RADAR LAMPUNG | Senin, 16 Desember 2013

Page 1

32 HALAMAN HALAMAN/Rp3.000,HALAMAN/Rp3 /Rp3.000, 000 -

SENIN, SEN E IN, N 16 6 DE D DESEMBER ESEM EMBER MB BER ER 2013 20

Istana Gerah Ani Yudhoyono Plot Agus Harimurti Presiden JAKARTA – Pihak istana tegas membantah kabar bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono sedang mempersiapkan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai capres. Rencana membentuk dinasti politik itu disebut dalam kawat diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta yang lagi-lagi agi dibocorkan WikiLeaks. ”Tidak benar, sama sekali tidak benar,” tegas Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin (15/12). Menurut dia, Agus Harimurti tidak disiapkan oleh siapa-siapa. ”Itu Agus Harimurti dipersiapkan untuk long time oleh dirinya sendiri. Orang tuanya hanya mendidik,” katanya. Dokumen WikiLeaks itu dipublikasikan sebuah media Australia. Disebutkan, hal itulah yang menjadi alasan intelijen Australia menyadap telepon Ibu Negara pada 2009. Ketika itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memasuki periode kedua

masa jabatannya. Intelijen Australia Defence Signal Directorate (DSD) memutuskan menyadap Ibu Negara dengan didasari anggapan bahwa Ani merupakan orang yang paling berpengar berpengaruh terhadap SBY. Selain itu, ada anggapan bahwa pu putri Jenderal (Pur.) TNI Sarwo Edhie Wibowo tersebut tengah menyiapkan kursi kekuasaan untuk putra sulungnya, Agus Harimurti. Di antara nama-nama yang disebut di dalam dokumen itu, Sudi Silalahi termasuk salah seorang di antaranya. Tokoh yang dikenal dekat dengan Presiden SBY itu dikabarkan iingin mundur dari jabatannya selaku Sekkab periode 2004–2009. Alasannya disebut-sebut karena kecewa atas dominasi ibu negara yang terlalu besar. Dikonfirmasi terkait hal itu, Sudi Silalahi kembali tegas membantah. Menurut dia, Ibu Negara tidak pernah mencampuri urusan kabinet. ”Kalau bicara kabinet, beliau tak pernah ikut,” tegasnya. WikiLeaks merupakan media internasional yang kerap mengungkap dokumen-dokumen rahasia negara dan perusahaan melalui situs web-nya. Organisasi itu bermarkas di Stockholm, Swedia. Mulai sekitar November 2010, WikiLeaks kerap membocorkan kawat diplomatik AS. Baca ISTANA Hal. 4

ILUSTRASI HANDOKO/RADAR LAMPUNG

Perampok Gilas Polisi 3-0 BANDARLAMPUNG – Dalam hitungan jam, kawanan perampok beraksi siang bolong di tiga lokasi berbeda wilayah hukum Polresta Bandarlampung kemarin (15/12). Kawanan perampok mengawali aksi di Puspa Tour and Travel, Jl. Teuku Umar No. 8, kompleks ruko Labuhanratu Centre, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, pukul 10.15 WIB. Mereka

Beraksi Siang Bolong di Travel, Koperasi, dan LG berhasil menggasak uang Rp5 juta. Ayu Dinatara (23), karyawan travel, menuturkan, ketika itu dia bersama rekannya, Ketut Merta Asih (24), tengah menunggu

konsumen. Datang lima orang menggunakan kendaraan Daihatsu Xenia merah marun. Tak lama, mereka menerobos masuk. ’’Bos mana?! Hardik salah satu pelaku. Kita jawab nggak

ada Pak. Lalu, dia bilang, kalian diam! Ini perampokan!,’’ cerita Ayu. Masih dalam kondisi terkejut, kawanan perampok itu langsung melakban mulut Ayu

SILAT JUARA UMUM

Baca SATU Hal. 4

HINGGA PUKUL 22.30 TADI MALAM (15/12)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Thailand Myanmar Vietnam Indonesia Malaysia Singapura Filipina Kamboja Laos Brunei D. Timor Leste

45 38 36 33 24 16 10 4 2 1 0

40 32 32 48 17 12 14 7 6 1 0

40 34 39 44 44 24 21 12 17 5 1

GEDUNG UNILA

Kejati Ancang-Ancang KEJAKSAAN Tinggi (Kejati) Lampung hari ini (16/12) menggelar rapat seputar rencana penyelidikan tiga gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) yang mangkrak. ’’Nanti saya koordinasi dahulu dengan pimpinan. Saya tidak bisa melakukan penyelidikan tanpa diketahui oleh atasan. Makanya, besok (hari ini) kami akoordinasi,’’ ungkap Kasipenkum Kejati Lampung Heru Widjatmiko kemarin (15/12). Menurutnya, pembangunan tiga gedung FISIP Unila beberapa waktu lalu sedang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sehingga dirinya belum mengetahui apakah BPK sedang melakukan audit/ penyelidikan masalah itu atau tidak. Namun, jika BPK RI sedang melakukan penyelidikan terhadap tiga gedung FISIP Baca KEJATI Hal. 4 http://www.radarlampung.co.id

Baca PERAMPOK Hal. 4

P E M P R OV

Satu Emas Ditahan PENCAK silat Indonesia menjadi juara umum pada SEA Games XXVII Myanmar ini. Mengemas empat emas, empat perak, dan tiga perunggu, Wewey Wita dkk. mempertahankan gelar juara umum dua tahun silam. Meski juara umum, secara perolehan medali target lima emas Indonesia meleset. Kemarin (15/12) di partai final kategori tarung, ada lima wakil Indonesia. Sayangnya, hanya satu yang mendapat medali emas. Medali emas atlet Indonesia Mohammad Adhan yang turun di kelas C (55-60 kilogram) putra kemarin belum diberikan oleh pihak NOC Myanmar. Hal itu disebabkan Myanmar masih mempermasalahkan atlet Myanmar yang dikalahkan Adhan, Ye Kyaw Thu. Sebenarnya banding pencak silat Myanmar sudah ditolak dewan hakim kemarin. Namun,

dan Ketut. ’’Setelah itu, kami dibawa ke dalam kamar mandi. Setelah itu, kaki kami diikat,’’ katanya. Ayu sempat melihat 4 dari 5 perampok dengan ciri-ciri pelaku berkemeja putih, bertopi, dan berkacamata dengan tubuh gemuk pendek. Pelaku kedua berbadan besar, serta

VS F E E D L O T E R

Maju Kena, Mundur Malu

FOTO ANGGER BONDAN/JPNN

BARANG BUKTI: Penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang pecahan dolar didampingi Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (kanan) dan Jubir KPK Johan Budi (tengah) hasil operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara pemalsuan dokumen sertifikat tanah di wilayah Lombok Tengah di Auditorium KPK, Jakarta, kemarin.

Parah!, Kajari Dicomot KPK JAKARTA – Integritas penegak hukum kembali tercoreng. Kali ini disebabkan oleh ulah Subri, kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya, Nusa Tenggara Barat. Dia kedapatan menerima suap dari pengusaha yang bernama Lusita Ani Razak. Keduanya ditangkap di dalam kamar hotel dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan Sabtu (14/12) malam. Keduanya diketahui berada di kamar sebuah hotel di kawasan Senggigi, Lombok, NTB. Tidak dijelaskan dengan pasti oleh KPK sedang apa laki-laki dan

perempuan itu berada di dalam kamar yang sama. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto hanya mengatakan ada barang bukti uang saat digerebek. ”Kejadiannya Sabtu (14/12) sekitar pukul 19.15 WITA. Ada uang yang diamankan dalam pecahan dolar Amerika dan rupiah,” kata Bambang dalam konferensi pers kemarin. Totalnya sekitar Rp219 juta yang terdiri dari USD16.400 dan Rp23 juta. Bukti itu lantas diamankan dan dibawa ke Jakarta beserta tersangka. SUBRI

Baca PARAH! Hal. 4

BANDARLAMPUNG – Meski terang-terangan menabuh genderang perang dengan feedloter atau usaha penggemukan sapi swasta di Lampung, Pemprov Lampung belum bisa sepenuhnya bersaing. Pemprov Lampung terganjal biaya modal yang harus dikeluarkan. Untuk membuka usaha budi daya sapi, mulai dari pembibitan hingga pemotongan, tidaklah kecil. Pemprov masih membutuhkan pihak lain untuk turut berinvestasi. ’’Kita tidak punya cukup biaya kalau harus sepenuhnya mandiri.

Kita butuh dana-dana bantuan dari pihak pengusaha untuk membackup modal awal,’’ kata Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang kemarin. Karena itu, kini pemprov membuka diri bagi perusahaan yang hendak memanfaatkan peluang ini. Dengan catatan, pelaku usaha tetap melibatkan unsur-unsur dari Dinas Peternakan Lampung. Termaksud para akademisi Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila). Baca MAJU Hal. 4

MANUFACTURING HOPE

Kecelakaan dengan Emosi Diaduk MENARIK sekali kesaksian seorang ibu ini: dia melihat masinis masuk ke gerbong paling depan untuk memberi tahu bahwa kereta segera menabrak mobil tangki. Karena itu, penumpang diminta segera pindah ke gerbong di belakangnya. Ruang masinis memang menjadi satu dengan gerbong paling

Oleh

depan yang dikhususkan untuk penumpang wanita. Setelah memberi tahu adanya bahaya itu, sang masinis bergegas kembali ke ruang kemudi. Sesaat kemudian terjadilah musibah itu. Sang masinis sendiri meninggal dunia bersama dua rekan kerjanya di ruang itu.

DAHLAN ISKAN Menteri Negara BUMN

Baca KECELAKAAN Hal. 4

Mengunjungi SP II Terusan Makmur Mataram Udik, Kampung di Tengah Kebun

Kisah Kades Partikelir, PLN Swasta dan Dua Ruang Sekolah Warga Satuan Permukiman (SP) II Terusan Makmur Mataram Udik, Kecamatan Bandarmataram, Lampung Tengah, masih memegang teguh konsep kemandirian. Meski diapit dua perusahaan nasional tak lantas menjadikan warga di lokasi terpencil ini ’’manja’’.

Laporan Widisandika, GUNUNGSUGIH

FOTO WIDISANDIKA

BANGUN SEKOLAH: Gotong-royong dan inisiatif warga SP II terwujud dalam bentuk SMA Terusan Bangsa. Meski belum ada izin operasional, warga secara bersama-sama menyiapkan dua ruang kelas untuk SMA yang sudah berdiri sejak 2008.

BERMODAL semangat gotongroyong dan kerja keras, warga membuktikan SP II bisa menjadi wilayah yang nyaman dihuni. Sabtu (15/12) dan Minggu (16/12), Radar Lampung berkesempatan mengunjungi wilayah itu. Hanya ada dua pintu masuk jika hendak masuk ke SP II. Pertama, lewat kompleks perkebunan Gunung Madu Plantation (GMP). Kedua, lewat kompleks Gula Putih Mataram (GPM). Dari dua pintu itu, jarak tempuh masuk ke desa relatif tak berbeda jauh. Yakni sekitar 35 kilometer. Dengan kondisi jalan tanah, waktu tempuh ke SP II dari gerbang kompleks GMP mencapai 1,5 jam. Secara administratif, SP II be-

lumlah ’’diakui’’ Pemkab Lamteng sebagai desa. Wilayah ini masih menginduk ke Desa Mataram Udik. Karena itulah, di dalam kartu administrasi warga, alamat tertulis selalu mencantumkan nama Mataram Udik setelah nama SP. Data yang dihimpun Radar Lampung, ada tiga SP di wilayah itu. Nah, untuk SP II, jumlah total kepala keluarga (KK) mencapai 450 orang. Rinciannya, 300 KK warga transmigran pendahulu dan 150 KK merupakan transmigran konflik Aceh. Mereka menempati lahan seluas kurang lebih 1.500 hektare. Sepanjang pengamatan Radar Lampung, fasilitas umum dan sosial Baca KISAH Hal. 4

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.