28 HALAMAN/Rp3.000,-
Satu untuk Semua
SENIN, 18 NOVEMBER 2013
Perampok Sumatera Disergap MANUFACTURING HOPE
Mengukur Kerumitan Pangkalan Susu SUDAH pukul 20.30, perjalanan darat dari Medan ke Pangkalan Susu baru dapat setengahnya. Manufacturing Hope Ke-103 ini belum ditulis. Redaktur media sudah menunggu. Jam segitu tulisan ini biasanya sudah terkirim. Tadi malam, saya harus ke Pangkalan Susu, tiga jam perjalanan darat dari Medan. Di Pangkalan Susu ini sedang dibangun proyek pembangkit listrik paling besar di Sumatera: listr PLTU 2 x 200 MW. Saya harus bermalam di proyek ini. Mengapa? Dahlan Iskan Menteri BUMN
Kejagung Eksekusi WNA DUA TERPIDANA LAMPUNG AMAN JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya buka suara soal identitas terpidana yang dieksekusi mati pada Minggu (17/11) dini hari. Terpidana merupakan warga negara Pakistan, Muhammad Abdul Hafeez (44). Kepala Pusat Penerangan Kejagung Setia Untung Arimuladi mengatakan, terpidana mati kasus narkotika itu dieksekusi di Tempat
Pemakaman Umum (TPU) Desa Suradita, Tangerang Selatan. ’’Kejaksaan sudah melaksanakan eksekusi mati Terpidana kasus narkotika atas nama Muhammad Abdul Hafeez, warga negara Pakistan. Eksekusi dilaksanakan oleh tim jaksa eksekutor dari Kejati Banten
B MENGUKUR Hal. 4 Baca
Baca KEJAGUNG Hal. 4
BERAKSI DI LAMPUNG SAAT POLISI PESTA MILAD BANDARLAMPUNG – Polresta Bandarlampung berhasil mencicil satu per satu tunggakan perkaranya. Setahun diburu, seorang anggota perampok tiga toko emas di Pasar Tempel Sukarame, Bandarlampung, kemarin (17/11) diciduk. Adalah Rozali alias Jali bin Zainuri (37), warga Desa Sridalam, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang diringkus di kediamannya. Dia pun dihadiahi dua timah panas di kaki karena melawan.
Dengan demikian, tim Reserse Brimob (Resmob) Polresta Bandarlampung sudah meringkus dua dari lima pelaku. Selain Rozali, petugas lebih dahulu menangkap Susanto alias Bagong pada Senin (8/10/2012) pukul 24.00 WIB. Bagong ditangkap di Desa Purwodadi, Kecamatan Tanjungsari, Lampung Selatan. Saat ini, Bagong harus menjalani hukuman pidana setelah majelis hakim Mochtar Ali memvonisnya Baca PERAMPOK Hal. 4
Tak Gentarr Periksa Wapres
JALINBAR
KPK Sesumbar Periksa ksaa Boediono
Akhirnya, Pusat Peduli
JAKARTA – Nama Wakil akill Presiden (Wapres) Boediono teruss terdengar teerdengar di pusaran kasus pemberian ian n fasilitas pendanaan jangka pendekk (F (FPJP) FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai ebaagai bank gagal berdampak sistemik. k. Meski belum jelas kapan pan n mantan BI) itu i dimintai gubernur Bank Indonesia (BI) ua Komisi K Pemketerangan penyidik, Ketua berantasan Korupsi (KPK) Abr Abraham raham Samad sudah sesumbar bisa memanggilnya. mangggilnya. Alasannya, saat perkara ra yang y nk lebih dikenal dengan kasus Ban Bank hap p Century masih dalam tahap penyelidikan, KPK pernah nah h
KONDISI geografis jalan lintas barat (jalinbar) yang rawan longsor akhirnya masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah pusat. Setelah jalan lintas timur (jalintim), Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan bahwa tahun depan akan meningkatkan kualitas jalinbar Sumatera. Danis H. Sumadilaga
Baca AKHIRNYA Hal. 4
Boediono
Baca TAK Hal.. 4
Belajar dari Jepang dalam Mengurangi Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Korban Tewas Berkurang Tiga Perempat dalam 12 Tahun Budaya disiplin dan santun dalam berlalu lintas menjadi kunci sukses Jepang mengurangi angka kecelakaan. Meski jumlah kendaraan terus meningkat, korban justru terus berkurang. Apa rahasianya? Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Radar Lampung) Candra Wahyudi. FOTO REUTERS
ANTIFASIS Seorang demonstran berpartisipasi dalam unjuk rasa di Sofia, Bulgaria, kemarin. Mereka berkumpul dalam barisan damai di bawah slogan ’’Peringatan Fasisme!” untuk memprotes kekerasan terhadap imigran dan bahasa kebencian.
JALAN raya di kota-kota besar Jepang tidak lebih lebar daripada yang ada di Surabaya atau Jakarta. Dengan volume kendaraan yang besar, kondisi jalan di jantung Kota Tokyo atau Nagoya, misalnya, terasa semakin ’’sempit”. Meski begitu, berkendara di Negeri
Matahari Terbit tetap terasa nyaman. Hal itu karena kesantunan para pengguna jalan. Nyaris tidak ada bunyi klakson yang bersahutan meski saat macet sekalipun. Kalaupun tersendat kendaraan di depannya, pengemudi di belakang bersabar mengikuti arus. Jarang sekali ada perang klakson. Kesantunan pengguna jalan di Jepang juga terlihat di area traffic light. Begitu lampu merah menyala, kendaraan berhenti dengan tertib. Jarak antarkendaraan pun sangat aman. Rata-rata 1,5 meter. Bahkan, ada yang sampai 2 meter. Bandingkan dengan yang terjadi di jalanan Indonesia. Jarak antarkendaraan saat berhenti di
HEBATNYA!: Budaya berlalu lintas warga Jepang harus jadi pelajaran berharga. Berbagai even safety riding pun selalu digelar dan diikuti warga setempat.
Baca KORBAN Hal. 4 FOTO JPNN
http://www.radarlampung.co.id
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327