190518

Page 1

SSatu atu uuntuk ntuk Semua Semua

SABTU, 19 MEI 2018

24 HALAMAN/Rp4.000

Densus 88 Sasar Lampung Tangkap Pedagang Bakso, Lalu Geledah Kontrakan di Pesawaran BANDARLAMPUNG - Pembersihan terhadap sel-sel terduga teroris berimbas ke Provinsi Lampung. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menyanggongi sebuah kontrakan di Jl. Asikin, Dusun Margorejo II, Kurungannyawa, Gedongtataan, Pesawaran, kemarin. Operasi penggerebekan dilancarkan kemarin siang. Dari informasi yang dihimpun Radar Lampung, Densus mengamankan Supriyanto (39), salah seorang penghuni kontrakan tersebut. Baca | DENSUS | Hal. 4

DIGELEDAH (Foto kanan atas) Kontrakan Supriyanto usai digeledah Densus 88. Densus juga menangkap terduga teroris di Tasikmalaya (foto kanan bawah). Di Sidoarjo, teror bom palsu membuat jalur tol sempat ditutup (foto kiri). FOTO-FOTO M.TEGAR MUJAHID/ RADAR LAMPUNG/JPG

Petinggi JAD Dituntut Pidana Mati JAKARTA – Hukuman mati menanti pemimpin ideologis Jamaah Ansor Daulah (JAD) Oman Rochman alias Aman Abdurrahman. Pada sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin (18/5), jaksa penuntut umum (JPU) meminta hakim menjatuhkan hukuman paling berat tersebut kepada terdakwa kasus terorisme ini. Pria 45 tahun itu didakwa merencanakan dan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Baca | PETINGGI | Hal. 4 GRAFIS EDWIN/RADAR LAMPUNG

Tak Ada UAS, Ustad Adi Hidayat, hingga UBN Kemenag: Rilis 200 Mubalig Terekomendasi Belum Final

DIPERIKSA Kalapas Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie keluar gedung BNNP Lampung saat istirahat pemeriksaan kemarin. FOTO M. TEGAR MUJAHID/ RADAR LAMPUNG

JAKARTA – Mengawali bulan puasa, Kementerian Agama (Kemenag) melansir pengumuman penting. Yakni melansir 200 nama mubalig atau penceramah yang dinilai memenuhi kriteria. Angka ini belum final. Kemenag masih membuka usulan nama-nama mubalig yang memenuhi kriteria. Namun, tidak semua mubalig ternama tercantum dalam daftar. Sebut saja Ustad Abdul Somad (UAS), Ustad Bachtiar Nasir (UBN), Ustad Adi Hidayat, Ustad Felix Siauw, Ustad Khalid Basalamah, Tengku Zulkarnain, Ustad Hanan Attaki, hingga Habib Rizieq Shihab. Baca | TAK | Hal. 4

Oleh: Dahlan Iskan

Gagal Jumatan di Hays SAYA gagal Jumatan. Tidak berhasil menemukan masjid. Padahal segera bulan puasa. Penting untuk tahu: di mana ada masjid. Waktu itu saya baru dua hari tiba di kota kecil ini: Hays. Pedalaman negara bagian Kansas. Satu setengah jam naik mobil dari SMA-nya anak saya dulu: Azrul Ananda. Begitu tiba di Hays, saya buka Google. Apakah ada masjid di Hays. Ternyata ada. Lengkap dengan alamatnya. Dan nomor teleponnya. Tidak jauh pula. Dari rumah yang saya tempati. Maka Jumat itu saya menuju masjid tersebut. Setir mobil sendiri. Pakai Googlemap. Ketemu. Hanya 15 menit dari rumah. Tetapi, saya ragu: benarkah ini masjidnya? Dari segi nomor rumahnya benar. Saya buka Google lagi. Siapa tahu salah lihat. Baca | GAGAL | Hal. 4 http://www.radarlampung.co.id

Napi N apii D Disebut iseb b t Bantu Dana untuk Lapas

KALAPAS KALIANDA MASUK SEL BNNP

NARAPIDANA Marzuli Yunus memiliki peran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda. Dia diduga beberapa kali membantu dana untuk kepentingan lapas. Ini diketahui dari hasil pemeriksaan Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie, Jumat (18/5). Pemeriksaan terkait penyelundupan empat kilogram sabusabu dan empat ribu butir ekstasi asal Aceh. Menurut pelaksana tugas (Plt.) Kabid Pemberantasan BNNP Lampung Richard P.L. Tobing, pemeriksaan juga terkait hilangnya rekaman CCTV saat narkoba diselundupkan. ’’Intinya, (pemeriksaan) profil dan data pribadi. Sudah dibuka semuanya. Tupoksinya dan SOP-nya apa,” kata Richard.

BANDARLAMPUNG - Kasus lolosnya 4 kilogram sabu-sabu dan ekstasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda berlanjut. Kali ini giliran Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kalianda Mukhlis Adjie diperiksa. Usai menjalani pemeriksaan selama 10 jam di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Mukhlis dimasukkan sel tahanan. Penyidik akan memeriksa Mukhlis selama 3 x 24 jam sebelum memutuskan menaikkan statusnya sebagai tersangka atau tidak. Dasar yang dipakai penyidik pasal 76 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika. ’’Jadi kami tangkap yang bersangkutan dan penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif 3 x 24 jam ke depan,” jelas Plt. Kabid Berantas BNNP Lampung Richard P.L. Tobing saat dikonfirmasi semalam. Baca | KALAPAS | Hal. 4

Baca | NAPI | Hal. 4 GRAFIS EDWIN/RADAR LAMPUNG

Berlangganan Cukup SMS ke 0811790544


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.