RADAR LAMPUNG | Minggu, 20 Oktober 2013

Page 1

Minggu

20 OKTOBER 2013

28 HALAMAN/Rp3.000,-

31 Oktober Lokasi Tes Diumumkan BANDARLAMPUNG – Rencana Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung untuk melakukan survei dan menentukan lokasi tes seleksi calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) batal terlaksana kemarin. Kepala BKD Lampung Syarif Anwar mengaku, pihaknya belum dapat menentukan lokasi tes sekarang ini karena terkendala masalah survei lokasi. Namun, dia berjanji tim akan secepatnya melaksanakan survei untuk memastikan kejelasan lokasi tes. Dia menegaskan, hal ini perlu dilakukan karena pada 31 Oktober 2013 lokasi tes harus sudah diumumkan. ”Belum ada kejelasan untuk lokasi. Karena waktu kita ke Unila tadi, ternyata sudah tutup. Jadi belum tuntas,” ujar Syarif kemarin. Syarif menjelaskan, penentuan lokasi tes ini tidak bisa sembarangan. ”Tidak bisa sembarangan. Mana yang diizinkan, ya itu yang akan

ILUSTRASI AYEP KANCEE

Pasal Rokok, Brimob dan Kostrad Tawuran JAKARTA – Lagi-lagi, aparat TNI dan Polri terlibat insiden memalukan. Jumat (18/10) menjelang tengah malam, enam orang anggota Brimob Mabes Polri berkelahi dengan empat anggota Divisi I Kostrad Cilodong. Tawuran itu dilakukan di sebuah lokasi karaoke di Depok Town Square (Detos), Kota Depok, Jawa Barat. Penyebab bentrokan itu hingga kini masih diusut oleh masing-masing kesatuan.

Namun, un n beberapa informasi menyebutkan jika perkelahian itu bermula dari adu jotos antara salah seorang anggota brimob bernama Charles Suganda dengan seorang anggota kostrad di dalam gedung karaoke. Karena tidak terima, Charles memanggil lima rekannya yang sedang asyik berkaraoke di ruangan. Bentrokan pun pecah di luar gedung karaoke. Charles pun sempat terkena tusuk. Bentrokan berakhir setelah

dipisah oleh warga. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Ronny F. Sompie memastikan perkelahian itu bersifat individual. Informasi yang dihimpun, ketika itu kedua belah pihak yang terlibat perkelahian memang sedang tidak berdinas. Bahkan sebenarnya ada aturan di internal TNI yang melarang anggotanya pergi ke lokasi hiburan. Begitu pula polisi, hanya reserse dan intel yang diizinkan memasuki lokasi hiburan

malam. ’’Kami masih menelusuri latar belakang insiden itu dan akan dijadikan dasar untuk pencegahan di kemudian hari,’’ katanya. Selain itu, antara Kakorbrimob dan Panglima Divisi I Kostrad juga telah berkoordinasi agar kasus ini tidak sampai melebar. Penanganan kasus itu kini dilakukan oleh Polres Depok bersama Kodim Depok.

kita pakai. Termasuk sekolah swasta juga akan kita survei,” ungkapnya. Menurut dia, pihaknya akan bergerak cepat. Sebab, untuk pelaksanaan tes dibutuhkan 764 ruangan. Sementara waktu pengumuman tinggal 10 hari lagi. ’’Yang jelas, kami akan fokus pada pelaksanaan tes untuk alokasi pemprov. Untuk tes di kabupaten/ kota, kami tidak begitu tahu karena dilaksanakan oleh BKD kabupaten/kota bersangkutan,” katanya. Disinggung mengenai masalah pengawas, Syarif mengaku, pihaknya akan memberdayakan tenaga guru atau dosen yang sehari-harinya bekerja di sekolah atau kampus tempat tes digelar. ”Setiap kelas ada dua pengawas. Jadi total kita akan membutuhkan sekitar 1.528 tenaga pengawas,” ujarnya. Baca 31 OKTOBER Hal. 2

Tidak bisa sembarangan. Mana Mana Ma na yang diizinkan, ya itu yangg ak akan ka an n kita pakai. Termasuk sekolah ko ola lah swasta juga akan kita survei. ve eii.

Baca PASAL Hal. 2

SYARIF ANWAR

KEPALA BKD LAMPUNG

ANARKISME

Oedin Minta Wamenparekraf Dukung Potensi Wisata Lampung

Massa Bakar Pondok Warga

Sektor Pariwisata Sumbang Rp90 T

BELUM hilang dari ingatan bentrok warga Kampung Gunungsugih Baru, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, dan Kampung Sukajawa, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, insiden hampir sama kembali terjadi. Bedanya, kali ini terjadi di Kabupaten Mesuji. Sebuah pondok milik Joni, warga Kagungandalam, Kecamatan Tanjungraya, ludes dibakar massa pada pukul 17.00 WIB kemarin. Pemicunya, massa geram dengan ulah pelaku yang dituding semena-mena. Korban diduga memeras, merusak, dan merampas dua unit kendaraan roda dua milik warga Desa Rawasari, Kecamatan Tanjungraya. Beruntung, kejadian itu tidak menelan korban jiwa. Joni keburu kabur ketika ratusan massa gabungan berbondong-bondong Baca MASSA Hal. 2

FOTO ABDURRAHMAN

BUKA FK: Wamenparekraf Dr. Sapta Nirwandar didampingi Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. saat membuka Festival Krakatau (FK) XXIII di Lapangan Korpri, Kalianda, Lampung Selatan, kemarin.

KALIANDA – Kontribusi dunia pariwisata terhadap pendapatan negara terbilang tinggi. Pada 2012, sektor ini mampu menyumbang penghasilan negara sebesar Rp90 triliun atau terbesar kelima setelah minyak, gas, dan barang tambang lainnya. ’’Perkembangan dan potensi wisata di Indonesia dan Lampung bisa terus dikembangkan menjadi potensi yang diandalkan serta dibanggakan,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf ) Dr. Sapta Nirwandar saat membuka even Festival

Krakatau (FK) XXIII di Lapangan Korpri, Kalianda, Lampung Selatan, kemarin. Dikatakannya, Lampung memiliki letak geografis yang strategis karena dekat dengan Jakarta dan merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera. Ia optimistis potensi wisata dan budaya yang dimiliki Sai Bumi Ruwa Jurai ini mampu dikembangkan dan menjadi potensi andalan. Sehingga bisa menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Lampung. Baca SEKTOR Hal. 2

Anas Masih Aman, KPK Belum Berencana Memanggil

FOTO NELSON ALMEIDA/AFP

JAKARTA – Penahanan Andi Alfian Mallarangeng, tampaknya, belum diikuti dengan penahanan tersangka terkait kasus Hambalang lainnya. Yakni mantan petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Mohammad Noor dan mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Khusus untuk Anas, KPK dalam waktu dekat belum akan memanggilnya. Diketahui, Anas ikut terjerat dalam pusaran masalah korupsi di pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga

Nasional (P3SON) Hambalang. Dia dituding KPK telah menerima gratifikasi. Sama seperti Andi, Anas juga jarang diperiksa sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah itu. ’’Belum ada panggilan untuk tersangka

AU,’’ kata Jubir KPK Johan Budi S.P. Meski demikian, dia memastikan pihaknya tetap speed up dalam menyelesaikan kasus Hambalang. Soal kapan dan siapa yang akan dipanggil, Johan menyebut semua bergantung pada kebutuhan penyidik. KPK memang harus bergerak

cepat dalam menyelesaikan kasus Hambalang. Sebab, makin banyak yang mencoba mengganggu pekerjaan KPK. Seperti sebelumnya, ada yang menyebarkan kalau keterlibatan Edhie Baskoro Yudhoyono Baca ANAS Hal. 2

WAJAH BUMI Seorang pengunjung menikmati bumi pada pameran karya fotografer Prancis Yann ArthusBertrand yang ditampilkan di Museum Seni Sao Paulo kemarin.

INFO HAJI

Tenda Tak Sesuai Prototipe RANGKAIAN puncak ibadah haji di Armina ((Arafah, Muzdalifah, dan Mina) sudah rampung. Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) menemukan secuil persoalan. Seperti ketidakberesan pembuatan tenda untuk jamaah haji selama berada di Arafah. Irjen Kemenag M. Jasin menuturkan, sebelum pelaksanaan haji periode 2013 ini, pihaknya sudah mengajukan prototipe tenda kepada muassasah. Muassasah itu merupakan pihak yang diberikan wewenang pelaksanaan teknis proses haji di Armina. Tapi, oleh muassasah, prototipe tenda itu hanya dipakai untuk personel misi haji Indonesia. Baca TENDA Hal. 2 http://www.radarlampung.co.id

Max van der Werff dari Belanda Telusuri Jejak Perang di Indonesia

Temui Saksi Hidup Korban Penyiksaan di Sutojayan Sejarah panjang penjajahan Belanda di Indonesia mengusik rasa penasaran Max van der Werff. Blogger asal Negeri Kincir Angin itu bertekad menelusuri jejak perang yang dilakukan bangsanya di nusantara untuk mewujudkan rekonsiliasi kedua negara.

Laporan Gunawan Sutanto, JAKARTA ”FORGIVEN, but never forgotten”. Kalimat itu dengan lantang diucapkan Max van der Werff saat

FOTO NET

ARSIP SEJARAH: Salah satu foto bukti kekejaman perang Belanda yang ada di blog Max.

ditanya tentang motivasinya menelusuri jejak penjajahan Belanda di Indonesia Sabtu (12/10) malam. Dia begitu bersemangat menjelaskan maksud dan tujuan proyeknya itu. Max datang ke Indonesia pada 7 Oktober 2013 dan langsung mengunjungi sejumlah kota di Jawa. Itu adalah kedatangannya yang kedua ke Indonesia. ”Saya memulai perjalanan dari Bandung,” ujar Max yang malam itu mengenakan kaus hitam dengan pin dua bendera, Belanda dan Indonesia. Dia tergerak menelusuri jejak perang Belanda di Indonesia setelah mengikuti kasus gugatan hukum atas pembantaian di Rawagede, Karawang, Jawa Barat, pada Sep-

tember 2011. Dalam perkara itu, Pengadilan Distrik Den Haag memutuskan Kerajaan Belanda harus memberikan ganti rugi kepada tujuh janda korban pembantaian massal pasukan Belanda di Desa Rawagede pada 1947. Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan pada 12 September 2013 secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. ”Dari kasus itu, saya terbangun. Saya berpikir, pasti ada kejadian serupa yang tidak terungkap di daerah lain di Indonesia,” ujar Max. Selama ini pria yang berprofesi sebagai konsultan bisnis itu memang getol terhadap sejarah. Baca TEMUI Hal. 2

Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.
RADAR LAMPUNG | Minggu, 20 Oktober 2013 by Ayep Kancee - Issuu