RADAR LAMPUNG | Jumat, 10 Januari 2014

Page 1

JUMAT, 10 JANUARI 2014

28 HALAMAN/Rp3.000,-

Satu Untuk Semua

Kelompok Militan Bom ATM Gagal Sikat Rp437 Juta MALANG – Kelompok militan merambah ke Malang. Salah satu aksi ’’pembukaan’’ mereka adalah meledakkan ATM Bank Mandiri di Jalan Kertanegara, Girimoyo, Karangploso, Kabupaten Malang, kemarin dini hari. Sampai kemarin sore, pelaku belum teridentifikasi. Pelaku juga gagal membawa uang Rp437 juta di

dalam mesin ATM. Dugaan terorisme menguat karena para pelaku ini tidak menggasak uang hampir setengah miliar yang ada di ATM itu. Baca KELOMPOK Hal. 4

TEROR Kelompok militan meledakkan ATM Bank Mandiri di Malang kemarin dini hari. Serpihan kacanya berhamburan hingga radius 15 meter. Tembok di kedua sisi ATM juga jebol. Tampak petugas Labfor dan Gegana Polda Jatim melakukan olah TKP. FOTO-FOTO JPNN

Loyalis Anas Melawan Ricuh Bayangi Jumat Keramat

JAKARTA - Komitmen Anas Urbaningrum untuk patuh terhadap hukum kembali diuji hari ini. Apakah dengan gentleman dia memenuhi panggilan

penyidik KPK, atau kembali mangkir seperti Selasa (7/1). Anas harus memikirkan baikbaik keputusannya, karena KPK bakal menjemputnya dengan

paksa kalau memilih tidak datang. Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. mengatakan, dia memang tidak tahu apakah Anas memenuhi panggilan penyidik atau tidak. Yang pasti, pemanggilan mantan Ketum Partai Demokrat

itu dipastikan sama dengan tersangka lainnya. Tak ada keistimewaan yang diberikan lembaganya kepada Anas. ’’Redaksional surat panggilan sama dengan sebelumnya. Kita lihat, apakah panggilan itu diindahkan. Kalau tidak ada,

akan ada tindakan. Jemput paksa bisa dilakukan kalau panggilan tak diindahkan,” tegas Johan. Dia melanjutkan, jemput paksa dilakukan bukan karena tersangkanya adalah Anas. Itu menjadi standar saat pemanggilan sudah dilayangkan beberapa kali, tetapi

tersangka tidak datang tanpa ada alasan yang bisa dibenarkan hukum. Apalagi, KPK sudah mengonfirmasi kalau panggilan sebelumnya adalah yang kedua. Itu artinya, panggilan hari ini adalah yang ketiga dan menjadi batas akhir. Kalau memang

Anas menganggap judul atau redaksional surat panggilan tidak jelas, Johan menyebut ada baiknya diselesaikan melalui jalur hukum. Bukan dengan cara tak memenuhi panggilan. Baca LOYALIS Hal. 4

JENDERAL BESAR

AKIL MOCHTAR

SBY Menolak Gelar

KPK Periksa KPU Lamsel

BERBAGAI gelar sudah dianugerahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mulai gelar di bidang pendidikan seperti doktor honoris causa maupun gelar adat. Hampir seluruh gelar tersebut diterima yang bersangkutan dengan tangan terbuka. Namun kemarin (9/1), SBY menolak gelar yang diberikan Panglima TNI Jenderal Moedoko. Moedoko Di hadapan Presiden SBY, para petinggi TNI/Polri dan peserta rapat pimpinan TNI/Polri di PTIK, Moeldoko mengungkapkan keinginannya untuk menganugerahkan gelar jenderal besar kepada presiden keenam RI tersebut. Baca SBY Hal. 4

KALIANDA  Bola panas dugaan kasus suap sengketa pilkada yang ditangani mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terus bergulir. Jika sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bupati Lampung Selatan Eki Setyanto untuk dimintai keterangan sebagai saksi, kini giliran Ketua KPU Lamsel Abdul Hafid yang dipanggil KPK untuk dimintai

keterangan sebagai saksi terkait dugaan kasus suap Akil Mochtar kemarin (9/1). Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lampung, Abdul Hafid kemarin berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan lembaga antirasuah itu. Sejauh ini memang baru ketua lembaga penyelenggara pemilu di Lamsel ini yang dipanggil KPK. Baca KPK Hal. 4

FOTO AJI SAKTIYANTO

DIVONIS SEUMUR HIDUP: Andri Septa Pubian Putra saat menjalani sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang kemarin (9/1).

’ Saya Terima, Eh Banding, Pak Hakim’’ FOTO FERY PRADOLO/JPNN

SATWA LANGKA Petugas menunjukkan kura-kura moncong babi di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Bandara SoekarnoHatta, Jakarta, kemarin (9/1). Sebanyak 2.800 kura-kura moncong babi dari Papua yang akan diselundupkan ke Singapura melalui Jakarta berhasil digagalkan petugas polhut.

BANDARLAMPUNG – Dikawal ketat etaatt belasan polisi, vonis Andri Septa Pubian Putra (21), terdakwa kasus pembunuhan pasangan suami-istri, akhirnya ketuk palu. ’’Seumur hidup dan tetap ditahan!” tegas ma majelis ajelis aje elis hakim yang diketuai F.X. Supriyadi dan berangan gotakan Sutadji serta Moch. Ali di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang kemarin (9/1).

Putusan tersebut sama dengan tuntutan ttu u jaksa penuntut umum (JPU) Hartono, yang sebelumnya menuntut Ha H mahasiswa perguruan tinggi swasta di mah m Bandarlampung ini seumur hidup. Ban Ba Seperti biasa, Andri menggunakan baju Seper koko dan peci. Baca SAYA Hal. 4

Andini Nur Bahri, Berkiprah Nyata dengan Komunitas Triple-P

Menangis setelah Mengetahui Dua Murid Batal Kuliah Usia boleh muda. Tetapi, jangan tanya kiprahnya di masyarakat Medan, Sumatera Utara. Itulah yang ditunjukkan Andini Nur Bahri. Lewat komunitas Triple-P (Pemuda Peduli Panti), perempuan 25 tahun ini berjuang mengentas anak-anak kurang mampu dari jurang kemiskinan.

FOTO ANDINI NUR BAHRI FOR RADAR LAMPUNG

’’Kebetulan, hari ini saya off dari aktivitas. Saya mau mengerjakan tesis yang sudah berjalan,” ujar Andini saat ditemui di rumahnya, Jl. Jemadi, Medan, Minggu (5/1). Saat itu, dia mengenakan baju terusan warna denim dengan kerudung seadanya. ’’Maaf ya, agak acak-acakan,” tambahnya. Andini memang bukan aktivis sembarangan. Dia melakoninya dengan serius tanpa pamrih. Lewat komunitas yang didirikannya, Triple-P, Andini memberikan perhatian lebih terhadap lingkungan. Khususnya anak-anak kurang mampu yang tinggal di panti-panti asuhan. Berkat kepeduliannya yang besar itu, layaklah dia kemudian terpilih menjadi salah seorang pemenang pemilihan tokoh perempuan Tupperware SheCAN 2013.

TANPA PAMRIH: Andini Nur Bahri (kanan) bersama aktivis Triple-P saat mengadakan bakti sosial di salah satu panti asuhan di Medan.

Baca MENANGIS Hal. 4

Laporan M. Salsabyl, MEDAN GAYA bicaranya yang ceplas-ceplos dengan logat khas Batak membuat Andini Nur Bahri tampak ’’garang”. Namun, dia sebenarnya merupakan perempuan lembut yang antusias dan tidak mau diam.

http://www.radarlampung.co.id

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.