RADAR LAMPUNG | Kamis, 6 Februari 2014

Page 1

KAMIS, 6 FEBRUARI 2014

28 HALAMAN/Rp3.000,-

Satu untuk Semua

Polisi, Saatnya Tahan Dalang!

BANDARLAMPUNG – Sesuai jadwal, hari ini (6/2) Polresta Bandarlampung memeriksa dua pejabat yang diakui enam tersangka sebagai dalang penyebab tewasnya pasien Suparman alias Mbah Edi (63). Keduanya adalah Mahendri, mantan kepala ruangan, dan Heriansyah, bekas Kasubbag Umum dan Humas Rumah Sakit Umum Daerah dr. A. Dadi Tjokrodipo (RSUDDT) Bandarlampung. Keseriusan Polresta Bandarlampung

melakukan unjuk rasa menuntut tindakan pegawai RSUDDT Bandarlampung. Aksi pembuangan pasien itu dipandang telah melanggar hak asasi manusia (HAM) karena sudah mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Menurut Koordinator Aliansi Pro Demokrasi Achmad Rojali, sikap polisi penuh kejanggalan. Para tersangka

Istana Juga Pantau Kasus Suparman

dalam kasus ini tengah disorot. Sejauh ini, polresta dinilai jago dan ’’sukses’’ menahan karyawan RSUDDT selevel cleaning service dan tukang parkir yang sta-

tusnya hanya tenaga kerja sukarela (TKS). Penangkapan enam tersangka kala itu begitu cetar (menggelegar, Red). Kali ini, beranikah polisi menahan dua pejabat yang kini non-job tersebut? ’’Kami akan lihat dahulu hasil pemeriksaan. Pastinya, mereka tetap kami pang-

gil besok (hari ini). Kami tetap pada asas praduga tak bersalah. Kami masih mendalami saksi-saksi,’’ kelit Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Dery Agung Wijaya kemarin (5/2). Diketahui, dari enam tersangka, semuanya mengaku diperintah kedua

pejabat tersebut. Bahkan dalam prarekonstruksi yang dilakukan Selasa (4/2) lalu dengan 14 adegan, dua pejabat itu ikut menyaksikan detikdetik Suparman diangkut ke ambulans BE 2472 AZ. Terpisah, Aliansi Pro Demokrasi

Baca POLISI Hal. 4

Intelijen Susupi PDIP JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo menilai bahwa penyelenggaraan Pemilu Legislatif dan Presiden 2014 harus bersih dari unsur intelijen. Isu tersebut dinilai krusial karena PDIP memiliki pengalaman adanya campur tangan intelijen, bahkan masuk ke partai berlambang banteng tersebut. ’’PDIP pernah menyinggung itu pada 2009. Sekarang kok masih hidup itu,’’ ujar Tjahjo setelah mengikuti konsolidasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa malam (4/2). Menurut dia, keberadaan intelijen sangat terang di PDIP. Bahkan, posisi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun tak luput dari penyusupan intelijen. ’’Kemarin itu rumah Bu Megawati disusupi intelijen. Rangkaian mobilnya disusupi dua intelijen, sampai nekat dari pesawat terbang, disetop di jalan,” cerita Tjahjo. Peringatan itu, kata dia, merupakan pernyataan kali kesekian yang disampaikan PDIP. Menurutnya, Mega dalam setiap pidatonya tidak pernah luput untuk Baca INTELIJEN Hal. 4

PEOPLE

Tak Cukup dengan kicauan anas

Dihukum h k 3 BBulan, l D Depe Ngawur N BERKELAHI, saling lapor penganiayaan, ujungnya sama-sama dipenjara. Itulah drama yang harus dijalani Dewi Mulya Agung alias Dewi Perssik dan Yuli Rachmawati alias Julia Perez. Setelah Jupe bebas, kini giliran Depe –panggilan Dewi Perssik– yang harus masuk bui atas perintah Mahkamah Agung (MA). Kemarin, MA mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum dalam kasus penganiayaan yang dilakukan Depe terhadap Jupe, dengan nomor 758 K/ PID/2013. ’’Tadi (kemarin, Red) jam 14.00 WIB, Dewi (Perssik) diputus pidana penjara selama tiga bulan dengan perintah ditahan,” ujar sumber Jawa Pos (grup Radar Lampung) di internal MA. Pengajuan kasasi kasus Depe diputuskan oleh tiga hakim agung, yakni Artidjo Alkostar sebagai hakim ketua serta Salman Luthan dan Gayus Lumbuun sebagai hakim anggota. Ketiga hakim memutuskan menganulir putusan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang menguatkan vo nis Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Yakni hukuman dua bulan Baca DIHUKUM Hal. 4

Dewi Perssik

Soal Keterlibatan Ibas di Kongres

FOTO AFP

MENDADA MENDADAK BUNGKAM: Anas Urbaningrum memberikan keterangan pers. Namun kali ini, kicau Anas tak nyaring. lagi nyarin

JAKARTA – Selama ini, kubu Anas Urbaningrum kerap menyuarakan pentingnya Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas diperiksa KPK terkait Kongres Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung. Alasannya, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menjabat steering committee (SC) kongres. Usai menjalani

pemeriksaan kemarin, Anas mengklaim KPK sudah bertanya soal itu. Keterangan singkat disampaikan Anas setelah menjalani pemeriksaan pukul 15.00 WIB. Suami Athiyyah Laila itu tampak lebih kurus saat memberikan keterangan pada wartawan. Anas yang biasanya banyak bicara, kemarin lebih irit. Dia hanya mau memberikan penjelasan soal SC. Baca TAK Hal. 4

Jemawa, Akhirnya Batal

ilakukan Pengumuman Honorer Urung Dilakukan JAKARTA - Rencana pengumuman JAKA kelulusa tenaga honorer kategori dua kelulusan (K2) batal bat dilakukan kemarin. Skema pengumuman dengan menggunakan format pengumu PDF di we website Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) ternyata tidak bisa (Kem diakses. diakse

Hingga pukul 19.00 WIB tadi malam, situs yang seharusnya memuat nomor peserta lolos ujian tulis beberapa bulan lalu itu hanya memunculkan ’’502 Bad Gateway”. Diduga, hal itu disebabkan banyaknya permintaan masuk yang tidak bisa di-handle oleh server sehingga terjadi time out.

Dugaan itu tu dibenarkan Kepala Humas Kemenpan-RB RB Suwardi. ’’Web Menpan npan down. Mungkin karena banyak ak yang mengakses,” ujarnya ya di Jakarta kemarin. Baca JEMAWA Hal. 4

AZWAR ABUBAKAR

Tujuh Tahun Tim Face-off RSUD dr. Soetomo Dampingi Lisa

Nalini seperti Ibu Sendiri, Bersyukur Bertemu Dokter-Dokter Baik Hati Merawat pasien face-off bukan pekerjaan mudah. Perlu kehatihatian dan kesabaran yang luar biasa. Begitu pula yang dilakukan tim dokter RSUD dr. Soetomo Surabaya selama tujuh tahun mendampingi Siti Nur Jazila alias Lisa.

Laporan Titik A.–Priska B., SURABAYA WAJAH dr. Nalini Muhdi Agung, Sp.K.J. (K) terlihat bahagia karena akhirnya berhasil mengantarkan Lisa menjadi pribadi yang lebih mandiri. Sebuah tugas berat yang dia emban selama tujuh tahun http://www.radarlampung.co.id

FOTO FEDRIK TARIGAN/JPNN

SIAP MANDIRI: Lisa meninggalkan RSUD dr. Soetomo usai menjalani operasi face-off selama tujuh tahun.

mendampingi Lisa. Bukan hanya karena tanggung jawabnya sebagai dokter, melainkan juga sikap pribadinya yang terus mendorong dan berempati kepada perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu. Ingatan Nalini kembali ke tujuh tahun lalu. Saat itu, dia mendapati Lisa dengan kondisi psikologis yang hancur. Rasa percaya dirinya sangat rendah. Tragedi penyiraman air keras oleh suaminya, Mulyono, begitu membekas dalam memori perempuan kelahiran Turen, Malang, Jawa Timur, tersebut. ’’Buruk sekali kepercayaan dirinya waktu itu,” ucap Nalini saat seremoni pelepasan Lisa di ruang sidang direktur Baca NALINI Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.