
”Maaf, Bapak lagi nggak ada di rumah. Dia lagi keluar. Saya nggak tahu ke mana. Mungkin ke kantor,” ungkap wanita berbaju hijau di kediamannya kemarin (4/12). Informasi yang dihimpun Radar Lampung, rekanan yang mengerjakan pembangunan gedung FISIP
itu yakni Thomas Azis Riska. Namun, ketika wartawan koran ini menghubunginya, ia membantah bahwa dirinya merupakan rekanan dalam proyek yang hingga kini belum dilanjutkan pembangunannya. Baca PPK Hal. 4
Vonis Bebas Achmad ’’Aam’’ Muharam Tertunda
Di Lapas Rajabasa Satu Sel dengan Wendy Melfa Achmad Muharam butuh tujuh tahun berjuang mendapatkan keadilan. Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) terpidana 4 tahun ini. Namun, eksekusi vonis bebasnya masih tertunda. Laporan Yuda Pranata, BANDARLAMPUNG AAM, demikian Achmad Muharam biasa disapa, hingga kemarin masih mendekam di jeruji besi Lembaga Pehttp://www.radarlampung.co.id
FOTO RADAR LAMPUNG
LAPAS RAJABASA: Achmad Muharam hingga kemarin masih menjalani tahanan di Lapas Rajabasa.
masyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung atau biasa disebut Lapas Rajabasa. Vonis bebas MA membuat penasihat hukum Aam, Sutan Syahrir, sangat bersyukur. Menurutnya, dengan putusan itu menandakan hukum di negeri ini masih dapat dipercaya. ’’Kalau memang benar keputusannya seperti itu (bebas, Red), kami sangat bersyukur. Hakimnya memang bersih. Ini jelas bahwa klien saya tidak terbukti melakukan korupsi itu,’’ ungkap Sutan kemarin. Dengan keputusan itu, sambung Sutan, pihaknya meminta agar kejaksaan mempercepat proses pembebasan Aam yang kini masih berada di jeruji besi Lapas Rajabasa. Baca DI LAPAS Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327