RADAR LAMPUNG | Kamis, 9 Januari 2014

Page 1

SSatu atu uuntuk ntuk SSemua emua

KAMIS, KAM KA AM MIS IS, IS, S, 9 JANUARI JAN NU UARI 2014 2014 20 14

+$/$0$1 5S

Kesatria! Survei Tahap I Tertinggi, Siap Dicoret dari Konvensi JAKARTA - Survei internal tahap I yang diselenggarakan Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat dipastikan tidak dibeber secara terbuka ke publik. Meski demikian, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul memberikan bocoran bahwa Dahlan Iskan berada di urutan pertama dengan elektabilitas tertinggi. ’’Dahlan Iskan dan Pramono Edhie berada di posisi pertama dan kedua,� ungkap Ruhut di sekretariat Komite Konvensi Jakarta kemarin (8/1). Tanpa menjelaskan lebih lanjut, dia mengemukakan bahwa petinggi partainya telah membahas hasil tersebut untuk sekaligus mengevaluasi pemenangan pemilu. Menurutnya, evaluasi itu diadakan di kediaman Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, beberapa waktu lalu. ’’Hadir beberapa petinggi Demokrat seperti Jero Wacik, E.E. Mangindaan, dan Roy Suryo,� ujarnya. Survei internal itu merupakan rangkaian resmi pelaksanaan Konvensi Capres Partai Demokrat. Rencananya, survei yang dilaksanakan oleh tiga lembaga survei sekaligus itu akan dilaksanakan dua kali. Survei kedua yang sekaligus menjadi penentu peserta mana yang tampil sebagai pemenang akan dilaksanakan usai Pemilu Legislatif April 2014. Anggota Komite Konvensi Rully Charis menyatakan bahwa survei tahap I itu sengaja tidak di-publish secara luas karena pihak

Dahlan iskan

Baca KESATRIA! Hal. 4

ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG

Brimob Kepung Anas JAKARTA - Upaya memanggil paksa Anas Urbaningrum, tampaknya, diseriusi KPK. Jika politikus asal Blitar, Jawa Timur, itu tidak kooperatif, maka penyidik minta bantuan personel brimob untuk membawa paksa ke gedung KPK. Meski begitu, penyidik tetap berharap Anas menghargai proses hukum

yang tengah berjalan dengan memenuhi panggilan pemeriksaan. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, lembaganya memiliki prosedur tetap (protap) dalam memanggil paksa tersangka. Yakni berkoordinasi dengan kepolisian, khususnya brimob, untuk membawa seorang tersangka.

Bila Jumat Kembali Mangkir

’’Protapnya seperti itu. Kami melibatkan brimob untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,� kata dia kemarin (8/1). Jika nantinya ada perlawanan atau

upaya menghalangi membawa seorang tersangka, anggota brimob yang akan bertindak. Meski demikian, penyidik KPK juga dipersenjatai senpi saat melaksanakan penjemputan paksa.

Johan sendiri mengatakan KPK tetap berharap Anas datang tanpa harus dijemput paksa. ’’Kami mengira AU (Anas Urbaningrum) seorang warga negara yang baik sehingga kami berharap dia menghargai proses hukum. Tetapi kalau hal itu tidak dilakukan, ya aturannya memang harus penjem-

BENCANA ALAM CUACA buruk yang menelan korban jiwa direspons cepat Pemprov Lampung. Sedikitnya Rp20 miliar disiapkan untuk dana tanggap darurat bencana. Dana itu masuk dalam pos dana tak terduga APBD Lampung 2014. Namun bukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung yang memegangnya secara langsung. Melainkan tetap dipegang Biro Keuangan Setprov Lampung. ’’Jadi dana siap pakai kita tidak punya,� ujar Kepala BPBD Lampung Budiarto saat ditemui di ruang kerjanya kemarin. Baca Rp20 MILIAR Hal. 4

FOTO JPNN

SBY Instruksikan Evaluasi PROGRAM jaminan kesehatan nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) per 1 Januari lalu masih menuai kritik dan protes dari berbagai pihak. Di antaranya kritikan dan keluhan dari kalangan dokter dan tenaga medis. Sejumlah kritikan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Presiden SBY, melainkan juga menyasar Ibu Negara Ani Yudhoyono. ’’Masukan itu rata-rata dikirim melalui SMS. Mulai kata-kata yang moderat dengan kata-kata yang agak keras. Tetapi kalau saya sudah biasa menerima suara masyarakat Baca SBY Hal. 4

Baca BRIMOB Hal. 4

Endus 154 Kecurangan Tes

Rp20 Miliar Standby

BPJS

putan paksa,� jelasnya. KPK akan menunggu politisi kelahiran 15 Juli 1969 tersebut hingga Jumat siang (10/1). Jika tidak ada indikasi hadir, maka pemanggilan paksa bakal dilakukan hari itu juga.

DIPERIKSA: Cornelis Nalau setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK kemarin. Dia diperiksa terkait kasus dugaan suap terhadap Akil Mochtar dalam pengurusan sengketa Pilkada Gunung Mas.

Akil Pasang Tarif Rp3 M KPK Panggil Rycko 15 Januari JAKARTA - Cara Akil Mochtar memainkan perkara sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata cukup kasar. Dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, misalnya, dia terang-terangan meminta uang Rp3 miliar.

Hal itu terungkap dalam sidang perdana terdakwa Chairun Nisa, Hambit Bintih, dan Cornelis Nalau Antun. Chairun Nisa adalah makelar suap antara Hambit dan Akil. Sedangkan Hambit dan Cornelis adalah terdakwa penyuap Akil. Surat dakwaan memuat krono-

logi penyuapan yang berawal pada 19 September 2013. Saat itu, Hambit berinisiatif menghubungi Chairun Nisa. Dia minta dibantu agar sidang sengketa hasil Pilkada Gunung Mas di MK bisa dimenanginya. Hambit meminta MK menolak gugatan pemohon yang tak lain kontestan rival dalam pilkada. Baca AKIL Hal. 4

JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mencium adanya 154 kecurangan yang terjadi pada proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013. Jumlah kecurangan tersebut ditemukan baik pada tes jalur umum maupun honorer kategori dua (K2). Menurut keterangan Siti Juliantari Rachman, anggota Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, kecurangan-kecurangan tersebut rsebut terjadi mulai awal tes CPNS dilakukan. Yaitu sejak dimulainya lainya proses seleksi berkas hingga ga diumumkannya hasil tes CPNS tahun 2013 itu. ’’Jumlah tersebutt dari proses awal (tes CPNS), darii jalur umum dan K2,� ungkap perempuan mpuan yang akrab disapa Tari itu kemarin. marin. Kasus-kasus tersebut diperoleh eroleh pihaknya dari pengaduan masyarakat dan pemantauan Konsorsium rsium LSM Pemantau Rekrutmen CPNS (KLPC) di lapangan sejak 1 Septemptember 2013 lalu. Dari 154 kasus us itu, sebanyak 59 kasus dilaporkan n dari penerimaan CPNS jalur honorer norer K2 dan 95 kasus dari jalur umum. mum. Secara detail, ia memperinci erinci 10 jenis kecurangan yang paling ng banyak diadukan masyarakat.. Yakni pengumuman kelulusan yang tidak transparan sebanyak 37 kasus, pendaftaran dan seleksi administrasi asi tak transparan 21 kasus, 18 kasus terkait K2 yang tidak k

memenuhi syarat, 16 kasus terkait pemerasan/penyuapan/calo, dan 15 kasus terkait panitia yang tidak transparan. ’’Ketidaktransparanan dan calo yang masih merajalela menjadi masalah yang kembali harus disoroti,� ungkapnya. Tak hanya kasus-kasus yang terjadi saat tes Baca ENDUS Hal. 4

Teror Pascakasus Match Fixing IPL Terungkap

Takut Keluar karena Diancam Bunuh Lolosnya Bayu Anggara dari hukuman Komisi Disiplin PSSI dalam kasus match fixing di playoff IPL justru berbuntut hujatan dan teror. Padahal, eks kiper Bontang FC itu tak pernah menyebut adanya pengaturan hasil pertandingan. Karirnya pun jadi ikut mandek.

Laporan Muhammad Amjad, JAKARTA TIAP ada telepon masuk dari nomor tak dikenal ke ponsel (telepon seluler)-nya, Bayu Anggara memilih membiarkan. Padahal, tak hanya sekali-dua kali nomor yang tak Baca TAKUT Hal. 4 KWWS ZZZ UDGDUODPSXQJ FR LG

FOTO M. JUMRI/JPNN

TERUS DITEROR: Bayu Anggara (belakang/ tengah) saat launching pemain awal musim lalu. %HUODQJJDQDQ +XEXQJL


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.