RADAR LAMPUNG | Selasa, 19 Agustus 2014

Page 1

Satu untuk Semua

SELASA, 19 AGUSTUS 2014

40 HALAMAN

polda geledah lapas wayhui Dugaan Napi Otaki Peredaran Narkoba BANDARLAMPUNG - Tak mau lama-lama, Direktorat Narkoba Polda Lampung kemarin (18/8) langsung bergerak. Mereka menggeledah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Wayhui. Hal itu dilakukan untuk membongkar habis rantai peredaran narkoba yang diduga dikendalikan oleh narapidana (napi) di sana. Tim penyidik dipimpin Kompol Fahrul Rozi. Napi dimaksud bernama Hamdi Maulana alias Mul. Inisial Mul muncul berdasarkan celoteh dua tersangka yang lebih dahulu ditangkap. Yakni M. Irsad (27) dan Parimo (32). Masing-masing warga Jl. Flamboyan II No. 48, Labuhandalam, Tanjungsenang, Bandarlampung, dan Kampung Tempel Sindangsari, Natar, Lampung Selatan. Dari tangan kedua tersangka ini, polisi mendapatkan narkoba senilai hampir Rp1 miliar berupa 500 gram sabu-sabu dan 500 butir pil ekstasi. Dirnarkoba Polda Lampung Kombes Edi Swasono melalui Kasubdit 3 AKBP Ahmad Zulfikar menyatakan, pemeriksaan ke Lapas Wayhui merupakan bagian Baca POLDA Hal. 8

ILUSTRASI AYEP KANCEE/RADAR LAMPUNG

MENELISIK PEMBUNUHAN BENDAHARA INSPEKTORAT SEKELUARGA DI TANGGAMUS (2)

Disebut Nama Wawan, si Ibu Menangis Tiga dari empat eksekutor Bendahara Inspektorat Tanggamus Ispandi dan keluarganya, Jumat (7/7) lalu, tertangkap. Mereka inilah yang diharapkan dapat membuka motif sebenarnya pembunuhan sadis tersebut. Siapa sebenarnya para tersangka? Laporan Dina Puspasari, TANGGAMUS

FOTO DINA PUSPASARI

DITINGGALKAN: Inilah rumah kontrakan tersangka Endang.

SABTU (16/8) lalu, Radar Lampung menelusuri kediaman ketiga tersangka yang tertangkap. Endang dan Wawan di Kecamatan Kotaagung, serta Hendra di Kotaagung Barat. Satu lagi berinisial YC tengah diburu polisi.

Selain mencari rumah para tersangka, wartawan koran ini penasaran dengan aktivitas mereka sehari-hari serta kesehariannya sebelum mengeksekusi Ispandi sekeluarga. Tujuan pertama koran ini adalah ke bedeng kontrakan Endang di Jl. Merdeka Gg. Abdul Manaf RT 03/Lk. 01, Pasarmadang, Kotaagung. Baca DISEBUT Hal. 8

Ini Dia Alasan Pairin ’’Turun Kelas’’ ke Metro BANDARLAMPUNG - Selama ini banyak yang bertanya-tanya mengenai sikap politik Achmad Pairin. Ya, bupati Lampung Tengah itu ’’turun kelas” dengan mengikuti Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Metro. Nah, kepada kru Radar Lampung, ia kemarin blak-blakan mengungkap alasannya yang dinilai banyak pihak nyeleneh tersebut. ’’Saya sadar banyak yang

bilang ini seperti turun kelas. Tetapi, niat saya maju di Pilwakot Metro murni dilandasi semangat ingin membangun Metro,” ungkapnya kemarin. Bagi mantan anggota DPRD Lampung ini, Metro adalah tempat yang spesial. Pasalnya, dia lahir dan besar di Metro. Pairin dilahirkan pada 12 Januari 1950 dengan latar belakang pendidikan sebagian besar dihabiskan di kota

itu. Ia bersekolah di SD 22 Hadimulyo. Setamat SD, Pairin melanjutkan ke SMP Xaverius Metro. Setelah itu, ia juga melanjutkan sekolah ke SMA di Kota Metro. Selanjutnya barulah Pairin mengecap pendidikan keperawatan di Bandarlampung. ’’Saya lahir di Kota Metro. Saya bersekolah di Metro sampai SMA. Baca INI Hal. 8

BLAK-BLAKAN Bupati Lampung Tengah A. Pairin kemarin blak-blakan kepada awak redaksi Radar Lampung. FOTO WIDISANDIKA/RADAR LAMPUNG

Perokok MK Beri Catatan Terakhir Dilarang Tes CPNS JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) kemarin (18/8) menggelar sidang terakhir sengketa hasil Pilpres 2014 dengan agenda validasi alat bukti dari

masing-masing pihak yang bersengketa. Majelis hakim konstitusi yang diketuai Hamdan Zoelva tidak lagi mendengarkan keterangan dan per-

debatan yang berlarut-larut dari para kuasa hukum, saksi, dan ahli yang dihadirkan oleh masing-masing pihak Baca MK Hal. 8

JAKARTA - Pemerintah menerapkan banyak strategi untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia. Di antara skenario baru itu adalah melarang perokok melamar tes CPNS (calon pegawai negeri sipil) di lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pos-pos pekerjaan bidang kesehatan di pemerintah daerah. Menkes Nafsiah Mboi menyampaikan langsung gagasan itu. Teknis saringannya akan dibahas dengan panitia pengadaan CPNS baru. Baca PEROKOK Hal. 8

FOTO JPNN

SIMULASI: Kepolisian Cirebon menggelar simulasi hasil keputusan MK di depan kantor KPU Kota Cirebon kemarin.

FOTO JPNN

SUPERHERO DI PAWAI PEMBANGUNAN Ribuan orang tumpah di sejumlah jalan utama di Samarinda kemarin (18/8). Mereka menyaksikan pawai pembangunan menyemarakkan HUT Ke-69 RI, yang dimeriahkan berbagai karakter superhero, cosplay, hingga pakaian adat.

MAFIA PERADILAN

CCTV di Pengadilan Lampung MARAKNYA praktik mafia peradilan yang semakin berani dilakukan di kantor-kantor pengadilan membuat gerah Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga pengawas perilaku hakim. Oleh karena itu, KY Lampung mendesak pemasangan kamera pengawas atau CCTV di seluruh sudut ruang pengadilan sebagai upaya mencegah praktik mafia peradilan yang dilakukan hakim. Koordinator KY Lampung Alian Setiadi menyampaikan hal itu kemarin (18/8). Menurut dia, pemasangan kamera pengawas di kantor-kantor pengadilan perlu dipertimbangan karena dapat membatasi ruang gerak hakim yang berniat melakukan transaksi jual-beli kasus di pengadilan. Baca CCTV Hal. 8 http://www.radarlampung.co.id

Hario Kecik, Pejuang yang Nasibnya Kini Terabaikan

Tanpa Uang Pensiun, Biayai Pengobatan dari Jual Lukisan Pada saat Indonesia merayakan hari ulang tahun proklamasi ke-69, 17 Agustus lalu, salah seorang pejuang kemerdekaan tengah berjuang melawan sakit. Dia adalah Suhario Padmodiwirjo. Pria 93 tahun itu kini tergolek koma di rumah sakit.

Laporan Gunawan S./JPNN, JAKARTA TUGU Pahlawan di Surabaya merupakan saksi bisu heroiknya perjuangan arek-arek Suroboyo dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan

DOKUMENTASI MARJOLEIN VAN PAGEE

KRITIS: Hario Kecik (tengah) diapit peneliti sejarah Belanda Marjolein Van Pagee dan Ady Setiawan dari komunitas Roodebrug Soerabaia.

Indonesia. Tetapi, tak banyak yang tahu bahwa tempat itu dulu pernah menjadi Markas Polisi Tentara Keamanan Rakyat (PTKR), cikal bakal polisi militer sekarang. Nah, sosok di balik pendirian PTKR itu tak lain Suhario Padmodiwirjo atau yang lebih dikenal dengan nama Hario Kecik. Sebelum pecah pertempuran Surabaya pada November 1945, pria kelahiran Surabaya tersebut adalah mahasiswa kedokteran di sebuah universitas di Jakarta. Dia tergerak ikut gerilya saat pertempuran pecah, setelah arek-arek Suroboyo menolak menyerah kepada sekutu yang dipimpin Inggris. Saat pertempuran terjadi, Hario dipercaya menjadi Komandan Corps Baca TANPA Hal. 8 Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.