BERLANGGANAN CUKUP SMS KE 0811790544
RABU, 9 AGUSTUS 2017
OLAHRAGA
POLITIKA
HurriKane Memburu Hat-trick
Empat Nama Bersaing
Baca Halaman 8
24 HALAMAN/Rp3.000,-
HTTP://WWW.RADARLAMPUNG.CO.ID
LAMPUNG RAYA
Siswa SMP Diduga Sodomi Tetangga
Baca Halaman 9
METROPOLIS
Saran Kemenpupera Beratkan Kontraktor
Baca Halaman 14
Baca Halaman 17
Satu untuk Semua
BANDARLAMPUNG – Langit Lampung dini hari kemarin (8/8) tampak indah. Sebab, proses gerhana bulan sebagian (GBS) terlihat jelas. Diketahui, gerhana bulan adalah peristiwa ketika terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. Baca | TERLIHAT | Hal. 4
FENOMENA ALAM: Gerhana bulan sebagian (GBS) di Bandarlampung, Selasa (8/8) dini hari. Fenomena alam yang terjadi ini bisa dinikmati hampir di seluruh wilayah Lampung. Foto diambil di Tugu Adipura dengan teknik multiple exposure. FOTO ALAM ISLAM/RADAR LAMPUNG
Istri Peratin Se-Lambar ’’Pelesiran’’ ke Bali
Dibungkus Kegiatan Bimtek, Diduga Habiskan Anggaran DD Rp655 Juta
LIWA – Penggunaan dana desa (DD) benarbenar harus diawasi secara ketat. Pasalnya, uang negara ini diduga banyak yang dihamburhamburkan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Misalnya saja yang terjadi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Para istri peratin atau kepala desa se-Lambar diduga pelesiran menggunakan DD. Kegiatan itu dibungkus dengan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas ibu-ibu PKK.
PULAU BETUAH DIJUAL BANDARLAMPUNG – Kabar penjualan pulau kembali menggegerkan warga Lampung. Oktober 2016, Pulau Tegal, Kecamatan Telukpandan, Pesawaran, masuk situs olx.co.id, rumahdijual.com, rumah.com, dan kaskus.co.id dijual seharga Rp10 miliar. Kini giliran Pulau Betuah, Pesisir Barat, yang terunggah ke situs olx.co.id juga hendak dijual. Dalam situs tersebut, pengunggah iklan atas nama Sadir menawarkan pulau dengan luas 100 hektare (ha) itu seharga Rp4
miliar. Sadir yang ternyata merupakan perantara menyebutkan bahwa sang owner telah mengantongi sertifikat hak milik (SHM). Pulau Betuah sendiri masuk dalam wilayah Kecamatan Bengkunat Belimbing, Pesisir Barat. Pulau tersebut masuk dalam daftar 111 pulau kecil terluar Indonesia. Penetapan itu sebagaimana tertera dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Terluar. Baca | PULAU | Hal. 4
Baca | ISTRI | Hal. 4
YUSDIANTO FOTO FACEBOOK YUSDIANTO
PD Yakin Ridho Tak Kehabisan Tiket BANDARLAMPUNG – Calon gubernur (cagub) petahana M. Ridho Ficardo sampai saat ini bisa dibilang belum aman untuk mendapatkan perahu dari partai politik untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 27 Juni 2018. Sebab, meski menjabat ketua DPD Partai Demokrat (PD) Lampung, Ridho belum mendapatkan surat keputusan rekomendasi resmi dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut untuk mengusungnya. Sementara, cagub lainnya yang merupakan ketua partai politik (parpol) di Lampung sudah mendapatkan surat rekomendasi maju pilgub. Di antaranya Ketua DPW Partai NasDem Mustafa dan Ketua DPD Partai Golkar Arinal Djunaidi.
INFORMASI Pulau Betuah yang berada di Kabupaten Pesisir Barat dijual menuai sorotan dari akademisi Fakultas Hukum Universitas Lampung Yusdianto. Dia berharap pemerintah menanggapi serius informasi tersebut. Sebab jika pulau itu dimiliki warga negara asing atau negara luar, maka kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terancam. Baca | ANCAM | Hal. 4 GRAFIS EDWIN/RADAR LAMPUNG
Baca | PD | Hal. 4
1.359 Sege Dilempar, Festival Budaya Lembah Baliem pun Pecahkan Dua Rekor
Aslinya Alat Perang, tapi Kali Ini tanpa Racun Mohon Perbaikan Jalan TABIK Pun Pak Gubernur. Saya mewakili masyarakat Desa Sukamenanti, Bukitkemuning, juga masyarakat Abungtinggi, Lampung Utara, atau Desa Sekipi meminta Pak Gubernur beserta jajaran meninjau jalan desa kami yang rusak. Jika hujan, air menggenangi jalan. (08218683xxxx) Jawaban: Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang kewenangannya ada di kabupaten. (*)
Karena kekurangan peserta laki-laki dari warga setempat, pemecahan rekor akhirnya melibatkan wisatawan. Kalau tahun ini ada lempar sege dan memanah, festival tahun depan menjanjikan kejutan lain. Laporan Ferlynda Putri, WAMENA SEBANYAK 1.359 lelaki membawa batang kayu panjang yang ujungnya runcing. Mata mereka memicing pada satu sasaran. Dan... lempar. Semua bersorak gembira. Wa… wa… wa… Pada pagi menjelang siang kemarin (8/8), di bukit-bukit di sekitar Walesi,
FOTO GUSLAN GUMILANG/JAWA POS/JPG
CATAT REKOR: Peserta melempar 1.000 tombak (sege) untuk membuat rekor pelempar tombak terbanyak yang tercatat pada prestasi rekor nasional (Original Rekor Indonesia) sekaligus internasional (Record Holders Republic) pada pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB).
Kabupaten Jayawijaya, Papua, tempat Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) dihelat, suara sorakan itu menggema. Sebab, lemparan sege –sebutan kayu panjang nan runcing tadi– beramairamai tersebut memecahkan dua rekor sekaligus. Rekor Indonesia dan dunia untuk pelemparan lebih dari 1.000 sege. Padahal, sepanjang 28 kali perhelatan FBLB, baru kali ini acara itu digelar. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo pun berharap dengan adanya pencatatan rekor tersebut, sege makin dikenal masyarakat Indonesia dan wisatawan asing. Mengenalkan kebudayaan memang salah satu misi FBLB. Baca | ASLINYA | Hal. 4