28 HALAMAN/Rp3.000,-
RABU, 18 DESEMBER 2013
Rp1,2 T Anggaran Bermasalah Potensi Kerugian Capai Rp13,9 M BANDARLAMPUNG –Semua daerah di Provinsi Lampung, nampaknya, harus mulai berbenah diri dalam pelaksanaan pengelolaan
keuangan masing-masing. Pasalnya, tidak ada satu daerah pun dinyatakan ’’bersih” oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung. Hal ini tercermin dari jumlah temuan BPK RI Perwakilan Lampung yang mencapai 2.507 kasus dengan nilai anggaran Rp1.272. 117.324.769,61 per 28 November 2013. Masing-
CORENG HARI IBU
Tangkap Ibu Sadis! KETUA Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan, kasus penganiayaan terhadap Adit (7) di Tapunghulu, Kampar, Riau, membuka mata semua pihak bahwa kekerasan pada anak masih terus terjadi. Ini, kata dia, harus menjadi bahan refleksi bagi semua pihak, terutama kaum ibu. ’’Ini jelang Hari Ibu. Ini menjadi tamparan bagi kita semua. Masih ada orang tua yang tega menganiaya anaknya sendiri. Ini benar-benar sudah di luar batas,’’ ujar Arist kemarin (17/12). Arist juga mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Riau agar fokus juga terhadap perlindungan pada anak. Salah satunya memberikan sosialisasi perlindungan anak di daerah sehingga kekerasan seperti yang dialami Adit tidak perlu terjadi lagi. Baca TANGKAP Hal. 4
SEA GAMES
Berkat Semangat 5 Ribu SALUT untuk para atlet rowing. Ditarget empat medali emas oleh Satlak Prima, Iswandi dkk. malah melebihi ekspektasi dengan lima emas. Kemarin (17/12) di Ngalaik Dam, rowing mendapat dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Padahal Senin (16/12), rowing sudah membukukan tiga emas dan dua perunggu. Dua emas kemarin didapatkan dari LM2- (lightweight men coxless pairs) dan M8+ (men coxed eights). Lalu, perak LW1x (lightweight single sculls). Sedangkan perunggu dari LW4-(lightweights women coxless fours). Di LM2-, duo Arief-Thomas Hallatu menjadi yang tercepat dengan catatan tujuh menit 7,92 detik. Disusul Filipina dan Baca BERKAT Hal. 4
Perolehan Medali (17/12) Hingga pukul 22.30 waktu setempat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.
Thailand Vietnam Indonesia Myanmar Malaysia Singapura Filipina Kamboja Laos Brunei Timor Leste
64 48 45 42 27 22 14 5 4 1 1
55 43 56 39 25 20 20 7 7 1 0
54 52 56 56 46 31 25 3 22 4 1
masing daerah mulai level pemprov hingga pemerintah kabupaten/kota. Namun dari temuan itu, BPK mengeluarkan rekomendasi sebanyak 5.970 dengan nilai Rp442.929.880.353,34. Berdasarkan laporan hasil pemantauan tindak lanjut pemprov dan pemda kabupaten/kota atas rekomendasi BPK per 28 November
2013 terlihat perkembangan yang cukup memprihatinkan. Beberapa daerah masih terkesan mencueki rekomendasi hasil pemeriksaan BPK. Hasil pemantauan tindak lanjut itu, Kabupaten Waykanan mendapat predikat pemda dengan tingkat penyele saian
terendah. Dengan tingkat persentase penyelesaian hanya 52,08 persen dari nilai rekomendasi Rp13.208.814.419,90. Di posisi terendah kedua ditempati Lampung Utara (56,58 persen) yang kalah satu tingkat dari Lampung Timur (57,87 persen). Baca Rp1,2 T Hal. 4
Mabes Bedah Teroris Lampung
Istana Enggan Komentari Atut
Dinasti Lain Siap-Siap
JAKARTA – Mabes Polri melansir setidaknya ada tiga kelompok besar teroris yang kini beroperasi di Indonesia. Dua di antaranya saling berafiliasi dengan sasaran di level lokal. Sedangkan satu kelompok lagi merupakan jaringan lawas yang berafiliasi dengan jaringan internasional. Dua kelompok pertama adalah jaringan Abu Roban yang memiliki sel di Lampung dan kelompok Santoso. Mabes Polri menyebut kedua kelompok itu sebagai kelompok teroris Indonesia Barat dan Indonesia Timur. Sedangkan kelompok terakhir adalah jaringan yang dipimpin oleh Fadli Sadama, terpidana kasus terorisme di Medan. Pemisahan kelompok itu dilakukan setelah penangkapan sejumlah terduga teroris beberapa waktu belakangan. Terakhir, Senin (16/12), Densus 88 menangkap empat orang di dua kota berbeda. Yakni Medan, Sumatera Utara; dan Bima, NTB. Antara terduga teroris di Medan dan Bima diketahui tidak memiliki afiliasi.
Empat Orang Ditangkap
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya butuh dua bulan untuk menyeret Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka dalam perkara suap sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK). Lembaga antirasuah ini pun memberikan isyarat untuk menjerat keluarga Atut dan dinasti lainnya yang juga ditengarai terlibat korupsi. Ketua KPK Abraham Samad mengumumkan penetapan tersangka Ratu Atut di Gedung KPK kemarin (17/12). Abraham mengatakan, Atut ditetapkan sebagai tersangka atas dua perkara. Yakni suap sengketa Pilkada Lebak dan penyidikan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di provinsi yang dipimpinnya. Penetapan Atut sebagai tersangka sebelumnya didahului penggeledahan di rumah gubernur perempuan pertama itu. ’’Sejak tadi malam hingga pagi tadi, ada serangkaian penggeledahan di rumah Atut,’’ ujar Abraham. Menurut pejabat asal Makassar itu, sejak 12 Desember 2013, KPK telah melakukan ekspose antara ptimpinan dan penyidik. ’’Dalam ekspose itu, akhirnya ditemukan dua alat bukti yang bisa digunakan untuk meningkatkan status Atut sebagai tersangka,’’ papar Abraham didampingi Juru Bicara KPK Johan Budi dan Deputi Penindakan Warih Sadono. Atut dinyatakan bersalah dalam dua perkara. Dia diduga terlibat dalam penyuapan terhadap mantan Ketua MK Akil Mochtar bersama adiknya, Wawan.
Baca MABES Hal. 4
Baca DINASTI Hal. 4
BOY RAFLI AMAR
Koosnadi Saputra, Profesor Bidang Riset Akupunktur Pertama di Indonesia SUAP DAGING SAPI
Penyuap LHI Ditahan PENYELIDIKAN kasus suap P impor daging sapi terus berim lanjut. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menahan Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman. Penyuap mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) itu menghuni Rutan (L Pondok Bambu. Pon JOHAN BUDI Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Maria ditahan untuk 20 hari pertama. ’’Penyidik merasa perlu melakukan penahanan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut,’’ ungkapnya. Baca PENYUAP Hal. 4 http://www.radarlampung.co.id
Perlu 23 Tahun untuk Meyakinkan Ilmu Tusuk Jarum Kamis (12/12) merupakan hari bahagia bagi Dr. dr. Koosnadi Saputra, Sp.Rad. Sebab, perjuangannya mengangkat akupunktur sebagai bagian dari ilmu kedokteran akhirnya ”terwujud”. Hari itu, Koosnadi dikukuhkan sebagai guru besar bidang riset akupunktur pertama di Indonesia.
Laporan Titik Andriyani, SURABAYA KOOSNADI tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya ketika satu per satu kolega dan kerabat memberikan ucapan selamat
FOTO FEDRIK TARIGAN/JPNN
PAKAR LANGKA: Koosnadi sedang menangani dua pasiennya. Dalam praktik medis, Koosnadi selalu menyertakan terapi akupunktur.
atas gelar tertinggi akademik yang diraihnya. Itu terjadi dalam acara tasyakuran di gedung Pusat Humaniora dan Museum Kesehatan (PHMK) dr. Adyatma, Jalan Indrapura, Surabaya, tempat kerja Koosnadi, Senin (16/12) siang. Dalam acara sederhana itu, Koosnadi membeberkan perjuangannya bertahuntahun dalam memperkenalkan ilmu akupunktur sebagai bagian dari ilmu kedokteran modern. Untuk mendapat gelar profesor riset dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) –Kementerian Kesehatan–, tentu bukan hal mudah. Koosnadi perlu 23 tahun untuk menekuni akupunktur. Dia memiliki rekam jejak panjang menggeluti bidang ilmu yang satu itu. Baca PERLU Hal. 4 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327