KAMIS, 16 JANUARI 2014
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Rycko Kenal Akil via Ormas Soal Uang di Tembok, Sopir Akil Kambing Hitam
JAKARTA – Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza S.Z.P. menepati janjinya datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepulang umrah kemarin (15/1). Selama lima jam, Rycko dicecar perihal kedekatannya de-
ngan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan advokat Susi Tur Andayani. ’’Jadi pertanyaannya normatif seputar apakah saya kenal dengan Pak AM (Akil) dan STA (Susi),’’ kata Rycko di KPK. Rycko pun mengaku mengenal Akil
dan Susi. ’’Saya kenal Pak Akil di organisasi Pemuda Pancasila (PP). Beliau pengurus pusat, saya pengurus daerah. Dengan Bu Susi, siapa yang tidak kenal Bu Susi di Lampung?’’ ucapnya. Meski begitu, Rycko mengaku tidak pernah memberikan uang kepada Susi terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamsel pada 2010. Ketika itu, Rycko dan Eki Setyanto menjadi pihak yang digugat. Susi merupakan pengacara Rycko dan Eki.
Akil menjadi ketua hakim panel dalam perkara itu. Sedangkan Muhammad Alim dan Hamdan Zoelva menjadi anggota. Hakim konstitusi memutuskan gugatan para pemohon ditolak Baca RYCKO Hal. 4
FOTO JPNN
SAKSI AKIL: Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza S.Z.P. ketika keluar dari gedung KPK di Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, usai menjalani ani pemeriksaan sebagai saksi tindak pidana korupsi suap terkait penanganan perkara pilkada di MK.
Kejari Ancam Jemput Paksa BANDARLAMPUNG – Persidangan tindak p pidana pid korupsi (tipikor) penghapusan aset Kota Bandarlampung pada 2012 dengan terdakwa K Kadi Kuswoyo (48) terhambat. Kad K Pasalnya, satu saksi kunci, mantan Kepala P Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bada B ((BPKAD) Bandarlampung Zaidirina, yang ketika
itu menjabat ketua panitia kegiatan (PPK) tidak pernah hadir dalam persidangan dengan berbagai alasan. Senin (13/1), tim jaksa penuntut umum (JPU) telah melayangkan surat panggilan ketiga kepada mantan kepala BPKAD Bandarlampung itu untuk hadir pada sidang hari ini (16/1).
PEOPLE
Baca DOKTOR Hal. 4
JENDERAL MOELDOKO
ZAIDIRINA
Baca KEJARI Hal. 4
Dua RS Tolak Pasien JKN
Doktor Ilmu Administrasi SETELAH menggapai level tertinggi dalam karir militer, Panglima TNI Jenderal Moeldoko memasuki babak baru dalam kehidupan akademis. Kemarin (15/1), lulusan terbaik Akabri 1981 itu dikukuhkan sebagai doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia (UI). Disertasi berjudul Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia mengantarkan Moeldoko mendapat predikat lulus dengan sangat memuaskan. Moeldoko menempuh pendidikan S-3 sejak 2010. Ketika itu, dia menjabat sebagai panglima Divisi I Kostrad. ”Semuanya ditempuh dengan kesungguhan, mulai bintang satu sampai bintang empat,” ujar Prof. Dr. Eko Prasojo, promotor gelar doktor Moeldoko, yang disambut tawa dan riuh tepuk tangan para undangan. Pencapaian Moeldoko sangat istimewa. Sebab, tidak banyak panglima TNI terdahulu yang mampu meraih gelar akademis tertinggi itu. Terlebih, pendekatan Moeldoko lebih bersifat ekonomi daripada pertahanan yang memang menjadi bidangnya.
Jika hari ini Zaidirina tidak juga uga hadir, tim JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar ndarlampung terpaksa akan melakukan jemput mput paksa. Penjemputan paksa ini pun telah dipersiapkan oleh tim JPU. ’’Saksi persidangan n ini ya tinggal
BANDARLAMPUNG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak berjalan mulus. Baru dua pekan diluncurkan, di Bandarlampung sudah ada dua rumah sakit (RS) swasta menolak pasien. Ulah dua RS ini dibeber Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Bandarlampung dr. Johana kemarin (15/1). ’’Warga mengadukannya kepada kami. Namun, dua RS itu sementara ini kita rahasiakan,’’ ujarnya. Apa sikap BPJS Cabang Bandarlampung? Ditanya seperti itu, Johana mengaku sudah memberikan peringatan keras. ’’Sudah kita selidiki, ternyata benar. Kita berikan peringatan. Jika mengulang lagi, kita putus kerja sama yang sudah terjalin,’’ katanya. Dengan insiden ini, Johana berharap masyarakat tidak ragu ikut program JKN. Pihaknya meyakinkan kepada masyarakat bahwa penyakit Baca DUA Hal. 4 GRAFIS AYEP KANCEE
Banjir Ibu Kota Tewaskan Empat Orang JAKARTA – Banjir yang melanda J Jakarta dalam sepekan terakhir tternyata tidak hanya berdampak pada kerugian materi. Pusat Kendali p Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, empat warga Jakarta meninggal
dunia. Kepala Seksi Pengendalian BPBD DKI Basuki Rakhmat menjelaskan, penyebab kematian empat orang itu berbeda-beda. Dua orang meninggal karena sakit sehingga tidak mudah diselamatkan ketika proses evakuasi banjir. Dua korban lain
tewas karena tenggelam dan terperosok di saluran air. Tim bersama masyarakat setempat dengan sigap mengevakuasi para korban. ”Hingga kini, ada empat orang (yang meninggal, Red). Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” ujarnya kepada wartawan di balai kota kemarin.
Basuki juga memaparkan namanama dan tempat tinggal empat korban itu. Yakni Masri (76), warga Kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur, dan Hidayat (35), warga Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Keduanya meninggal karena sakit. Dua lainnya bernama
Asep (27), warga Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan, dan Fatimah (9), warga Kelurahan Duri Kosambi, Jakarta Barat. Keduanya meninggal karena tenggelam dan terperosok di saluran air. Baca BANJIR Hal. 4
Veri ’’AFI’’ Afandi yang Kini Nikmati Hidup Normal
Tolak Berita Setting-an, Pilih Jualan Mi Saja Hampir setiap tahun ada ajang pencarian bakat menyanyi di televisi. Peminatnya tidak pernah surut. Ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia mengadu nasib. Berbicara tentang kompetisi yang menjanjikan ketenaran itu, ada baiknya menengok Veri Afandi kini. Jawara Akademi Fantasi Indosiar (AFI) pertama itu menunjukkan bahwa pemenang tidak lantas mudah menjadi bintang.
Laporan Marisqa Ayu K.Zalzilatul Hikmia, JAKARTA http://www.radarlampung.co.id
FOTO JPNN
ALIH PROFESI: Jawara AFI 1 Veri Afandi (kiri) membawa nasi goreng pesanan pembeli. Dia membuka usaha yang bersebelahan dengan warung milik Pasha AFI 2.
RUKO yang dijadikan pujasera kecil di kawasan Ciledug, Tangerang, Selasa sore (14/1), terasa lengang. Tidak terlalu banyak orang yang datang untuk makan karena akses dari arah Jakarta terhalang banjir dua hari lalu. Veri tengah duduk santai di dalam ruko sederhana itu. Dia sedang bercengkerama dengan Pasha Dina Wijaya, finalis AFI 2, yang membuka usaha serupa di ruko yang sama. Veri terlihat santai mengenakan kaus merah dipadu jins belel biru dan sandal kulit hitam. Pasha tampak polos tanpa makeup. Tapi, hal itu tidak mengurangi kecantikan wajah orientalnya. Perempuan asli Jakarta itu hanya mengenakan polo shirt hitam dan jins hijau tua. Baca TOLAK Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327