RADAR LAMPUNG | Selasa, 12 November 2013

Page 1

Satu untuk Semua

SELASA, 12 NOVEMBER 2013

32 HALAMAN/Rp3.000,-

10 Ribu Tewas, Indonesia Aman JAKARTA - Meski lintasan topan Haiyan berada di sekitar kawasan Asia Tenggara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tidak perlu cemas. Sebab, topan Haiyan diprediksi tidak bisa berbelok masuk wilayah Indonesia. ’’Topan Haiyan tak akan berbelok ke Indonesia sehingga tidak perlu kekhawatiran berlebih,”

kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo kemarin. Mulyono perlu menegaskan itu karena banyak masyarakat yang ketakutan dengan terjangan topan yang memorakporandakan Filipina dan menyebabkan 10 ribu orang tewas tersebut.

Meski Indonesia tak akan menerima terjangan langsung topan Haiyan, Mulyono meminta warga mewaspadai efek tidak langsung. Pengaruhnya di Indonesia, jelas dia, hanya akan terjadi hujan dengan Baca 10 RIBU Hal.l.. 4

FOTO-FOTO AFP/REUTERS

LULUH LANTAK: Topan Haiyan menerjang kawasan Asia Tenggara. Filipina merupakan negara yang paling merasakan dampaknya. Ribuan rumah luluh lantak dan sepuluh ribu orang tewas di sana.

Pembakar Bayi Orang Lain Ibu Selingkuh Berkelit Orok Cuma Ditinggalkan

FOTO RNN

BERBELIT: Polres Lamteng menggelar ekspose pembakaran bayi. Hingga kemarin, keterangan Tuti dan Sentot terus berubah.

Garuda Mendarat Darurat

GUNUNGSUGIH – Polres Lampung Tengah terus mendalami pengakuan Tuti, warga Dusun VII Kampung Sendangayu, Kecamatan Padangratu, yang menjadi tersangka pembakar bayinya sendiri. Hingga kemarin, keterangan Tuti terus berubah. Sebelumnya, Tuti mengaku janda. Sedangkan kemarin, perempuan 28 tahun ini mengaku masih memiliki suami yang bekerja sebagai tenaga kerja di Malaysia. Bahkan saat ekspose di Mapolres Lamteng,

Tuti yang sebelumnya mengaku membakar bayinya, berkilah. Ia menuding ada orang lain yang melakukannya. ’’Kejadian itu tanggal 16 Oktober lalu pukul 22.30 WIB. Saat itu, saya menahan sakit karena mau melahirkan. Saya langsung menuju kediaman Sentot (pasangan selingkuhnya, Red) di Dusun V Kampung Sridadi, Kecamatan Kalirejo, mengendarai sepeda motor,” kata Tuti.

Namun, bayi berjenis kelamin lakilaki dari hasil hubungan gelapnya itu lahir di tengah perjalanan. Lalu, dia mengalami pendarahan hebat. ’’Tiba-tiba, ari-ari bayi saya keluar. Karena saya mengeluarkan darah cukup banyak, saya taruh dahulu bayi itu di kebun sawit di dekat jalan. Bukan saya buang, apalagi saya bakar! Bukan saya

pelakunya. Bayi ini kan anak saya sama Sentot, jadi ya saya ke Baca PEMBAKAR Hal. 4

Terbang dari Jogjakarta ’’Mampir’’ ke Lampung BANDARLAMPUNG – Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 207 dari Jogjakarta tujuan Jakarta mengalihkan pendaratan ke Bandara Radin Inten II, Branti, Natar, Lampung Selatan, pukul 14.45 WIB kemarin (11/11). Pemicunya, cuaca buruk di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, terlalu berisiko jika pendaratan tetap dipaksakan. Mulanya, GA 207 sempat dua kali mencoba mendarat di Cengkareng, tetapi justru mengalami guncangan keras. Demi keselamatan dan keamanan penumpang, pilot akhirnya memutuskan kembali terbang menuju bandara alternatif terdekat, yakni Bandara Radin Inten. Di Bandara Radin Inten, GA 207 mendarat mulus. Para penumpang diminta menunggu 45 menit hingga kondisi di Cengkareng membaik. Kepada Radar Lampung, salah satu penumpang mengatakan berangkat dari Bandara Adisucipto, Jogjakarta, pukul 12.15. ’’Ketika mau mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, cuaca buruk. Pramugari sempat mengingatkan untuk mengencangkan safety belt,” kata pria yang enggan namanya dikorankan itu. ’’Setelah 30 menit berputar-putar di atas Bandara Soekarno-Hatta, akhirnya pilot memutuskan mendarat. Saat itu, guncangannya keras sekali. Setelah dua kali mencoba tak berhasil, akhirnya pesawat langsung ke Lampung,” imbuhnya. Marketing and Sales Manager Garuda Indonesia cabang Lampung Basuki Sutiyono saat dihubungi Radar Lampung membenarkan pendaratan GA 207 karena cuaca buruk di Cengkareng.(ary/p2/ c1/ary)

ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG

Oedin: Bubarkan Tim Tujuh Menteri!

BANDARLAMPUNG – Percepatan pembangunan megaproyek Jembatan Selat Sunda (JSS) yang deadlock di pemerintah pusat membuat Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. meradang. Puncaknya kemarin, orang nomor

satu di Lampung ini menumpahkan unek-uneknya kepada media cetak dan elektronik lokal maupun nasional. Di depan kamera, Oedin –sapaan akrabnya– lantang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merombak tim tujuh

menteri yang mendapat penugasan ground breaking JSS tahun 2014. Ketujuh menteri itu meliputi menteri koordinator perekonomian; menteri keuangan; menteri perencanaan dan pembangunan nasional (PPN); menteri

PU; menteri perindustrian; menteri hukum dan HAM; serta sekretaris kabinet. ’’Rombak! Bubarkan saja tim tujuh kalau tidak mau mengimplementasikan Baca OEDIN Hal. 4

Perempuan Pemegang Rekor Dunia Membaca Tercepat

Selembar Buku Sedetik, Presiden pun Jadi Murid Wonderkid alias anak ajaib. Predikat itulah yang disematkan dunia kepada Maria Teresa Calderon pada 1969. Pada usia 15 tahun, namanya tercatat di Britannica Encyclopedia dan Guinness World Records sebagai pembaca tulisan tercepat di dunia. Kini, 44 tahun berlalu, belum ada manusia yang sanggup memecahkan rekornya.

FOTO DITE SURENDRA/JPNN

Manila, Filipina, tersebut menjadi tempat perjamuan makan siang seusai penganugerahan gelar doctor honoris causa dari Arellano University kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Sekitar 300 orang tampak asyik dengan aktivitas masing-masing. Sebagian makan siang di meja. Sebagian lainnya tampak berdiri sambil minum soft drink dan beramah-tamah. Alunan musik jaz yang enak di telinga menambah meriah suasana. Namun, di salah satu meja bundar, seorang perempuan terlihat serius membaca sebuah buku. Denting suara sendok dan garpu serta derai tawa para tamu seolah tak mampu mengusiknya. Jarinya dengan cepat membalik lembar demi lembar buku yang dibacanya. Seperti melihat sekilas-sekilas saja.

TAK TERTANDINGI: Maria Teresa Calderon termasuk manusia langka karena kemahirannya membaca buku supercepat.

Baca SELEMBAR Hal. 4

Laporan Ahmad Baidhowi, MANILA RUANG pertemuan utama di Hotel Manila tampak riuh. Siang itu (29/10), hotel ikonis yang berdiri sejak 1912 di pusat Kota Metro ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG

http://www.radarlampung.co.id

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.