20 HALAMAN/Rp3.000
Satu untuk Semua
SABTU, 13 JANUARI 2018
WEBSITE RESMI RADARLAMPUNG.CO.ID BANDARLAMPUNG – Kemarin siang (12/1) beredar sebuah nama domain beralamat radarlampung.online. Isinya memuat berita dengan judul Bupati Lamtim Diperiksa KPK. Tertera terbitan 11 Januari 2018.
Banyak yang menduga website tersebut tergabung dalam Radar Lampung Group karena menggunakan nama yang sama. Sementara, website resmi Radar Lampung hanya ada dua, yakni
Rahasiakan Vonis dari Orang Tua
Lampung mewawancarai khusus mereka di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Bandarlampung. Rutan Wayhuwi, nama populer rutan tersebut, sedang ramai dengan pertandingan futsal antar-warga binaan saat Radar Lampung ke sana kemarin sore. Di rutan dengan 902 tahanan itu, Ridho Yudiantara, Satria Aji Andika, Haryono, dan Hendrik Saputra sedang menjadi bahan omongan.
HINGGA vonis dibacakan majelis hakim, Kamis (11/1), empat terpidana mati kasus penyelundupan 134 kg ganja di Bandarlampung mengaku tidak bersalah. Kemarin (12/1), Radar
radarlampung.co.id dan radarlampung.co. General Manager Radar Lampung Online (Radar Lampung Group) M. Agus Purnomo menegaskan, situs radarlampung.online bukanlah
media online milik Harian Radar Lampung Group. Sebab, media online resmi Radar Lampung beralamat www.radarlampung. co.id. Baca | WEBSITE | Hal. 4
Baca | RAHASIAKAN | Hal. 4
Salat Istikharah sebelum Putuskan Walaupun resividis, saya tidak pernah menjual. Demi Allah, itu (ganja) bukan punya saya”
Saya nggak tahu kalau itu isinya ganja. Tiba-tiba polisi datang menangkap saya”
RIDHO YUDIANTARA
BANDARLAMPUNG – Meski sudah lima kali dalam karirnya sebagai hakim memutuskan vonis mati kepada terdakwa, perasaan Mansyur Bustami dini hari itu (Kamis, 11/1, Red) tetap saja bergejolak. Sebab, siangnya ia bakal membacakan vonis mati terhadap empat terdakwa dalam perkara kepemilikan 134 kilogram ganja. Keempatnya adalah Ridho Yudiantara (27), Satria Aji Andika (20), Haryono (22), dan Hendrik Saputra (24). Ya, dini hari itu ia terbangun lebih awal. Sekitar pukul 03.00 WIB, dia terbangun dari tidurnya yang memang dirasakannya tak nyenyak. Kala itu, ia beranjak dari ranjangnya menuju meja kerja di rumahnya.
27 Tahun
SATRIA AJI ANDIKA 20 Tahun
Baca | SALAT | Hal. 4
MANSYUR BUSTAMI
Masih banyak yang beratus-ratus kilo dan lebih banyak dari ini, tetapi vonisnya tetap dapat angka. Tetapi kami? Mati!”
Kami perjuangkan hak kami. Yang jelas, Allah SWT itu nggak tidur” HENDRIK SAPUTRA 24 Tahun
HARYONO 22 Tahun
VONIS MATI Suasana sidang putusan perkara kepemilikan 134 kilogram ganja di PN Kelas 1A Tanjungkarang, Kamis (11/1). Dalam perkara itu, hakim memutuskan empat terdakwa, Ridho Yudiantara (27), Satria Aji Andika (20), Haryono (22), dan Hendrik Saputra (24), dihukum mati. FOTO-FOTO M. TEGAR MUJAHID RADAR LAMPUNG
http://www.radarlampung.co.id
GRAFIS EDWIN/RADAR LAMPUNG
MODUS BANDAR KELABUI POLISI
Dikirim via Ekspedisi ke Alamat Palsu BANDARLAMPUNG – Daftar terpidana mati di Lampung semakin panjang. Jika pada 2017 mencapai 14 orang, saat ini, pekan kedua 2018, jumlah tersebut bertambah menjadi 18 terpidana mati. Majelis hakim Pengadilan Negeri
Tanjungkarang, Bandarlampung, telah menjatuhkan vonis mati terhadap empat pengedar 134 kg ganja pada Kamis (11/1). Baca | DIKIRIM | Hal. 4
Berlangganan Cukup SMS ke 0811790544