RADAR LAMPUNG | Minggu, 19 Januari 2014

Page 1

Minggu

1 JANUARI 19 JA JAN J AN A NU UAR UA ARI 2 ARI 2014 01 014 0 14 1 4

28 HALAMAN/Rp3.000,-

KPK Tanpa Kompromi JAKARTA – Di tengah alotnya perdebatan antara kuasa hukum Anas Urbaningrum dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal frasa proyek-proyek lain, Carel Ticualu mengatakan kalau KPK berjanji menyidangkan kliennya pada Februari. Juru Bicara KPK Johan Budi S.P. menegaskan, itu bukanlah bentuk kompromi dengan koruptor. Tanpa adanya tekanan dari kuasa hukum, berkas Anas memang dikebut agar cepat selesai. Saat dihubungi tadi malam, Johan mengatakan, KPK tidak pernah punya kebijakan untuk negosiasi dengan koruptor. Dia menyebut, apa yang disampaikan penyidik kepada Carel adalah hal yang biasa. Bukan berarti kubu Anas berhasil menekan atau menyetir langkah KPK. ’’Itu mungkin persepsi dia (Carel) saja. Sudah saya bilang dari dulu kan kalau kasus Anas ini telah dikerjakan sejak lama dan segera selesai,” ujar Johan. Dia juga menegaskan kalau

Johan Budi S.P.

pelimpahan berkas suami Athiyyah Laila itu ke persidangan bukan karena dekat pemilu atau tidak. Dilanjutkannya, bisa saja saat Carel bertemu penyidik, lantas bertanya kapan berkas kliennya selesai. Penyidik lalu menjawab berkas kemungkinan selesai Februari. Nah, hasil pembicaraan seperti itu, menurut Johan, bukanlah bentuk dari kesepakatan atau kompromi. ’’Itu bukan deal,” tegasnya. Di samping itu, Anas juga punya hak ingkar. Dia bebas untuk Baca KPK Hal. 2

Demo BEM Sambut Kedatangan Pramono Imbau Mahasiswa Tidak Golput

Sulit Bangkit Lagi LONDON – Kemenangan atas Swansea City di pentas Premier League pekan lalu (12/1) diyakini sebagai momentum kebangkitan Manchester United setelah menelan tiga kekalahan beruntun di awal tahun. Namun, Setan Merah –julukan United– diprediksi sulit untuk kembali bangkit pekan ini. Pasalnya, malam nanti, mereka harus melakoni tur maut ke Stamford Bridge menghadapi tuan rumah Chelsea (tayangan langsung SCTV/Bein Sport 1 & 3 pukul 23.00 WIB). Ada sejumlah alasan yang mendukung asumsi tersebut. Tim asuhan David Moyes itu sedang

menghadapi krisis amunisi. Terutama di lini depan. Robin van Persie dan Wayne Rooney kecil kemungkinan bisa tampil malam nanti. Praktis mereka hanya mengandalkan Danny Welbeck atau Javier Hernandez. Sebaliknya, motivasi Chelsea untuk bersaing memburu gelar musim ini sedang tinggi-tingginya. Catatan laga kandang mereka di era Jose Mourinho pun cukup mentereng. Total, Chelsea belum terkalahkan dalam 70 laga di pentas Premier League bersama Mourinho. Meski sempat terseok di awal musim, Chelsea kini semakin solid.

Pertahanan mereka kian kokoh. Bahkan sepanjang 2014, mereka belum pernah kebobolan. Berbeda jauh dengan United yang memulai kalender 2014 dengan tiga kekalahan beruntun dan kebobolan lima gol. Meski demikian, Mourinho yang biasanya melontarkan psywar yang memanaskan telinga, kali ini justru memberikan pujian. Pelatih asal Portugal itu masih menganggap United sebagai ancaman. Dia juga menilai United di bawah kendali Moyes masih lebih baik ketimbang Chelsea.

FOTO FITRIA

TOLAK KEDATANGAN CAPRES: Puluhan anggota BEM Unila saat menggelar unjuk rasa di kampus setempat kemarin.

Baca SULIT Hal. 2

FOTO-FOTO NET/ILUSTRASI AYEP KANCEE

BANDARLAMPUNG – Tak ingin kampusnya dinodai dengan kepentingan politik, puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung (BEM Unila) menggelar demo kemarin. Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa ini dilakukan bertepatan kedatangan calon presiden (capres) dari konvensi Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo. ’’BEM Unila menolak adanya kepentingan politik yang masuk di dalam kampus kami. Sebenarnya politik itu sah-sah saja, tetapi dalam konteks mencer-

daskan masyarakat,” kata Presiden BEM Unila Nanda Satriana. Menurutnya, kedatangan Pramono sebagai calon presiden di Unila merupakan kampanye terselubung. Apalagi, kedatangannya dilakukan secara individu tanpa ada calon lain. ’’Kalau ada calon lain, mahasiswa bisa melihat visi dan misi mereka dalam berkampanye, serta dapat membandingkan siapa yang pantas dipilih untuk lima tahun mendatang,” tandasnya. Baca DEMO Hal. 2

Lagi, Tiga TKI Ditembak Mati Polisi Malaysia JAKARTA - Bertambah satu lagi kasus tembak mati yang dilakukan polisi Malaysia. Kali ini, tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi korbannya. Padahal, baru beberapa bulan lalu kejadian serupa menimpa para TKI yang ada di sana. Pada November 2013, tiga TKI asal NTB tewas akibat tembakan polisi Malaysia. Polisi Malaysia seolah tidak berpikir dua kali dalam melakukan penembakan terhadap warga negara

Indonesia (WNI) di sana. Pemerintah pun seolah menutup mata atas kejadian yang sering terulang ini. Hal itu yang kini dirasa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Migrant Care pada peristiwa tembak mati yang terus terjadi. Direktur Migrant Care Anis Hidayah mengatakan, pemerintah harus segera bergerak menanggapi kasus ini sebelum seluruh TKI yang ada di sana ditembak mati karena diduga bersalah. Menurut data yang dikumpulkan pihaknya, sepanjang

tahun 2007-2014 setidaknya ada 164 korban tembak mati polisi Malaysia. ’’Pemerintah harus segera mengajukan nota protes diplomatik dan mengusut tuntas kasus ini melalui jalur hukum,” ujar Anis dalam pesan singkatnya kemarin. Selain itu, Anis juga berharap pemerintah Indonesia kembali mengusut kasuskasus TKI terdahulu, yang hingga kini belum ada satu pun tuntas secara hukum. ’’Kami juga mendesak pemerintah Malaysia berhenti membunuhi para TKI

di sana,” tandas Anis. Sementara itu, tiga jenazah TKI yang ditembak mati pada 11 Januari 2014 telah tiba di Lombok pada Jumat (17/1). Tiga jenazah tersebut atas nama Wahab asal Dusun Lendang Tengah, Desa Bebuak, Kecamatan Kopang Loteng, Lombok Tengah; serta Sudarsono dan Gusti Randa asal Dusun Teduh, Desa Tuduk, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Baca LAGI Hal. 2

FOTO JPNN

USUT TUNTAS!: Jenazah tiga TKI asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang tewas ditembak polisi Malaysia, tiba di kampung halamannya, Jumat (17/1) malam.

Mengunjungi Asam Kumbang Crocodile Park, Penangkaran Ribuan Buaya di Medan

Tiket Rp6 Ribu untuk Saksikan Atraksi Buaya Rebutan Itik Di Medan, Sumatera Utara, ada sebuah penangkaran hewan yang istimewa. Betapa tidak istimewa kalau yang ditangkar sekitar 2.600 buaya. Hebatnya lagi, usaha penangkaran itu dilakukan oleh sebuah keluarga yang memanfaatkan halaman belakang rumahnya di Desa Asam Kumbang.

FOTO JPNN

mengunjungi Asam Kumbang Crocodile Park di Desa Asam Kumbang hanya membutuhkan waktu setengah jam naik mobil. Lokasinya gampang ditemukan. Hampir setiap warga kota itu mengenal dengan baik desa yang dikenal karena mempunyai penangkaran ribuan buaya tersebut. Setelah memasuki gapura selamat datang yang dihiasi gambar buaya, pengunjung akan diarahkan menuju rumah keluarga Lim Hui Cu yang pekarangannya cukup luas. Di rumah istri mendiang Lo Than Muk itulah pusat penangkaran buaya, Asam Kumbang Crocodile Park, dikembangkan. Tetapi, sekilas tidak kelihatan bila di halaman belakang rumah Lim Hui Cu itu menyimpan ribuan predator ganas.

OBJEK WISATA: Para pengunjung Asam Kumbang Crocodile Park mengabadikan buayabuaya di salah satu kandang.

Baca TIKET Hal. 2

Laporan M. Salsabyl, MEDAN TAK seperti berwisata ke Danau Toba yang memakan enam jam perjalanan darat dari Medan, wisatawan yang ingin http://www.radarlampung.co.id

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.