SELASA, 10 DESEMBER DESE SE EMBER 2013 201
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Satu untuk Semua
Sering Gestun, Kredit Macet Bengkak BANDARLAMPUNG – Kegemaran masyarakat Indonesia, termasuk Lampung, menggunakan kartu kredit memicu kekhawatiran baru. Pasalnya, penggu-
Di Lampung Capai Rp717,85 Miliar
naan kartu kredit ini menjadi salah satu penyebab kredit macet. Bank Indonesia (BI) mencatat rasio kredit macet atau biasa disebut non performing loan (NPL) hingga Oktober 2013 di Provinsi Lampung masih cukup tinggi. Yakni sebesar Rp717,85 miliar atau 1,69 persen dari
Rp42,37 triliun total pembiayaan yang disalurkan. Angka NPL ini turun dibandingkan September 2013, yaitu 1,76 persen dari Rp41,62 triliun total pembiayaan yang digelontorkan. Sementara, pertumbuhan kredit (year on year) mencapai Baca SERING Hal. 4
Tragedi Bintaro Terulang JAKARTA JA JAK AKART ART TA - Tragedi Traged ged di maut aut ut kereta k ret ke r a api apii (K (KA (KA) KA A) di Bintaro, Jakarta Selatan, 19 Oktober 1987, terulang kemarin (9/12). Kali ini bukan KA versus KA, melainkan kereta rel listrik (KRL) versus mobil tangki Pertamina. Sedikitnya sembilan orang tewas, termasuk sang masinis Darman Prasetyo, dan puluhan lainnya lukaluka. Baca TRAGEDI Hal. 4
FOTO JPNN
BINTARO JILID II: Para petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api di truk tangki Pertamina pasca tabrakan dengan KRL di Bintaro kemarin. Kejadian ini memicu perhatian masyarakat yang menyemut di sekitar lokasi kejadian. Sementara, para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
GEDUNG FISIP MANGKRAK
Juga Diendus BPK dan Inspektorat TERNYATA tidak hanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyoroti masalah proyek universitas. Setidaknya dua lembaga lain, yaitu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan inspektorat, juga sudah sejak lama mengendus praktik kecurangan di dalamnya. Hal ini terungkap ketika Radar Lampung menanyakan arsip tentang perjanjian kontrak tiga gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (FISIP Unila) yang hingga kini terbengkalai, kemarin. Awalnya, Radar menemui Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Unila Bustomi. Sayang, dia enggan berkomentar terkait masalah ini. ’’Waduh, saya tidak bisa berkomentar kalau masalah itu (gedung FISIP yang terbengkalai, Red). Saya mau rapat di lantai II,” kata Bustomi saat ditemui di ruangannya kemarin (9/12). Ketika disinggung berkas kontrak kerja sama antara Unila dengan rekanan yang membangun gedung FISIP, Bustomi Baca JUGA Hal. 4
Para Penumpang KRL 1131 Serpong-Tanah Abang yang Selamat dari Maut
Ningsih Terjepit di Kolong Gerbong, Rosmaliah Selamatkan 4 Anaknya Tabrakan KRL 1131 Serpong-Tanah Abang dengan truk tangki Pertamina di lintasan kereta api Bintaro Permai, Jakarta Selatan, kemarin (9/12) tidak akan pernah dilupakan Ningsih. Dia merupakan salah satu penumpang KRL yang terjebak di gerbong terdepan saat kecelakaan terjadi. Dengan tertatih-tatih, Ningsih keluar dari gerbong melalui jendela yang dipecah.
maut itu setelah meloncat dari jendela yang kacanya pecah. ’’Ketika kecelakaan terjadi, saya bersama penumpang lain yang berdiri seperti terlempar ke belakang. Kami jatuh terjengkang,” ujar Ningsih dengan wajah pucat pasi. Dalam situasi panik, para penumpang di gerbong perempuan itu saling berebut menyelamatkan diri dengan berusaha membuka pintu kereta. Tetapi, pintu yang dioperasikan secara
Laporan Bayu P.-Gugun G., JAKARTA SEMBARI mengurut kaki kirinya, Ningsih terduduk lemas di bangku salah satu kelas di SDN 11 Bintaro, dekat lokasi kecelakaan. Sesekali dia berupaya menguatkan diri untuk bangkit, meski kakinya masih terasa nyeri. Dia tampak masih shock.
Saat kejadian, perempuan 50 tahun itu sempat terjebak di gerbong pertama KRL 1131 Serpong-Tanah Abang bersama puluhan penumpang lain. Gerbong tersebut ikut terbakar ketika api mulai membesar di tangki truk Pertamina. Tetapi, dia berhasil keluar dari gerbong
Baca NINGSIH Hal. 4 SELAMAT: Ningsih (kiri) dan Juli Farida Hani saat mendapat perawatan medis kemarin. FOTO JPNN
http://www.radarlampung.co.id
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327