KAMIS, KA KAM IS 14 AG IS, AGUSTUS GUST TUS 201 2014 0 4
36 6 HALAMAN HALAM AM MAN A
SSatu atu uuntuk ntuk SSemua emua
Aborsi Legal, Dokter Enggan Terlibat JAKARTA - Polemik penerapan Peraturan Pemerintah (PP) No. 61/2014 tentang Kesehatan Produksi terus berlanjut. Jika sebelumnya mendapat kecaman dari pemerhati anak, PP yang di dalamnya memperbolehkan aborsi bagi perempuan hamil akibat pemerkosaan itu kini ditentang keras oleh praktisi medis. Bahkan, dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan enggan terlibat dalam implementasinya nanti. “Kalau ingin melakukan aborsi, jangan ajak-ajak kami (dokter). Jangan dokter yang lakukan karena melanggar sumpah juga. Kami tidak mau dipenjara karena sampai sekarang KUHP masih berlaku,” ujar Kepala PB IDI Zaenal Abidin saat ditemui di Jakarta kemarin (13/8). Baca ABORSI Hal. 7
ILUSTRASI ILUSTR ILUSTRA LUSTRA USTRA USTR TR SI HANDOKO/RADAR HAND HANDOKO/RA OKO/RAD RA RAD AD A DA AR R LAMPUNG LAMPUNG LAM L LA
Beredar, Foto Intim Catut Anggota DPRD Tanggamus KOTAAGUNG – Masyarakat Lampung dibuat heboh. Fotofoto diduga adik perempuan dari anggota DPRD Tanggamus Hi. Nuzul Irsan yang tengah melakukan hubungan suami-
istri beredar di internet. Kedua belas foto berbagai angle itu kali pertama muncul di blog id****–news. (disamarkan, Red) blogspot.com dengan judul skandal foto
making love EY adik-H. Nuzul Irsan. Kendati demikian, Nuzul Irsan memastikan foto adegan intim yang beredar di internet itu bukan adiknya. Ka rena
nama baiknya dicemarkan, Nuzul Irsan lang sung melaporkan pencemaran nama baik dan pornografi ke polisi. Tidak main-main, Nuzul Irsan melaporkannya di dua
polda sekaligus. Polda Lampung dan Polda Metro Jaya. Kepada Radar Lampung, Nuzul Irsan menuturkan, setelah mendapat Baca BEREDAR Hal. 7
FOTO IST
KESETRUM LISTRIK
Ketua Komisi V DPR Tewas KABAR duka menyelimuti keluarga besar DPR RI. Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Laurens Bahang Dama meninggal dunia di Denpasar, Bali, kemarin (13/8). Laurens dikabarkan meninggal setelah tersengat listrik. Kabar meninggalnya Laurens juga dikonfirmasi Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy saat dihubungi Jawa Pos (grup Radar Lampung). Menurut Tjatur, Laurens meninggal sore setelah tersengat listrik. “Kabarnya, ketika mandi, lalu kesetrum,” ujar Tjatur. Menurut Tjatur, peristiwa itu terjadi di kediaman Laurens di Bali. Laurens sempat dilarikan ke rumah sakit.
Harga Elpiji 12 Kg Tetap Naik Pertamina Abaikan Jeritan Konsumen JAKARTA – Rencana kenaikan harga liquefied petroleum gas (LPG) atau elpiji kemasan tabung 12 kilogram kian mendekati kenyataan. Meski memicu pro-kontra, PT Pertamina tetap kukuh menaikkan harga elpiji nonsubsidi itu. Vice President Komunikasi PT Pertamina Ali Mundakir menyatakan, rencana kenaikan
harga gas elpiji 12 kg yang sedianya dilakukan pada 1 Januari 2015 bakal dipercepat. ’’Kami putuskan medio (pertengahan, Red) Agustus 2014 ini,’’ ujarnya setelah rapat di Kementerian Keuangan kemarin (13/8). Pertamina sejatinya sudah lama memendam keinginan untuk menaikkan harga elpiji 12 kg. Alasannya, selama ini
Pertamina harus nombok karena menjual elpiji 12 kg di bawah harga pasar. Padahal elpiji 12 kg merupakan produk komersial yang tidak disubsidi pemerintah sebagaimana elpiji kemasan 3 kg. Pertengahan tahun lalu, Pertamina juga menyatakan akan menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp25.400 Baca HARGA Hal. 7
Unila Siap Fasilitasi Tes CPNS
Baca KETUA Hal. 7
FOTO ALAM ISLAM/RADAR LAMPUNG
TELUR BERLAFAZ ALLAH Fenomena unik yang terjadi di Jl. Pulau Damar, Gg. Mawar No. 1, Sukarame, Bandarlampung. Sebutir telur ayam milik Siti Hani Musdalifah (22) bertuliskan lafaz Allah di cangkang (kulit) telurnya. Satu telur yang cangkangnya kasar tidak rata ini bertuliskan lafaz Allah. Hani membeli telur di sebuah Pasar Tempel pada Jumat (8/8). Namun, ketika akan memasak telurnya pada Minggu (10/8), ia merasakan bentuk telur yang kasar. Saat dilihat, ia kaget cangkang telur yang dibelinya itu bertuliskan lafaz Allah.
FOTO JPNN
TETAP NAIK: Petugas melakukan bongkar-muat tabung gas elpiji 12 kg di salah satu distributor gas elpiji di Bandung. PT Pertamina (Persero) akhirnya bersikukuh menaikkan harga gas elpiji 12 kg.
http://www.radarlampung.co.id
Baca UNILA Hal. 7
Biaya Rp3 Juta, Tak Kalah dengan yang Rp300 Juta Di Pontianak, ada sebuah lembaga swadaya yang sukses memelopori pembuatan pesawat tanpa awak atau drone dengan kualitas impor. Lembaga itu, Swandiri Institute, kini sedang mengembangkan Drone Desa, pesawat nirawak yang bisa memetakan kawasan wisata alam maupun lahan perkebunan.
Terbit Bu Buku MERS dan Ebola
Baca TERBIT Hal. 7
itu. ’’Memang, kita memiliki banyak komputer. Hanya yang siap digunakan sebanyak 50 komputer,” ujarnya. Ia menambahkan, terkait pengalaman Unila dalam menyelenggarakan tes berbasis komputer telah lama diterapkan. ’’Untuk pengalaman Unila tidak diragukan lagi. Kita pernah melakukan tes sertifikasi dosen yang berbasis sistem komputer,” ungkapnya.
Mengunjungi Bengkel Swandiri Institute, Pelopor Pembuatan Drone Desa
JELANG MUSIM HAJI
PADA musim haji tahun ini, ada beberapa hal yang menjadi concern pemerintah. Selain kelancaran penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah juga tengah concern pada dua penyakit yang harus diwaspadai oleh para jamaah haji Indonesia selama di Arab Saudi. Yakni penyakit middle east respiratory syndrom corona virus (MERS-CoV) dan ebola viral diseases (EVD). Untuk membahas masalah ini, Kementerian Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Agama (Kemenag),
BANDARLAMPUNG – Kepala Pusat Komputer Universitas Lampung (Unila) M. Komaruddin mengatakan siap memfasilitasi tes CPNS (calon pegawai negeri sipil) menggunakan sistem CAT (computer assisted test). Komaruddin ditemui di ruangannya kemarin menjelaskan, Unila akan menyiapkan 50 komputer yang berlokasi di Gedung Rektorat untuk memfasilitasi tes CPNS
Laporan Gunawan Sutanto, PONTIANAK
FOTO JPNN
KREATIF: Irendra Radjawali (tengah) bersama kawan-kawannya dari Swandiri Institute menunjukkan sejumlah drone murah karya mereka.
SUASANA di tempat kerja Swandiri Institute siang itu (12/8) begitu sibuk. Sejumlah perkakas tampak berserakan di meja-meja yang disusun memanjang di tengah ruangan. Beberapa kru terlihat serius memelototi layar monitor laptop di depannya. Sebagian lagi asyik dengan peranti berbentuk remote control.
Dari meja panjang itulah, kru Swandiri Institute memproduksi pesawat tanpa awak atau drone. Di tangan anak-anak muda itu, teknologi yang selama ini dikenal mahal tersebut bisa diaplikasikan dengan biaya terjangkau. Produksi mereka bisa lebih murah seratus kali Baca BIAYA Hal. 7
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327