RADAR LAMPUNG | Sabtu, 7 Juli 2012

Page 1

SABTU, 7 JULI 2012 SA

32 HALAMAN/Rp3.000,-

Satu Untuk Semua

Asosiasi Pemda Sepakat Gubernur Dipilih DPRD

ANI YUDHOYONO TAMBAH CUCU DI USIA 60

JAKARTA - Pembahasan rancangan undang-undang pemilihan kepala daerah (RUU pilkada) belum memasuki pasal-pasal. Meski begitu, suara-suara daerah ternyata menunjukkan dukungan agar pemilihan gubernur ditetapkan melalui pilihan fraksi di DPRD provinsi. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi II DPR Nurul Arifin di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (6/7). Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPR, seluruh asosiasi pemerintah daerah yang terdiri atas Apeksi, Apkasi, APPSI, ADPSI, Adkasi, dan Adeksi bersepakat dengan mekanisme pemilihan gubernur/ wakil gubernur oleh DPRD. ’’Dengan berbagai argumentasi, mereka mendukung usul pemerintah,” katanya. Menurut Nurul, para wakil asosiasi pemda yang sengaja diundang komisi II itu menilai pemilihan gubernur lebih baik dilakukan DPRD. Pemilihan oleh DPRD akan mengurangi risiko konflik dan cost politik. ’’Mereka beranggapan gubernur yang

Ibu Negara Ani Yudhoyono merayakan hari lahirnya kemarin (6/7). Di usianya yang memasuki 60 tahun, istri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan merasakan sesuatu yang istimewa. Putra bungsunya, Edhie Baskoro (Ibas), yang menikah dengan Siti Ruby Aliya Rajasa, akan memberinya cucu kedua yang diperkirakan lahir Desember mendatang. ’’Insya Allah, doakan saja. Itu suatu kado yang juga manis buat saya,” tutur Ani.

NURUL ARIFIN

terpilih (melalui DPRD) akan lebih berkualitas,” ujarnya. Masing-masing merujuk pada pasal 18 ayat 4 UUD 1945 bahwa gubernur, bupati, dan wali kota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Namun, di tingkat kabupaten/kota, mereka meminta dipilih secara langsung. Baca ASOSIASI Hal. 4

FOTO ABROR RIZKI/RUMGAPRES

SNMPTN Lampung Rata-Rata Tertinggi 123.225 Siswa Lolos, Jual Kursi Sulit Dibasmi JAKARTA  Proses seleksi ujian tertulis/keterampilan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2012 telah selesai. Tercatat ada sebanyak 123.225 siswa yang lolos ujian SNMPTN tahun ini. Dari jumlah itu, Provinsi Lampung masuk enam besar provinsi dengan nilai rata-rata tertinggi untuk jurusan

ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan delapan besar untuk jurusan ilmu pengetahuan alam (IPA). Untuk jurusan IPS, terbaik pertama diraih DKI Jakarta. Diikuti DI Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan. Sedangkan untuk IPA, urutan pertama DKI Jakarta, yang kemudian disusul DIJ, Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Dirincikan, jumlah peserta yang lolos SNMPTN tersebut

terdiri kelompok ujian IPA sebanyak 57.869 siswa dan kelompok ujian IPS 65.356 siswa. ’’Sedangkan jumlah daya tampung yang tidak terisi melalui SNMPTN 2012 jalur ujian tertulis ada 194 kursi,” ungkap Ketua Panitia Pelaksanaan SNMPTN 2012 Akhmaloka. Ia melanjutkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai tahun 2013 mendatang memutuskan untuk menambah kuota jalur undangan SNMPTN. Baca SNMPTN Hal. 4

KIAMAT INTERNET

Imbas Bersih-Bersih FBI

Optimistis Tembus Tiga Besar

DUNIA akan mengalami kiamat internet atau doomsday pada 9 Juli 2012. Efeknya bisa parah karena banyak pihak yang kini bergantung dengan internet. ’’Kiamat internet tersebut akan terjadi di banyak komputer di seluruh dunia pada 9 Juli mendatang, yaitu saat FBI melakukan bersih-bersih terhadap DNS (domain name server) yang bermasalah, dan itu jumlahnya sangat banyak,” kata pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat di Jakarta. Dijelaskannya, DNS punya fungsi penting di jagad maya. Analogi mudahnya, DNS menyimpan ratusan ribu bahkan jutaan alamat internet atau IP address beserta domainnya. Komputer yang mengakses suatu domain, maka komputer tersebut pasti menanyakan dahulu ke DNS alamat IP address.

PEKANBARU - Kekalahan 0-1 dari Australia pada laga perdana kualifikasi grup E Piala Asia U-22 tak ingin terlalu dipikirkan timnas Indonesia U-22. Penggawa Garuda Muda langsung fokus mengincar kemenangan saat menghadapi Timor Leste malam ini (siaran langsung AnTV pukul 19.00 WIB). Asisten pelatih Liestiadi menegaskan bahwa kekalahan kontra Australia tidak lantas menutup peluang Indonesia untuk lolos ke babak selanjutnya.

Baca IMBAS Hal. 4

’’Masih ada peluang. Kami kurang beruntung di pertandingan kemarin (Kamis, 5 Juli, Red). Kami berfokus pada sisa pertandingan lainnya,’’ kata dia saat dihubungi Jawa Pos (grup Radar Lampung) kemarin (6/7). Baca OPTIMISTIS Hal. 4

FOTO WAHYU SYAIFULLAH

POSE BARENG: Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang dan General Manager Radar Lampung Purna Wirawan bersama para guru favorit sesaat sebelum bertolak ke Malaysia-Singapura kemarin.

PENETAPAN RAMADAN

Lapan Protes Muhammadiyah KEPUTUSAN di maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tentang penetapan 1 Ramadan 1433 Hijriah/2012 Masehi jatuh pada 20 Juli menuai protes. Di antaranya diutarakan guru besar riset astronomiastrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara (Lapan) Thomas Djamaluddin. Dia menilai kebijakan PP Muhammadiyah itu keliru. Djamaluddin mengatakan, Ramadan tahun ini beda karena ada yang ingin berbeda. Menurutnya, merujuk pada ilmu astronomi menyimpulkan jika keputusan hisab Muhammadiyah itu keliru. Baca LAPAN Hal. 4

Pemprov Adopsi Pola Guru Favorit Radar BANDARLAMPUNG – Untuk kali ketiganya, Surat Kabar Harian Radar Lampung sebagai jaringan media terbesar di Provinsi Lampung memberangkatkan 14 guru favorit ke Singapura dan Malaysia kemarin (6/7). Ke-14 guru favorit ini berasal dari seluruh kabupaten/kota di Lampung. Mereka dilepas Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang dan General

Manager Radar Lampung Purna Wirawan di sekretariat Pemprov Lampung. Keberangkatan ke dua negara tersebut seluruhnya ditanggung Radar Lampung. Berlian Tihang secara lugas mengapresiasi langkah Radar Lampung dalam mengambil peran memajukan dunia pendidikan Lampung. Baca PEMPROV Hal. 4

ANDIK VERMANSYAH

Kisah Penyelamatan Delapan Turis yang Terseret Arus di Nusa Lembongan, Bali

Kelip Cahaya Awalnya Dikira Lampu Nelayan Delapan turis asing yang dilaporkan hilang saat menyelam di Nusa Lembongan, Bali, diselamatkan sebuah kapal ikan yang biasanya tak pernah melintas di jalur tersebut. Sebelumnya, selama berjam-jam, mereka mengapung bergandengan di pelampung sosis. Laporan Chairul A.S.-Putra, DENPASAR

FOTO AGUNG/JPNN

BUPATI PUN DIBORGOL Ini pelajaran buat kepala daerah nakal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Buol Amran Batalipu karena menerima suap Rp2 miliar dari PT Hardaya Inti Plantation (HIP) dan PT Cakra Cakra Murdaya (CCM). Tersangka ditangkap Kamis (5/7) subuh di rumahnya. http://www.radarlampung.co.id

KAWASAN Nusa Penida di tenggara Pulau Bali bukanlah jalur favorit Sismono setiap pulang melaut dari perairan Nusa Tenggara Timur. Tetapi, cuaca buruk pada Kamis malam lalu (5/7) memaksa nakhoda KM Sumber Laut I itu melintas di sana. Saat sudah memasuki perairan bagian barat daya pulau yang dipisahkan Selat Badung dari daratan Pulau Dewata itu, Sismono dan anak buahnya melihat kedip cahaya agak di kejauhan.

FOTO WAYAN PUTRA/JPNN

MASIH SHOCK: Para korban arus saat diving kembali ke hotel di Tulamben, Karangasem, Bali, kemarin (6/7).

Awalnya, dia menduga cahaya tersebut berasal dari lampu yang dipasang di jaring kapal nelayan tradisional yang sedang mencari ikan. Tetapi semakin dekat ke sumber cahaya, pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, tersebut semakin ragu terhadap dugaan awalnya itu. Benar saja, saat sudah bisa melihat dari jarak yang jelas, yang disaksikan Sismono dan anak buahnya tadi ternyata nyala senter yang dikenakan delapan orang yang tengah terapung di laut. ’’Waktu itu mereka (para korban) gandengan. Kami langsung kasih pelampung, kemudian langsung menariknya ke atas (kapal),” tutur Sismono seusai dimintai keterangan oleh penyidik Subdit III Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali kemarin sebagaimana ditulis Radar Bali (grup Radar Lampung). Baca KELIP Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.