36 HALAMAN HALA
Satu untuk Semua
RABU, 6 AGUSTUS 2014 RA
RS BUMI WARAS
(Not) for Sale BANDARLAMPUNG – Kabar tak sedap menerpa Rumah Sakit (RS) Bumi Waras Bandarlampung. Tersiar kabar, salah satu rumah sakit swasta yang cukup favorit di Kota Bandarlampung itu akan dijual. Bahkan, informasi terkait penjualan RS yang berada di Jl. Wolter Monginsidi ini telah diiklankan di salah satu website jual-beli properti www.rumahdijual. com. Dalam iklan itu tertulis jelas ’’Rumah Dijual: Rumah Sakit Bumi Waras–Lampung”.
ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG
Baca RS Hal. 8
Mayoritas Pemda Gandeng PT Terkait Penggunaan Sistem CAT
BANDARLAMPUNG – Sejumlah daerah di Lampung ternyata mengaku belum mengetahui jadwal resmi rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2014 yang dike-
luarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Meski demikian, masingmasing daerah mulai mem-
persiapkan diri untuk menggelar tes yang bakal menggunakan sistem CAT (computer assisted test) itu. Mayoritas pe merintah daerah (pemda) berinisiatif menggandeng perguruan tinggi (PT) untuk mengantisipasi masalah ini.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung misalnya. Kepala BKD Lampung Sudarno Eddi mengaku belum menerima surat resmi Menpan-RB Nomor B/2870/M.PANRB/7/2014,
yang menyebutkan pendaftaran CPNS mulai dibuka tanggal 20 Agustus mendatang. ’’Belum kami terima dari pusat. Ya mungkin dalam waktu dekat. Kita tunggu saja,” katanya kemarin. Meski demikian, Sudarno mengaku pihaknya telah mulai
Langgar Konstitusi RI AKTIVITAS organisasi Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dipastikan tak mendapat tempat di Indonesia. Mabes Polri meminta bantuan warga untuk tidak memberikan ruang terhadap orangorang yang berniat mendukung ISIS. Pemerintah juga tak akan memberikan izin organisasi tersebut eksis di Indonesia. Hasil sidang kabinet menyatakan, ISIS bertentangan dengan Pancasila yang menjadi falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, ISIS tak mungkin bisa eksis di Indonesia.
Organda Minta Cabut Surat Edaran
Baca LANGGAR Hal. 8
FOTO FAHROZY/RNN
TUNJUKKAN BB: Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika ketika memimpin ekspose kasus dugaan penculikan di mapolres setempat kemarin (5/8).
Kasus Penculikan Ternyata Juga Melibatkan Dua Oknum TNI FOTO REUTERS
Warga berpose di depan model Tiny House merek Tumbleweed Cypress 24 yang dipamerkan di Boulder, Colorado, kemarin (5/8). Sejak beberapa tahun terakhir, Gerakan Rumah Mungil telah dimulai oleh orang-orang di sekitar gedung pencakar langit yang mencintai kehidupan baru sederhana mereka.
Dan untuk 25 unit sisanya masih dipertimbangkan, apakah akan menyewa atau seperti apa. Pilihannya, kita bisa bekerja sama dengan Universitas Lampung (Unila),” terangnya. Baca MAYORITAS Hal. 8
Kadin Minta Tunda Pembatasan Solar
ISIS
RUMAH MINI
mempersiapkan pelaksanaan sistem CAT dalam penerimaan CPNS tahun ini. Sudarno menyatakan, pihaknya sudah cukup siap. Meski alat yang dimilikinya baru 50 unit dari kebutuhan ideal 100 unit. ’’Nanti kami melakukan pembelian 25 unit.
Polres Gulung Enam Tersangka KOTABUMI – Selain melibatkan dua oknum polisi, kasus penculikan terhadap Alexander yang merupakan adik anggota
DPRD Lampung Utara (Lampura) Wansori ternyata juga melibatkan dua oknum anggota TNI. Hal ini terungkap saat ekspose kasus penculikan itu di Mapolres Lampura kemarin (5/8). Menurut Kapolres Lampura AKBP Helmy Santika, pihaknya bekerja sama
JAKARTA - Kebijakan pembatasan solar bersubsidi terus menjadi polemik. Kemarin (5/8), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempertemukan pihak-pihak terkait. Yakni Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Pertamina, Organisasi Angkutan Darat (Organda), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Dalam pertemuan yang diadakan di gedung Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub itu, kalangan pengusaha kembali menegaskan menolak regulasi baru tersebut. Sayang-
nya, sang pembuat aturan, yakni BPH Migas, tidak menghadiri undangan pertemuan ini. Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Daerah Kadin Natsir Mansyur menjelaskan, dalam rapat itu para pengusaha memaparkan alasan mengapa mereka menolak kebijakan baru ini. Menurut dia, aturan tersebut sangat meresahkan pengusaha angkutan darat. Baca KADIN Hal. 8
dengan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengamankan enam tersangka kasus tersebut di Sumsel pada Minggu (3/8) lalu. Mereka adalah dua oknum polisi yakni anggota Polres Ogan Baca KASUS Hal. 8
Theizard Saiya, Pelukis Ambon yang Hasilkan Karya Kolaborasi Bersama ABK Tunarungu
Bangga Lukisan Perdana Terbang ke Belanda Sebagai pelukis, nama Theizard Saiya memang belum banyak dikenal. Tetapi, aksi melukis ’’telepati”-nya bersama dua remaja tunarungu beberapa waktu lalu melahirkan karya istimewa. Apa itu? Laporan Priska Birahy, AMBON SIANG itu (22/7), senyum lebar di bibir Theizard jadi sambutan hangat di sebuah kafe di sekitar kampus Universitas Pattimura Ambon, Maluku. Begitu memasuki kafe, terlihat beberapa lukisan dengan warna-warna alam seperti cokelat, hijau, oranye, hitam, dan putih menghiasi dindingnya. Ada yang bergambar segelas kopi, sketsa wajah, hingga kopi yang tumpah dari dalam gelas. ’’Ini beberapa http://www.radarlampung.co.id
lukisan yang beta gambar,” kata Theizard yang langsung jadi pembuka obrolan di siang yang terik itu. Sekejap mahasiswa Jurusan Manajemen Sumber Daya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura tersebut mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya. Dia lalu memperlihatkan foto lukisan di atas tiga kanvas yang terpisah. Saat kanvaskanvas berukuran 120 x 80 cm itu
FOTO PRISKA BIRAHY/JPNN
KARYA ISTIMEWA: Theizard Saiya menunjukkan dua lukisan barunya. Dia sedang menyiapkan pameran bersama pelukis Ambon.
dipisah, yang terlihat hanyalah penggalan lukisan yang belum tuntas. Namun begitu disatukan, tiga lukisan tersebut menampakkan gambar anak lelaki yang sedang menyeruput papeda, makanan dari sagu khas Ambon. Sambil sesekali membetulkan bajunya, pria kelahiran 16 Mei 1992 itu mengatakan bahwa lukisan di tiga kanvas berbeda tersebut merupakan karya kolaborasi dirinya dengan dua remaja tunarungu dan seorang pengamat anak berkebutuhan khusus (ABK) dari Belanda bernama Nadine. Mereka melukis tanpa kesepakatan tema, ide, maupun gaya, secara terpisah namun hasil akhirnya di luar dugaan. Lukisan itu menjadi satu kesatuan yang utuh
dan bercerita. ’’Beta dan Nadine sempat kaget mengetahui hasilnya seperti itu. Sungguh di luar dugaan kami,” ujar Theiza –panggilan pemuda hitam manis itu– mengenang aksi kolaborasi April lalu. Menurut sulung tiga bersaudara tersebut, kolaborasi itu tercipta setelah dirinya berkenalan dengan Nadine yang selama ini banyak berkecimpung menangani ABK di ibu kota Maluku tersebut. Sedangkan Theiza sendiri aktif di komunitas Kanvas Alifuru, gerakan jujaro mungare (sebutan anak muda lelaki dan perempuan dalam bahasa Ambon) anti-mainstream. Baca BANGGA Hal. 8
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327